SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 153


__ADS_3

Setelah Wanda mengantarkan Wiwin ke lapak tempat kerjanya Wawan, kini ia pergi kebengkel untuk buka kunci pintu rolling door, ketika Wanda sampai di bengkel nampak Mira lagi merapikan dagangan serta menata kursi-kursi buat tempat duduk, di ruangan santai sebuah kedai.


''Assalam mu'alaikum.'' Sapa Wanda.


Mirapun menjawab, sambil mengelap-elap meja dan kursi ''Wa alaikum salam, wah.lo' Wan, tumben agak siangan.'' Ujar Mira.


''Iya nih, gua jadi ke duluan sama teh Mira, lalu bang Gitonya mana?.'' Tanya Wanda.


"Gak tau tuh, gue sendiri naik angkot, mungkin kecapean kali, kemarin dia bilang habis betulin motor tetangganya, sampai ada empat motor katanya.'' Ujar Mira.


"Waah hebat dong, hari libur malah dapat projek.'' Ujar Wanda.


"Iya sih bukannya ajak gue jalan-jalan, malah ngebengkel motor tetangga." Ujar Mira.


''Hahahaa.'' Tawa Wanda.


Setelah itu Wanda langsung membuka kunci pintu rolling door, dan di keluarkannya tempat duduk, serta peralatan bengkel lainnya, selepas itu Wanda alias Toglo datang ke kedai dan memesan satu gelas kopi panas pada Mira.


''Teh Mira bikinin ku kopi hitam kental tidak terlalu manis.'' Ujar Toglo


Mira pun langsung konek dengan apa yang Toglo pesan, tanpa menunggu lama lagi, segelas kopi hitam kental tidak terlalu manis siap meluncur.


"Eng iing eeeng..Kopi siap mendarat di landasan gang si'iran.'' Ujar Mira, dengan gayanya yang tomboy.


''Widiih, gimana ya kalau teh Mira jalan bareng sama teh Astuti." Ujar Wanda.


"Maksud lo' Astuti adiknya pak Nandi bukan?.'' Tanya Mira.


"Iya, kan gayanya sama seperti teh Mira, agak tomboy-tomboy gitu.'' Ujar Toglo.


''Lalu dia juga jago bela diri, kaya Nandi gak?.'' Tanya Mira.


"Kalau soal bela diri dan berantem jangan di tanya, teh Astuti jagoan betinanya di gang Si'iran.'' Ujar Wanda.


Ketika mereka lagi asik bicara, tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan suara orang, yang tidak tahu kapan datangnya.


''Waduuh sue lo' glo, masa gue di bilang betina, di samakan dengan binatang." Ujar Suara yang datang dari belakangnya Wanda.


Sepontan Wanda/Toglo menolehkan pandangan ke arah suara yang bergeming di telinganya.


''Ooh teh Astuti, ma'ap bukan bermaksud begitu teh, sekali lagi ma'ap.'' Ujar Toglo sambil memohon ampun


Mira hanya tersenyum tipis ketika Astuti datang dan menegur Toglo.


''Ya sudah tidak apa-apa glo, ooh iya teh Mira, tolong bikinin gue capucino ya pakai susu.'' Ujar Astuti.


''Oke siap mbak.'' Ujar Mira.


Mira pun langsung sigap untuk bikinin capucino buat Astuti.


Dan ketika itu pula kendara'an pun mulai berdatangan para karyawannya Nandi, di antaranya Kamal, Hasan dan Doni, setelah mereka memarkirkan kendara'annya, mereka langsung memenuhi ruangan di kedai, duduk bersantai sambil menunggu jam kerja, ada yang memesan kopi dan lain sebagainya.


Sementara Kamal langsung menghampiri Astuti yang lagi duduk santai sambil meminum capucino yang baru saja ia pesan.


"Hai, selamat pagi sayaang." Ucap Kamal sambil duduk berdepanan dengan Astuti.

__ADS_1


''Pagi..Tumben aa gak ngopi.'' Ujar Astuti.


"Itu lagi di bikinin ama Mira, abang mu kemana, ko belum muncul?.'' Tanya Kamal.


''Paling aa Nandi lagi nyuapin dek Gita, kalau teh Sindi lagi sibuk.'' Ujar Asruti.


Pukul 07:15 menit


Nandi datang besama Anggita dan Sindi, lalu duduk berdekatan dengan adiknya Astuti, di ikuti oleh Sindi dan Anggita, kemudian Anggita berkata.


''Bibi Astuti, pingin dong capucinonya.'' Ujar Anggita.


Astuti dan Sindi langsung terperanjat kaget ketika Anggita dengan lantangnya meminta capucino yang hampir habis.


''Oow de gita mau sayang.'' Ujar Astuti, kemudian Astuti memanggil Mira dan memesan Capucino buàt Anggita.


Tak lama lagi pesanan pun datang, lalu Mira menyimpannya di meja di depannya Sindi.


''Ini non capucinonya, Ibuk, pak bos mau minum apa.'' Ujar Mira.


"Ooh iya Mir, aku capucino juga, di seduh dulu pake air panas dikit lalu pake es batu ya.'' Ujar Sindi.


''Ku kopi aja Mir.'' Ucap Nandi.


"Okee..'' Ujar Mira.


Selepas itu Mira langsung bikin pesanannya Nandi dan Sindi, segelas kopi dan capucino.


Tidak lama kemudian Kopi dan capucino telah datang dan langsung mendarat di meja.


''Oke, tanks ya Mir.'' Ucap Nandi.


"Sama-sama pak bos.'' Jawab Mira.


Sementara Hasan dan Doni yang terus aja, ngecandain Kamal, karena keseriusannya di gangguin oleh Anggita.


"Hahahahaaa, emang enak." Ujar Hasan sambil tertawa puas melihat Kamal.


Hiuuuukkk


Belewweeeerrrr...


Botol bekas aqua melesat ke arah Hasan.


"Aaet, jurus tampele meped.'' Ujar Hasan sambil memiringkan tubuhnya.


''Sue lo' Hasan bin maun, awas lo' ya." Ucap Kamal.


•••••••••••


Pukul 07:30 menit.


Astuti pun pamit sama Kamal, Nandi dan Sindi, untuk berangkat ngantor ke jalan ketupat.


Motor sudah di keluarkannya, lalu di panasin terlebih dahulu, tidak lupa helm dan jaket kulit di pakainya sebagai perlengkapan dalam berkendara. lalu dengan secara perlahan Astuti naik ke motornya, lalu kedua tangannya memegang setang, Tangan kiri menarik kopling, sedangan kan tangan kanan menarik gasnya perlahan, kemudian motor pun melaju meninggalkan gang Si'iran.

__ADS_1


Setibanya di pertiga'an gang Si'iran Astuti langsung ambil ke kanan me masuki jalan Delima raya, dengan gas ditarik kencang, motor honda 125 yang di ubah menjadi motor model tracker drag, melaju dengan kencangnya, bagaikan sebuah panah yang lepas dari gondewanya.


Ketika Astuti mau memasuki kawasan jalan ketupat tiba-tiba mobil Toyota portuner warna putih melaju kencang dari arah belakang sebelah kiri, Astuti kaget dengan sepontan membanting stangnya ke kanan, lalu Astuti berteriak sambil menarik gasnya mau mengejar mobil tersebut.


Motor Astuti yang sudah di modifikasi semua sama mesinnya kini melaju sangat kencang mengejar mobil Toyota portuner warna putih dengan nomor polisi D sekian-sekian, luka-liku Astuti dalam mengendalikan kendara'annya salip kiri salip kanan begitu memukau, hingga akhirnya Astuti sudah bisa menempel mobil tersebut sambil berteriak.


''Wooii berhenti lo'.'' Teriak Astuti.


Tapi mobil Toyota portuner itu malah terus menginjak gasnya semakin kencang.


Astutipun terus menempel, dan tak lupa lampu sen kanan di nyalakannya.


Mobil itu bukannya mengendorkan gasnya malah terus semakin kencang, Akhirnya hilanglah kesabaran Astuti, ketika Astuti menempel mobil di bagian depan dengan secepat kilat Astuti menghantam kaca mobil bagi samping depan.


Preeekkk..


Kaca itu langsung pecah dan berserakan seperti biji plastik, sang sopi yang mengendalikan mobil itu perlahan mrmbuka kunci pintu depan, hendak menendang Astuti yang terus menempel.


Tapi Astuti sangat waspada dengan gelagat itu ia dengan cepat membanting setangnya ke tengah untuk menjauhi dari bahaya yang mengancam dirinya.


Lalu Astuti menyalip mobil itu dan langsung menghadang laju mobil itu dari depan, tapi sang mobil itu bukannya bethenti malah mobil itu sepetti ingin menabrak Astuti, melihat gelagat begitu Astuti menarik gasnya kencang lalu menstandingkan motornya melompati mobil Toyota itu yang mau mencelakai dirinya.


Mobil Tersebut seperti hilang kendali, separo ban depannya menghantam pinggiran trotoar jalan.


Cekiiiittt....


Bruuukkk..


Suara rem sampai terdengar nyaring, dan bagian depan mobil itu menubruk pembatas jalan, sang sopir nampak terlihat ia melompat keluar dari dalam mobil tersebut dan berlari menjauhi orang-orang yang semakin berdatangan mau menghakiminya, karena mobil itu sudah banyak mengganggu pengguna jalan lainnya, melihat begitu Astuti tidak tinggal diam ia lalu mengejarnya.


Kini kejar-kejaran terjadi antara Astuti dan pengendara mobil Toyota portuner itu, Astuti terus berlari semakin kencang mengejar se orang lelaki pengendara mobil itu yang melarikan diri.


''Woii berhenti lo' atau kamu akan nyesel nanti." Teriak Astuti yang terus berlari mempercepat ayunan tungkainya.


Tapi lelaki itu tidak menghiraukan teriakan dari Astuti, ia terus berlari dengan kencangnya, terus melompat keluar dari bahu jalan, Astuti pun tidak kehilangan akal, lalu Astuti mengmbil arah masuk gang kecil memakai jalan pintas.


Sementara lelaki itu terus berlari sambil sesekali menoleh kebelakang, ketika terlihat oleh lelaki itu se orang wanita tomboy yang mengejarnya itu sudah tidak ada lagi di belakangnya, sejenak ia berhenti untuk menghilangkan rasa lelahnya, dan mengatur pernapasannya yang turin naik.


Huuh huuuh haaah.


"Gila bener tuh cewe, bawa motornya begitu pandai pasti dia anak motor, untung saja dia tidak meneruskan pengejarannya sama gue, kalau gue tidak buru-buru lari, mati gue di hakimi masa.'' Gerutunya sambil mengipas-ngipasin keringat yang terus keluar dari seluruh pori-porinya.


Karena merasa dirinya telah aman dari kejaran Astuti, lelaki itu lalu menurunkan tubuhnya duduk di atas hamparan rumput hijau, lalu di ambilnya sebungkus roko dari balik saku jaketnya.


********


Bersambung.


Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga di bulan yang penuh berkah ini kita selalu di berikan rijki yang melimpah.


Ikuti terus kelanjutan kisah si kidal sang penolong di eps selanjutnya.


Jangan lupa ya, sertakan like, comentar, jadikan favorit bila suka, berikan vote serta hadiahnya.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


"Assalam mu'alaikum"


__ADS_2