SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 99


__ADS_3

Diwaktu nandi lagi duduk bersantai sambil di sibukan dengan main handponnya, mang kasman datang menemui nandi.


''Assalam mualaikum.'' Sapa mang kasman.


''Wa alaikum salam, mang kasman,, tumben datang kemari ada apa mang?.'' Tanya nandi.


''Atuh pingin aja sih main kesini, emang gak boleh gitu.'' Ujar mang kasman.


''Atuh ya boleh sih mang, cuma tumben-tumbenan aja gitu, makanya ku kaget.'' Saut nandi.


''Iya juga sih, mamang kesini emang ada yang mesti mamang sampaikan padamu nandi.'' Ucap mang kasman.


''Ada apa emangnya mang.'' Kata nandi agak sedikit heran.


''Sebelumnya mamang mau tanya, apa selama ini kamu punya musuh gak?.'' Tanyq mang kasman.


''Ya kalau aku sih gak pernah bermusuhan sama orang, tapi gak tau kalau penilaian orang-orang yang pernah bermasalah dengan saya.'' Jawab nandi.


''Iya juga ya.'' Ujar mang kasman.


''Terus intinya, mamang mau menyampaikan apa padaku?.'' Tanya nandi.


''Begini nandi, tadi mamang sempat menaro curiga, pada dua orang lelaki yang ngopi di kios mamang, dan mamang perhati'in kedua orang itu, selalu mengawasi keada'an toko dan bengkel kamu nandi.'' Ucap mang kasman.


''Masa iya sih mang, mungkin perasa'an mamang aja kali.'' Ucap nandi.


''Ya mamang juga belum tau pasti, cuma setiap mamang perhati'in dia selalu mengalihkan kecuriaga'annya dengan pura-pura main handpon, dan itu juga cukup lama dia berada di kios mamang, ya mamang cuma bilangin aja, kamu harus hati-hat nandi.'' Ucap mang kasman.


''Oke mang, terima kasih atas impormasinya.'' Saut nandi.


''Iya sama-sama nandi.'' Jawab mang kasman.


Setelah itu mang kasman pun pergi dari hadapannya nandi menuju pada kiosnya lagi.


Terus selepas itu toglo datang menghampiri nandi, dan menanyakan maksud kedatangan mang kasman itu.


''Ada apa sih bang?.'' Tanya toglo.


Tadi mang kasman memberi tau abang, katanya ada dua orang pengendara sepeda motor, ngopi di kiosnya, dan anehnya kedua orang itu terus mengawasi pada toko dan bengkel abang, mang kasman suruh waspada.'' Ujar nandi menjelaskan.


''Ooh orang yang berpakaian serba hitam, bertopi dan berkaca mata bukan?.'' Tanya toglo.


''Kata mang kasman iya, ciri-cirinya sama persis dengan yang lo katakan itu.'' Ucap nandi.


''kalau menurutku juga begitu bang, kedua orang itu sangat mencurigakan sekali, waktu melintas didepan, dia terus memandangi kearah toko dan bengkel seperti lagi merencanakan sesuatu.'' Ujar toglo.


Selepas itu, nandi berjalan menuju rumah, setelah nandi tiba di dalam rumah, nandi lalu bergegas masuk kedalam kamar untuk menemui sindi istrinya.


''Sayang kamu sudah makan belum?.'' Tanya nandi.


''Sudah, tadi sewaktu aa keluar ku langsung makan dan minum obat.'' saut sindi.


''Ooh iya sayaang, malam ini kita nginep disini dulu ya.'' Ucap nandi.


''Dimanapun ku akan selalu ikut suami, selama suami masih sayang padaku.'' Ujar sindi.


''Terima kasih sayang,, mmuuaaacchh.'' Ucap nandi sambil mencium keningnya sindi.


''Ooh iya aa, rasanya ku pingin jagung bakar yang di puncak itu.'' Ujar sindi.


Nandi sampai kaget banget dengan ke inginannya sindi, meminta jagung bakar yang waktu di villa itu.


''Aduuh sayaang, yang bener aja, itu kan jauh, gini aja di play over delima kan suka ada yang jual jagung mentah, gimana kalau kita bakar disini bareng rame-rame disini.'' Ujar nandi.


''Tapi aku pinginnya jagung bakar yang waktu kita di villa itu, ya ku juga gak tau sayaang mungkin ini ke inginan dede bayi.'' Ucap sindi.


Disa'at itu pula munculah buk sari, dan langsung nyamperin karena melihat nandi dan sindi seperti lagi ada masalah.

__ADS_1


''Wualaah, lagi ada apa ini, ko kalian ribut begitu?.'' Tanya buk sari.


''Nggak ko buk, kita gak ribut ko, cuma ini sindi minta jagung bakar, tapi mintanya waktu kita di villa itu.'' Jawab nandi.


''Nah disini, kesabaran suami lagi di uji, dan itu bukan ke inginan sindi semata, pasti ke inginan jabang bayi, kan sindi lagi ngidam, dan kamu harus melaksanakannya nandi, mau nanti anakmu ngiler.'' Ucap buk sari.


''Iiih amit-amit ya kagak lah buk.'' Jawab nandi.


''Ya makanya cepat kau laksanakan, bawa motor biar cepet.'' Ucap buk sari.


''Ya sudah atuh, tunggu ya sayang, dede tunggu ya papah mau beli dulu jagung bakarnya, pokonya secepatnya papah akan segera kembali.'' Ucap nandi sambil jongkok dan mengelus-ngelus perutnya sindi.


Setelah itu nandi pun keluar dengan membawa dua helm, terus nandi memanggil toglo.


''Toglo ikut sama abang.'' Panggil nandi pada toglo.


Toglo pun keluar dari dalam tokonya dan langsung nyamperin pada nandi.


''Iya bang ada apa?.'' Tanya toglo.


''Sekarang kamu ikut sama abang.'' Jawab nandi.


''Terus yang ngelayani ditoko siapa bang.'' Ujar toglo.


''Sementara doni dulu yang handle,, doon..Lo' ditoko dulu ya, karena toglo mau gua ajak dulu.'' Ucap nandi sambil memanggil doni.


Doni pun langsung menjawab sambil mengangkat jempolnya.


''Okee bos.'' Ucap doni.


Tidak nunggu lama lagi, nandi langsung menyalakan motor yamaha rx kingnya, dan toglo langsung naik dan duduk di jok belakangnya nandi.


Preng peng peng.


Nandi mengocok-ngocok gasnya, dan akhirnya nandi pun menarik gasnya, motor pun melaju meninggalkan gang si'iran.


''Kamu pegangan toglo.'' Teriak nandi pada toglo


''Iya bang siap.'' Jawab toglo.


Setelah itu motorpun melesat dengan sangat cepat sekali, liukan-liukan motor yang nandi kendalikan begitu indah bila dilihat dari belakang, nandi terus menarik gasnya pooll.


Toglo memegang nandi sangat erat sekali, karena baru kali itu toglo diajak naik motor dijalan raya oleh nandi.


''Aduuuh bang jangan terlalu kenceng, aku ngeri kasihan neneku nanti gak ada yang ngurusin.'' Teriak toglo.


''Tenang aja pegangan aja yang kenceng, jangan bicara ngawur kamu.'' Jawab nandi.


Empat puluh menit kemudian nandi telah sampai dikawasan villa pondok soka, akhirnya toglo pun bisa bernapas dengan leganya.


Terus nandi melajukan motornya pelan-pelan mencari tukang jagung bakar yang waktu itu pernah nandi singgahi bersama sindi.


''Nah itu sepertinya tukang jagung bakar yang ku singgahi waktu itu.'' Ujar nandi.


''Ooh jadi abang kesini hanya untuk beli jagung bakar, hahaha,, bang bang jauh-jauh amat sih disana juga banyak yang jualan jagung bakar.'' Celoteh toglo.


''Iya gua juga tau, kan itu bukan ke inginan gua.'' Ujar nandi.


''Lantas ke inginannya siapa bang?.'' Tanya toglo.


''Ke inginannya dede bayi yang masih dalam kandungan.'' Jawab nandi.


''Ooh jadi teh sindi lagi ngidam ya bang, alhamdulilah atuh bang, selamat ya.'' Ucap toglo.


''Ya terima kasih, doa'in semoga dede bayi selalu sehat dan cepat otw kedunia dengan selamat.'' Ucap nandi.


''Iya bang itu pasti, toglo selalu mendoakan yang terbaik buat abang sekeluarga.'' Ujar toglo.

__ADS_1


''Amiiin.'' Ujar nandi sambil mebelokan motornya ke kiri, dan berhenti di depan tukang jagung bakar itu.


Terus nandi dan toglo turun dari motornya.


''Assalam mualaikum, mamang madih ingat sama saya.'' Sapa nandi.


''Wa alaikum salam, Wah ini dibapak yang tempo itu singgah disini bersama istri bapak.'' Jawab tukang jagung bakar tersebut.


''Iya mamang, istri saya kan lagi ngidam, dan dia pingin jagung bakar yang disini, ada-ada aja nih ngidamnya.'' Ujar nandi.


''Oowh gitu, alhamdulilah atuh, ya kalau ngidam itu terkadang mintanya yang aneh-aneh, terus mau pesen berapa?.'' Tanya tukang jagung bakar tersebut.


''Tolong bikinin 2o mang, terus yang mentahnya mamang jual gak?.'' Nandi balik bertanya.


''Ooh boleh atuh, kalau yang mentah tiga pupuh ribu sepuluh biji.'' Saut tukang jagung bakar.


''Ya sudah ku pesen dua puluh yang dibakar dan dua puluh yang mentah.'' Ucap nandi.


''Siap pak.'' Jawab tukang jagung bakar.


Setelah itu si mamang pun langsung mengerjakan pesenannya nandi, selain itu pula nandi dan toglo sambil menunggu pesanan selesai, ia pun mencicipi jagung bakar yang masih segar.


''Wah pantesan teh sindi pingin jagung bakar yang dusini, jagungnya enak gurih dan manis.'' Ucap toglo.


''Dan lo' makan sekenyangnya disini, mungpung lagi berada ditempatnya.'' Ujar nandi sambil tersenyum, melihat toglo yang seperti kelaparan.


''Iya bang terima kasih.'' Jawab toglo, sembari menggerogoti jagung.


Dan tukang jagung itupun yang sempat melihat cara toglo memakan jagung tersenyum sambil menggeleng-gelenkan kepalanya.


Tiga puluh menit kemudian, dua puluh jagung bakar yang nandi pesan sudah selesai semua, terus di nungkus rapi.


''Semua jadi berapa mang, sama yang kita makan?.'' Tanya nandi.


''Semua seratus lima puluh ribu pak.'' Jawab tukang jagung itu.


Nandi pun lalu mencabut dompetnya, lalu dikeluarkannya uang seratus lima puluh ribu.


''Ini uangnya mang, terima kasih ya mang, moga dede bayinya seneng.'' Ucap nandi.


''Amiin.'' Saut tukang jagung itu.


Setelah semua beres, nandi langsung menghidupkan motornya, terus toglo naik dibelakangnya nandi sambi membawa keranjang yang isinya jagung.


Setelah itu nandipun menarik gasnya perlahan, dan motorpun melaju meninggalkan tempat si mamang


tukang jagung bakar tersebu.


Pren peng preng peng.


Suara yang keluar dari selongsong kenalpot, dengan di iringi asap puti yang mengepul, laksana sebuah locomotip yang lagi melaju di atas rel.


Toglo memegang erat pada nandi, disa'at melintasi medan jalan yang turun dan berbelok kiri kanan.


''Pegangan yang kenceng.'' Ujar nandi.


Toglo tidak menjawab, ia malam memejamkan matany karena merasa takut apalagi pas tikungan yang tajam, nandi malah semakin kenceng tarik gas, hingga step sampai menimbulkan percikan karena bergersekan dengan jalan.


Karena kecepatan laju kendara'an semaximal mungkin, hingga akhirnya nandi pun telah memasuki kawasan jalan delima raya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.


Terima kasih atas dukungan dari semuanya.

__ADS_1


Salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2