SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong eps 32


__ADS_3

Astuti yang masih melakukan perjalanannya menuju ketempat kerjanya yang berlokasi dijalan ketupat, masih terus melaju dengan motor kesayangannya, hadiah dari Nandi abangnya.


Perjalanannya Astuti ternyata ada yang mengintainya, dari astuti keluar gang si'iran ada dua motor yang terus membuntuti astuti, Sesampainya diplay oper jalan delima, astuti melihat pada sepion bagian kiri, nampak dua motor yamaha nmax lagi mengikutinya dari belakang, astuti tidak menaro curiga, ia berpikir mungkin tujuannya sama dan searah.


Semakin jauh astuti melaju, ia terus nengok lagi kespion, dua motor tersebut masih saja mengikutinya.


''Sepertinya ada yang aneh pada pengendara motor nmax itu.'' Ucap Astuti dalam hati.


Karena rasa curiga astuti semakin kuat, astuti menghentikan laju motornya pas didepan penjual es kelapa muda, dan astuti meliriknya lewat sepion, dua motor itu pun ikut berhenti dan berpura-pura seperti melihat-lihat pada bagian bawah kendara'annya.


''Siall, gue berhenti, merekapun berhenti, gue yakin ini orang ada tujuan gak bener sama gue.'' Gerutu Astuti.


Karena rasa penasaran astuti kepada dua pengendara sepeda motor nmax, astuti lalu turun dari motornya, dan berjalan menuju kedua pengendara tersebut.


''Haii bang, gue perhati'in dari tadi kalian ini terus membuntuti perjalanan gue, emang abang ada perlu apa sama gue.'' Ucap Astuti dengan penuh berani.


''Oooh tidak, mungkin cuma kebetulan aja, mba jangan kege'eran deh.'' Ucap salah satu dari kedua orang tersebut.


''Ngapain pula gue kege'eran sama kalian berdua, tidak penting.'' Jawab Astuti sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kedua orang tersebut.


Kedua orang tersebut mendadak merah mukanya seperti merasa disrpelekan sama astuti.


''Lancang sekali mulutmu.'' Bentak orang itu.


''Huus, jangan terbawa emosi, ingat ini tempat umum, gimana kalau gadis itu meneriakan kita maling, bisa babak belur kita.'' Bisik temannya.


''Ya sudah kita ikuti saja terus wanita itu, bila sudah berada dijalan yang sepi baru kita sergap.'' jawabnya.


Sedangkan astuti langsung menaiki motornya lagi, setelah motornya nyala astuti langsung tancap gas, motor kini melaju dengan kencangnya.


Astuti seperti kesetan membawa motornya, salip menyalip kendara'an begitu lihai, masuk kiri keluar kanan begitu dan begitu astuti dalam menjalankan kendar'annya.


Sementara kedua lelaki yang terus mengejar astuti, seperti kehilangan jejak.


''Buseet dah, itu cewe apa kunti lanak, bawa motornya kenceng banget.'' Berkata orang itu sambil menoleh pada temannya.


''Iya benar don, kita telah kehilangan jejak.'' Jawab yang bernama doni.


''Kita kejar terus jangan sampai kehilangan jejak.'' Kata yang bernama bendo.


Kedua pengendara motor nmax terus menarik gasnya, tapi yang dikejarnya tidak juga ketemu.


''Sial kita telah kehilangan jejak.'' Ucap Doni merasa kesal.


''Gilaa, jago juga wanita itu bawa motornya.'' Pungkas Bendo.


Akhirnya kedua lelaki yang mengejar astuti, merasa putus asa, dan keduanya langsung putar untuk balik arah.


Sementara astuti sendiri, menyelinap masuk gang kecil, disa'at menyalip kendara'an waktu lagi dikejar oleh kedua pengendara sepeda motor yamaha nmax tersebut.


Dan akhirnya astuti selamat dari kedua lelaki yang berniat tidak baik pada dirinya.


Tidak lama kemudian sampailah astuti dibengkel, dengan sedikit napas agak ngos-ngosan, lalu motorpun dimati'in, dan ditariknya setandar penyangga satu, terus duduk dibangku sambil mengusap-usap dadanya.


Gito dan Pandi agak kaget melihat paras muka astuti yang pucat.


''Lah, lo kenapa tut, ko seperti ketakutan begitu?.'' Gito Bertanya.


''Jangan tanya dulu gue, air-air, air, sin sori gue bawa'in air minum.'' Jawab Astuti sambil mengelus-ngtlus dadanya.


Sindi pun merasa heran dan bertanya-tanya dalam hatinya, melihat astuti yang tidak seperti biasanya.


''Lah lah lah... Lo kenapa tut, ini minum dulu.'' Ucap sindi sambil memberikan sebotol air aqua berukuran sedeng.


Astutipun tidak langsung menjawab, ia lalu meminum air yang sindi berikan.


Setelah air tersebut masuk ketenggotokannya, dengan pelan-pelan astuti mengatur napasnya.


setelah napasnya terasa enteng tidak terasa lagi sesak, iapun menjawab pertanya'an dari Gito dan Sindi.


''Dari pertama gue keluar rumah, sepertinya gue telah di intai, pas di play oper jalan delima gue menoleh pada sepion, ada dua lelaki yang bawa motor nmax terus mengikuti perjalanan gue, gue sempat berhenti dan nyamperin pada kedua lelaki itu.'' Ucap Astuti menjelaskan.


''Terus lo ngomong apa pada lelaki itu?.'' Tanya Pandi.


''Gue bilang, dari tadi gue lihatin kalian berdua terus ngikutin gue, emang mau kalian apa begitu kata gue.'' Jawab Astuti.


''Terus orang itu jawab apa?.'' Sindi bertanya.


''Dia jawab, kita tidak mengikutimu, mungkin cuma kebetulan aja, jangan kege'eran deh, kata orang itu.'' Astuti menjawab pertanya'an sindi.


''Dan gue jawab lagi, ngapain gua harus kege'eran sama kalian berdua, gak penting, dan gue langsung tancap lagi motor gue, eeh dia masih aja ngejar gue, disa'at lagi padat kendara'an gua menyalip mobil kijang dan gua langsung masuk jalan tikus, nah dari situ mereka tidak terlihat lagi ngikutin gue.'' Kata Astuti menjelaskan.


''Kurang ajar banget tuh orang, knp lo g tlpn abang lo atau kita-kita gitu.'' Ucap Gito.

__ADS_1


''Ya gue gak inget kesitu, yang ada gue panik.'' Jawab astuti.


''Ngapain lo pake panik, bukankah lo bisa bela diri juga.'' Pungkas Pandi.


''Mereka berdua Aa pandi, gue belum mampu menghadapi dua orang apalagi cowo-cowo tadi posturnya aja tinggi besar.'' Ucap Astuti.


''Ya itu yang lo lihat dari segi pisiknya aja, belum tentu kan kepandaiannya.'' Ucap Gito.


''Ya iya sih, tapi gua gak pede, intinya gua harus memperdalam lagi ilmu bela diriku.'' Ucap Astuti.


''Betul itu, kota ini sekarang tidak seperti dulu lagi, seiring dengan kemajuan jaman, para penjahatpun semakin pintar dalam melakukan aksinya, maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga diri.'' Ucap Pandi.


''Widiih pandi, bahasanya intelek banget.'' Saut Gito.


''Iya dong, Pandi gitu loo.'' Saut Pandi.


Kini ketakutannya astuti, berubah menjadi tawa'an karena sikap dari gito dan pandi yang kocak, walau terkadang suka menyebalkan, tapi kali itu astuti sangat terhibur sekali.


Para pengunjung pada berdatangan keluar masuk untuk membeli alat-alat suku cadang kendara'an roda dua.


Bengkel Nandi dan sekaligus toko sperpark komplit dari segala merek kendara'an roda dua, yang belum lama dirintis, yang dipegang oleh astuti sudah sangat ramai sekali, Selain teknisinya yang pintar, telaten dan sangat bagus kinerjanya, membuat para konsumen semakin banyak berdatangan.


Astuti sangat cerdik dalam mengelola usaha yang abangnya percayakan padanya semakin maju, karena managemennya cukup ptopesional didalam berbisnis.


Bila ada pengunjung baru datang astuti selalu memberikan penerangan, buat memikat konsumen lain agar datang ketokonya.


Selain itu nama Gito dan Pandi juga cukup dikenal dalam hal oprasional masalah otomotip, karena kinerjanya sangat bagus dan teliti sekali dalam menangani permasalahan tentang keluhan kendara'an roda dua, jadi tidak heran bila yang datang terus membanjiri bengkel tersebut.


Kemajuan usaha yang dirintis oleh Nandi, tak luput dari rongrongan orang-orang iri yang berniat untuk menjatuhkan, banyak sekali modus yang tersebar tentang bengkelnya Nandi.


Tapi sebagian banyak orang yang sudah mengenal sama Nandi tidak percaya sama sekali.


Itulah kehidupan yang selalu berdampingan antara positip dengan negatip.


Tapi berkat kerja keras dan kesabaran Nandi dalam menyikapi masalah demi masalah akhirnya bisa diatasi dengan baik.


Haripun kini tidak terasa, jam dinding telah menunjukan pukul 15:00, tinggal sebentar lagi bengkel akan segera tutup.


Astuti yang lagi duduk dkursi diruang kerjanya, sambil melihat-lihat leptopnya, tiba-tiba terperanjat mendengar suara gaduh diluar.


Astuti dan sindi lalu keluar, ternyat Gito dan Pandi lagi beradu argumen sama orang yang baru dikenalnya, dari nada bicara orang itu terdengar oleh Astuti dan Sindi yang mernjelek-jelekan bengkelnya.


''Hai bang kalau jualan itu yang benar dong jangan curang begitu.'' Begitu nada bicara yang terdengarboleh astuti.


Setelah diluar Astuti lalu nyamperin pada Gito dan Pandi, menanyakan masalahnya apa, dan kenapa.


''Ini tut, tiba-tiba ini orang kaya gak waras katanya kita menjual barang bajakan.'' Ucap gito sambil menunjuk pada orang yang dikenalnya.


''Ma'ap bang, toko ini tidak pernah menjual barang loak apalagi bajakan, emang abang belu apa ditoko ini?.'' Astuti bertanya.


''Jangan pura-pura bego lo, jelas-jelas gua telah dibohongin, sudah belinya mahal lagi, ternyata barang loak setelah gue bongkar.'' Ucap orang itu.


''Kan gue tadi nanya, abang beli barang apa ditoko ini, bìsa saya lihat.'' Kata Astuti.


''Yang belinya emang bukan gue, tapi adik gue katanya disini belinya.'' Kata orang itu.


''Kalau emang abang beli barang beli disini, kami akan siap untuk ganti ruginya, dan coba struk pembayarannya gue lihat.'' Ucap Astuti.


Pas ditanyakan struk bekas pembeliannya orang itu seperti bingung, sambil meraba-raba saku celananya.


Gito dan Pandi pas melihat raut wajah orang itu langsung naik darah, seketika itu pula Gito langsung menjambah kerah baju orang itu.


''Kampret lo, ditanya lo malah diam, lo mau nipu kami, apa mau menjatuhkan popularitas bengkel ini.'' Ucap Gito sambil mencengkram baju orang itu.


''Hai apa-apa'an sih lo.'' Kata orang itu sambil mendorong dada gito.


Cengkraman gitopun langsung lepas, seiring dengan mundurnya tubuh gito terkena dorongan dari orang itu.


Pandi yang melihat gito didorong hampir mau jatuh, secepat itu pula pandi menarik tubuh gito.


Setelah itu gito benar-benar terpancing emosinya, secepat kilat gito meluncurkan tinjunya.


Hiuuuukkkk..... Duuukk deeaasss.


Tinju gito bersarang dipelippisan orang itu.


Blaaakk orang itupun langsung terjatuh.


Sambil memegang pelipisannya orang itu langsung bangun lagi untuk membalas perlakuannya gito kepadanya.


''Kambing conge... Rupanya lo sudah mulai main panas sama gua.


Sebruuuuuttt...

__ADS_1


Orang itu mengayunkan pukulannya, tapi gito lebih waspada lagi, gito memiringkan tubuhnya dengan menggeser kaki kirinya kesamping.


Ploooisss...


Pukulan orang itu makan angin, melihat begitu gito merasa dikasih luang untuk memasukan lagi tinjunya, sambil merunduk sepuluh derajat gito meluncurkan lagi pukulannya dari bawah dengan jurus ajul gedang.


Hiuuuukk.. Jekuukk deaaasss.


Tinju gito bersarang lagi didagu orang itu, kali ini orang tersebut mengeluarkan suaranya, karena dagunya terasa terkilir.


''Adaawwww....Teriakan orang itu sambil sempoyongan menahan keseimbangan tubuhnya, rijki besar buat gito, tidak ambil peduli lagi gito loncat mengirimkan pukulan lurusnya


Duuukk..Deeaaasss..


Adaauuwwww...


Orang tersebut jatuh tersungkur, begitu gito mau menghantam lagi, dengan replek Pandi menarik tubuh gito.


''Tahaaan, apa-apa'an sih lo, jangan hajar lagi, dia sudah tidak berdaya.'' Teriak Pandi.


''Habisnya gua gedek melihatnya, orangnya ngeyel dan bikin rese, coba lo pikir, Nandi gak pernah jual barang bajakan ataupun loakan, kan bengkel kita sekecil apaun belanja'an orang pasti pake nota bonnya.'' Jawab Gito.


Setelah itu Pandi langsung menghampiri orang itu, untuk membantu membangunkannya dan di dudukan dibangku.


''Sebelumnya gua minta ma'ap atas perlakuan temen gua ke lo, asal lo tau bengkel ini tidak pernah menjual barang lokal apalagi barang bekas, coba lo tanya lagi sama adik lo nama tokonya apa waktu membeli barang tersebut.'' Ucap Pandi.


''Sebentar gua mau telpon dulu adik gua, apabila benar gua minta ganti rugi, dan perlakuan temen lo itu, gua gak terima.'' Jawab orang itu.


''Is oke tidak masalah.'' Jawa Pandi.


Setelah itu orang itupun langsung mengambil handpon dibalik saku celananya, lalu ia melakukan panggilan pada adiknya itu.


''Halooo.. Ben gua mau nanya sama lo.'' Ucapnya ditelpon.


''Mau nanya apa bang?.'' Bertanya adiknya.


''Lo beli sparpark dimana, soalnya pas gua pasang barangnya bekas.'' Kata orang itu.


''Iya emang bekas bang, kan gua sudah bilang, gua belinya dari teman gua yang buka toko suku cadang loakan.'' Jawab adiknya ditelpon.


''Bego lo kenapa lo gak ngomong gua, terus duit sisanya kemana?.'' Bertanya orang itu pada adiknya.


''Kan gua dah ngomong sama abang, gua pinjem dulu, tapi abangnya lagsung pergi.'' Jawab adiknya.


''Gara-gara lo gua bonyok nih, gua dah ngotot pada pemilik toko minta ganti rugi, ya akhirnya gua bonyok, sial lo, awas ya bila nanti gua pulang gua abisin lo.'' Jawab orang itu sambil mematikan.panggilan keluarnya.


Setelah itu, orang itu seperti merasa malu pada sikapnya yang kurang kontrol.


''Sori ya gua sudah salah sasaran.'' Ucap orang itu sambil memohon ma'ap pada Astuti, Pandi dan Sindi.


''Makanya lain kali abang jangan asal aja, ya mending abang cuma kena tinju gito, coba kalau pemilik toko ini tau dan gak terima abang akan dikenakan pasal pencemaran nama baik.'' Ucap Astuti.


''Gua mohon ma'ap ya, jangn dikasih tau bosnya.'' Ucap Orang itu sambil melas.


''Haii asal lo tau, ini itu adiknya bos, ya anggap aja ini bosnya juga, untung aja Pandi menghentikan gua, ya gua juga minta ma'ap kalau gua tadi sudah emosi, habis lo malah ngeyel sih.'' Pungkas gito.


''Iya gua tau gua salah, tapi antara lo dan gua lain lagi urusannya.'' Ucap orang itu sambil menunjuk muka gito.


''Siaal lo, emang mau lo apa hah.'' Berkata gito sambil memegang kunci roda.


Melihat suasana akan tambah panas, Pandi langsung melerai mereka.


''Waiii, udah udah, kenapa kalian jadi ribut begini sih, hai bang mendingan sekarang lo cabut dari sini, sebelum masalahnya tambah runyam.'' Bentak Pandi.


Orang itu pun langsung pergi dan menstater motornya, setelah motornya menyala lalu menarik gasnya, sambil menoleh pada gito dan ditunjuknya wajah gito.


''Urusan kita belum selesai, ingat itu.'' Ucap orang itu sambil melajukan motornya.


''Dasar pengecut lo, oke gua jabanin mau lo apa.'' Teriak Gito, sambil tangan diacung-acungkan keatas.


Pandi dan Astuti langsung menghentikan sikapnya gito yang agak kekanak-kanakan.


Akhirnya haripun sudah mulai senja, Sindi meminta untuk pulang duluan karena harus membantu ibunya memasak.


Setelah toko ditutup, Astuti, gito dan pandi bergegas menuju pada kendara'annya masing-masing untuk pulang kerumah.


☆☆☆☆☆☆☆▪︎▪︎▪︎☆☆☆☆☆☆☆☆


Bersambung.


ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya,


Bila berkenan dukung terus, dengan klik like, tulis comentar dan sarannya, favorit dan juga vote.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sukses selalu.


Selamat membaca.


__ADS_2