SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 73


__ADS_3

Setelah itu, yang tadinya suasana ditoko seperti mati tidak ada kehidupan, karena astuti yang bermuram durja dan kusut perangainya yang tidak bersahabat, kini mulai hidup kembali.


Astuti kini nampak ceria lagi, tidak seperti pertama kali datang yang selalu pasang muka garang, pandi dan gitopun tidak berani untuk mengusiknya karena sudah tau sipat astuti kalau sudah ngambek tak jauh dati abangnya sewaktu dulu selagi masih satu tim didunia anak jalanan.


Nandipun kini sudah meminta ma'ap atas perlakuannya sepulang dari klinik medika husada, pada astuti.


Haripun terus berlalu sehingga tidak terasa, waktupun sudah menunjukan jam istirahat untuk para buruh harian lepas maupun harian tetap.


Seperti biasa astutipun bila istirahat tiba selalu pergi untuk membelikan nasi bungkus untuk makan siang para pekerja nandi termasuk astuti sendiri.


Setelah itu, merekapun berkumpul untuk makan siang bersama.


Sungguh asik dan menyenangkan di sa'at kebersama'an mereka, yang selalu membuat orang lain iri.


Canda dan tawa itu ciri khas kebersama'annya mereka.


Astutipun kini selvi-selvi bareng, lalu di unggah disetatus sosial media.


Sehingga banyak dilihat oleh semua orang, seperti tiga wanita yang lagi pada duduk disebuah kantin.


Nina, rina dan kaila, yang sempat mereka buka akun sosmednya.


''Waaah betapa bahagianya kebersama'an mereka, gue komen aah.'' Celoteh nina.


Terus nina mengetik dikolom komentar.


.Nina ''Aduuh asiknya, ikutan dong.''


Terus nina menunggu balasan dari astuti sampai beberapa menit, dan akhirnya notipikasinya berbunyi.


.Astuti ''Sini dong nin, gue lagi makan bareng nih, lo' lagi dimana.


.Nina ''Gue lagi dikantin nih, sama lagi makan juga, cuma beda kalau lo' asik dalam kebersama'an, sedangkan gue lagi bete nih.''


.Astuti ''Pasti lagi sama si kaila dan si rina.''


.Nina ''Iya tapi agak jauhan sih.''


.Astuti ''Gimana tuh kabarnya anak sok tajir itu, apa masih angkuh atau sebaliknya sudah berubah.''


.Nina ''Ya gitu deh, seperti apa yang telah lo kenal sebelumnya.''


.Astuti ''Ooh begitu, Ooh iya nin lo' jadi ikut kagak liburan akhir bulan nanti?.''


.Nina ''Ya iya dong, itu pasti, tapi gue kan gak bisa naik motor.''


.Astuti ''Gampang, lo bisa boncengan sama gue, atau gito dan pandi juga bawa motor sendiri-sendiri.''


.Nina ''Elo' kan sudah jadian sama kamal, ya kagak mungkin lah, menyia-nyiakan momen-momen indah.''


.Astuti ''Tau aja sih lo', iya sih kan saat itu yang gue nanti, jalan bareng dalam satu kendara'an bersama kekasih.''


.Nina ''Aah elo' bikin gue jadi tambah bete aja, udah dulu ya gue mau masuk kampus dulu.''


.Astuti ''Oke.''


Setelah itu ninapun menutup akun sosmednya, begitu pula astuti karena waktu masuk kerja tinggal beberapa menit lagi.


Sementara nandi kini lagi berkumpul diruang kerjanya bersama sindi dan astuti, disebuah laptop.


''Menurut kalian, mana yang bagus tapi harganya agak miring.'' Ucap nandi.


''Kalau menurut gue sih ini juga bagu dan yang ini lebih keren, harganya juga luamyan mahal sih.'' Pingkas astuti sambil mrnunjuka pada sebuah laptop.


''Kalau menurut gua, gimana kalau ini nih, new pajero sport exceet (4×2) mt.'' Ujar nandi


''Waaww ini harganya setengah miliar aa.'' Ucap astuti.


''Tapi ini bisa muat 6 orang, kalau kita ada acara keluarga keluar kota kan enak.'' Jawab nandi.


''Iya ini juga oke keren, dan saldo tabungan aa juga masih banyak ko, kalau emang aa nandi pinginnya yang itu.'' Ujar astuti.


''Coba lo' cek de saldo di rekening abang ada berapa?.'' Tanya nandi.


''Masih banyak aa, kemarin kan gue menambahkan saldonya dari hasil bisnis aa, ya seharga mobil yang aa nandi pilih itu, kalau gak salah ada 10 m an lagi, itu di no rekening pribadi aa nandi sendiri.'' Ujar astuti.


''Okelah kalau begitu, nanti lo pergi ke dealer urus semuanya.'' Perintah nandi pada astuti.


''Oke siap aa.'' Jawab astuti.


''Lho ko lo' gak berkomentar sin, gua tau pasti lo lagi memikirkan masalh pernikahan ya, tenang aja sin, duit gua masih cukup buat modal resepsi pernikahan kita nanti.'' Ucap nandi.


Sindi kaget apa yang lagi dipikirkan dalam hatinya, dengan mudahnya bisa ditebak oleh nandi.


''Lho aa nandi bisa tau apa yang lagi gue pikirkan.'' Ucap sindi dalam hatinya.


''Lho ko diam, benar kan?.'' Tanya nandi.

__ADS_1


''Iih apa'an sih aa, gue gak lagi berpikir kesitu ko.'' Ucap sindi berbohong.


''Ooh ya udah atuh kalau begitu.'' Pungkas nandi.


Selepas itu astutipun berangkat ke dealer bersama sindi.


Sedangkan nandi menunggu ditoko sembari menemani pandi dan gito yang masih sibuk dengan pekerja'annya.


•••••••••••••••••••


Dua hari kemudian.


Mobil new pajero sport exceet (4×2) mt telah datang.


Sementara semua pekerja nandi dan pekerjanya pak dirman berkumpul dirumahnya pak dirman, sebagai mana adat dan tradisi kebanyakan masyarakat pada umumnya, bila seorang habis membeli sebuah kendara'an bermotor roda dua maupun roda empat, suka melakukan syukurannya dengan menyawer.


Dan nandipun mengumpulkan anak-anak yatim dan orang yang tidak mampu disekitar warga gang si'iran, untuk membagikan sebagian hartanya.


Nandi menyiapkan uang kes sebesar sepuluh juta, untuk menjakati kendara'an yang baru dibelinya itu.


Halaman depan rumahnya pak dirman dan halaman tokonya nandi dipenuhi oleh orang-orang yang akan menerima sedekah dari nandi.


Singkatnya, astuti terus menyuruh orang-orang untuk maju satu-satu secara antrian untuk menerima sedekah uang sebesar dua ratus ribu per orang.


Antrianpun terus berjalan sampai barisan antrian itu habis, termasuk para pekerjanya nandi dan pekerjanya pak dirman semua sudah menerima sedekahnya dari nandi.


Setelah itu nandi maju kedepan, untuk mengutarakan perkata'annya sekata dua kata.


''Assalam mualaikum, saudara-saudaraku.'' Ucap nandi.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya.


''Terima kasih atas kehadirannya saudara-saudaraku semua, semoga apa yang telah ku impakan, dan yang telah saudara-saudara terima ini menjadi berkah buat kita semua aamiin.'' Ujar nandi.


''Amiiin...... Bang nandi, semoga apa yang telah bang nandi lakukan, menjadikan usahanya bang nadi tambah maju dan sukses selalu.'' Jawabnya dari salah satu penerima sedekah.


Dan semuapun menjawab.


''Aamiiin amiin amiin.'' Serempak menjawab.


Setelah itu para warga gang si'iranpun pada bubar, dengan wajah yang berseri-seri mengagumi atas kebaikannya nandi yang selalu peduli pada orang-orang miskin dan anak-anak yatim.


Semakin banyak harta yang nandi impakan, maka semakin besar pula pendapatan dari bisnisnya itu.


Kini nandi menjadi seorang pengusaha muda yang cukup berhasil, tidak kurang para pengusaha-pengusaha yang sudah lama bergelut didunia bisnis, meminta saran dan mengajak nandi bekerja sama.


Nandi dan ke'enam pekerjanya, kamal, gito, hasan, doni, pandi, dan toglo kini lagi asik duduk santai dibangku-bangku sambil makan-makan bersama sebagai selametan atas mobil barunya nandi.


Sebuah mobil yang harganya lumayan mahal, yang mungkin cukup menguras saldo keuangan tabungannya nandi.


Astuti dan sindi yang lagi sibuk dengan poto-poto bersama bareng para pamili gang si'iran.


Kini hubungannya astuti dan kamal sudah tidak umpet-umpetan lagi, semua orang sudah mengetahuinya khususnya para pekerjanya nandi.


Kini tinggal gito dan pandi yang masih belum mendapatkan pasangan, kadang mereka berdua suka ngiri melihat keromantisannya hubungan nandi sama sindi, ditambah kamal dan astuti yang mulai terang-terangan dalam menjalin hibungannya, sehingga membuat gito dan pandi terkadang jadi minder.


''Waduh, gua jadi ngiri nih, sama hubungan lo' berdua, kapan ya, yang maha kuasa mengirimkan pasangan hidup gua.'' Celoteh gito.


''Ya sabar aja, segala sesuatu itu kan butuh proses, di dunia ini tidak ada yang instan gitoo santoso.'' Pungkas pandi.


''Betul tuh, apa kata pandi.'' Saut nandi.


''Allah pandi juga sama masih jomblo, bisa aja ngatain gua.'' Ujar gito.


''Kalau gua sih nyantai aja, didunia ini masih banyak ibu-ibu yang melahirkan bayi wanita.'' Jawab pandi.


''Terus mau sampai bangkotan, lo' masih sabar gitu.'' Saut gito.


''Ya kagak begitu juga kali.'' Ujar pandi.


Ketika mereka lagi asik ngobrol saling ejek dan bercanada penuh tawa, munculah sebuah mobil honda jaz warna hitam.


Tid tidid.


Klakson berbunyi berbarengan dengar keluarnya seorang wanita cantik, terus berjalan dengan ayunan langkah kakinya yang begitu mempesona, mendekati kearah nandi dan seluruh pamili gang si'iran.


''Assalam mualaikum, selamat siang semuanya.'' Sapanya.


''Wa alaikum salam, siang juga.'' Jawab semuanya.


Terus astuti dan sindi menyambut kedatangan wanita tersebut.


''Haii.. Nina, ko gak ngabarin gue sih, kalau lo' mau kesini.'' Sapa astuti.


''Sori ya tut, gua sebenarnya gak ada niat mau kesini, cuma pas gue dilampu merah, entah kenapa hati kecilku gue pingin kesini, oh iya emang abis ada acara apa'an sih?.'' Tanya astuti.


''Ini abis selametan atas mobil barunya aa nandi.'' Jawab astuti.

__ADS_1


''Ooh ya.. mobilnya mana?.'' Tanya nina.


''Itu digarasi.'' Jawab astuti.


Terus nina melihat mobil barunya nandi.


''Waww keren, ini mobil mahal lho, selamat ya aa nandi atas keberhasilannya, gue salut padamu aa.'' Ucap nina.


''Iya nin makasih ya.'' Saut nandi.


''Benar-benar hebat aa nandi seorang pengusaha muda yang mempunyai dedikasi tinggi.'' Ucap nina.


''Biasa aja sih nin, lo' terlalu berlebihan menilai gua.'' Ucap nandi.


''Gue bilang begitu karena paktanya memang benar ko, aa nandi suka merendah deh.'' Ucap nina.


''Ooh iya nin, lo mau minum apa?.'' Tanya sindi


''Apa aja boleh, gue ngikut aja.'' Jawab nina.


Setelah itu sindi pergi untuk mengambilkan minuman buat nina, segelas minuman orange jus, minuman segar pelepas dahaga, ditambah cuaca disiang itu cukup panas.


Terus sindipun membawanya kehadapan nina yunita.


''Ini minumnya, asli lho tanpa bahan pengawet, hehe.'' Ucap sindi.


''Oke, makasih teh sindi.'' Ujar nina.


Sementara pandi, gito dan toglo duduk bertiga dalam satu meja, karena yang lainnya duduk bersama pasangannya.


''Bang pandi, bang gito, coba abang perhati'in, bang nandi duduk sama mb sindi, bang kamal sama teh astuti, bang doni sama pacarnya juga, bang hasan sama mb lina istrinya.


Terus abang-abang ini, mana pacarnya.'' Ujar toglo.


''Widiiih, ini bocah pake ngeledekin gua lagi, apes gua nih.'' Ucap gito.


''Tenang aja toglo, nanti juga kalau sudah ketemu jodohnya, pasti ada ko.'' Ucap pandi.


''Iya juga sih bang.'' Jawab toglo.


Setelah itu pandi mencoba duduk mendekati nina karena pandi melihat nina seperti lagi bete dan kasihan, sementara teman-temannya sudah mempunyai pasangan, dengan perasa'an malu dan kurang percaya diri karena melihat nina anak kuliahan ditambah anak seorang pengusaha, pandipun mencoba memberanikan diri.


''Sori nih, boleh gua ikut duduk disini.'' Ucap pandi.


''Ya boleh dong, ah lo mah ada-ada saja, mau duduk juga pake permisi dulu, kan ini tempat lo sehari-hari disini.'' Ucap nina.


Terus pandi dengan agak ragu-ragu duduk berhadapan dengan nina yunita.


''Btw, lo mau ke kampus apa dari kampus sekalian mampir?.'' Tanya pandi.


''Gue hari ini gak ada jadwal kekampus, gue tadinya mau main ketempat bibi, gak tau juga tiba-tiba pingin mampir kesini.'' Jawab nina.


''Ooh iya nin, lo ngambil jurusan apa sih?.'' Tanya pandi.


''Gue ngambil jurusan akuntasi managemen.'' Jawabnya.


''Terus setelah lo selesai kuliah, langkahmu kedepan, mau buka usaha, apa mau kerja dikantor bokap lo'?.'' Pandi terus bertanya.


''Gak tau juga sih, belum kepikiran sama gue.'' Ucap nina.


Pandi terus melakukan pdkt sama nina, yang pada akhirnya mereka saling bertukar nomor handpon


Pandi pemuda yang paling kalem tidak gampang emosi seperti kamal dan gito, dia berpikirnya lebih dewasa.


Sementara gito yang kini duduk berdua sama toglo serasa bete dengan keada'an yang seperti itu.


''Hahaha, bang gito sementara bang pandi sudah pendekatan tuh sama mb nina.'' Ujar toglo.


''Iih bocah, terus aja lo ngeledikin gua, awas gua jewer lo'.'' Ucap gito.


''Ma'ap bang, segitu juga marah sih, nanti cepet tua lho.'' Ucap toglo.


''Habisnya lo' dari tadi ngeledikin gua aja, gak tau apa, kalau abang ini lagi bete.'' Saut gito.


Nandi dan sindi hanya tersenyum melihat gito dan toglo yang lagi beradu argumen.


Setelah itu Nandi pun mengajak pada semuanya karyawannya dan kedua orang tuanya beserta nina untuk pergi jalan-jalan sekalian mencoba mobil barunya itu.


Nina pun sangat senang sekali, sebelum mereka melakukan otw, nina tidak lupa memberi kabar pada kedua orang tuanya sekalian minta ijin untuk jalan-jalan bersama pamili gang si'iran.


★★★★★★★


Bersambung.


Masih penasaran ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=


__ADS_2