SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 229


__ADS_3

Kini kota yang tadinya banyak menyimpan sejuta kenangan indah dan suasananya yang sejuk bikin betah bagi para pelancong atau yang sengaja menyisihkan waktunya untuk berlibur, kata itu kini tiada lagi, bahkan kejahatanpun selalu muncul di setiap sudut-sudut kota.


Seperti halnya yang lagi di rencanakan oleh ketiga pria yang lagi berada dalam sebuah mobil mewah(Ferrari). Sedari tadi ke tiga lelaki itu terus mengawasi rumahnya Nandi.


"Sangat tidak mungkin Han kalau kita bikin ulah di sini." Ucap salah satu temannya yang bernama Ricad.


Ternyata ke tiga pria itu adalah Handoko, Ricad dan Aldi, yang akan memulai aksinya untuk membalaskan dendamnya terhadap Nandi dan keluarganya.


"Orang gila juga mikir-mikir kalau mau bikin keributan di sini, apalagi kita cuma bertiga." Ujar Handoko.


"Ya terus rencana kita sekarang gimana?." Tanya Aldi.


"Hari ini kita cari impormasi dulu, Noh noh noh coba kalian lihat itu yang keluar rumah, seorang wanita dan anak kecil usia sepuluh tahunan, berarti itu anak dan isttinya Nandi, weeh boleh juga istrinya si Nandi cantik rupawan." Ujar Handoko.


"Tapi sepertinya wanita itu lagi hamil deh." Cetus Aldi.


"Pokoknya gue pingin si Nandi hancur, langkah pertama kita harus menculik orang yang sangat ia cintainya, istri dan anaknya." Ujar Handoko


"Lalu kapan kita mulai melancarkan aksinya?." Tanya Ricad.


"Nanti kita atur waktu yang bagus, dan cari tempat yang terpencil untuk menyekap anak dan istrinya Nandi, demi orang yang di cintainya apapun dia akan melakukannya, kita minta uang tebusan, setelah itu baru kita menghabisinya, hahaha." Ujar Handoko tertawa penuh bahagia, Ricad dan Aldi pun ikut tertawa.


Ketika mereka lagi tertawa di dalam mobil, mereka tersontak kaget karena melihat Nandi melintas di samping mobilnya yang lagi terparkir di pinggiran jalan Gang Si'iran.


"Lha itu orang nya yang bernama Nandi itu." Tunjuk Handoko bernada pelan.


Ricad dan Aldi pun lalu melihat ke arah Nandi yang lagi melaju dengan motor Rx kingnya.


"Ooh itu yang namanya Nandi, kalau gue perhatiin kayanya dia bukan orang sembarangan Han." Celetuk Ricad.


Aldi menatap pada Nandi dengan sangat intens lalu berkata.


"Ow dia rupanya." Cetus Aldi.


"Lha emang lo' kenal Al?." Tanya Ricad.


"Kalau kenal sih kagak, cuma lihat motornya, dia pernah menjadi raja jalanan dulu." Ujar Aldi.


"Iya benar apa yang di katakan Aldi, dulu Nandi punya kisah perjalanan yang hitam, menurut impo yang gue terima dulu sewaktu gue masih bekerja di perusahaan suplier, awal gue ketemu waktu ada meeting dengan perusaan Tirta Jaya Sakti, dan gue waktu itu menganggap dia remeh, eh ternyata mangemen nya sangat bagus, sehingga PT Tirta Jaya Sakti selalu mempercayakan Nandi untuk melancarkan produksinya, nah dari situ gue mulai benci ingin menjatuhkannya berbagai cara gue lakukan tapi selalu gagal, dan sekarang gue ingin menghasinya, biar apa yang gue rasakan dia pun harus merasakannya lebih dari apa yang gue alami." Ungkap Handoko.


"Lalu langkah kita sekarang gimana?." Tanya Aldi.


"Sekarang kita kembali ke markas." Ujar Handoko sambil menyalakan mobil mewahnya berputar balik meninggalkan Gang Si'iran.


...............


Sementara di kawasan PT Anggita Surya Mandiri, di jam istirahat, Toglo sebelumnya sempat mengirim chat pada Nandi, ada yang ingin di bicarakannya secara empat mata, dan Nandi pun membalas menyuruh Toglo datang ke ruang kerjanya pada jam istirahat.


Toglo pun berjalan dengan terburu-buru menuju kantor, setelah tiba di teras Kantor Toglo berpapasan dengan Sapitri.


"Eeh kamu Wanda, mau kemana?." Tanya Sapitri.


"Di suruh pak Nandi, apa Pak Nandinya ada?." Toglo balik bertanya.


"Oh ada, Pak Nandi masih di ruang kerjanya, ya sudah masuk aja." Ujar Sapitri.


"Lalu ibuk mau kemana?." Tanya Toglo.


"Ya biasa Wan, kalau jam istirahat aku selalu pulang dulu ke rumah, kasihan ibuk suka nyiapin makan siang di rumah." Ujar Sapitri.


"Wah waah wanita teladan calon masa depan, siapa? pun orangnya yang nanti menjadi suami ibuk pasti deh bahgia, wanita karir dan tidak boros selalu menghemat uang." Ujar Toglo.


"Ah Wanda, kamu bisa aja, ya kalau bukan kita siapa lagi yang menciptakan hidup hemat." Ujar Sapitri.


"Iya benar sih. Btw ku masuk dulu ya." Ujar Toglo.


"Iya Wan."


Toglo lalu menbuka pintu yang mau memasuki kantor, dan melangkah menuju ruang kerjanya Nandi.


Tok


Tok


Tok


"Assalam mu'alaikum." Sapq Toglo.


"Wa alaikum salam, iya masuk." Jawabnya.


Toglo pun langsung mendorong pintu masuk ruangan kerja Nandi.

__ADS_1


"Silahkan duduk Glo." Ujar Nandi.


Toglo pun lalu duduk di kursi, kemudian Nandi membuka pentilasi udara biar tidak pengap.


"Biar ngbrol lebih pokus saya pesan dulu kopi." Ujar Nandi sambil meraih handphone nya di meja lalu melakukan panggilan pada OB.


📞.Nandi "Halo Jar, tolong bawain kopi dua ke ruangan kerja saya ya."


📞.Jaroni "Baik pak Bos."


Kemudian Nandi pun langsung menutup kembali handphone nya di letakan lagi di meja.


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk


"Iya masuk Jar." Ucap Nandi.


Sang Ob alias Jaroni langsung masuk dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi hitam, lalu di letakan di meja.


"Ini pak Bos kopinya." Ujar Jaroni.


"Iya terima kasih Jar."


"Sama-sama pak Bos, saya undur dulu." Ujar Jaroni sambil menoleh ke arah Toglo.


Toglo pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Setelah Jaroni krluar dari ruangan, Nandi langsung bertanya pada Toglo.


"Ada hal penting apa?." Tanya Nandi.


Kemudian Toglo pun menceritakan tentang mimpinya itu, dan pesan dari ki Parta untuk Nandi. "Nah begitu pak bos yang akan saya sampaikan pada pak Bos." Ujar Toglo.


"Iya Glo terima kasih, sayapun merasakan hal itu, dari bisikan gaib, lantas apakah kamu sudah bisa memprediksi siapa? Kiranya yang punya dendam sama saya?." Tanya Nandi.


"Dari sekian banyak Geng yang bermasalah sama kita tidak ada yang setajam dengan ucapannya Handoko sewaktu dia di jebloskan kedalam penjara." Ujar Toglo.


"Kamu hebat Glo, dari tatapan matapun kamu sudah bisa membaca isi hati manusia, saya pun mengira begitu, kita pasrah aja, mungkin apa yang terjadi pada diri saya ataupun keluarga saya, itu semata-mata karena sudah ada dalam perjalanan hidup saya mungkin Glo, ya semoga aja kita semua di beri perlindungan dari segala mara bahaya." Ungkap Nandi.


"Amiiin." Ujar Toglo.


"Ayo di minum kopinya Glo." Ujar Nandi, sambil meraih gelas kopi, setelah ada tawaran dari Nandi Toglo pun langsung meminum kopinya.


••••••••••••••


Sekitar pukul 14:30 menit. Buk sari yang merasa kehilangan yang biasanya Anggita dan Sindi suka datang kelapak, waktu itu tidak nampak, Buk Sari meraasa penasaran apalagi ia merasa tidak enak hati terus.


"Anggita dan nak Sindi ko tidak kelihatan." Cetus Buk Sari pada pak Dirman.


"Mungkin main di taman kali Buk, coba kamu tengok." Ujar pak Dirman.


Baru saja Buk sari mau bernjak dari tempat duduknya, terdengar Nandi memanggil.


"Buk ibuk." Panggil Nandi.


"Iya Nandi ada apa." Jawab Buk sari agak kencang karena berisik dengan suara pekerja yang lagi memilih barang bekas.


"Anggita dan Sindi belum pulang buk?." Tanya Nandi.


"Lho lho ko nanya sama ibuk, bukankah kalau istirahat kamu suka pulang kerumah, kan biasanya juga istrimu gak pernah ikut." Ujar Buk sari.


"Iya tadi Sindi ikut, karena dari pihak sekolah mau ada rapat dan orang tua murid harus hadir salah satunya, tadi jam dua belas ku chat, katanya masih rapat, barusan ku bel malah tidak aktip handphone nya." Ujar Nandi.


"Ko hati ibuk jadi tidak enak begini ya coba kamu telpon Wawan, dia pun hari ini ijin, mau menghadiri rapat katanya." Ujar Buk Sari.


"Ibu saja yang me nelpon Wawan, aku mau ke sekolah sekarang." Ujar Nandi sambil bergegas pergi kerumahnya.


Setiba di rumah Nandi menyambar jaket levis ciri khasnya dan helm buat pelekap berkendara, lalu memburu pada motornya, dan di nyalakannya.


Preng


preng peng


Motorpun sudah di nyalakannya dan langsung di tarik gasnya kencang, motor Yamah Rx king melaju dengan cepat menuju sekolahnya Anggita.


Tidak lama kemudian Nandi telah tiba di sekolah, sambil celingukan kesana kemari, dengan wajah mulai panik karena di sekolah sudah tidak ada siap-siapa, cuma satpam penjaga yang nampak terlihat, Nandi mencoba menenangkan hatinya lalu turun dari motornya melangkah menuju pos penjaga.


"Assalam mu'alaikum pak." Sapa Nandi.


"Wa alaikum salam, iya pak ada yang bisa saya bantu." Ujar satpam penjaga.


"Ini yang rapat sudah pada bubar?." Tanya Nandi.

__ADS_1


"Oh sudah dari tadi pak, setengah satu bubarnya, bapak mau mencari siapa?." Tanya Satpam.


"Ini pak anak saya dan istri saya, sampai jam segini belum pulang, makanya saya kesini, mau mastiin." Jawab Nandi.


"Lho ko bisa, anak bapak siapa?." Ujar Satpam lanjut bertanya.


"Nama anak saya Anggit, dan istri saya bernama Sindi." Jawab Nandi.


"Ooh jadi bapak ini bapaknya Anggita, tadi saya lihat sudah jalan pulang ko." Ujar Satpam.


"Ya sudah kalau begitu, saya akan mencarinya, terima kadih ya pak." Ujar Nandi.


"Iya pak sama-sama."


Nandi langsung membalikan badannya dan melangkah menuju pada motornya, kini ke kuatiran mulai menyerang jmhati dan pikiran Nandi.


"Coba gua telpon lagi." Gerutu Nandi sambil merogoh handphone nya disaku jaket


Nandi lalu melakukan panggilan ke nomornya sindi sampai berulang-ulang tapi jawabannya tetap sama "Namor yang anda tuju berada di luar jangkauan"


"Kemana sih kamu sayang, jangan bikin aku kuatir dong." Gerutu Nandi bermonolog.


Setelah itu Nandi langsung menyalakan lagi motornya, yang sebelumnya srmpat mengirim pesan melaui aplikasi whatssap pada ibuknya, Astuti dan para famili gang Si'iran bahwa Anggita dan Sindi hilang.


Motor yamaha Rx king melaju menelusuri setiap jalan dan Gang-Gang di wulayqh kota itu, di sa'at kepanikan Nandi akan anak dan Isttinya yang hilang tanpak ada jejak dan tak satupun yang mengetahui, tiba-tiba Terdengar bunyi getaran di saku jaketnya.


Dreeetttt


Drreeettttt


Drreettt


Nandi menghentikan laju kendara'annya sambil mengambil handphone nya di balik saku jaket.


"Nomor siapa ini, ah mungkin cuma orang iseng." Gerutu Nandi sambil memtikan panggilan masuknya.


Lalu ia menyalakan lagi motornya, tapi baru saja mau memasukan gigi, suara getar terdengar lagi.


"Siap sih, gak tau kalau gua lagi pusing." Ujar Nandi sambil mengambil lagi handphonenya, karena merasa penasaran Nandi lalu mengangkatnya.


📞.Nandi "Halo siapa lo' sudah gak ada kerjaan ya."


📞.Nomor tidak di kenal "Buseet galak amat, sudah ketemu dengan anak istrimu."


Mendengar perkata'an itu, Nandi sontak kaget, dan darahnya mendadak mengalir dengan cepat keseluruh organ.


📞. Nandi "Anda siapa, kenapa anda bisa tau yang gua alami sekarang."


📞.Nomor tdk di kenal "Ya tentu dong, karena keselamatan anak dan istrimu berada di tangan gue."


📞.Nandi "Anda jangan coba-coba bermain-main sama gua."


📞.Nomor tdk dikenal "Gue gak pernah main-main, kamu mau dengar anak mu ini ada pada gue."


📞.Nomor tik di kenal "Ayaah aaayah tolongin gita ayah." Srpintas terdengar suara Anggita.


"Kamu dengar kan."


📞.Nandi " jangan sakitin anak dan istri gua, atau lo' akan menyesal, sekarang katakan di mana kamu berada."


📞.Nomor tidak di kenal "Hahaha, tenang dong jangan panik begitu, anak dan istrimu tidak akan gue apa-apain, tapi ada saratnya."


📞.Nandi "Apa saratnya? Cepat katakan."


📞.Nomor tdk dikenal "Widiih napsu amat baikalh, sediakan uang seharga mobil ferrari."


📞.Nandi "Apa????? bangsat lo kamu mau merampok."


📞.Nomor tdk di kenal "Ya itupun kalau anda sayang sama anak dan istrimu, karena saya tidak pernah main-main."


Sejenak Nandi menenangkan pikirannya, karena dengan pikiran yang tenang akan dengan mudah melewati semua kesulitan.


📞.Nandi "Baiklah saya akan sediakan apa yang kamu minta, tapi katakan dimana kamu berada."


📞.Nomor tdk dikenal "Oke, siapkan dulu uangnya nanti gue akan kirim alamatnya, jangan coba-coba bohongin gue, karena mata gue ada di mana-mana."


Setelah itu Telponpun langsung di tutupnya, dan Nandi mencoba untuk menghungi nomor tersebut langsung mailbox.


Sebelum Nandi menyalakan motornya, ia mendonggakan wajahnya ke langit sambil mengangkat kedua tangannya.


"Ya Allah berilah perlindungan pada anak dan istri hamba, hamba yakin dengan ijinmu tak ada satupun yang bisa menyentuh anak dan istri hamba." Doa Nandi pada yang kuasa.

__ADS_1


Setelah itu Nandi langsung menyalakan lagi motornya melaju kencang menuju Gang Si'iran.


__ADS_2