
Malam pun kini sudah mulai bergeser, hingga jarum jam telah menunjukan pukul 22:00.
Pandi kini mulai beranjak dari tempat duduknya yang di ikuti oleh Nina, untuk pamit pulang kepada kedua orang tuanya Nina.
Nina mulai melangkah kan kakinya memasuki dalam rumah untuk memberi tahu pada ayah dan ibuknya, sedangkan Pandi duduk di kursi ruangan tamu.
Nina pun perlahan mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya yang berada di lantai bawah.
Tok
Tok
Tok
"Pahh, Maaah.. Aa Pandi mau pulang." Panggil Nina Sembari netranya memandang datar pada pintu yang masih tertutup rapat.
Selang beberapa menit Pintu pun terbuka, bersama dengan munculnya ibuk Yola yohana.
"Ada apa Nin?." Tanya Ibuk Yohana.
"Itu Aa Pandi mau pamit pulang Papah mana?." Jawab Nina balik bertanya.
"Papah mu sudah tertidur pulas." Jawab Ibuk Yohana.
"Ooh begitu, ya sudah biarin mah kasihan papah kecapean habis kerja." Ujar Nina.
Ibuk Yohana dan Nina pun langsung melangkah menuju ruangan tamu.
Kemudian Pandi beranjak bangun dari tempat duduknya begitu ibuk Yohana datang dan langsung mengulurkan tangannya memberi salam untuk pamit pulang.
"Tante ku pulang dulu ya, oh iya om mana Tante?." Tanya Pandi.
"Bapak sudah tidur nak Pandi, ya sudah kamu hati-hati dijalan, ini sudah hampir tengah malam sebaiknya kamu pulangnya jangan melalui jalan raya." Ujar ibuk Yohana.
"Iya Tante, kalau sudah malam ku suka melalui jalan perkampungan yang tembusnya di jalan Delima, walau agak muter-muter yang penting aman." Ucap Pandi.
setelah itu Pandi bergegas keluar dari dalam rumahnya Ardi juna menuju pada motornya yang terparkir di halaman dekat pos penjaga.
Pandi lalu menaiki motornya dan di nyalakan, perlahan Pandi menolehkan pandangannya ke belakang sambil melambaikan tangannya pada Nina dan ibuk Yohana yang masih berdiri di teras rumah sambil menatap melepas kepergiannya.
Nina dan ibuk Yoban pun membalas lambaian tangannya Pandi, dan Nina berkata dengan nada suara yang agak tinggi karena jaraknya yang lumayan agak jauh.
"Hati-hati Aa." Seru Nina dari kejauhan.
"Iya sayang terima kasih." Balas Pandi.
Setelah itu satpam pun langsung membuka pintu gerbangnya untuk Pandi.
"Mari pak." Ujar Pandi sambil membungkukan punggungnya.
"Iya Bos hati-hati." Ujar Satpam.
Setelah itu Pandi pun langsung menarik gasnya, dan motorpun melaju di jalan komplek Citra Loka Indah.
Ketika Pandi memasuki Jalan Raya, pandi pun memilih aman ia memasuki kawasan perkampungan, walaupun jauh dan memutar-mutar tapi demi keselamatan dirinya, apalagi ia cuma sendirian di tambah suara knalpot motornya yang begitu cetar banyak sekali mengundang lawan muncul di jalanan.
Pandi melaju dengan tidak terlalu kencang di jalanan perkampungan.
...............
Tidak lama kemudian Pandi telah memasuki jalan Raya Delima, Ketika Pandi mau berbelok memasuki kawasan Gang Si'iran, Nanmpak dari arah Barat ada lima kendara'an bermotor roda dua dengan saling berboncengan langsung mencegat Pandi dengan menggeber-geber gasnya dan tertawa mengejek.
"Hahaha, woww anak Gang Si'iran, kemana temanmu yang lain." Makinya sambil tertawa penuh ejekan.
__ADS_1
Pandi pun dengan tenangnya lalu menghentikan motornya sambil melangkah turun.
"Heh lo botak, mau ngapain lo'." Bentak Pandi.
Mereka pun lalu turun dari kendara'annya, mengikuti pimpinannya yang berbadan gemuk dan berkepala botak.
"Lo' bilang gue mau ngapain, hahaha ya tentunya gue mau menghabisi anak Gang Si'iran satu persatu.
Pandi tersenyum sambil menyunggingkan senyuman nya lalu berkata.
"Dasar lelaki pecundang tidak ada kapoknya ya, kalian, jalan sudah pincang juga apa perlu gua tambahin biar lo' tidak bisa lagi jalan." Hardik Pandi pada orang botak yang tak lain adalah kojek yang waktu itu dipatahin oleh Toglo.
"Justru Gue kesini mau balas dendam pada anak Gang Si'iran dan kebetulan ada lo' jadi sekarang bersiaplah untuk mampus." Maki si kojek
Para pedagang pun yang stay pada malam hari merasa was-was dengan kedatangan gerombolan anak-anak geng kojek yang dulu selalu bikin onar di pasar ketupat kini telah muncul kembali.
Salah satu pedagang mie ayam adalah tetangga nya Nandi secara diam-diam ia telah mengirim sebuah chat pada Nandi.
Sementara kojek dan anak buah nya kini telah mengurung Pandi yang se orang diri, tapi Pandi tetap tenang dengan pasang mata selalu waspada, karena sebagian dari anak buah kojek pada mengeluarkan senjata sebuah stick basebol, Pandi pasang kuda-kuda dengan netranya yang tajam mandang kesana kemari.
Setelah itu Kojeck menyerukan pada seluruh anak buahnya.
"Serang habisin para famili Gang Si'iran satu persatu." Seru kojek.
Begitu mendengar teriakan dari ketuanya mereka pun langsung menyerang Pandi dengan ganasnya.
Pandi melompat ke sana kemari dengan berputar putar menghadapi sepuluh orang yang tentunya sangat merepotkan di tambah Pandi hanya mengandalkan tangan kosong sedangakan lawannya hampir semua menggunakan Senjata, dengan sangat cepat lincah dan agresip Pandi mengelak dan menerjang lawan-lawannya, meski banyak lawannya yang terkena pukulan dan tendangan Pandi, mereka jatuh bangun dan meyerang Pandi semakin ganas.
Saking banyaknya lawannya dan mempunyai ilmu bela diri yang lumayan, Pandi pun merasa kewalahan, sehingga tidak terhindari oleh Pandi sabetan stick basebol menghantam punggung Pandi.
Buuuuuggg..
Pandi langsung sempoyongan, dan si kojek langsung menghantam wajah Pandi dengan pukulannya.
Sekelebatan lima bayangan telah menerjang punggung mereka.
Duk
Duk
Duk
Duk
Deeeaaassss.....
Sikojek nampak tersontak kaget karena tidak di ketahui datangnya lima bayangan itu.
Ternyata Nandi, Hasan, Kamal, Gito dan Toglo datang tepat Waktu.
"Rupanya kau tidak ada kapok-kapoknya kojek." Ucap Nandi.
"Hai Nandi gue sengaja datang kesini mau menuntut balas terutama pada anda bocah." Ujar kojek sambil menunjuk pada Toglo.
Toglo memandang kojek dengan tajam, perlahan kaki Toglo dilangkahkan tiga langkah mendekati kojek. "Heh botak bila anda mau menuntut balas sama gua, kenapa harus melibatkan orang lain, dasar nyali tempe lo, ayo sekarang tunjukanlah ke jantanan lo' apa lo' sudah siap untuk masuk UGD, ahli patah tulang atau liang kubur sudah menantimu." Ujar Toglo.
"Dasar bocah sombong, kali ini bagian lo' yang harus masuk UGD, Sreweeng." Maki Kojek sambil mencabut senjatanya.
"Hahaha, di kira gua lo sudah jago, ternyata nyalimu ada pada mata pedangmu itu, dasar botak ayo maju." Tantang Toglo sambil membangun kuda-kuda pertahanan, tidak ada rasa gentar di hati Toglo, sekalipun lawannya menggunakan Senjata, bola matanya yang hidup bergerak menatap pada senjata dan pergerakan lawan.
Kini pertarungan pun tidak bisa di hindari lagi, antara kojek dan seluruh anak buah! melawan para famili Gang Si'iran.
Kojek yang sudah tempur dengan Toglo dengan sangat garang menebas-nebaskan senjatanya karena di hati kojek yang sudah di liputi oleh dendam kesumat ingin menghabisi Toglo, dengan kecerdikan dan kepintaran Toglo di tambah hati yang selalu tenang dalam menghadapi lawan, Toglo begitu lincah dan agresip dalm menghindari sabetan senjata dari kojek yang membabi buta tidak tentu arah.
__ADS_1
Melihat lawannya tidak kontrol emosi, Toglo hanya tersenyum tipis, di kala senjata kojek mau menebas leher Toglo, dengan sangat mudah nya Toglo menurunkan Tubuhnya dalam jurus semedi dewa gila, di sa'at itu pula Tinju Toglo dengan cepat dan keras meluncur masuk ke ulu hati kojek.
Weesss
Bruuukk..
Heuuuu..
Terdengar napas kojek tersendat susah untuk bernapas, dengan sekelebatan tangan kanan, Toglo langsung menggunting tangan kojek yang lagi menggenggam senjata.
Deeeeaaassss...
Serewwweeng.
Senjata kojek lepas dari gengaman jatuh menimpa jalan.
Sebelum kojek membangun serangan baru, tanpak sepengetahuan penglihatan kojek, sebuah elbo telah menembus dagunya si kojek.
Deaasss..
Kojek tidak bisa lagi menahan kese'imbangan ia mundur sempoyongan, Secepat kilat Toglo melompat Sambil menendangkan kaki kanannya.
Duukk..
Sapuan tendangan dari Toglo telah merobohkan pertahanan si kojek.
Blaaaakk.
Tubuh gemuk dengan kepala botak kini terkapar di jalan, Toglo sepertinya belum merasa puas pada lawannya selalu bikin onar, sambil menurunkan tubuhnya sebuah bogem Toglo meluncur cepat hinggap di mukanya si kojek.
Hiuuuukk
Jrooottt..
Auuggghhh..
Jerit kesakitan dari kojek, begitu bogem Toglo yang besar menghantam wajahnya, darah segar keluar dari kedua lubang hidungnya kojek, kini kojek terkulay dan tidak berdaya lagi, tubuhnya yang terlentang, dan darah terus membasahi leher dan jaket rompinya.
Begitu pula seluruh anak buahnya tidak ada yang bersih, semua terluka wajahnya yang memerah di penuhi oleh darah yang keluar dari setiap lukanya.
Dan tidak lama kemudian suara alarm mobil polisi telah terdengar lagi mendekati ke arah Nandi dan para famili Gang Si'iran.
"Jangan bergerak."
Nandi dan para famili Gang Si'iran langsung mengangkat kedua tangannya masing-masing ke atas.
Lalu para pedagang datang untuk memberi kesaksiannya pada polisi, bahwa Nandi dan Kawan-kawan telah di serang oleh kubunya kojek the geng, begitu tulisan yang tertulis di belakang jaket kesepuluh orang itu.
Tapi laporan dari para pedagang tidak cukup untuk para polisi, tetap Nandi dan para famili Gang Si'iran di bawa untuk memberikan laporannya nanti di kantor.
Nandi, Gito, Kamal, Hasan, Pandi dan Toglo terpaksa harus ikut bersama mobil polisi yang datang belakangan.
Dan para komplotan kojek the geng, di masukan kedalam mobil khusus untuk para tawanan pelaku tindak kriminal.
Setibanya di kantor dan Nandi telah memberikan keterangannya apa adanya, karena niatan nya kojek the geng yang ingin menghabisi Nandi dan para sahabatnya, yang yidak bisa di tuntaskan dengan jalan damai terpaksa Nandi dan para famili Gang Si'iran pun harus segera melumpuhkannya, karena kalau sudah maduk dalam masalah dengan para geng hanya bisa di tuntaskan dengan jalan darah para Jawara begitu penjelasan Nandi pada polisi.
Polisi pun bisa mengerti dengan apa yang telah Nandi jelaskan, dan akhirnya Nandi dan sahabatnya sudah di perbolehkan untuk pulang meninggalkan kantor kepolisian.
***********
Bersambung.
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1