SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 34


__ADS_3

Sibrewok terus menggempur nandi dengan serangan-serangannya, nandi cukup gesit dan lincah dalam mengkaper dan mengelak serangan dari sibrewok.


Diruangan yang cukup sempit, dan gerakan-gerakan pun tidak lepas srperti diruangan terbuka.


Seperti yang dialami oleh sibrewok, kerap kali pukulan-pukulan sibrewok makan tembok, dan inilah yang membuat sibrewok makin geram.


''Jangan cuma menghindar saja kau nandi, ayao lawan saya, hahh hahh.'' Ucap Sibrewok dengan napas ngos-ngosan.


''Hahaaha, abang, abang, menyentuh tubuh gua juga gak bisa, bagaimana kalau kau menangkis serangan gua.'' Ucap nandi tertawa lebar.


''Buktikan jangan banyak bacot kau nandi, cuiihh.'' Bentak sibrewok sambil meludah.


Melihat sibrewok meludah, hilanglah sudah hati lunaknya nandi, karena nandi paling benci dengan orang yang meludah ditujukan padanya.


''Ini yang gua gak demen, heaaa.'' Nandi kali ini melayangkan serangannya, sekali sibrewok bisa menghindar, tapi tangan dan kaki nandi seperti hidup, dari arah yang tak terduga oleh sibrewok elbo nandi menusuk tulang rahangnya sibrewok.


Sibrewok hilang keseimbangannya, dengan agak sempoyongan seperti mau jatuh.


Kali ini entah kenapa nandi menjadi sadis, tanpa membuang waktu lagi, tangan kiri nandi yang terkenal sangat mematikan menghantam muka sibrewok.


''Duk, duk, deeeaassss.


''Adaaww.'' Sibrewok terjatuh dan sempat berteriak sebentar.


Sibrewok tergeletak dibawah tempat tidurnya sapitri, dengan tidak sadarkan diri.


Dan nandi lalu mendekati sibrewok, disa'at itu pula muncul kamal, pandi dan gito.


''Busset dah kenapa tuh sibewok?.'' Tanya Kamal.


''Sekarang angkat tubuh sibewok, bawa keluar, terus kedua temannya lo amanin kemana.?.'' Nandi balik bertanya.


''Mereka cuma kecoa, bisanya cuma menakut-nakuti, pada kabur, mungkin mau lapor sama bosnya kali.'' Jawab Gito.


''Baguslah kalau begitu, biarkan tukang rentenir itu datang kesini, jadi kita tidak usah repot-repot membawa sibewok.'' Ucap Nandi.


Tubuh sibrewok lalu diboyong keluar dan didudukin dikursi teras depan rumahnya mang engkus.


Sementara mang engkus yang sempat membawa istrinya keluar rumah dan bersembunyi dirumahnya tetangga karena perintah dari nandi, kini sudah keluar menghampiri nandi yang dikuti oleh sapitri.


''Gimana ini nak nandi, tidak apa-apa orang ini.'' Ucap mang engkus.


''Tidak mang, mang engkus tidak perlu kauatir, dia cuma pinsan doang.'' Ucap Nandi.


''Mamang jadi takut.'' Ucap Mang engkus.


''Takut kenapa mang?.'' Tanya Kamal.


''Takut dia nanti dendam sama keluarga mamang .'' Jawan Mang engkus.


''Tenang mang, kalau ada apa-apa bilang aja, nanti laporin aja sama polisi.'' Pungkas Pandi.


''Catat aja no saya mang.'' Nandi Berkata.


''Saya gak punya handpon nak nandi.'' Kata mang engkus.


''Sapitri kan punya, coba pit lo catat no abang.'' Ucap Nandi.


''Iya bang.'' Jawab sapitri sambil mengambil handponnya dibalik saku celana.


Nandipun lalu memberikan nomor handponnya pada sapitri untik disave.


Setelah nomornya disimpan, mang engkus dan istrinya beserta sapitri lalu masuk kedalam rumahnya untuk membereskan ruang tengah dan kamar sapitri yang berantakan bekas perkelahiannya nandi dan sibrewok.


Dari pojokan gang si'iran nampak ada empat motor melaju mendekati rumahnya mang engkus.


Nandi, kamal, gito dan pandi menoleh kearah pojokan gang tersebut.


''Kayanya tuakng rentenir itu datang nih.'' Celoteh gito sudah mengira bahwa yang datang itu pak sobirin, membawa para anak buahnya.


''Tapi kayannya bukan, saya seperti kenal ke'empat orang yang menunggangi motor itu.'' Ucap Nandi.


Kira-kira lima meter lagi, kamal dan gito sangat mengenali dua orang yang dibonceng dimotor tersebut.


''Bukankah itu sirojak dan sijuned, terus siapa yang memabawa motor itu, apa mungkin pak sobirin.'' Ucap Kamal.


Kini ke'empat motor itupun mendekati rumahnya mang engkus, dengan jaket kulit warna hitam, berpostur tinggi rata-rata 175 cm padat berisi, berhenti didepan halaman rumahnya mang engkus.


Nandi dan ketiga sahabatnya belum mengenali siapa yang membawa motor itu, karena masih mengenakan helm.


Dalam hati nandi sempat bertanya-tanya?? siapa mereka dan kenapa bisa bersama rojak dan junet temannya sibewok.

__ADS_1


Setelah ke'empat orang yang membawa rojak dan juned itu turun dari motornya, salah satunya menyapa pada Nandi dan kamal.


''Haiii Nandi, dan ini Kamal kan, apa kabar.'' Ucap salah satu dari mereka, sambil mengulurkan tangannya.


''Iya betul, terus bapak ini siapa?.'' Tanya Nandi.


''Masa sudah lupa sama saya.'' Jawab orang itu.


''Ma'ap sebelumnya, bagaimana saya bisa mengenali bapak, sedangakan wajah bapak pun masih tertutup oleh helm.'' Ucap Nandi.


''Ooh iya, ma'ap-ma'ap, jadi saya yang lupa.'' Ucap orang itu sambil membuka penutup kepalanya.


Begitu helmnya dilepas dari kepala orang itu, nandi terkejut, karena orang itu sudah sangat nandi kenal.


''Walah pak supriadi.'' Ucap Nandi.


''Iya benar, ternyata kamu masih mengenali saya.'' Ucap Orang itu.


''Ya gak mungkin saya lupa pak, terus kenapa kedua orang ini bisa bersama bapak, emang apa hubungannya sama bapak.'' Kata Nandi.


''Orang ini adalah, Buronan kami yang sudah lama kami cari-cari, termasuk sibewok ini salah satu ketua dari mereka, lagi-lagi kamu nandi sudah banyak membantu pihak dari kepolisian.'' Ucap pak supriyadi.


''Ma'ap pak kenapa kedua orang ini bisa bersama bapak, padahal kedua orang ini sebelumnya disini?.'' Kamal Bertanya.


''Kami lagi mengadakan patroli, secara tidak disengaja, tim kami melihat kedua orang ini yang sedang kami cari, terus kami pantau, setelah jelas semua data-data dan potonya langsung kami sergap, setelah di BPAP, bahwa pemimpinnya ada disini ya sudah saya minta kedua orang ini untuk ikut menujukan tempatnya.'' Ucap pak supriyadi.


Kamal, nandi, gito dan pandi manggut-manggut baru mengerti duduk permasalahannya, ternyata bewok da kedua temannya itu adalah buronan pelaku pembobolan Super market dan toko-toko dikota itu.


Setelah itu para intel memborgol bewok untuk dibawa kepolres.


Pak supriyadi selaku komandan dari tim pelacak pelaku kejahatan dan kriminal, sangat berterima kasih pada nandi dan anak-anak gang si'iran, yang telah banyak membantu kelancaran pihak dari berwajib.


Setelah ketiga orang itu dibawa, kini nandi dan kawan-kawan merasa lega, sedangkan mang engkus tidak lagi dihantui rasa ketakutan, karena takut sibewok dan temannya balas dendam.


''Sekarang mang engkus dan bi ipah tidak perlu takut lagi, karena bewok sudah dibawa oleh pihak berwajib untuk dimintai pertanggung jawabannya.'' Ucap Nandi.


''Iya terima kasih nak nandi, saya sudah ngerepotin nak nandi, kamal, gito dan pandi, terus hutang pada pak sobirin gimana?.'' Tanya mang engkus.


''Sekarang mang engkus bayar hutangnya pada pak sobirin, dan ini uang untuk mang engkus, kalau bisa mamang jangan pinjem lagi sama rentenir, mamang juga ikut dosa.'' Ucap Nandi.


''Iya nak nandi, waktu itu mamang sangat kepepet biaya, pinjem sana sini tidak ada, ya terpaksa mamang pinjem rentenir.'' Jawab mang engkus.


Kini mang engkus merasa lega sudah ditolong oleh nandi, untuk menutupi utangnya pada pak sobirin.


Mang engkus telah membereskan hutang piutangnya pada seorang rentenir, kini tiada lagi beban yang telah menjerat mang engkus.


Berkat pertolongan nandi akhir tali baja yang selama ini telah menjerat mang engkus terputus karena nandi.


Ke'esokan harinya.


Disuasana pagi yang cukup cerah, mataharipun baru keluar menerangi bumi persada.


Nandi seperti biasa setiap pagi selalu ditemani oleh secanglir kopi hitam, dan sesekali kepulan asap roko dikeluarkannya dari mulut nandi.


Terus astuti keluar menghampiri nandi, dan duduk dikursi disampingnya nandi.


''Aa hari ini mau kebenkel sana gak?.'' Tanya Astuti.


''Iya pasti atuh, abang akan kesana, takut nanti ada buntut dari permasalahannya sigito.'' Jawab Nandi.


''Ooh gitu.'' Ucap Astuti.


''Dan lo bareng sama abang, takut kenapa-napa, apalagi kemarin lo dikejar-kejar dua cowo kan.'' Ucap Nandi.


''Iya Aa, dan gue ada satu perminta'an sama Aa, boleh kagak.'' Kata Astuti.


''ya boleh, perminta'an apa emang?.'' Tanya Nandi.


''Kalau boleh, gua minta dibimbingin untuk memperdalam ilmu bela diriku.'' Ucap Astuti.


''Tumben lo mau latihan bela diri, pastinya karena masalh kemarin kan?.'' Tanya Astuti.


''Iya bang semenjak ada dua cowo yang kurang ajar itu, gue jadi pingin mematangin ilmu bela diriku.'' Saut Astuti.


''Ya sudah lo nanti bisa gua bimbing, kan dibelakang bengkel ada tanah kosong nah disitu lo bisa dengan leluasa mengasah ilmu bela diri lo.'' Ucap Nandi.


''Ya sudah gue mau mandi dulu aa.'' Ucap Astuti.


''Ya sudah mandi sana, abang mau nunggu dulu kamal dan hasan.'' Ucap Nandi.


Astuti langsung masuk lagi kedalam menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan nandi masih asik duduk dikursi, sambil menyeripit kopi yang sudah agak dingin.


Kini waktu sudah menunjukan pukul 7:00, kamal dan hasan sudah pada datang, langsung memburu kebengkel dan duduk dibangku.


Nandi lalu mengambil kunci untuk membuka roling dor.


''Lo semua sudah pada ngopi belum?.'' Tanya nandi pada kamal dan hasan.


''Belum atuh.'' Jawab Kamal.


''Ya sudah sana bikin, sekarang gua mau kebengkel sana, nanti bila ada barang datang tolong dicek lagi, dan duit pembayarannya gua titipin sama nyokap.'' Ucap Nandi sambil membuka roling dor.


''Okee bos.'' Jawab Kamal.


Selang beberapa menit kemudian, astuti sudah tampil rapi sambil mendorong motornya keluar.


''Widiiiih tut, tampilanmu sangat cantik hari ini.'' Ucap Hasan.


''Iyaaa dong, Aa hasan genit juga rupanya, inget bini tuh.'' Ucap Astuti


''Buset dah, gua bilang gitu ko dibilang genit, gua bilang apa adanya, tapi masih cantikan istri gua atuh.'' Ucap Hasan.


''Ya iya dong, teh lina kan cantik, apalgi aa hasan suaminya.'' Ucap Astuti.


''Kiiiiww kiwww kiwww.'' Kamal ngeledekin hasan.


''Iih kamaludin, pingin aja ikut campur sue lo.'' Ucap Hasan.


''Inget tuh anak bini, madih genit aja lo ah.'' Ucap Kamal.


''Ya ingetlah sama anak istri mah, ya wajar gua bilang gitu emang astuti cantik dari sananya, iya gak tut.'' Ucap Hasan.


''Iyeee iyee.'' Jawab Astuti.


''Tuh kan, astuti juga biasa aja, knp lo jadi sewot mal.'' Ucap Hasan.


''Nggak ko, gua gak sewot biasa aja keles, hihihi.'' Ucap Kamal sambil cekikikan tertawa.


Nandi tersenyum, melihat mereka berdua yang tingkahnya kadang asik kadang berantem adu mulut dan saling ejek.


''Sehari aja gua gak ada lo berdua, kayanya dunia ini sepi.'' Ucap Nandi.


''Terus yang lain pada kemana di?.'' Tanya Kamal.


''Yang lain pada ngungsi, kedunia lain.'' Ucap Nandi.


''Widiiiihhhh.'' Ucap Kamal.


''Ya sudah gua mau berangkat dulu, inget pesan gua.'' Ucap Nandi, sambil melangkahkan kakinya menuju rumahnya.


''Okee bos.'' Kata Kamal.


Setengah jam kemudian nandi telah keluar dengan mendorong motor kesayangannya, lalu di injaknya selahan dan motorpun menyala.


Dengan tampilan sangat rapih, berkemeja warna grey dan jaket levis warna telor asin masih menggantung dipundaknya.


Tidak lama kemudian nandi sudah duduk dijok motornya, terus jaket levis dipakenya, dan helm sebagai pelengkap untuk berkendara.


Greng greng greng


Suara gas dikocoknya, dan kaki kiri menginjak porseneling untuk memasukan gigi pertama, setelah itu nandipun mulai menarik gasnya pelan-pelan, sambil menoleh pada kamal dan hasan.


Tiit tit.


Suara klakson berbunyi, pertanda pamitan pada anak buahnya.


''Ya di, titi dj.'' Ucap Hasan.


Dan Astutipun melakukan hal yang sama, betpamitan pada kamal dan hasan, dengan membunyikan suara klakson.


Kini kedua motor mulai melaju menelusuri jalan gang si'iran, jalan yang tidak terlalu lebar, kalau kebetulan berpapasan dengan mobil motor harus mepet-mepet ke tembok pagar rumah orang.


Setibanya dipertiga'an jalan raya, nandi menyalakan lampu sennya kekanan untuk mengambil jalur kiri, dan kendara'an pun sangat lalu lalang dijalan raya, sehingga nandi dan astuti cukup lama menunggu kendara'an agak srpi untuk menyebrang kejalur kiri.


""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""


Bersambung.


Dukung terus bagi yang suka dengan cerita ini, cukup mendaratkan jempolnya, dan tulis comentar, dan berilah saran apabila ada kesalahan dalam kata maupun isi cerita, Jadikanlah favorit bila suka dan berilah vote.


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat selalu dan sukses.

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2