
Senja kini telah datang, warna merah jingga di atas cakrawala bumi persada, begitu indah bila mata lagi memandangnya.
Suasana senja di hari itu nampak cerah, bermacam aktipitas para buruh harian lepas pun sudah ber'istirah dan berkumpul di rumah dengan keluarganya.
Seperti halnya sahabat Nandi yang paling muda yaitu Gito santoso blasteran Jawa sunda, lagi mengorek-ngorek motornya, entah kurang apanya, karena sepulangnya kerja Gito langsung membongkar motor yamaha Rx kingnya, kemudian pemuda hampir seumuran dibawah gito selisih tiga taun menghampirinya.
''Kenapa dengan motornya bang?.'' Tanya pemuda itu.
''Ini larinya jadi malehoy.'' Jawab Gito.
''Lantas mau di ganti apanya sih bang.'' Ujarnya.
''Ini plat koplingnya.''
''Tuh di panggil emak bang.''
''Ada apa emak manggil gua.'' Ujar Gito.
''Abang di suruh mandi, terus makan, soalnya abang dari tadi ngorek motor aja, emang gak lapar gitu.''
''Sebentar lagi tanggung nih, heh Gilang Tolong ambilin obeng di laci tempat kunci-kunci.'' Perintah Gito.
''Baik bang.'' Jawab Pemuda yang bernama Gilang yang tak lain adiknya Gito.
Gilang langsung pergi dari hadapan Gito, guna memenuhi perintah abangnya yaitu mengambilkan sebuah obeng.
Tak lama kemudian Gilang telah kembali dengan membawakan sebuah obeng yang bisa bulak balik(min plus).
''Ini bang obengnya.'' Ucap Gilang sambil memberikan sebuah obeng.
''Oke, Suwun.''
''Podo-podo mas.''
Di sa'at Gito lagi khusu dengan betulin motornya, dari depan pintu muncul wanita paruh baya dan menegur.
''Lho nang-nang, bo' yo kamu itu mangan dulu toh, ojo ngurusin dulu motor, piye toh.'' Ujarnya.
''Iya buk, sebentar.''
''Yo wis, karepe dewe, di kandane yo susah.'' Ucap ibuknya Gito, sambil membalikan badannya kembali masuk ke dalam rumah.
Dua puluh menit dari ibuknya Gito menyuruh makan, Gito pun sudah selesai mengganti plat koplingnya, sejenak Gito mengetesnya dengan menghidupkan motornya.
Treng
Trengteng trengteng.........
Suara yang keluar dari selongsong knalpot.
''Nah sekarang lo' bisa lari kenceng lagi.'' Ucap Gito sambil menepuk-nepuk joknya motor tersebut.
Kemudian Gito pun masuk kedalam rumah untuk membersihkan badannya dari bau keringat yang menempel.
Selepas itu Gito pun langsung menuju ke meja makan, untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
Setelah Gito selesai makannya, ia pun lalu keluar dari dalam rumah, memburu pada motornya yang baru di betulin.
Kemudian Gito menyalakan motornya, lalu di injaknya personeleng dan gigi pertamapun masuk dan dibuka kopling perlahan, setelah itu motor yamaha Rx king melaju meninggalkan rumahnya, menyusuri gang Si'iran, setibanya di jalan raya delima, Gito membelokan setangnya mengarah pada Jalan Mengkudu raya, motor terus berlari dengan kencangnya.
Setelah itu gito memasuki sebuah gang yang bernama gang Mawar, disitu gito pun menurunkan speednya, karena jalanan yang kecil dan banyak orang yang lalu lalang kesana kemari.
Setelah jauh Gito memasuki gang Mawar, tiba-tiba Gito menghentikan laju kendara'annya begitu sampai di sebuah rumah yang sederhana tapi cukup resik, lalu Gito memijid tombol klaksonnya.
Tid
Tidid.
Suara klakson pun berbunyi.
Selang lima menit muncul seorang wanita berusia kira-kira 47 tahun, lalu Gito turun dari motornya dan menyapa.
''Assalam mualaikum Tante, Mira nya ada.'' Sapa Gito.
Si pemilik rumah pun menjawab ''Wa alaikum salam, kamu siapa, dan ada perlu apa sama anak saya.'' Ujarnya.
''Saya Gito Tante, temanya Mira.'' Ucap Gito.
__ADS_1
Sebelum wanita itu menjawab, tiba-tiba muncul seorang perempuan hampir sebaya dengan Gito.
''Mas Gito, Sini masuk mas.'' Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Mira, teman akrabnya dulu semasa lagi hidup di jalanan.
''Iya Mir.'' Jawab Gito singkat.
''Mah ini mas Gito, teman akrabnya Mira.'' Ucap Mira memperkenalkan Gito pada ibuknya.
''Kenalin Tante saya Gito.'' Ujar Gito sambil mengulurkan tangannya membeti salam pada ibuknya Mira.
''Ooh kamu sudah kenal lama sama anak saya?.'' Tanya ibuknya Mira.
''Iya Tante, aku sudah lama kenal sama Mira.'' Jawab Gito.
''Berarti kamu anak brandalan ya, jangan ajak lagi anak saya hidup gak jelas.'' Ucap ibuknya Mira bernada ketus.
''Iya itu dulu Tante, sekarang ku sudah meninggalkan dunia jalanan.'' Saut Gito.
''Lantas sekarang kerjamu apa?.'' Tanya ibuknya Mira.
Sebelum menjawab Gito menggelengkan kepala, sambil garuk-garuk alisnya.
''Alhamdulilah Tante, sekarang saya kerja di PT Anggita surya mandiri bagian mekanik.'' Ujar Gito.
''Iya mah mas Gito bekerja di perusaha'annya pak Nandi, dan mmh menilai orang jangan di lihat dulu dari latar belakangnya, kan manusia bisa berubah mah.'' Ucap Mira membela Gito.
Ibuknya Mira begitu mendengar ucapan Gito, yang sudah bekerja, mendadak raut wajahnya berubah yang tadinya ketus, kini menjadi ramah tamah, dan menyuruh masuk.
''Oooh begitu, ma'ap kan Tante ya tadi Tante takut anak saya kaya dulu lagi.'' Ujar ibuknya Mira.
''Iya Tante tidak apa-apa, saya pun paham dan mengerti.'' Ujar Gito.
''Ya sudah mari masuk nak.'' Ucap ibuknya Gito.
Gito tersenyum tipis, lalu berbisik di kupingnya Mira
''Mir, ternyata nyokap lo' matre juga.'' Bisik Gito.
''Ya sudah mas gak usah di dengerin, yang penting gue gak kaya yang lo pikirkan.'' Jawab Mira bernada pelan.
''Sebentar ya gue ambil minum dulu, lo' masih ngopi kan?.'' Tanya Mira.
''Tidak usah ngerepotin Mir, kalau ada yang bikin aja, hehe.'' Jawab Gito tersenyum tipis,
''Iih dasar lo, mana mungkin lo' bisa berhenti ngopi.'' Ujar Mira, sambil melangkah menuju ruang dapur.
Tidak lama kemudian Mira pun sudah kembali dengan membawa segelas kopi untuk Gito.
''Ini Mas kopinya, cepetan di minum mungpung masih panas.'' Ucap Mira.
''Buseet dah, mira-mira, masa gua di suruh minum kopi yang masin panas begini, bisa-bisa tenggorokan gua melepuh.'' Ujar Gito.
Mira tertawa tipis, sambil menurunkan tubuhnya, dan duduk di kursi.
''Hihihi,, kirain mau langsung di seripit.'' Ucap Mira.
''Ternyata lo' dari dulu gak berubah, masih nakal aja ya.'' Ucap Gito.
''Iya sory, gue bercanda ko.'' Jawab Mira.
''Boro-boro hayang seri ah.'' Ujar Gito.
''Iiih dasar jasun, nya ngeus atuh ari kitu mah, woo.'' Ujar Mira
''Mir kalau gua lihat lo lagi begitu, makin tambah cuaantik aja sih.'' Ucap Gito.
''Dasar gombal lo' ah.''
''Ooh iya mas, biasanya mas suka sama bang Pandi, terus kemana tuh pemuda gondrong itu?.'' Tanya Mira.
''Pandi kan punya gebetan sama anak pengusaha Mir.'' Jawab Gito.
''Ooh ya, syukur dah, ternyata anak-anak gang Si'iran sukses-sukses ya.'' Ujar Mira.
''Ya itu semua, karena berkat Nandi, dan kita semua di angkat derajatnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan jalan Nandi membuka usaha kecil-kecilan yang akhirnya menjadi berkembang dan maju seperti sekarang ini.'' Jelasnya Gito.
Mira mentap Gito dengan intens sambil telapak tangannya di tekuk untuk menahan dagu.
__ADS_1
''Iih kebiasa'an lo' suka menahan dagu begitu, pamali tau.'' Ucap Gito.
''Gue lagi serius nih, terus gimana ceritanya ko bang Nandi bisa mengembang begitu usahanya, dan gue dengar dia juga punya cabang di jalan ketupat, apa bener yang gue denger itu?.'' Tanya Mira.
''Iya betul Mir, lha kan gua juga kerjanya disitu, yang di kendalikan sama Astuti adiknya Nandi.'' Jawab Gito.
''Ooh ya, gak nyangka gue, kalau bang Nandi bisa se sukses itu.'' Ujar Mira.
''Ya mungkin Nandi sudah di takdirkan untuk sukses, tapi itu semua karena ada kerja keras dan ke inginan untuk maju, kan lo' juga tau sendiri Nandi kaya gimana kalau sudah punya ke inginan.'' Ujar Gito.
''Iya sih, gue sangat mengenal banget karakter bang Nandi, bila sudah ada kemauan di hatinya, pasti akan terus di kejar, ditambah orang sangat pemberani dan pantang menyerah.'' Saut Mira.
''Ooh iya Mir, malam ini lo ada acara gak?.'' Tanya Gito.
''Acara apa sih mas, dari semenjak gue berpisah dengan para pamili gang Si'iran, gue tidak punya kegiatan, kadang-kadang gue bantuin mang Jaja jualan, kalau mang Jaja lagi belanja, btw ikut dong gue kerja, kerja apa saja gue mau yang penting halal.'' Ungkapnya Mira.
''Ya nanti gua usaha'in ya ngomong sama Nandi.'' Ujar Gito.
''Terima kasih mas, beneran ya lo' bilangin sama bang Nandi.'' Ucap Mira.
''Oke, apa sih yang nggak buat lo'.'' Jawab Gito.
''Buseet dah, ternyata Mas gito bisa romantis juga, hehee.'' Ujar Mira.
Disa'at Gito dan Mira lagi ngobrol, terdengar nada ringtoon dari sebuah handpon.
''Tuh handpon lo' berbunyi, dari pacar ya.'' Ucap Mira agak sedikit ketus.
''Idiiih cemburu niyee,, bentar ya gua angkat dulu.'' Ujar Gito, sambil merogoh handponnya dari saku celana bagian depan.
Setelah itu Gito melihat nomor panggilan masuk di via whatsap.
''Nadi Mir' ada apa ya, gak biasanya.'' Gerutu Gito.
''Ya sudah angkat, siapa? tau penting.'' Ucap Mira.
Gito pun langsung mengangkat panggilan yang masuk di whatssapnya itu.
📞.Gito ''Hallo di' ada apa?.''
📞.Nandi ''To lo' dimana?.''
📞.Gito ''Gua lagi main, ada apa emang di'?.''
📞.Nandi ''Begini To, too the poin aja, gua lagi butuh orang untuk bantuin jualan di kedai, kasihan Toglo sendiri kesana kemari, apalagi sekarang kedai gua ramai sekali, barang kali lo' punya temen atau saudara yang mau jadi pelayan di kedai gua.''
Mendengar dari perminta'an dari Nandi, nampak di wajah gito begitu ceria sekali.
📞.Gito ''Pucuk di cinta ulampun tiba.''
📞.Nandi ''Maksud lo' apa, gua gak paham.''
📞.Gito ''Lo' kan tau Mira anak gang mawar.''
Mira mendadak terperanjat kaget begitu namanya di sebut-sebut oleh Gito.
📞.Nandi ''Iya gua tau, kenapa gitu dengan Mira?.''
📞.Gito ''Baru saja gua ngobrol sama Mira, meminta pada gua untuk ikut bekerja di tempat lo', kerja apa saja mau katanya yang penting halal.''
📞.Nandi ''Widiiih, jadi lo' lagi di tempat Mira,, wah diam-diam menghanyutkan juga ya, syukur dah, oke kalau begitu, lebih jelasnya besok lo bawa Mira kesini, ya sudah selamat berbahagia ya, assalam mualaikum.''
📞.Gito ''Wa alaikum salam.'' Sambil menutup kembali handponnya.
Kemudian Gito bilang pada Mira perihal pembicara'annya dengan Nandi barusan lewat handponnya.
Dengan wajah yang periang di tambah lagi ada kabar yang menggembirakan, Mira sangat senang sekali tanpak di sadari ia setengah melompat dari tempat duduk memeluk Gito.
**********
Bersambung.
Kepada para kakak author dan para kakak reader, jangan lupa dukung terus ya dengan menyertakan like, comentar, jadikan favorit bila suka, dan berikan vote serta hadiahnya.
Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.
''Assalam mualaikum''
__ADS_1