SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 56


__ADS_3

Setelah itu para tamu pun pada bubar, tinggal nandi dan para sahabatnya yang masih stay disitu.


Setelah lama nadi ngobrol panjang lebar dengan ujang komar, dan pak suganda.


Akhirnya nandipun pamitan untuk pulang, karena masih ada keperluan lainnya.


Nandi dan seluruh kawanannya, sudah menaiki motornya masing.


Tid tidid.


Suara klakson pun berbunyi, merekapun sudah mulai mengendalikan kendara'annya masing-masing.


Pak suganda dan istrinya serta ujang komar bediri sambil memandang kepergiannya nandi dan yang lainnya.


Nandi berada digaris terdepan, yang di ikuti kamal, doni dan pandi.


Secepatnya merekapun sudah mulai memasuki jalan raya yang mau mengarah pada jalan delima, motor terus melaju dengan kecepatan rata-rata 80 km, suara motor yamaha rx king cobra nandi dan pandi, begitu nyaring.


Disa'at mereka lagi melaju dengan beriringan tiba-tiba dari belakang, nampak terlihat dari sepion ada empat motor dengan berboncengan, melaju dengn cepat mengejar rombongannya nandi.


Begitu ke emapt motor itu sudah agak dekat, mereka memeped hampir rapat dengan motornya rombongannya nandi, dan salah satu dari yang diboncengnya, menggodai sindi dan astuti, sambil tangannya yang usil mencolek sindi.


''Haii, cewe lo' cantik amat siih.'' Ujarnya.


Sindi lalu buang muka, sambil berkata pada nandi.


''Aa itu orang godain gue terus.'' Bisik sindi ditelinganya nandi.


''Ya biarin aja, selagi mereka tidak berlaku kurang ajar pada kita semua.'' Saut nandi.


Kamal dan gito serta pandi, yang melihat mereka seperti sengaja ingin memperkeruh suasana, untuk sementara bisa menahan emosinya.


Tapi setelah disabarin, mereka malah tambah kurang ajar, akhirnya kamal dan gito serta pandi bangkit amarahnya.


''Haii bang kalian bisa gak, sopan dikit pada orang.''ujar kamal.


Ke'empat pengendara yang berboncengan itu malah tertawa mendengar kamal bilang begitu.


''Hahaha, apa lo' bilang, emang kita kurang sopan gitu.'' Jawab mereka.


''Haii nona, siapa sih namamu, walaupun gayamu tomboy tapi lo cantik dan menawan.'' Ujar mereka sambil ngegoda'in astuti.


Astutipun serasa dilecehkan oleh cowo-cowo tersebut, dan astuti, lalu membentak mereka sambil meludah.


Cuuuiih.


Astuti meludah, karena merasa dilecehkan oleh kawanan orang-orang itu.


Setelah melihat astuti yang bagi mereka sudah menghinanya, dengan meludah hampir mengenai mukanya.


Merekapun kini sudah beda gaya bicaranya, yang kasar, dan tercium oleh astuti bau menyengat dari mulut mereka.


''Hai jaga tuh mulutmu wanita jahanam, gue sumpahin busuk tuh mulut lo'.'' Teriak mereka sambil tertawa lebar.


Kamal yang mendengar ocehan orang-orang yang tidak dikenalinya itu, sudah membuat darahnya mendidih, begitupun pandi dan gito serta doni yang berada dibelakangnya, sudah hilang kesabarannya.


''Haaii bang, apa sih maunya kalian dari kita.'' Ujar kamal sambil terus mengendalikan motornya.


''Hahaha, lo pacarnya, galak juga rupanya lo'.''


''Kita habisin saja mereka, nanti cewe-cewe ini baru kita ajak berpesta iya gak.'' Celoteh mereka dari yang dibonceng itu.


Pandi terus menarik gasnya menyalip kearah kanan mendekati nandi seperti ada yang akan pandi sampaikan pada nandi, yang nampak nyantai tidak terpancing emosinya.


''Di, gimana nih mereka semakin kurang ajar.'' Ujar pandi, sambil memegang kendali motornya.


Nandi hanya memberikan isarat pada pandi, dan isarat itu sudah pandi ketahui, lalu pandipun menyampaikannya pada kamal dan doni.


Setelah nandi memberikan isarat pandi, selang beberpa menit, nandi, pandi, kamal dan doni dengan cepat seperti sudah terlatih, tiba-tiba motor nandi dan kawanannya berhenti dengan setandar langsung terpasang rapi tanpa goyah sedikitpun, nandi langsung melompat dari motornya, dengan pososi sindi tetap duduk dijok motor, begitu gito, pandi, kamal dan doni.


Ke'empat pengendara motor itupun langsung kaget dengan aksinya nandi dan kawan, sehingga mereka tidak bisa mengendalikanblaju kendara'annya, dan ahirnya saling bertubrukan dengan teman-temannya sendiri, dan posisinya sudah jauh didepan barisan nandi.


Nandi, kamal, gito, pandi dan doni tertawa puas melihat mereka bertumpukan.


''Hahahahhaha, makan tuh, bawa motor yang bener dong, sudah pada punya sim belum.'' Ujar nandi sambil tertawa lebar yang diikuti oleh sahabatnya itu.


Sambil bangun tertatih-tatih nampak wajah dari mereka merah menyala, karena sudah dipermalukan oleh nandi.


Kini mereka berjumlah jadi delapan orang, dari empat motor itu, karena semua berboncengan.


''Kunyuk, rupanya kalian ngajak ribut pada kita-kita.'' Teriaknya.


''Hai bang, apa gua gak salah dengar, yang ngajak ribut itu gua apa lo' lo' semua.'' Ucap nandi.


''Banyak mulut lo' ayo kita hajar mereka cuma lima orang ini.'' Teriaknya menyerukan perang pada temannya.


Mereka terus berlari menyerang nandi beramai-ramai.


Heaaaaaa.

__ADS_1


Nandi dan rombongannya dengan sangat tenang menghadapi mereka, yang berlari kearahnya sambil pasang muka garang.


Kini perkelahianpun tidak dapat dihindari lagi, dimalam itu, pukul 23:40 menit jalan sudah sangat sepi itu, dijadikan ajang adu jotos.


Sementara astuti menjaga sindi dan indri pacarnya doni, karena kedua gadis itu sangat lugu, tidak bisa olah bela diri, makanya astuti membentengi sindi dan indri takut ada hal-hal yang tidak di inginkan.


Kamal dan gito begitu agresip menghadapi lawannya


Nandi dan pandi menghadapi dua lawan satu, serangan-serangan dari mereka itu sangat tidak beraturan, sehingga gito pun sudah bisa menyelesaikan lawannya, disisi lain mulut mereka semua berbau alkohol.


Duk duk duk duk deas deas deaass.


Pukulan demi pukulan dari rombongan nadi semua bersarang pada mereka.


Nandipun tidak begitu sulit melumpuhkan mereka, hanya dengan sabetan dan guntingan dari jurus beladiri nandi mereka semua sudah dibikin tidak berdaya.


Hanya dalam lima belas menit perkelahian berlangsung, kedelapan orang itu, kini meraung-raung kesakitan sambil duduk selonjoran diatas aspal. dengan muka pada bonyok.


Kamal dan gito tertawa puas melihat mereka yang mukanya pada membiru, tersinari lampu jalan.


''Hahahaha, kasian juga gua melihatnya, makanya kalian jangan berlaga sok jago, baru segitu juga lo pada sudah keok.'' Ujar gito


''Apa perlu gua tambahin lagi muka lo', biar menjadi monster atau goblin gitu.'' Ucap kamal.


''Ampun bang, gue ngaku salah ampuni kami bang.'' Ucapnya.


''Alaaah, sekarang aja lo minta ampun, tadi gaya lo pada sudah seperti pendekar sakti aja.'' Pungkas pandi sambil mengangkat baju salah satu dari mereka.


''Ampun bang ampun.'' Ujarnya.


''Sudah pan, kasian, ya sudah kita cabut, biarkan mereka mengurus dirinya masing-masing.'' Ucap nandi.


Nandi, pandi, kamal, gito dan doni, menuju pada kendara'annya masing-masing.


Setelah itu merekapun sudah melajukan lagi motornya dijalan raya yang sudah sangat sepi itu.


Dan kedelapan orang itupun terbangun satu persatu dengan tertatih-tatih, sambil merasakan sakit dikepala dan ulu hatinya.


''Buseet dah, ternyata mereka semua super hero, pada jago berantem.'' Ucap orang yang berambut pirang.


Merekapun terus membangunkan motornya yang tergeletak bertumpukan dengan yang lainnya.


Sementara nandi dan kawan-kawan, sudah sampai dipertiga'an jalan yang mau masuk gang si'iran, kini lampu sen kiri sudah nampak berkedip-kedip pertanda mereka akan belok kiri, sehingga akhirnya merekapun sampai didepan bengkel.


Doni, pandi dan gito langsung bablas pulang kerumahnya, sedangkan kamal masih tetap menemani nandi.


Mereka duduk berkumpul dibangku, sambil bakar-bakar sampah untuk menghangatkan tubuhnya, karena udara malam yang terasa dingin menusuk tulang-tulang sendi.


''Oke, tunggu bentar ya, gua jalan dulu.'' Ujar kamal.


''Ko jalan kaki, emang deket.'' Pungkas sindi.


''Deket, dibelakang, dekat posnya gang si'iran, ada tukang roti bakar mangkal 24 jam.'' Ujar astuti.


''Ooh begitu ya.'' Ucap sindi.


Setelah itu kamalpun sudah kembali dengan membawa roti bakar dan minuman wedang jahe, untuk menhangatkan badan yang kedinginan karena cuaca dimalam itu sangat dingin sekali.


Kini astuti seperti sudah merasa mulai suka pada pemuda yang bertumbuh gempal(kamal).


Semakin sering nereka berdekatan perlahan-lahan cinta dalam diri mereka berduapun mulai bangkit, kamal pemuda yang keras kepala dan usil serta berdarah panas, kini semakin lunak dihati astuti. kamalpun berwajah manis dengan kulitnya sawo matang dengan rambut tebal dan panjang sebahu mulai disukainya oleh gadis, adik dari sahabatnya sendiri.


Kedekatannya kamal dan astuti, mulai dicurigai oleh nandi dan sindi.


Nandi mengajak sindi untuk ngobrol empat mata, menjauh dari astuti dan kamal, selain itu nandipun pingin mengetahui kecuriga'annya itu apa cuma praduga saja, ataukah benar mereka sudah menjalin hubungan dengan diam-diam.


Nandi dan sindi ngobrol diteras depan rumahnya, sedangkan kamal dan astuti lagi asik bercanda ria, didepan bengkel sambil minum wedang jahe.


Canda ria antara kamal dan astuti nandi perhatikan terus.


''Wah bener nih kamal dan dek tuti, seperti sudah menjalin hubungan.'' Ucap nandi.


''Kalau dilihat dari cara mereka ngobrol dan memandang, sepertinya mereka sudah berbicara dari hati kehati.'' Ujar sindi.


''Iya sih.'' Ucap nandi.


''Emang kenapa gitu aa, kalau mereka menjalin hubungan berpacaran, gak boleh gitu?.'' Tanya sindi.


''Ya boleh-boleh saja, gua juga gak akan ngelarang, cuma gua pingin tau aja benar apa kagak, gitu doang.'' Jawab nandi.


''Oooh begitu toh.'' Ucap sindi.


Nandi dan sindi terus saling pandang, sambil tangannya merayap diatas meja, seperti jalannya kepiting diatas pasir putih.


Disa'at bersama'an kedua tangan itu bentrok, dengan luwes jari jemarinya saling cengkram dalam gengaman cinta yang begitu dalam, angin sepoi-sepoi terus menerpa mengipasi dua sejoli yang sedang dilanda cinta.


Setelah itu ditariknya tangan sindi mendekati sebuah bibir manis bergincu, terus nandi menciumi tangannya sindi.


Betapa bahagianya sindi ketika tangannya bersentuhan dengan bibir manisnya nandi.

__ADS_1


''Aa makasih ya, aa sudah memberikan kebahagian padaku.'' Ucap Sindi.


''Iya sama-sama sin, gua juga senang kalau selalu ada didekatmu, yan sudah lo' cepet tidur dikamarnya astuti, sudah malam, besok kerja.'' Ucap nandi.


''Astutinya juga masih asik ngobrol sama kamal.'' Ujar sindi.


Sementara astuti dan kamal masih asik ngobrol ngaler ngidul, terkadang saling ejek, sambil tertawa riang gembira.


''Heh mal, kalau gua perhati'in dengan sekasama, lo' ganteng juga ya, manis lagi.'' Ujar astuti.


''Ah masa sih tut, yang bener aja, muke pas-pasan begini masa dibilang ganteng, aduh jadi baper nih gua.'' Ucap kamal.


''Widiih, jangan kege'eran lo', emang sebelumnya gak ada yang bilang ganteng sama lo'.'' Ucap astuti.


''Ya banyak sih.'' Jawab kamal.


'' Cewe apa cowo?.'' Tanya astuti.


''Ya cewe cowo sih.'' Jawab kamal.


''Terus cewe yang bilang ke elo' itu orangnya cantik?.'' Tanya astuti.


''Ya masih cantikan lo' atuh.'' Jawab kamal.


''Berarti orang cantik pertama yang bilang lo' ganteng itu gue dong.'' Ucap astuti.


''Iya, karena lo' yang pertama dan terakhir.'' Ucap kamal.


''Maksud aa kamal apa?.'' Tanya astuti.


''Cewe cantik yang pernah bilang gua ganteng.'' Jawab kamal.


''Woowww, buset dah.'' Ujar astuti.


''Kenapa emang?.'' Tanya kamal.


''Kagak.'' Jawab astuti singkat.


Setelah itu astuti pamit pada kamal, untuk istirahat dulu berhubung malam yang sudah larut.


''Btw gue, mau bobo dulu ya aa kamal, daah.'' Ucap astuti.


''Ya sudah, met istirahat ya, moga mimpi ibdah.'' Ucap kamal.


Waktu malam pun semakin bergeser, astuti dan sindipun sudah merebahkan badannya diatas kasur, dengan berselimutkan kain tebal.


Sedangkan nandi dan kamal tidur dibengkel, diruangan kecil tempat istrihat untuk karyawannya, yang muat untuk tiga orang.


Ke esokan harinya.


Sa'at mentari sudah mulai bersinar menyinari bumi pertiwi, disebelah timur.


Suasanapun seperti biasa sudah ramai kembali, jalananpun sudah mulai lagi dipadati oleh berbagai macam kendara'an.


Disebelah barat utara gang si'iran, letaknya digang sawah, disebuah gubuk kecil, dengan air pancuran yang terus mengalir jernih, nampak sitoglo abis membersihkan badannya, dengan membawa ember yang berisikan air, buat keperluan memasak.


Toglo lalu menyimpan ember tersebut, lalu toglopun menyiapkan sarapan untuk neneknya.


''Nek ayo sarapan dulu, sudah toglo siapkan.'' Panggil toglo pada neneknya.


''Iya toglo.'' Balas sinenek sambil melangkah ketempat dimana toglo menyediakan makanan untuk sarapan.


''Ayo kamu duluan, kamu kan mau berangkat kerja, kamu kerja yang rajin ya, jangan kecewakan nandi, dia sudah baik pada kita, bantulah dia dalam mengembangkan bisnisnya.'' Ujar sinenek.


''Iya nek, toglo akan berusaha semaximal mungkin, dan toglopun ingin belajar bela diri sama bang nandi nek, dijalan banyak sekali orang jahat yang tidak mengenal kasihan.'' Ucap toglo.


''Iya, nenek selalu mendukung niat baik kamu, dan doa nenek selalu myertaimu, dalam setiap langkahmu.'' Ucap si nenek.


''Makasih ya nek.'' Jawab sitoglo sambil menyantap makanan.


Setelah toglo selesai sarapannya ia pun pamit sama neneknya.


''Nek toglo berangkat dulu ya.'' Ucap sitoglo sambil mencium tangan neneknya.


''Iya toglo, hati-hati dijalan, kalau ada apa-apa cepet kadih kabar bang nandi.'' Balas si nenek.


''Iya nek.'' Ucap toglo sambil mendorong sepedanya keluar.


Toglo lalu menaiki sepedanya, terus dikayuhnya menyusuri jalanan kecil yang penuh kerikil, toglo begitu bersemangat sekali, karena ia merasa hidupnya sekarang lebih enak setelah dipekerjakan ditokonya nandi.


Pakaianpun sudah tidak lusuh dan dekil lagi, karena nandi sudah membelikannya beberapa pasang, ditambah toglo pun sekarang sudah mempunyai pakaian sergamnya.


Toglo terus mengayuh sepedanya tanpa lelah, setelah tiga puluh menit berlalu toglo menggoes, akhirnya toglopun sampai di gang si'iran.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya, kalau suka dengan cerita ini, cukup dengan, like, comentar, berikan ranting, favorit dan berikan votenya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga selalu diberikan kesehatan, dan sukses selalu.


\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=


__ADS_2