SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si Kidal Sang Penolong eps 190


__ADS_3

Pukul 08:00


Semua karyawan sudah memasuki ruangan kerjanya masing-masing.


Nandi beserta karyawan stap sudah stay di kantor di ruangan kerjanya masing-masing.


Nandi yang lagi pokus dengan pekerja'annya mengerjakan beberapa file tentang omset perusaha'annya yang lagi dalam kondisi kurang stabil, ada beberapa kendala dalam omset perusahaannya, masalah permintaan barang dari relasi bisnisnya di bulan terakhir ada penurunan makanya Nandi lagi mempelajari sebab dan kendalanya yang menyebabkan barang di gudang semakin menumpuk, sedangkan pengiriman barang yang keluar mengalami penurunan.


Kemudian Nandi meraih handponnya, lalu segera menghubungi sekertarisnya.


📞.Nandi "Halo Pit, kamu ke ruangan saya sebentar."


📞.Sapitri "Iya baik pak."


Tiga menit kemudian Terdengar suara pintu di ketuk di ruang kerjanya Nandi.


Tok


Tok


Tok


Nandi pun langsung menyuruh masuk pada yang mengetuk pintu di ruangan kerjanya itu.


"Iya masuk."


Pintu pun terbuka bersama'an dengan munculnya seorang wanita cantik berpakaian rapi.


"Selamat pagi pak."


Nandi pun menjawab. "Pagi, silahkan duduk."


"Ada yang perlu saya bantu?." Tanya wanita tersebut.


"Begini Pit, coba kamu pelajari file ini, dan kamu cari tau ada beberapa data perusahaan dan cek relasi bisnis perusahaan yang mengakibatkan omset perusahaan mengalami penurunan." Ucap Nandi.


"Baik pak, tapi kalau menurut laporan keuangan di minggu ini yang di dapat pada bengkel yang Wanda pegang omsetnya naik lima persen, malahan barang di toko yang Wanda jalani sudah mulai menipis stoknya." Ucap Sapitri.


Nandi sejenak terdiam sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir. "Iya kalau itu saya sudah tau karena itu selalu ke panatau oleh saya, masalahnya ini di pengiriman, kenapa mengalami penurunan, sekarang kamu pelajari file ini, nanti laporan ke uangan di minggu ini cek lagi setelah semuanya cocok baru kamu kasih ke saya ya." Jawab Nandi.


"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu." Ujar Sapitri.


"Ya sudah."


Selepas itu Sapitri pun beranjak dari tempat duduk, lalu berjalan ke luar dari ruangan kerjanya Nandi.


Sedang kan Nandi tetap pokus dengan Laptopnya untuk terus mempelajari file perusaha'an yang akhir-akhir ini mengalami penurunan omset.


Tiga puluh menit kemudian, Sapitri kembali lagi menemui Nandi di ruangan kerjanya, untuk menyerahkan file yang sudah selesai Sapitri kerjakan. "Ini file nya semua sudah saya kerjakan, dan ini laporan ke uangan di minggu ini, setelah saya pelajari, lalu saya mencoba menghubngi relasi bisnis yang biasa meminta barang pada perusahaan ini, ternyata kendalanya ada tiga dari relasi kita, yang terkena musibah tokonya terendam banjir dan semua barang-barang banyak yang terendam, jadi permintaan barang di pending dulu sampai semuanya berjalan lancar, dan masalah pembayaran minggu lalu dan minggu kemarin secepatnya akan di kirim ke no rekening perusaha'an." Ungkap Sapitri.


"Bagus kalau begitu, kau memang pintar Pit, kinerjamu sangat bagus, saya salut padamu bisa memecahkan masalah dengan cepat." Ujar Nandi penuh pujian pada Sapitri.


"Ah bapak suka begitu, ya sudah atuh pak saya pamit keluar dulu, karena masih banyak yang mesti sayq kerjakan." Ujar Sapitri.


"Iya Pit, terima kasih."


"Sama-sama pak."


Setelah Sapitri keluar dari ruangan kerjanya, Nandi lalu meraih kembali handponya yang terdampar di meja kerjanya. "Duha kepala rasanya agak puyeng mesti di kopian dulu ini mah." Gerutu Nandi sambil menutup Laptopnya, kemudian melakukan panggilan melalu handponnya.


📞.Nandi "Halo Pit. OB suruh nganterin kopi ke ruangan kerja saya ya."


📞.Sapitri "Iya pak."


Lalu panggilan pun di tutupnya, dan Sapitri langsung memanggil OB, yang lagi bersih-bersih.


"Pak Pak Kardi." Panggil Sapitri memanggi OB yang bernama kardi.


OB pun langsung bergegas menemui Sapitri sambil berkata. "Iya buk ada apa?." Tanya Ob

__ADS_1


"Anterin Kopi ke ruangan kerjanya pak Nandi, kamu tau kan selera kopinya pak Nandi." Ucap Sapitri.


"Tau buk."


"Ya sudah sana, cepat kamu ke kedai tinggal bilang sama Mira, kopi buat pak Nandi." Ujar Sapitri.


Tanpak banyak tanya lagi pak Kardi langsung keluar menuju kedai.


Setibanya di kedai, pak Kardi yang selaku karyawan di bagian OB, langsung pesan kopi pada Mira.


"Mbak Mira, kopi satu buat pak Nandi." Pesan pak Kardi


"Oke siap pak, tunggu sebentar ya, kalau buat pak Bos saya sudah tau seleranya." Ujar Mira.


"Oh pantesan tadi buk Sapitri bilang begitu." Ujar pak Kardi.


"Emang Buk Sapitri bilang gimana gitu pak?." Tanya Mira.


"Iya tadi kan saya di panggil buk Sapitri, suruh mintain kopi, katanya bilang kopi buat pak Nandi begitu Buk Sapitri berpesan pada saya." Jelas nya pak Kardi.


"Ooh gitu toh, iya sih ku sudah tau selera ngopinya pak Bos, kan dulunya sahabat Mira juga, waktu lagi ABG biasa, lagi nakal-nakalnya gitu." Ujar Mira.


"Iya sih, saya juga tau sepak terjangnya pak bos waktu dulu, semua juga tidak menyangka pak Bos bisa sukses, padahal ijazah cuma tamatan sekolah menengah atas, tapi pak Bos biar dulunya nakal tidak seperti anak-anak muda sekarang, yang selalu bikin ulah." Ujar pak Kardi.


"Iya betul pak, the pamili Gang Si'iran, biar pun banyak hidup di jalan, tapi sering menolong orang yang tertindas, kalau pun sering terjadi perkelahian itu karena mempertahankan harga diri kelompoknya, The pamili Gang Si'iran cuma ber'enam, dan saya cewe satu-satunya, makanya banyak orang menilai padaku bukan orang baik-baik, dan semua pada jago bela diri." Jelasnya Mira.


"Termasuk kamu juga." Ucap pak Kardi.


"Ya bisa di bilang begitu, Oh iya ini kopinya cepetan anterin Nanti pak Bos marah." Ucap Mira.


Selepas itu pak Kardi langsung membawa kopi untuk Nandi.


Setibanya di depan pintu yang mau masuk ke ruangan kerjanya Nandi pak Kardi mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


Tok


Tok


"Wa alaikum salam, masuk mang." Jawab Nandi


Pak Kardi pun mendorong pintu tersebut, dengan perlahan pak Kardi melangkah masuk.


"Ini kopi nya pak Bos." Ujar pak Kardi sambil mendaratkan kopi di meja di samping kanannya Nandi.


"Terima kasih mang, ini mang buat beli roko mamang." Ucap Nandi sambil memberikan selembar uang kertas senilai dua puluh ribu.


"Iih pak bos gak usah, ini kan sudah kerjaan saya." Seraya pak Kardi berkata berlagak gak butuh.


"Ya udah terima saja, emang gak butuh duit." Ujar Nandi


"Ya butuh sih pak bos, ya sudah atuh, terima kasih pak bos." Ucap pak Kardi sambil menerima uang dari huluran tangannya Nandi.


Nandi pun tersenyum tipis, melihat tingkah pak Kardi yang sedikit kocak, dan pak Kardi langsung pamit lalu segera keluar dari ruangan kerjanya Nandi dengan paras muka berseri-seri, karena mendapat komisi dari pak Nandi.


"Wah lumayan nih buat ngopi dan beli roko, pak Nandi memang baik, ku jadi malu, hampir setiap hari ku dikasih komisi, Alhamdulilah gajianku kan utuh, buat istriku tersayang." Gerutu pak Kardi.


Setelah itu pak Kardi kembali dengan pekerja'annya, beres-beres dan bersih-bersih di area kantor tersebut.


Pukul 12:00.


Alarm telah berbunyi, tanda waktunya para karyawan untuk ber'istirahat, Kini kedai telah di penuhi lagi oleh para karyawan baik dari dalam perusaha'an Nandi maupun orang luar yang sengaja mampir, atau para ojol yang biasa suka nongkrong sambil minum kopi di kedainya Nandi.


Dan karyawan stap pun telah keluar untuk makan siang, sedangkan Nandi berjalan menuju rumahnya, begitu pula Kamal pulang ke rumahnya pak Dirman untuk makan siang, karena sebelum Astuti berangkat sudah menyediakan makanan untuk suaminya, Terkadang Buk Sari selalu menghangatkan kembali makanan untuk Kamal, atau kamal suka bikin Mie di kedai, tapi kali ini Kamal ingin makan di rumah.


Setibanya di depan Rumah Kamal langsung membuka pintu karena kamal membawa kunci duplikatnya yang di kasih sama ibuk mertua.


Di tempat lain.


Nandi sudah bersiap-siap untuk membawa Sindi makan siang di luar.

__ADS_1


"Ayo sayang cepetan." Nandi.


"Iya tunggu sebentar sayang." Sindi.


Tidak lama kemudian Sindi dan Anggita sudah keluar dari dalam rumah, tidak lupa pula mengunci pintu, lalu Sindi dan Anggita berjalan menuju pada Nandi yang lagi berdiri di samping mobil, yang sudah terparkir di luar gerbang, setelah itu Nandi membuka Pintu mobil bagian samping kiri untuk mempersilahkan istri dan anaknya masuk, setelah Sindi dan Anggita berada di dalam, Nandi langsung menutup rapat kembali pintu mobil tersebut, dan Nandi berjalan menuju pintu mobil bagian kanan depan.


Sebelum mobil di nyalakan terlebih dahulu Nandi dan Sindi memakai sabuk pengaman, dan setelah itu mobil pun di nyalakannya.


Kini mobil yang Nandi kendalikan sudah melaju meninggalkan rumahnya. "Sebenarnya kita ini mau kemana sayang?." Tanya Sindi.


"Kita makan siang diluar sayang, sekali-kali biar gak suntuk di rumah terus." Jawab Nandi.


"Emang masakanku sudah tidak nikmat lagi ya sayang?." Sindi bertanya lagi sedikit cemberut.


"Iih bukan begitu, masakanmu enak ko, iya kan dek." Ujar Nandi sambil menoleh pada Anggita.


"Iya mah masakan mmh enak sekali." Jawab Anggita.


"Tuh benar kan kata Anggita juga, ya kali-kali gtu kita jalan keluar, jangan posesif begitu dong, ku gak sampai kepikiran kesitu ko." Ujar Nandi.


"Ya bukan begitu sayang, di kira masakanku sudah tidak enak lagi, ya ma'ap." Ujar Sindi.


Mobil terus melaju kebarat dengan kencang, berhubung arus jalan tidak terlalu di padati oleh kendara'an, jadi Nandi sangat leluasa dalam mengendalikan mobilnya itu.


Kemudian Nandi menurunkan lajunya kendara'an ketika tiba di depan Restauran. Yang bertuliskan, Makanan ala parahiyangan.


Mobilnpun masuk ke tempat parkiran Restauran tersebut.


Lalu Nandi turun lebih dulu, dan berjalan ke arah samping kiri untuk membuka pintu, Sindi dan Anggita pun keluar. "Nah disini sayang banyak aneka makanan ala sunda yang sangat lezat." Ujar Nandi.


Lalu mereka pun berjalan masuk menuju pada sebuah meja yang masih kosong, lalu salah satu pelayan datang menghampiri.


"Selamat siang Bapak Ibuk, silahkan dipilih menu makanan atau minumannya semua ada tertera disini." Ujar Pelayan sambil menyerah kan buku daptar nama-nama makanan dan minuman.


"Siang juga mba." Jawab Sindi


Nandi pun lalu membuka buku tersebut, sambil di perlihatkan pada Sindi. "Sayang mau pilih mana?." Tanya Nandi.


"Aku ikut aja sayang." Sindi berkata.


"Anggita sayang kamu mau pilih makanan apa?." Tanya Nandi pada Anggita.


"Aku yang ini aja sih yah, empal gentong kayanya enak deh." ucap Anggita.


Lalu Setelah itu Nandi pun langsung memesan makanannya. "Mbak, empal gentong satu, nasi tutug oncom dua, minumnya orange jus aja biar agak segeran, tapi jangan lupa pakai Air putih juga ya." Pesan Nandi.


"Baik pak, di tunggu ya." Ujar pelayan.


Tidak lama kemudian pelayan telah kembali dengan membawakan pesanannya Nandi.


"Ini dua porsi nasi tutug oncomnya."



Dan ini satu porsi empal gentong.



Dan minumannya berikut air putih, Selamat menikmati makan siangnya semoga menjadi berkah.


"Amiin mbak, terima kasih." Ujar Nandi.


Setelah itu Nandi dan Anak istri langsung menikmati makanannya.Nadi tutug oncom dan empal gentong salah satu makanan Orang parahyangan yang tidak kalah nikmatnya sama maksakan-masakan di luar sana.


...................


Jangan lupa sertakan like, comentar, favorit, berikan vote serta hadiahnya bila suka.


Terima kasih atas dukungan nya, salam sehat sejahtera dan sukses selalu

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2