SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal Sang Penolong eps 235


__ADS_3

kerasnya kehidupan di kota besar di warnai oleh berbagai macam modus kejahatan yang banyaknya tersebar di berbagai wilayah, dan anehnya yang menjadi korban kebanyakan masyarakat menengah ke bawah, yang pendapatannya cuma pas-pasan buat menyamabung hidupnya sehari-hari.


Kabar itu kini telah terdengar di telinganya Nandi, Sehingga di suatu hari, bertepatan dengan tanggal merah, Nandi menghubungi Toglo dan Jaroni untuk segera meluncur ke Gang Si'iran.


Tidak lama kemudian Toglo dan Jaroni pun sudah menghadap memenuhi panggilannya Nandi.


"Ada apa pak Bos?." Tanya Toglo.


Sebelum Nandi menjawab pertanya'an Toglo , ia mempersilahkan pada Toglo dan Jaroni untuk meminum kopi yang baru di buatnya.


"Ayo di minum, Glo, Jar."


Toglo dan Jaroni langsung meraih gelas kopi dan di seripitnya secara perlahan, terciptalah sebuah kenikmatan dari cita rasa kopi pilihan.


"Mantap....Terima kasih pak Bos." Ujar Toglo dan Jaroni serempak.


Nandi hanya menganggukan kepalanya, karena iapun baru meminum kopi yang nampak masih terasa panas.


"Begini Glo, Jar, gua mendengar kabar dari para pedagang kaki lima dan para tukang parkir, sekarang sudah mulai lagi resah di setiap tempat keramaian bahkan para tukang parkir yang biasa mencari sesuap nasi di depan area para pedagang kuliner, di pasar dan di tempat lainnya kini telah di ambil alih oleh preman, entah orang mana yang jelas mereka telah bikin resah, selain itu suka memalak siapa saja yang mau belanja atau yang cuma nongrong di warung kopi pun abis di palaknya." Jelasnya Nandi.


"Tentunya kalian mengerti kan maksud saya." Lanjut Nandi brrkata.


"Iya pak Bos, kami mengerti, demi ketenangan dan kedamaian orang-orang, kami siap untuk meluncur." Ujar Toglo.


"Toglo benar pak Bos, saya dan Toglo siap memberi pertolongan." Pungkas Jaroni.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kopinya habisin dulu." Ucap Nandi.


Toglo dan Jaroni pun langsung meneguk kopi di gelas kaca sampai abis, dan setelah itu mereka pun langsung memburu pada motor Rx king cobranya, yang terparkir di halaman depan rumahnya Nandi.


Preng preng peeng.


Kini kedua motor Yamaha Rx king cobra melaju keluar dari halaman rumahnya Nandi, dengan suara kenalpot yang sangat khas di iringi dengan hembusan asap putih keluar dari selongsong kenalpot.


Kedua anak muda yang lagi di puncak keberaniannya dan tidak ada kata takut untuk menumpas ke sewenang-wenagan membela orang lemah.


Hingga akhirnya Toglo dan Jaroni telah sampai di titik yang terbilang rawan, dengan target pertamanya membidik akarnya satu persatu, di mulai dari area parkiran.


Toglo dan Jaroni lalu melangkah turun dari motornya dan berjalan mendekati ke area warung kopi nampak ada enam orang orang pemuda yang penuhi oleh tato di kedua tangannya lagi duduk memandang bringas ke arah Toglo dan Jaroni yang lagi berjalan mendekati ke arahnya.


"Siapa di antara kalian yang bernama Cemang?." Tanya Jaroni.


Pemuda yang berpakain Jaket Rompi dan bertato berdiri dari tempat duduk sambil menatap tajam pada Toglo dan Jaroni.


"Gue yang bernama Cemang, ada apa lo' berdua mencari gue." Timpal Cemang.


Lalu Toglo melangkah dan berkata.


"Lo' tau wilayah ini di pegang sama anak Gang Si'iran, kalau emang kalian mau sama-sama mencari sesuap nasi, seharusnya jangan mengambil alih lapak orang, supaya sama-sama enak di bagi dong mau dua siv atau tiga siv, biar sama-sama bisa makan." Tukas Toglo.


Cemang tersenyum menyeringai penuh ejekan.


"Hahaha... asal lo' tau di jalanan itu siapa yang kuat itu yang dapat, Ya gak." Sungut Cemang sambil menoleh pada ke lima kawannya.

__ADS_1


Kelima kawannya pun tertawa mengejek, se akan dialah yang lebih kuat dan berhak dengan wilayah itu.


Toglo dan Jaroni menyunggingkan senyumannya.


"Ooh begitu ya, oke kalau emang itu pilihan kalian bersiaplah untuk pergi dari wilayah ini." Timpal Toglo.


"Wooww sombong benar kau, belum tau rupanya siapa cemang." Ujarnya berlaga perlente seperti sang jagoan.


"Gua peringatkan sekali lagi, bila kalian tidak memberi jatah pada anak Gang Si'iran, cepat pergi tinggalkan tempat ini, sebelum gua dan teman gua bikin kalian masuk UGD." Ancam Toglo.


"Bangsat rupanya kau ingin jadi jagoan di sini, ayo kawan kita habisi kedua orang ini." Timpal Cemang.


Setelah mendapat komando dari Cemang ke lima kawanan nya langsung bergerak dan menyerang Tiglo dan Jaroni.


Toglo dan Jaroni langsung bergerak dengan cepat, menghadang ke enam lelaki bertato tersebut.


Kelebatan dari dari sabetan pukulan dan tendangan Toglo da Jaroni begitu sangat cepat, di tambah permainan Double stick Jaroni memutar begitu cepat.


Hea...Hea..Hea.


Duk


Duk


Duk


Sabetan Double stick Jaroni meminta tumbal tiga kepala kawanannya Cemang.


Suara terdengar dari ketiga kawanannya Cemang, bersama'an dengan robohnya badan mereka menimpa area parkiran yang di cor.


Sementara Toglo bergerak cepat, lincah dan agresip dalam meladeni ke tiga lelaki bertato yang tingkat kepandaian bela dirinya masih jauh di bawah Toglo dan Jaroni.


Hiuukk..


Dak


Duk


Buk


Tiga bogem mentah Toglo bersarang pada Cemang dan kedua kawannya, sehingga keseimbangan mereka langsung buyar, di sa'at itu pula Jaroni melompat mengirimkan gempurannya pada Cemang.


Deeaass..


Cemang langsung terpental lima langkah ke belakang dan tersungkur menimpa arena parkiran yang di cor.


Hanya dalam hitungan jari ke enam lelaki bertato tersebut kini telah terkapar di bantai oleh Toglo dan Jaroni


Kemudian Toglo dan Jaroni melangkahkan tungkai kakinya menuju pada bangku kayu lalu duduk sambil memanggil sanf pemilik warung kopi.


"Mang bikinin kopi dua." Pesan Toglo.


Pemilik warung kopi tersebut dengan sigap langsung membuat pesanannya Toglo.

__ADS_1


Lima menit kemudia.


Pemilik warung kopi itu keluar dan berjalan ke arah di mana Toglo dan Jaroni berada.


"Ini kopinya Bang." Ujar pemilik warung kopi.


"Iya mang terima kasih." Jawab Toglo.


Toglo dan Jaroni meraih gelas yang berisikan kopi hitam yang nampak masih mengepul lalu di seripitnya perlahan, sembari netranya memandang ke arah Cemang dan kawanannya yang nampak masih tergeletak.


"Oh iya mang, apa mereka ngopi di sini suka bayqr gak?." Tanya Toglo.


"Mereka kalau ngopi tidak ada yang bayar Bang." Jawabnya.


"Kenapa bisa begitu?." Timpal Jaroni bertanya.


"Sudah biasa Bang." Jawabnya.


"Ya jangan di biasain dong mang." Ujar Toglo.


"Ya mau bagaimana lagi, demi keselamatan dan kelancaran jualan saya." Ujarnya.


"Mamang takut?." Tanya Jaroni.


"Iya." Jawabnya singkat.


"Mamang iklas." Tukas Toglo.


"Terpaksa." Jawab pemilik warung kopi.


"Lalu bagaimana Bang, bila nanti mereka balas dendam dan meruksak dagangan saya." Ujar pemilik warung ketakutan.


"Mamang jangan takut, biar nanti saya habisi mereka, enak saja makan ngopi tidak bayar." Pungkas Jaroni.


Tidak lama kemudian Cemang dan kawanannya langsung bergerak bangun sambil celingukan kesana kemari dan berdiri, dengan netranya menatap penuh dendam pada Toglo dan Jaroni.


Berjalan sempoyongan mengatur keseimbangannya karena rasa pusing masih terkumpul di kepalanya.


"Awas ya kalian berdua tidak akan bisa tidur dengan tenang, cam'kan itu." Tunjuk Cemang pada Toglo dan Jaroni.


Toglo beranjak dari tempat duduknya, lalu melangkah menghampiri pada Cemang.


Breekkk


Dengan cepat kedua tangan Toglo mencengkram kerah bajunya Cemang.


"Sebelum lo' menyentuh gua, gua pastikan hidup lo' tidak akan lama lagi, catat itu." Gertak Toglo sambil mendorong Cemang sampai terjatuh.


Kemudian ke lima kawanannya memburu dan mengangkat Cemang dari terjatuh.


Netranya Cemang dan ke lima kawanannya menatap tajam ke arah Toglo dan Jaroni. Lalu mereka beranjak pergi meninggalkan wilayah itu.


Mungkinkah Cemang akan melakukan balas dendam pada Toglo dan Jaroni atau sebaliknya, mereka tidak akan berani lagi muncul di wilayah itu.

__ADS_1


__ADS_2