
Nandi langsung menuju pada motor yamaha Rx kingnya yang lagi terparkir di depan rumahnya setelah motor dinaiki lalu Nandi menghidupkan motornya.
Greng greng greng.......
Nandi mengocok gasnya, dan kaki kiri menginjak personeleng untuk memasukin gigi pertama, bersama'an dengan membuka koplingnya perlahan, kini motorpun sudah melaju meninggalkan gang Si'iran, suara yang keluar dari selongsong kenalpot bersama'an dengan mengepulnya asap putih menandakan motor yamaha Rx king melaju dengan sangat cepat
Kini Nandi sudah sampai dipertiga'an jalan Delima, Dan lampu sen pun telah menyala ke Kanan.
Nandi kini sudah berada dijalur kiri, suara kenalpot yang begitu nyaring dengan melaju kecepatan yang cukup tinggi, terus menyusuri jalan Delima
Ngeeeenng......Suara motor melaju dengan cepatnya, hingga tidak terasa Nandi sudah sampai pula di lampu merah yang mau masuk ke jalan ketupat yang kebetulan lampu lagi menyala hijau, dan Nandi terus membeset gasnya pool.
Tidak lama kemudian Nandi sudah memasuki gang yang menuju ke rumahnya Sindi.
Dan motorpun mulai melaju dengan pelan, karena gangnya yang sempit dengan banyaknya anak-anak kecil lagi pada main dipinggiran gang tersebut.
Akhirnya Nandi pun telah tiba didepan rumahnya Sindi, Nandi langdung turun dari motornya, lalu berjalan menurun teras depan rumahnya Sindi.
''Tok tok tok... Assalam mualaikum.'' Ucap Nandi sambil mengetuk pintu.
''Wa alaikum salam.'' Terdengar dari dalam menjawab.
Tidak lama kemudian pintupun terbuka secara perlahan-lahan, nampak terlihat seorang wanita cantik dengan rambut hitam pekat bergelombang tersenyum pada Nandi.
Nandipun membalas senyumannya dengan senyum manis dan langsung menyapa.
''Pagi Nona cantik...'' Ucap Nandi.
''Pagi juga pemuda tampan, Jawab wanita itu, yang tidak lain adalah Sindi.
''Gimana nih dah siap belum?.'' Tanya Nandi.
''Sudah siap apa sih Aa.'' Jawab Sindi.
''Pura-pura gak tau lagi, ya kan kita mau jalan, piye toh.'' Ucap Nandi.
''Oooh, okee..Tunggu sebentar ya Aa, ku dandan dulu ya, ko pagi amat sih Aa, Aa Rendi juga brlum bangun.'' Ucap Sindi.
''Massa Allah matahari sudah bersinar terang begini, lo bilang masih pagi, waah payah lo Sin.'' Ucap Nandi.
Sindi lalu pergi ke kamarnya untuk berdandan, Setiba dikamar, Sindi duduk dikursi sambil memandang cermin, lalu dioleskannya bedak secara merata keseluruh permuka'an wajahnya, dan di oleskan lipstik pada ke dua bibirnya, sambil tersenyum-senyum sambil memandangi bayangan wajahnya sendiri di depan cermin.
''Waah cantik juga rupanya diriku ini.'' Kata Sindi dalam hati.
Setelah Beres mempercantik dirinya, Sindipun lalu keluar kamar, sambil memanggil ibunya.
''Bu..Bu...Bu..'' Panggil Sindi.
''Iya Sindi ada apa ?.'' Tanya Bu sumi.
''Ku mau berangkat dulu sama Aa Nandi.'' Jawab Sindi, sambil nyamperin ibunya yang lagi masak didapur.
''Ya sudah kamu hati-hati dijalan.'' Ucap Bu Sumi.
Setelah Sindi pamit sambil mencium tangan ibunya.
Bu Sumi pun mengikutinya dari belakang Sindi.
Dan Setelah Sindi ada diluar, Nandi langsung nyamperin Bu Sumi, untuk pamit.
''Bu mohon ma'ap sebelumnya, saya mau ijin bawa sindi jalan-jalan, kalau ibu mengijinkan, boleh kan Bu.'' Ucap Nandi.
''Ya boleh-boleh aja sih nak Nandi, tapi ingat jaga anak ibu baik-baik ya.'' Jawab bu Sumi.
''Insa Allah Bu, saya akan menjaga anak ibu sebaik-baiknya.'' Jawab Nandi.
''Ya sudah hati-hati dijalan ya, jangan ngebut-ngebut bawa motornya.'' Ucap Bu Sumi.
Setelah mendapat ijin dari Bu Sumi, Nandi dan Sindi langsung menaiki motornya, dan motorpun langsung melaju meninggalkan Bu sumi.
Bu Sumi memandang motor tersebut sampai hilang ditelan banyaknya rumah-rumah yang berdempetan.
Kini Nandi sudah mulai memasuki jalan raya ketupat,motor mulai melaju dengan kencang menuju arah barat.
Ngeeeng ngeeng........Suara kocokan gas pada motor yamaha Rx king, asap mengepul yang keluar dari kenalpot terus mengiringi lajunya kendara'an yang lagi ditumpangi oleh dua sejoli.
Sindi memeluk erat pada Nandi karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.
''Aa kita mau jalan kemana sih, ko melaju kearah barat?.'' Tanya Sindi.
''Kita akan ketempat Wisata, yang berada di Wilayah Bandung Barat, tempatnya enak adem dan nasi liwetnya sungguh lejat, nanti kalau kamu sudah merasakannya, pasti minta jalan lagi.'' Jawab Nandi.
''Bisa ajah dih Aa.'' Ucap Sindi.
''Ya bisa atuh.'' Ucap Nandi.
Motor terus melaju dengan kencang, Jalanan yang dilalu banyak sekali tikungan-tikungan tajam, menanjak dan menurun, begitu dan begitu seterusnya.
Nandi kini sudah mulai mrmasuki wilayah Bandung barat, sebuah tempat perbukitan yang indah, yang banyak sekali ditumbuhi pohon-pohon disetiap pinghiran jalan raya.
Tempat Wisata Talaga reumis.
Begitu arah rambu lalu lintas yang tertulis di plang pertiga'an jalan.
''Sin kita sebentar lagi sampai.'' Ucap Nandi.
''Iya Aa, bawa motornya pelan-pelan dong, ku mencintai tempat ini, indah sekali.'' Ucap Sindi.
''Tuh bener kan apa kata gua, kalau lo sudah masuk wilyah talaga reumis pasti betah.'' Ucap Nandi.
''Wah.... Aa Sungguh adem dan indah sekali tempatnya.'' Ucap Sindi.
__ADS_1
Terlihat dari wajah manis dan berparas cantik itu, tersenyum penuh kebahagia'an disa'at melihat kiri kanannya sebuah pemandangan yang sangat indah.
Kini motor mulai melaju dijalan yang menurun dan berbelok belok, hingga akhirnya Nandi berhenti disebuah warung nasi liwet, Tukang parkir terdengar meniup periwit.
Priiit.....
''Selamat datang di lokasi wisata talaga reumis, mangga Aa bade ngaso sekalian makan-makan.'' Ucap Tukang parkir.
''Ooh iya, makasih kang.'' Ucap Nandi.
''Muhun samai-sami, Punten Aa ini kartu parkirannya, motor dijamin aman, mangga selamat menikmati pemandangan dan makanannya, dijamin Aa pasti katagihan.'' Ucap Tukang parkir sambil memberikan kartu parkiran kendara'an.
''Muhun kang hatur nuhun.'' Ucap Nandi.
Nandi dan Sindi lalu melangkah masuk menuju sebuah warung yang tertulis didepannya, Nasi liwet mang udin.
''Assalamualaikum.'' Ucap Nandi.
''Wa alaikum Salam, mangga calik den, bade tuang atawa bade ngopi atanapi bade ngaso, mangga.'' Ucap sipemilik Warung.
''Hatur nuhun mang udin.'' Jawab Nandi.
Sipemilik warung bengong begitu Nandi menyebut nama mang Udin.
''Ko aden tau nama saya?.'' Tanya sipemilik warung itu.
''Ya tau atuh mang, mang udin mah sombong sih.'' Ucap Nandi.
''Sombong gimana maksud aden.'' Ucap Mang Udin semakin tidak mengerti.
''Ya Sombong, pingin dikenal, tuh didepan tertulis, Nasi liwet mang udin lejat.'' Ucap Nandi sambil tersenyum.
Mang udin baru mengerti dan tertawa setelah mendengar penjelasan dari Nandi.
''Hahahaaa.... Walaaah kamu mah ada-ada ajah, dikira teh apa gitu.'' Ucap Mang Udin tertawa.
''Ma'ap mang, saya kadang suka bercanda.'' Ucap Nandi.
''Iiiih tidak apa-apa, justru saya sangat senang ada pengunjung yang suka heureuy teh, jadi mamang juga tidak canggung.'' Jawab Mang Udin.
''Nuhun atuh mang, sakantenan pang damelkeun heula kopi, sareng es jeruk.'' Ucap Nandi.
''Oooh muhun mangga Den.'' Jawab Mang Udin.
Setelah itu mang Udin langsung membuat kopi dan es jeruk pesanannya Nandi.
Tidak lama kemudian.
Kopi dan es jerukpun sudah selesai dibuat, mang Udin langsung mengantarkannya pada Nandi.
''Ini Den kopi dan es jeruknya.'' Ucap Mang udin.
''Ooh iya mang makasih, Ee'eh sekalian mang bikinin nasi liwet, sambil nunggu liwet matang kan saya bisa ngopi dulu mang.'' Ucap Nandi.
Setelah itu mang udin pun langsung mengerjakan apa yang telah dipesa noleh Nandi.
Sememtara Sindi yang masih asik memandang alam sambil sesekali mulutnya ditempelkan pada gelas yang berisikan es jeruk.
''Widiiiih yang lagi asik memandang alam, serius amat nih.'' Ucap Nandi.
''Gue sangat suka dengan alam ini, indah dan bersahabat.'' Ucap Sindi.
''Betah kan...Berarti tidak sia-sia dong saya membawamu kesini.'' Ucap Nandi.
''Iya iya.... Aa Nandi gitu lo, yang selalu bikin suprise.'' Ucap Sindi.
''Sindi gitu lo.... Sicantik jelita.'' Ucap Nandi.
Nandi dan Sindi saling bercanda, dan saling cubit, Disa'at mereka lagi asik bercanda, sepintas terlihat oleh Nandi lelaki sebayanya melintas sambil membawa bunga, Nandi pun langsung memberi isyarat pada tukang bunga itu, agar membawanya dan menyimpannya disamping Nandi.
Tukang bungapun sangat mengerti dengan isyaratnya Nandi, lalu ia menyelipkan bunga tersebut dari luar, dan Nandi langsung membayar bunga itu.
Sindi masih saja asyik melihat pemandangan disekitarnya itu.
Setelah Nandi membayar bunga itu, lalu Nandi berbicara pada sindi.
''Sin Setelah sekian lama gua mengenal lo, dari pertama lo datang sama Rendi ke bengkel, gua suka berteman sama lo.'' Ucap Nandi.
''Ooh makasih Aa, apakah gak ada yang lain yang lebih dari itu gtu.'' Ucap Sindi.
''Ooooh ada.'' Jawab Nandi singkat.
''Apa tuh Aa?.'' Tanya Sindi.
''Sekarang tutup dulu mata lo.'' Ucap Nandi.
''Emang mau ngapain siiih Aa.'' Kata Sindi.
''Gak usah banyak nanya, nanti juga tau, cepetan tutup matanya, jangan dibuka sebelum ada perintah dariku.'' Ucap Nandi.
Sindi pun terpaksa menutup kedua matanya, atas perminta'an dari Nandi.
Sindi bertanya-tanya dalam hatinya, apakah yang akan dilakukan Nandi padanya, dengan perasa'an yang terus bertanya-tanya dan jantungpun berdetak kencang seperti genderang mau perang.
Setelah itu terdengar dari mulut Nandi.
''Sekarang buka mata lo Sin.'' Ucap Nandi.
Dengan perasa'an dak dik duk, pelan-pelan Sindi membuka Matanya.
Nampak terlihat oleh Sindi sebuah tangan kekar lagi memegang sekuntum bunga mawar yang berwarna merah darah.
__ADS_1
''Apa ini Aa?.'' Tanya Sindi.
''Ini sebagai tanda bahwa hari ini dan seterusnya, kalau gua itu sayang sama lo.'' Ucap Nandi.
Bagaikan petir menyambar disiang hari, begitu Sindi mendengar langsung dari mulutnya Nandi, bahwa ia mengungkapkan perasa'annya.
Rasa senang dan Rasa tidak percaya kini terus menghantui sindi.
''Rasanya gue, srperti belum percaya, Aa Nandi mengungkapkan perasa'annya.'' Ucap Sindi dalam hati.
''Coba ulang sekali lagi Aa, rasanya gue tidak percaya Aa Nandi mengungkapkan itu.'' Ucap Sindi.
''Emang tadi kurang jelas gitu, Nanti kedengaran mang Udin lagi. Ucap Nandi.
''gue pingin dengar sekali lagi Aa, pelan-pelan aja.'' Ucap Sindi.
''Gua sayaang padamu Sin, jelas gak.'' Ucap Nandi sambil mrmegang bunga.
Setelah mendengar pengakuan dari hati Nandi sendiri, Terlihat diwajah Sindi sangat berseri-seri,
rasanya hari itu, hari yang penuh dengan momen-momen indah, dan Bagi Sindi hari itu hari yang paling sepasial, karena di hari itu Nandi yang hatinya sukar ditebak oleh semua orang, hari itu hatinya telah luluh dan terjerat oleh cintanya Sindi.
Intinya pada tanggal tanggal 25 Desember yang bertepatan dengan hari minggu tahun sekian, Nandi telah menembak Sindi dengan panah asmaranya dewa kamajaya.
Begitu panah Asmara telah tertancap dihatinya nya Sindi.
Sindi pun langsung ambruk dan terjatuh, lemas tidak berdaya, dalam rengkuhan hatinya Nandi.
''Terima kasih Aa, telah menyayangi ku, dan ku juga sayang padamu.'' Ucap Sindi.
''Yang beneerrr....'' Jawab Nandi.
''Masa Aa tidak bisa membedakan, kalau orang sayang itu gimana.'' Ucap Sindi.
''Iya... Ma'ap gua bercanda ko, gua percaya ko.'' Jawab Nandi.
disa'at itu pula, mang Udin datang dengan membawa nadi liwet dan ayam bakar bersama bakar ikannya.
''Ini pesanannya sudah beres, ma'ap lo bila mamang mengganggu dua sejoli yang lagi Hhmmm....'' Ucap Mang Udin.
''Iiiih mamang bikin kaget aja, ngapain kali pake mendehrm segala.'' Ucap Nandi.
''Ooh tidak, cuma keselek aja tenggorokan agak serak.'' Ucap Mang Udin.
''Hehee...Mang udin lucu deh.'' Potong Sindi.
''Apanya yang lucu neng?.'' Tanya mang Udin.
''Ya lucu aja.'' Jawab Sindi singkat.
''Wah, si neng mah ada-ada aja.'' Ucap Mang Udin sambil melangakah pergi kebelakang.
Setelah semua idangan tersedia di meja Nandi dan Sindi lalu menyantap idangan tersebut, nasi liwet dengan ayam bakar ditambah ikan bakar segar dan lalapan, membuat Nandi dan Sindi bergairah napsu makannya.
Angin sepoi-sepoi yang meniup dari arah pegunungan menerpa masuk pada warungnya mang Udin.
Dua sejoli yang lagi asik menikmati idangan nasi liwet, semakin asik dan sanga lahap sekali dalam menyantap makanannya itu, sambil tersenyum manis dengan mata saling beradu pandangan, seperti ada kekuatan cinta yang lagi saling melengkapi dari kedua sejoli itu.
Sindi sangat bahagia sekali akhirnya pemuda yang selama itu disukainya ternyata, di hari itu benar-benar mengutarakan isi hatinya.
Paras wajah cantik dengan mata indah dan bening, nampak semakin memancarkan aura kecantikannya, karena kekuatan cinta yang selama ini terpendam kini sudah terpecahkan.
Begitu pula Nandi yang semakin terus memandang wajah Sindi, dengan kedua tangan Nandi menggenggam kedua telapak tangannya Sindi, lalu dibawa keatas mendekati bibirnya.
Nandi pun mencium tangannya Sindi, dengan mata yang terus memandang Sindi.
Sindipun terharu dengan Sikapnya Nandi yang romantis, sehingga tanpa disadari Sindipun langsung memeluk Nandi.
''Terima kasih ya Aa.'' Ucap Sindi.
''Sama-sama Sin, gua juga makasih karena lo sudah mau menerima cinta gua.'' Jawab Nandi.
Disa'at mereka sedang berpelukan, Dari arah samping beberapa jenis bunga berhamburan menghujani Nandi dan Sindi yang lagi berpelukan
Nandi dan Sindi merasa kaget pas melihat ada banyak bunya yang menghujani dirinya.
Terdengar tepuk tangan dari arah samping.
Pok pok pok...
Nampak mang Udin yang lagi berdiri bertepuk tangan sambil tersenyum mrlebar.
''Mang Udiiin.....'' Berkata Sindi.
''Selamat ya, saya merasa senang melihat kalian terlihat romantis.'' Ucap mang Udin.
''Waah waaah mang Udin ternyata mamang peduli juga sama kita.'' Ucap Nandi.
''Mamang kenal den Nandi sudah lama, dan mamang senang den Nandi tidak lagi jomblo, hehee.'' Jawab mang Udin.
Nandi dan Sindi begitu bahagia, begitu hari jadinya ia mengungkapkan perasa'annya, didukung oleh mang Udin, pemilik warung yang sudah menjadi langganannya Nandi.
♤♤♤♤♤♤♤▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎♤♤♤♤♤♤♤
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya.
Selamat membaca semoga terhibur.
☆
__ADS_1
☆
☆