
Damar dan Burnaman yang sudah bangun dari terjatuh karena pukulannya Toglo, kini mereka langsung memburu dan menerjang Toglo, dengan amarah dan dendam serasa di lecehkan oleh anak kemarin sore.
Toglo malah semakin agresip dan beringas mendapat perlawanan dari Damar dan Burnaman dua tokoh pesilat yang sudah banyak makan asam garamnya kehidupan di dunia bela diri.
kedua lelaki paruh baya, biang rese dari masalah yang lagi dihadapi sekarang ini, terlalu menganggap remeh pada pemuda bertubuh gempal.
"Bocah ingusan, sekarang waktunya kau siapkan lobang kubur." Bentaknya.
Toglo hanya menyunggingkan senyumannya, sambil tertawa mengejek.
"Hahaha, bagus itu, kalau mau menghabisi Toglo harus sampai mati, karena bila tanggung, epeknya akan sangat mengerikan untuk kalian, akan gua uber sampai ke lobang semutpun." Gertak Toglo.
Burnaman dan Damar, sudah benar bertekad ingin menghabisi Toglo, nampak keduanya mencabut senjata sebuah golok kecil lebar tiga setengah centi dan panjang tiga puluh centi, melesat dari dua arah ingin merobek tubuhnya Toglo.
Toglo yang di karuniai otak cerdas dan banyak akal, dengan cepat meraih sebuah bangku kayu lalu di putar untuk menghadang kedua senjata yang akan mengancamnya.
Tak tak.
Suara dua golok telah menusuk bangku kayu tersebut, Dari situ Toglo dengan Cepat melesat sambil memutarkan tubuhnya.
Buk
Buk..
Satu tendangan para *** telah menghantam tulang rahang Damar Dan Burnaman.
Karena kerasnya tendangan Toglo, sehingga membuat Damar dan Burnaman hilang keseimbangannya.
Toglo menyeringai sadis, dan melesat mengirimkan gempuran tinju buminya pada Burnaman.
Wessss.
Bruuukk..
Auuggghhh..
Kecepatan pukulan tinju bumi dengan bobot dua ratus kilo gram, telah merobek dan mematahkan tulang hidungnya Burnaman.
Blaaakkk.
Tubuh Burnaman terkapar dan tidak berdaya lagi dengan bersimpuh darah terus keluar dari lubang hidungnya.
Biarpun Damar sudah banyak pengalaman dalam bela diri, tapi melihat pemuda sadis itu, ia sampai menggidik, enam puluh persen nyalinya mulai turun, ketika melihat Burnaman terus mengeluarkan darah segar.
"Ayo siapa lagi yang ingin masuk UGD, atau ahli patah tulang." Seru Toglo.
Biarpun Damar sudah agak hilang nyali, tapi dia merasa menjadi pecundang bila harus menyerah sebelum kalah.
Damar pun langsung mengirimkan gempuran jurus gagak hitamnya, dalam gerakan jurus jurus Damar banyak cabikan dan patukan, toglo pun tidak tinggal diam langsung menggunakan jurus kucing.
Cabikan dan patukan dari jurus gagak hitam yang di lancarkan oleh Damar kandas oleh jurus cakaran kucing yang lebih cepat dan cekatan, dalam membendung serangannya Gagak hitam.
__ADS_1
Puluhan murid dari Black crow sudah banyak yang tumbang oleh amukan anak Gang Si'iran.
Di sa'at pertemuran lagi seru karena jumlah yang tidak sebanding, muncul Astuti berboncengan bersama Mira, karena mereka berdua sangat kuatir pada para pamili Gang Si'iran dan Suaminya Astuti, begitu juga Mira yang merasa tidak enak hati dengan ke kasihnya Gito, sehingga membuat Mira ingin menyusul, yang kebetulan Astuti menghubungi Mira lewat telepon, untuk menyusul, dan Mira tau alamatnya dari Gito.
Makanya begitu Astuti dan Mira sampai tanpak mikir panjang lagi, kedua gadis tomboy itu langsung melompat dari atas motor, menerjang para muridnya Black crow.
Kamal dan Nandi sepintas melihat sekelebatan bayangan dua perempuan yang tak lain adalah Astuti dan Mira.
Pertarungan yang sangat luar biasa, sebuah perguruan bela diri beraliran hitam kini tertutup sudah dalam sejarah kehidupannya, semua Murid Blac crow tumbang, termasuk Damar yang telah terjatuh dengan luka robek di bagian perutnya karena ke makan senjatanya sendiri, yang ingin mengakhiri nyawa toglo, tapi nasib lagi kurang baik menimpa Damar, karena Toglo telah berhasil menekuk tangan Damar yang lagi menggenggam sebilah golok, karena tenaga Toglo begitu kuat sehingga Damar kalah telak dan tidak bisa di hindari lagi golok Damar telah merobek perutnya.
Kini tinggal sang maha guru besar, yang masih berdiri gagah, dengan pasang muka merah di penuhi oleh api dendam, begitu melihat semua muridnya telah di bikin tidak berdaya, termasuk dua tangan kanannya, Burnaman dan Damar telah di habisi oleh Toglo.
Ki Topo, nama dari sang maha guru besar Black crow, menatap tajam pada Toglo, lalu Nandi berjalan tiga langkah ke depan berhadapan dengan ki Topo.
"Hai kakek tua, sekarang semua muridmu sudah kelar, dan sejarah Black crow tertutup sudah sampai di sini, sekarang kakek, gua kasih dua pilihan, pertama kakek bertobat dan menyerahkan diri pada pihak berwajib, untuk mempertanggung jawabkan segala tindak tanduknya para asuhanmu itu, dan yang kedua apa anda masih ingin mempertahankan harga diri Black crow yang anda banggakan itu." Cetus Nandi.
"Jangan sombong kau anak muda, saya masih berdiri di sini, sampai kapanpun Black crow akan tetap hidup." Ujar ki Topo.
"Owh, ternyata di balik usiamu yang sudah senja, masih tersimpan watak keras kepalamu itu, lalu anda maunya apa kakek tua?." Tanya Nandi memberi pilihan.
Tersungging senyuman dikedua bibir ki Topo, dengan netra yang tajam menatap penuh dendam pada Nandi dan para sahabtnya.
"Saya akan tantang pemuda itu adu kesaktian." Ujar Ki Topo sambil menujuk ke arah Toglo.
Toglo tersenyum sambil menyeringai, dengan netra menatap dalam pada ki Topo, seperti lagi mengetahui isi dari ke kuatannya sang guru Black Crow tersebut.
Di ayunkan tungkai kakinya Toglo satu dua maju mendekati ki Topo, sambil berkata.
"Sebagia satria sejati pantang untuk menolak sebuah tantangan, apalagi ini dari se orang guru besar Balck Crow, sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menerima tantangan anda." Cetus Toglo.
Kemudian Nandi pun membalikan badannya mentapa para sahabatnya, meminta pendapat, tentang tantngan nya ki Topo pada Toglo.
"Gua setuju, hanya dengan jalan begitu, kakek bau tanah itu, bisa menyadari atas kekeliruannya selama ini." Celetuk Pandi, dan semuanya pun setuju dengan pendapat Pandi.
"Baiklah kalau begitu, bagai mana glo, lo' siap dengan tantangnya Kakek itu?." Nandi bertanya.
Dengan tenang nya Toglo menjawab. "Insa Allah aku siap." Ujar Toglo
Selepas itu semua para famili Gang Si'iran berbaris, untuk menyaksikan pertarungan antara Toglo dan guru besar Black crow.
Toglo dengan tenangnya, menghadapi ki Topo slah satu tokoh gagak hitam yang di segani di wilayah itu.
"Ma'ap kakek tua, berhubung anda lebih tua, silahkan anda menyerang terlebih dahulu." Ujar Toglo.
"Dasar bocah edan, ku habisi kau." Teriak nya sambil melesat menyerang Toglo.
Toglo selalu waspada akan bahaya yang lagi mengancam dirinya, dengan secepat kilat Toglo menggeserkan badannya sembari melakukan gempuran, namun ki Topo juga bukan kakek sembarangan, di situ kecerdikannya Toglo ketika serangannya makan ruang kosong sepontan toglo menarik tangan lalu memutar kan tubuhnya ke kanan dengan cepat, dalam jurus kumbang bayangan, ki Topo pun tidak mengira kalau Toglo akan melakukan itu, hingga tidak di sadari satu elbo tangan kiri Toglo menghantam dagu ki Topo.
Duuukk.
Jeregjeg.
__ADS_1
Ki topo hilang kese'imbangan, tapi dengan cepat ki Topo beradaptasi dengan ke ada'an, dengan merubah kuda-kudanya dalam tata gerak gagak bertengker. "Hebat juga bocah ingusan itu, di usianya yang masih sangat muda, bela dirinya sungguh luar biasa." Batin ki Topo menggerutu.
Sementara yang lain para famili Gang Si'iran, terus memberi semangat pada Toglo, dan memancing-mancing ki Topo supaya gagal pokus.
Meskipun ki Topo sudah sangat berpengalaman, tetap saja mendengar sorak sorai dari para famili Gang Si'iran, api amarahnya mulai terpancing keluar, berbeda dengan Toglo ia nampak lebih tenang dan percaya diri.
Kitopo melompat mengirimkan lagi serangannya pada Toglo.
Toglo pun siap siaga, ilmu apa yang akan ki Topo lancarkan padanya, ia akan selalu meladininya.
Kini pertempuran sudah sampai lima belas jurus, tapi Toglo nampak masih segar bugar, berbeda dengan ki Topo, nampak terlihat kelelahan mungkin karena paktor usia.
Ketika di sa'at ki Topo sudah terasa lelah, kali ini Toglo tidak berlaku kejam, entah mungkin karena yang di hadapinya seorang kakek tua, atau Toglo timbul rasa kasihannya, lalu Toglo melompat mundur tiga langkah sambil berkata.
"Sudah kek, tidak usah di teruskan, saya melihat kakek nampak lelah, lebih baik pulanglah dan bertobatlah sebelum ajal menjemputmu." Ujar Toglo.
Ki Topo mendengar penjelasan dari Toglo, bukannya lemah malah ia semakin garang dan terus menyerang Toglo dengan membabi buta, mungkin karena jiwanya sudah di selimuti oleh rasa benci dan api amarah yang terus berkobar, sehingga tanpak di sadari sikapnya itu telah banyak menguntungkan bagi Toglo, hingga di saat itu Putaran tubuh Toglo, dengan sabetan kaki dan sebuah tendangan dengan gencar menghantam ki Topo, ki Topo hilang daya sebagai petarungnya, terhuyung-huyung mau jatuh, Kini Jiwa bringas Toglo muncul, dengan sekelebatan pukulan tinju bumi Toglo mendarat tepat di wajah ki Topo.
Hiuuukkk.
Jroot..
Deaasss.
Auuugghh...
Lelaki usia senja dan sebagai maha guru besar Black crow, harus menerima ke kalahannya di tangan pemuda gempal berdarah dingin.
Tubuh ki Topo sampai terpental empat meter, kemudian Nandi pun langsung memburu pada ki Topo, untuk memberikan pertolongan, biarpun Black crow sudah banyk berulah, tpi Nandi memandangnya sebagai kemanusiaan, yang sama-sama makhluk ciptaan tuhan.
Dengan di bantu oleh para sahabatnya Nandi membawa ki topo ke tempat yang lebih nyaman, lalu Nandi memeriksa bagian tubuh ki Topo yang terluka.
"Wah kalau tidak kita buru-buru di tolong, si kakek ini akan lain lagi urusannya mal, Pan dan Lo To, cepet bawa ke tiga orang Black crow ini ke klinik terdekat." Ujar Nandi.
Tidak biasanya Nandi dan para sahabatnya membawa musuhnya ke klinik yang tedekat di seputar daerah itu, seperti Damar dan Burnaman pun langsung di bawa ke klinik oleh Nandi.
Mungkin Nandi merasa kasihan melihat kondisi ke tiga orang terkuat black crow, kalu tidak buru-buru di beri pertolongan mungkin akan lain lagi ceritanya.
********
To be continued.
ajangan lupa sertakan.
Like
Comentar
Favorit
Vote
__ADS_1
Serta hadiahnya bila suka.
Terima kasih atas dukungan nya, salam sehat dan sukses selalu.