SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 95


__ADS_3

Kini hari pun telah senja, nandi dan sindi balik kerumah dijalan ketupat, tinggal lurus sedikit terus belok masuk gang yang mau kerumahnya sindi.


Jalan kecil dilewati mobil hampir pas pasan bila perwis dengan motorpun harus meped-meped kepinggir.


Akhirnya nandipun sudah belok masuk halaman rumahnya sindi, yang kebetulan halaman rumahnya sindi agak luas jadi mobil bisa dengan leluasa terparkir.


Terus nandi dan sindi keluar dari dalam mobilnya, menuju teras depan rumah, terus sindi mendekati sebuah pintu.


Tok tok tok.


''Assalam mualaikum.'' Sapa sindi.


Tidak lama kemudian terdengar suara perempuan menjawab salamnya dari sindi.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya, sambil membuka pintu perlahan.


'''Ee'eh sindi nak nandi, ko cuma sebentar bulan madunya hehee.'' Ujar buk sumi sambil tersenyum sedikit.


''Iya buk, soalnya banyak kerja'an yang mesti ku selesaikan, ditambah banyak pesanan barang dari luar kota.'' Celoteh nandi.


''Ooh brgitu ya, ya sudah ayo masuk, mandi dulu sana.'' Ujar buk sumi.


''Baik buk.'' Jawabnya.


Lalu nandi dan sindi masuk kedalam, langsung menuju kamarnya.


''Aa mandi dulu sana, ma'ap ya aa disini kamar mandinya cuma ada satu, dan tidak ada air panasnya, gak kaya ditempat aa segala ada.'' Ujar sindi.


''Iiih biasa aja kali, emang nya ku ini apa, ku sama seperti biasa, malahan ku juga dulu sering mandi disungai, emang sayang sudah anggap suamimu apa?.'' Tanya nandi.


''Iih gak aa, ku cuma bilang aja, takutnya aa gimana gtu.'' Ujar sindi.


''Denger ya sayaang, semua manusia itu derajatnya sama dihadapan tuhan, mau kaya mau miskin semua sama, allah gak pernah membeda bedakan hambanya, hanya iman dan takwalah yang dimulyakan dihadapan allah swt.'' Ucap nandi.


''Terima kasih suamiku, kaulah imamku yang membuatku bangga, karena aa sangat bijaksana sekali.'' Ucap sindi.


''Ya sudah, ku mau mandi duluan ya.'' Ujar nandi.


''Iya aa sayaang.'' Saut sindi.


Setelah itu nandi pergi ke kamar mandi dengan membawa sebuah handuk warna merah.


Setibanya didalam kamar mandi, nandi langsung membuka kran air sebuah shower.


Singkat cerita nandi pun sudah beres mandinya, terus giliran sindi membersihkan badannya.


Sementara buk sumi lagi sibuk memasak untuk menyiapkan makan malam bersama, sambil menunggu rendi pulang kerja.


Selang beberapa menit, bersama'an dengan selesainya sindi mandi, terdengar didepan ada yang mengetuk pintu sambil memberi salam, terus buk sumi berjalan kedrpan pintu sambil membalas salam.


''Wa alaikum salam.'' Ucap buk sumi sambil menarik pintu perlahan.


''Eeh rendi, tumben kerjanya sampai malam, lembur ya?.'' Tanya buk sumi.


''Iya buk, akhir-akhir ini kerja'an lagi padat, jadi ku nyambung deh, suruh lembur sama bos.'' Jawab rendi.


Terus rendipun masuk kedalam rumah sambil melepaskan jaketnya dan ditaro di kursi.


''Iih kebiasa'an kamu mah, jaket itu simpen dikamar, jangan dikursi begini, gimana nanti kalau ada tamu.'' Ujar buk sumi.

__ADS_1


''Iya buk ma'ap lupa, ooh iya itu mobilnya nandi sama sindi kan?.'' Tanya rendi.


''Iya, orangnya lagi dikamar, baru aja mereka selesai mandi.'' Jawab buk sumi.


''Ooh gitu, ko cuma sebentar katanya ke vila?.'' Tanya rendi.


''Nak nandinya banyak kerja'an katanya, oh iya cepetan mandi sana kita makan malam bersama.'' Ujar buk sumi.


''Iya buk.'' Jawab rendi.


Setelah itu rendi pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Tiga puluh menit kemudian, rendipun telah selesai mandinya, dan buk sumipun telah menyajikan masakannya di meja makan.


''Sindi, nak nandi ayo kita makan.'' Panggil buk sumi.


''Iya buk.'' Jawab sindi.


Selepas itu sindi dan nandipun keluar dari kamarnya, menuju keruang makan.


Nampak rendi dan buk sumi sudah pada duduk dikusi, menunggu nandi dan sindi keluar, nandipun tak lupa salaman sama rendi yang sekarang sudah menjadi abang iparnya.


Terus nandi dan sindi duduk dikursi sejajar dengan sindi istrinya.


Setelah itu makan malam pun berlangsung, buk sumi merasa bahagia karena bisa kumpul kembali bersama keluarga, ditambah sekarang ada nandi, suasana dirumahpun menjadi meriah.


Setelah mereka selesai makan malamnya, nandi, sindi dan rendi langsung menuju keruangan tengah, untuk ngobrol sambil menunggu waktu ngantuk datang.


''Ko cuma sebentar acara bulan madunya, emang gak kerasan disana?.'' Tanya rendi.


''Betah sih, betah sekali, cuma banyak kerja'an, apalagi konsumen dari luar kota banyak meminta barang, jadi gua harus secepatnya ke logistik untuk mempersiapkan barang yang akan dikirim.'' Jawab nandi.


''Ooh begitu, ooh iya sin bikinin kopi dong suamimu.'' Ucap rendi.


''boleh, boleh.'' Jawab nandi.


''Terus aa rendi mau ngopi juga?.'' Tanya sindi.


''Oke siiip.'' Jawab rendi.


Terus sindi pergi kedapur untuk bikinin kopi buat rendi dan nandi, sindi mengambil dua buah gelas kaca, terus dituangkannya dua sendok kopi bubuk, ditambah pemanis gula aren, setelah kopi dan gula mendarat dalam dua wadah, sindipun menyeduhnya dengan air panas, lalu di aduk-aduk hingga larut dan menyatu, selepas itu sindi membawanya kehadapan nandi dan rendi.


''Nih kopinya, ini untuk aa rendi dan ini buat suamiku spesial.'' Ucap sindi sambil melirik pada nandi.


''Widiih buat suami dispesialin, jangan-jangan buat abang rasanya gak enak lagi.'' Ujar rendi.


''Ya rasanya tetap sama, tapi selera yang berbeda.'' Saut sindi.


''Terima kasih ya sayaaang, boleh di minum.'' Ujar nandi.


''Gak usah diminum, biarkan aja sampai jadi membeku.'' Ujar sindi.


''Hehee, membeku kalau ditaro dalam.kulkas.'' Ucap nandi.


Nandi dan rendi lalu menyeripit kopinya yang nampak masih mengepul.


Dengan seripitan pertama, lalu disusul dengan isapan sebatang roko, yang sesekali dihembuskannya asap putih dari mulutnya.


''Waaah nikmat sekali, aromanya juga sampai membangkitkan gairah hidup, tapi rasanya ada yang kurang.'' Ujar rendi.

__ADS_1


''Emang apanya yang kurang aa rendi?.'' Tanya sindi.


''Gak ada cemilannya.'' Ujar rendi.


''Ooh itu, sebentar ya ku ambilin dulu, serasa di ingetin, kemarin kita beli oleh-oleh dari puncak.'' Ucap sindi, terus beranjak dari tempat duduknya menuju ke ruang dapur.


Setelah itu sindi kembali dengan membawa beberapa kemasan kantong plastik cemilan yang masih belum dibuka.


Mereka pun kini asik ngopi sambil ngemil oleh-oleh dari puncak.


Buk sumi sangat senang, karena sekarang rumahnya tidak sepi, semenjak adanya nandi suasana rumah selalu hangat dan ceria.


Malampun kini sudah larut, nandi dan sindi beserta rendi pun sudah masuk ke kamarnya masing-masing.


Nandi dan sindipun sudah tertutup selimut tebal, mereka tidur saling berpelukan, karena rasa dingin yang kian terasa menusuk masuk hingga ke pori-pori kulit.


.................


Ke esokan harinya, nandi sudah duduk dibangku dibelakang rumah dibawah pohon mangga sembari menikmati kebiasa'an kopi pagi hari, sambil menyaksikan kicauan burung piara'annya rendi.


Terus sindi datang menghampiri nandi dengan membawa makanan khas daerah yaitu bakar ubi cilembu.


''Nah biar tambah nikmat ngopinya, aku bawa'in ubi bakar.'' Ucap sindi sambil menaro piring rotan yang berisi bakar ubi cilembu.


''Wualaaah, makin males aja nanti kerja, kalau sudah ada kopi, bakar ubi, cilembu lagi, pasti roko juga abis nih sebungkus.'' Ujar nandi.


''Masa iya sih aa, kopi sama ubi bakar bisa males kerja, apa hubungannya?.'' Tanya sindi.


''Ya coba aja sayaang, rasain, abis makan ubi cilembu, terus nyeripit kopi, disambung sama roko, lengkaplah sudah kebahagiaan gua hari ini.'' Ucap nandi.


''Alhamdulilah atuh aa, sebenarnya sih aa gak usah kerja, serahin aja semua sama anak buah, kan beres.'' Ucap sindi.


''Iya sih, tapi ada kerja'an yang mesti ku kerjakan, yang tidak diketahui oleh para pekerjaku.'' Ujar nandi.


Setelah itu nandipun langsung mengeluarkan hadponnya, terus dibukanya aplikasi whatssap untuk menghubungi seseorang yang telah terdaptar dikontak whatssap.


📞.Halo don, lo' sudah berangkat kebengkel belum?.'' Tanya nandi.


📞. Belum di, ada apa emang di?.'' Doni balik bertanya.


📞. Gini don hari ini, ada pengiriman barang ke luar kota, lo' nanti ke logistik, dan barang semua sudah oke, tinggal naikin ke box mobil, nanti lo' mampir dijalan ketupat minta surat jalannya sama tuti, dan ongkos jalannya.'' Ujar nandi.


📞. Oke di' sekarang juga gua berangkat ke logistik.'' Ujar doni.


📞. Iya, lo' hati-hati ya dijalannya.'' Ucap nandi.


📞. Iya di' terima kasih.'' Ujar doni.


Setelah itu nandi langsung menutup panggilannya, dan handpon di taro diatas meja.


Terus nandi mengambil sepotong ubi bakar dipiring rotan, yang di susul dengan seripitin kopi hitam yang masih nampak mengepul.


Dan sindipun duduk disampingnya nandi, menemani sang suami minum kopi di pagi hari yang cerah itu.


***************


Bersambung.


Ma'ap bila telat up nya, karena kondisi kesehatanku agak sedikit terganggu.

__ADS_1


Terima atas dukungan dari semua.


Salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2