
Malam yang terus larut, dan para warga gang si'iran pun sudah pada bubar meninggalkan tempatnya Nandi, sedangkan Nandi dan Kawan-kawan langsung membereskan alat-alat musik tersebut.
''Don ngangkutnya biar besok pagi aja, besok kan hari libur ini.'' Ujar Nandi.
''Baik di'.'' Jawab Doni singkat.
Pukul 01:15 menit.
Nandi, Sindi dan Anggita pulang ke rumahnya, sedangkan Gito, Hasan dan Pandi tidur di ruangan kedai, sementara Astuti dan Kamal masih duduk berdua ngobrol di depan teras rumahnya pak Dirman.
''Tadi saya sangat terharu sekali dengan sair lagu yang kau nyanyikan itu.'' Ujar Kamal.
''Hehee, makasih ya aa.'' Saut Astuti.
''Iya sama-sama,, btw malam sudah semakin larut, sebaiknya lo' cepet istirahat, gak enak sama orang tua lo', dan takut jadi fitnah bila di lihat orang.'' Ucap Kamal.
''Iya aa, aa juga tidur ya, mau pulang apa mau tidur bareng sama mereka di kedai?.'' Tanya Asruti.
''Gua tidur sama mereka aja.'' Jawab Kamal.
Dan setelah itu, kamal pun keluar dari teras rumahnya pak Dirman menuju tempat kedai untuk tidur bersama, Pandi, Gito, dan Hasan, sementara Doni pulang, karena harus mengantarkan Melinda pulang ke rumahnya, sedangkan Astuti pun sudah masuk dan menutup pintunya.
Malam pun terus berlalu, udarapun sudah dingin tearasa, para pamili gang si'iran pun sudah nampak tertidur dengan pulasnya, setelah mereka habis mengadakan acara hiburan yang sangat menguras tenaga dan pikiran mereka.
...............................
Ke esokan harinya.
Ketika sang surya sudah nampak memerah di timur di atas cakrawala bumi persada, dan lalu lalang kendara'an di jalanan pun sudah mulai memadat.
Dan disebuah komplek perumahan elit, yaitu di citra loka indah tepatnya di sebuah rumah mewah miiliknya pak Ardi juna pranata.
Disebuah kamar dilantai dua, nampak seorang wanita cantik lagi membukakan jendela kamarnya, sambil menghirup udara pagi sambil mengeringkan rambutnya mungkin habis membersihkan tubuhnya, dengan segelas teh hangat berada di atas meja.
''Cerah benar pagi ini.'' Gerutu wanita tersebut yang tak lain adalah Nina yunita.
Lalu diseripitnya sebuah teh hangat untuk memberi ke hangatan pada tubuhnya, dan setelah itu lalu Nina meraih handponnya yang tergeletak di atas meja.
Begitu handponnya di nyalakan, Nina tersontak kaget karena banyak sekali notifikasi yang masuk di aplikasi whatssap dan instagram miliknya.
Kemudian Nina membuka aplikasi whatsap, ada beberapa panggilan dan chat yang masuk.
''Waduuh,, panggilan dan chat dari aa Pandi, dan Astuti.'' Gerutu Nina sambil membaca chat yang masuk dari Pandi dan Astuti.
📱.Pandi ''Halo Nin sudah tidur rupanya ya, disini lagi rame ada acara dadakan,, memeriahkan Astuti dan Kamal yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya.''
Kemudian Nina pun membuka kiriman vidio dari Astuti, sebauah vidio di mana Nandi yang lagi menyanyikan lagu-lagu sendu.
''Wah suara pak Nandi benar-benar merdu sekali, hampir sama persis dengan penyanyi aslinya.'' Ujar Nina berkata sendiri.
Nina seperti menyesal tidak ikut hadir semalam dalam acara dadakan atas idenya Doni dan melinda, kemudian Nina membalas chat dari astuti dan Pandi.
📱.Nina ''Wah sori ya semalam gue sudah tidur, tidak tau kalau ada panggilan dari mu aa.'' Begitu chat balasan dari Nina untuk Pandi.
Lalu Nina membalas chat dari Astuti.
📱.Nina ''Sori tut, gue semalam sudah tidur, waduh kayanya meriah sekali acaranya, walaupun dadakan acaranya tapi seperti sudah dipersiapkan matang-matang.''
Tapi keduanya pun belum ada yang membalas chatnya dari Nina.
''Ko gak ada yang balas sih, apa mungkin masih pada tidur kali ya.'' Geruru Nina.
__ADS_1
Lama Nina menunggu balasan chat dari Astuti dan Pandi, kemudian Nina keluar dari kamarnya, lalu berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah.
Setiba di ruangan dapur nampak ibu yola yohana lagi sibuk memasak untuk mempersiapkan buat sarapan di pagi hari.
''Papah kemana mah?.'' Tanya Nina.
''Biasa, kalau hari libur papahmu suka jalan-jalan olah raga, dan membawa peralatas bulu tangkis segala.'' Jawab ibuk yola yohana.
''Ooh gitu.'' Ujar Nina.
''Ko pagi-pagi begini wajahmu sudah di tekuk begitu, ada masalah ya sama Pandi.'' Ucap ibuk yola yohana.
''Ooh tidak mah, cuman semalam Pandi dan Astuti memanggil dan ngechat Nina, tapi gak ku angkat karena semalam Nina ngantuk banget, sampai-sampai gak dengar kalau Astuti sama Pandi ngebel.'' Saut Nina.
''Ya terus kenapa wajahmu di tekuk begitu?.'' Tanya ibuk yola yohana.
''Semalam di gang si'iran ada acara dadakan, dan acar sangat ramai sekali, Nina merasa kesal karena tidak bisa hadir.'' Saur Nina.
''Ya kalau begitu salahmu sendiri.'' Ujar ibuk Yola yohana.
''Iya mah makanya ku kesel pada diriku sendiri, gak bisa ikut memeriahkan dalam rangka acara pelepasan masa lajang Astuti sama bang Kamal.
''Apa kamu bilang, Astuti mau nikah sama nak Kamal, ko sama mamah dan papah gak ada undangan.'' Ujar ibuk yola yohana.
''Ya belum mah, baru penentuan kali, Astuti juga belum tau, malam itu biasa acar para pamili gang si'iran itu pun idenya Doni dan pacarnya melinda, kan Doni punya alat-alat band yang biasa suka di rentalin.'' Ujar Nina.
''Ooh begitu toh, terus kamu kapan mau menyusul Astuti, mamah sudah kepingin menggendong cucu, biar suasana dirumah jadi bersinar.'' Ucap ibu yola yohana.
''Aah ibuk, kerja juga baru berapa bulan, masa mau langsung nikah sih buk, nanti biar tabunganku banyak dulu.'' Saut Nina.
''Wah kalau kamu berpikirnya begitu, nanti keburu tua lho, dan pandi jadi gak mau sama kamu.'' Ujar ibuk yola yohana.
Setelah itu terdengar suara motor terparkir di depan rumah, dan tidak lama lagi terdengar mengucapkan salam
''Assalam mualaikum.''
''Wa alaikum salam, tuh papah baru pulang pas banget makanannya sudah matang semua.'' Ucap ibuk yola.
Ternyata yang baru datang itu adalah pak Ardi juna pranata, yang baru pulang habis berolah raga badminton.
''Wah papah badminton di mana pah?.'' Tanya Nina.
''Biasa di gor komplek ini.'' Jawab Pak Ardi juna pranata.
Setelah itu keluarga Ardi juna pranta pun langsung melaksanakan sarapan pagi bersama anak istri, dengan lauk pauk serba ada, dan sayuran serta lalapan mentah, ciri khas makanan orang sunda.
''Kamu gak ada acara hari ini Nin?.'' Tanya pak Ardi.
''Ada sih pah, rencananya sih aku mau jalan bareng sama Pandi sekarang.'' Jawab Nina.
''Mau jalan kemana kamu nak?.'' Ibu Yola yohana bertanya.
''Gak tau tuh Pandi, katanya sih mau ke telaga, kawasan wisata sebelah barat kota ini.'' Jawab Nina.
''Ya sudah, tapi jangan lupa bawa mukena buat nanti kamu solat disana.'' Ujar ibuk yola yohana.
''Iya buk, itu mah pasti, karena para pamili gang si'iran, alhamdulilah gak pernah lupa waktu.'' Saut Nina.
''Alhamdulilah kalau begitu, papah jadi tenang mendengarnya.'' Pungkas pak Ardi juna pranata.
''Papah jangan terlalu kuatir, semua sahabatnya Nandi, selalu melaksanakan yang lima waktu.'' Ujar Nina.
__ADS_1
''Ya syukur deh, papah dan mamah selaku orang tua sangat kuatir sama anak takut salah dalam pergaulan, apalagi di jaman sekarang ini, sangat susah untuk memilih teman yang benar-benar yang mengerti di situasi kondisi apapun, kebanyakannya kalau kita lagi naik datang mendekati kita, kalau kita lagi turun tidak ada yang datang sama sekali.'' Ujar pak Ardi juna pranata.
''Ya kalau orang begitu tuh, cuma teman di meja makan aja pah, giliran kita lagi seneng datang, pas kita lagi turun menghilang.'' Saut Nina.
Kemudian setelah itu makan pun sudah selesai, Nina langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya, untuk ganti salin.
Setelah Nina berpakaian rapi lalu Nina meraih kunci mobil di atas meja dan sebuah tas, lalu keluar dari kamarnya, kemudian berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar.
''Pah, mah ku jalan dulu ya.'' Ucap Nina sambil mencium tangan pak Ardi juna dan ibuk Yola yohana.
''Iya hati-hati nak, jaga kesehatan dan keselamatan.'' Saut ibuk yola.
''Iya mah, pah, assalam mualaikum.'' Ucap Nina sambil melangkah keluar.
''Wa alaikum salam.'' Jawab pak Ardi juna dan ibuk Yola yohana, sambil menatap kepergian anak satu-satunya itu.
Sementara Nina, sudah masuk kedalam mobilnya, dan mobilpun langsung di nyalakannya, kemudian mobilpun berjalan mundur keluar dari garasi, dan satpam penjaga pintu gerbang pun spontan langsung membuka gerbangnya.
''Terima kasing pak.'' Ucap Nina pada satpam penjaga.
''Iya non sama-sama, dan hati-hati non di jalan.'' Ujar satpam penjaga gerbang.
''Iya pak, makasih.'' Saut Nina sambil menginjak gasnya, dan mobilpun sudah meluncur keluar dari gerbang tersebut.
Kini mobil honda jaz warna hitam, telah melaju di jalan raya, yang kebetulan jalananpun tidak terlalu di padati oleh kendara'an, jadi lajunya mobil yang Nina kendalikan sangat lancar sekali.
Tidak lama kemudian mobil yang Nina kendalikan sudah sampai di jalan delima, lalu Nina meminggirkan kendara'annya dan berhenti, kemudian Nina mengambil handponnya dari dalam tas, dan di bukanya aplikasi whatssap, nampak ada notipikasi sebuah chat masuk.
''Wah pandi ngchat gue.'' Gerutu Nina.
📱.Pandi ''Pagi Nin, gua tunggu dikedainya Nandi, kebetulan Nandi beserta keluarga, Astuti dan Kamal pun mau ikut liburan.''
Kemudian Nina langsung membalas chat dari Pandi.
📱.Nina ''Oke aa, gue juga sudah di jalan delima, sebentar lagi juga sampai.''
Dan setelah itu Nina pun menutup handponnya, lalu menghidupkan kembali mobilnya menuju gang si'iran.
Sepuluh menit kemudian Nina pun telah sampai di depan kedainya Nandi, sebelum Nina keluar dari mobilnya, nampak pandi berjalan mendekati mobil tersebut, Nina tersenyum manja dengan pancaran sinar kecantikannya, dan berkata.
''Ternyata aa Pandi cowo yang perhatian.'' Gumam Nina dalam hatinya.
Lalu Nina pun membuka pintu mobilnya, dan Pandi sudah berdiri didepan pintu.
''Selamat pagi tuan putri, ayo kita duduk dulu di sana.'' Sapa Pandi.
''Iya Terima kasih pangeran ku.'' Ucap Nina sambil menyambut uluran tangannya Pandi, kemudian berjalan memasuki ruangan kedai.
Dan Setelah itu munculah Doni dan Pacarnya melinda dengan mobil avanza warna putih.
•••••••••••••••••••••••
Bersambung.
Terima kasih kepada para reader dan kaka author yang sudah memberi dukungannya, dan mohon maap bila ku jarang update setiap hari, karena ku juga membagi-bagi waktu dengan kerja'an.
Jangan lupa ya menyertakan like, comentar, favorit, dan berikan vote serta hadiahnya.
Salam sehat dan sukses selalu.
''Assalam mualaikum''
__ADS_1