SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 80


__ADS_3

Selepas mereka berkumpul bareng, akhirnya sebagian dari merekapun sudah pada pulang, nina yunita pun pamitan untuk pulang, karena hari yang sebentar lagi akan gelap.


Pandi meminta pada nina untuk mengantarkannya sampai pertiga'an gang si'iran.


''Ma'ap semuanya bukannya gue gak kerasan bersama kalian, berhubung hari yang sebentar lagi akan gelap, takut nyokap gue khawatir.'' Ucap nina.


''Iya nin gak apa-apa, takut keburu malam, karena dimalam hari kota ini sangat tidak bersahabat.'' Ucap astuti.


''Gua anterin ya.'' Ujar pandi tawarkan jasa.


''Gak usah aa pandi, gue kan bawa kendara'an.'' Ucap nina.


''Gimana kalau sampai depan aja, pertiga'an gang si'iran.'' Ucap pandi.


''Ya boleh.'' Jawab nina.


Setelah itu nina, salaman pada semua, seperti hasan, kamal, doni dan pak dirman dan bu sari, cuma gito aja yang tidak ada nampak disitu.


Terus nina menuju pada mobilnya yang terparkir didepan halamannya rumah pak dirman, begitu pun pandi ia segera menghidupkan motornya, untuk mengantarkan sang puja'an hatinya, apa sebenarnya yang ingin pandi katakan, ataukah ia cuma ingin mengantarkannya saja.


Nina pun lalu menghidupkan mobilnya dengan menginjak gasnya perlahan.


Tid tidid.


Klakson berbunyia, sambil melambaikan tangannya pada astuti, nandi, kamal dan hasan serta doni.


Kini mobil pun melaju meninggalkan nandi dan yang lainnya, pandi terus mengukutinya dari belakang.


Setibanya dipertiga'an jalan delima, mobil yang nina kendalikan berhenti, terus dibukanya kaca pintu depan mobil tersebut, dan pandi lalu nyamperin mendekati nina.


''Hati-hati ya nin jaga keselamatan dan kesehatanmu juga, salam buat om dan tante.'' Ujar pandi.


''Iya aa, terima kasih ya atas pertolongannya pada bokap gue.'' Ucap nina sambil matanya memandang pandi dengan intens.


''Iya sama-sama, itu kan sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong.'' Ucap pandi, yang secara tidak sadar tangan pandi meraih tangan kirinya ninia yang lagi memegang setir.


Kini rasa gemetaran dan jantung berdebar-debar yang nina rasakan begitu tangan pandi memegang tangannya dengan lembut.


Seketika itupun pandi baru sadar.


''Aduuh ma'ap-ma'apin gua ya, kalau gua sudah lancang sambil melepaskan lagi tangannya.


Tapi ketika aja tangan pandi mau di lepasnya, nina langsung meraih balik tangan pandi dan ditariknya sampai-sampai kepala pandi masuk kelubang jendela pintu mobil tersebut.


''Gak apa-apa aa, gue malah seneng ko.'' Jawab nina.


Kini muka nina dan pandi sudah saling berdekatan antara jarak 10 cm, dan empat bola mata kini sudah saling pandang dengan intens sekali, dan gelombang cinta dari keduanyapun sudah saling mentransper kekuatan cintanya masing-masing, terus masuk kelubuk hati yang paling dalam.


Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh kendara'an lain yang mau menyebrang, dan sebuah klakson berbunyi.


''Wooii, kalau mau berhenti agak kepinggiran dikit dong.'' Kata orang yang mau melintas.


''Iya pak, ma'ap ya.'' Ucap pandi, sambil berjalan krpinggir.


Setelah kendara'an itu sudah lewat pandi pun lalu nyamperin lagi nina.


''Ya sudah lo hati-hati, kapan-kapan kita jalan berdua gimana keberatan gak?.'' Tanya pandi.

__ADS_1


''Iya makasih, ya boleh kapan tuh.'' Ujar nina sambil menginjak gasnya perlahan


''Nanti kalau ada ibur kerja, selamat jalan, dah nina gua suka sama lo'.'' Teriak pandi sambil melambaikan tangannya, ketika nina sudah melaju dengan perlahan.


''Terima kasih aa pandi, I like to pandi adi supraja.'' Teriak nina sambil menoleh kebelakang melalui kaca jendela pintu mobilnya itu.


Setelah itu mobilpun melaju meninggalkan pandi yang masih berdiri melepas kepergiannya nina yuni pranata atau nina yunita.


Kini mobil honda jaz warna hitam itu pun sudah hilang dari pandangannya pandi.


Pandipun lalu kembali pada motornya yang lagi terparkir di pinggir kiri jalan.


Terus motorpun di selah, setelah itu pandipun melaju kembali pada nandi dan yang lainnya dibengkel.


Setibanya di tempat nandi, pandi disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari nandi dan yang lainnya.


Prok prok prok prok.


''Sukses ya, semoga langgeng sampai ke pelaminan.'' Sambut nandi.


''Sukses juga buat lo' pan.'' Ujar kamal.


''iya aa pandi selamat ya, awas lho jangan kecewain sahabat gue, kalau sampai mengecewakan nihh... Bogem gue akan berurusan denganmu.'' Ujar astuti.


''Tanks ya atas perhatiannya ke gua, insa allah gua tidak akan mengecewakan, kalau bukan karena takdir yang memisahkan.'' Ucap pandi.


''Maksud lo' apa?.'' Tanya astuti.


''Maksud gua kalau ada jodoh, gua tidak akan mengecewakannya.'' Jawab pandi.


''Oke...Hasan dan doni pada kemana?.'' Tanya pandi.


''Ya sudah pada pulang lah, doni hidup cuma sama nyokapnya, siapa lagi kalau bukan doni yang membiayai sehari-hari nyokapnya, dan hasan pulang kangen sama bininya kali.'' Celoteh kamal.


''Iya sih, gua juga salut sama doni dan toglo, seorang ibu mesti kita hormati, ya intinya kita harus hormat sama orqng tua kita.'' Ucap pandi.


''Ya iya atuh biarpun gua kaya gini, sama ortu gua tetap hormat.'' Jawab kamal.


''Bagus itu, itu namanya anak yang berbakti pada orang tua.'' Pungkas nandi.


''Ingat ya kalian dibesarkan dan dikandung sembilan bulan lamanya, orang tua kita terus diganggu sama kita, dikotori dengan kotoran sama kita sewaktu bayi, tapi orang tua masih tetap iklas mrmbesarkan kita, ya sekarang disa'at kita sudah bisa mencari uang, sudah sewajarnya kita membalas pengorbanan orang tua kita.'' Ucap nandi memberi nasehat.


''Tuh dengerin apa kata abang gue.'' Pungkas astuti.


''Ah lo tut, dulu lo' suka nyusahin orang tua, ya alhamdulilah sekarang lo' sudah berubah sembilan puluh derajat.'' Saut pandi.


''Iya sih gue akui, dan gue mendapat hidayah dari si kaila dan sirina juga yang selalu maki gue bilang gue orang kere lah, orang miskin lah, sampai sekarang gue masih gedek sama tuh orang, kalau gak memandang nina sudah gue bogem tuh kedua orang yang sok tajir, dan suka pamer harta kekaya'an orang tuanya.'' Ucap astuti.


''Emang yang mana orangnya sih?.'' Tanya nandi.


''Itu aa, yang waktu ulang tahun nina, ada dua cewe yang selalu memperhatikan aa nandi terus.'' Jawab astuti.


''Ooh itu orangnya, tapi kalau gua lihat tampangnya emang iya pasti dia orang kaya, tapi kalau melihat dari rupanya kayanya orang biasa-biasa aja.'' Ucap nandi.


''Ya makanya itu, mobinya juga cuma mobil avanza, gue juga bisa kebeli sekarang, kalau seharga mobil avanza doang.'' Ucap astuti.


''Emangnya tabungan lo' sudah ada berapa sih tut?.'' Tanya pandi.

__ADS_1


''Ya ada deh, seharga mobil aa nandi mah.'' Jawab astuti.


''Waah, hebat lo tut, ternyata diam-diam lo' banyak juga uang mu.'' Ucap Pandi.


''Kan gua belajar dari abang gue yang paling tampan sebandung raya.'' Kata astuti.


''Widiiih, mantap.'' Pungkas kamal.


''Iya dong.'' Saut astuti.


karena asiknya mereka ngobrol, sehingga tidak terasa suara adzan magribpun sudah berkumandang di mana-mana.


Mereka pun lalu beranjak dari tempat duduknya menuju masjid untuk melaksanakan ibadah solat maghrib berjama'ah.


Sedangkan astuti melaksanakan solatnya dirumah bersama bu sari.


Kini udara dinginpun sudah mulai menyelimuti suasana kota dan sekitarnya.


Kendara'an pun masih ramai lalu lalang memadati dijalan raya, anak sang malam pun kini sudah datang meriahkan suasana di kota, dan aktipitas masih terus berlanjut bagi para buruh-buruh disebuah perusaha'an industri.


Aneka ragam budaya dan tradisi dikota itu masih tetap kental, seperti halnya yang lagi diperagakan oleh anak-anak dibawah usia 15 tahun, bila malam tiba banyak anak-anak pada kumpul dengan berbagai macam permainan, ada yang main gatrik, kelereng, dan lomba main gangsing bagi anak laki-laki, sedangkan anak-anak wanita banyak berkumpul diteras sambil bermain bola beklen, congkak dan sobintrong, dan banyak lagi permainan.


Sementara ditempat nandi.


Tinggal kamal dan pandi yang masih stay disitu, dengan menikmati segelas kopi dan sebatang roko, sambil berhadapan dalam permainan catur.


Sedangkan nandi duduk sendiri sambil chatingan di via whatssap, sudah barang tentu dengan sang kekasinya yaitu sindi.


.Nandi ''Halo sin lagi ngapain, sudah tidur belum, met bobo ya moga mimpi indah.''


Setelah itu pesanpun sudah ceklis dua warna biru, dan terlihat oleh nandi pagi menulis.


.Sindi ''Iya aa, gue belum tidur ko, terus aa nandi sendiri lagi ngapain.''


.Nandi ''Gua lagi duduk-duduk sanyai aja bareng pandi dan kamal.''


.Sindi ''Ooh, emang dari kerja belum pada pulang?.''


.Nandi ''Belum.''


.Sindi ''Aa, dah dulu ya gue ngantuk nih, met bobo ya aa nandi yang paling tampan, i love you.''


.Nandi ''Iya udah, met bobo juga sindi sayang, yang bahenol tiada duanya, i love you to.''


Selepas itu nandipun menutup kembali handponnya dan ditaro diatas meja.


Lalu ia meraih gelas yang berisikan kopi yang sudah dingin.


≈≈≈≈≈≈★★★★★★★≈≈≈≈≈≈≈≈


Bersambung.


Ikuti terus kisahnya di episode selanjutnya.


Terima kasih atas dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.


Salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2