SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 50


__ADS_3

Setelah kepergiannya nandi dan kawan-kawan, rumah yang sangat besar itu, menjadi sepi dan sunyi, hanya ada dua pembantu dan satpam.penjaga gerbang, yang lagi sibuk beres-beres.


Nina langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai dua.


Setelah ia bearada didalam kamarnya, nina terus duduk dikursi dekat jendala, lalu gorden sedikit dibuka, nampak terlihat oleh nina hamparan genteng dan lampu-lampu jalan yang terus bersinar terang menerangi jalanan.


Nina terus menatap jauh, sepertinya nina lagi kepikiran seseorang.


''Kenapa ya ko gue kepikiran sama bang nandi terus sih, apa gue jatuh cinta sama dia, nggak gak gak, bang nandi milik orang.'' Gerutu nina dalam hatinya.


Malam pun tak terasa semakin larut, para securiti kompek citra loka indah, sudah mulai melakukan patroli keliling-liling komplek.


Sementara dilain tempat, nandi dan kawan-kawan yang sedang melakukan otw pulang kerumah, sempat ada sedikit kendala dalam.perjalanannya, tapi tidak berlangsung lama karena nandi dan kawanannya sudah bisa menyelesaikannya.


Singkatnya nandi bersama rombongan sudah sampai didepan rumahnya pukul 23:15 menit, berhubung tadi ada kendala jadi perjalanannya agak sedikit telat.


Waktupun terus bergeser, rendi dan sindi sudah pulang duluan karena sudah terlalu malam, sedangkan kamal, gito dan pandi masih berada ditempat nandi, sementara hasan dan doni sudah pulang hampir berama'an dengan rendi dan sindi


...................


Keesokan harinya, bertepatan dengan hari minggu, dimana para karyawan-karyawati lagi libur, dan jalananpun tidak terlalu banyak dipadati oleh kendaraan-kendara'an.


Nandi yang sibuk mengelap motor, sedangkan astuti yang lagi berjalan keluar dengan membawa nampan, yang berisikan segelas kopi hitam yang masih mengepul, dan dua buah ubi bakar cilembu , lalu nampannya ditaro dimeja.


''Aa tuh kopinya, nanti keburu dingin lo.'' Kata astuti.


''Iya bentar lagi tanggung nih tinggal dikit lagi.'' Ucap nandi.


Dan astuti langsung masuk lagi kedalam rumah, guna membantu ibunya memasak untuk sarapan pagi.


Setelah beres membersihkan debu-debu yang melekat pada motor kesayangannya itu, nandi lalu duduk dibangku didepan bengkelnya yang masih tutup.


Dan diraihnya gelas yang berisikan kopi tersebut, dengan seripitan pertama.


''Aaah mantap sekali pagi ini, cuaca yang bersahabat, ditambah bakar ubi cilembu, lengkaplah sudah kebahagian gua hari ini.'' Ucap nandi.


Alangkah indahnya pagi itu bagi nandi, dengan menikmati segelas kopi dan umbi bakar, yang sesekali mengeluarkan asap dari sebatang roko yang dihisapnya, begitu dan begitu sampai kopi tersebut habis tinggal ampasnya yang tersisa.


Disa'at nandi mau beranjak dari tempat duduknya, sayup-sayup terdengar suara memanggil nandi dari kejauhan.


''Bang.. Bang nandi....'' Begitu suara yang terdengar oleh nandi.


Nandi langsung membalikan badannya sambil pandangannya mengarah pada suara yang memanggil dirinya.


Nampak terlihat oleh nandi seorang anak kecil berlari kearahnya sambil membawa karung.


Alangkah terkejutnya nandi, pas melihat anak kecil tersebut, dan iapun langsung menegurnya.


''Togloo, kenapa kamu, ko berlari-lari kaya ketakutan?.'' Tanya nandi.


''Aduuh bang, tolongin toglo bang.'' Jawab anak tersebut.


''Kenapa dengan kamu toglo?.'' Nandi bertanya lagi.


''Nenek saya bang, sakit bang, tapi pas toglo mau kasih minum nenek sudah tidak bersuara, nenek diam tidak bergerak sama sekali.''Ucap toglo.


''Masa allah, terus dimana sekarang nenekmu?.'' Tanya nandi.


''Ada dirumah bang.'' Jawab toglo.


''Terus rumahmu dimana?.'' Tanya nandi.


''Digang sawah bang.'' Ucap toglo.


''Ya sudah, sekarang kamu ikut abang, kita naik motor supaya perjalanan lebih cepat.'' Ucap nandi.


''Baik bang.'' Jawab toglo.


Setelah itu nandi langsung tancap gas, dan toglo duduk dijok belakang, kini nandi mengendalikan motor menuju gang sawah, motor melaju dengan kencangnya, dan toglo bocah yang baru berusia 10 tahun ini, memegang erat pinggangnya nandi, karena nandi membawa motornya sangat kencang sekali.


Kini nandi sudah memasuki jalan kecil dan penuh kerikil, yang disisi kiri kanannya banyak lahan pertanian para penduduk.


Debu-debupun berterbangan tersapu angin, ditambah karena laju sepeda motor nandi yang sangat kencang.


Tidak lama kemudian nandi sudah tiba, didepan gubuk reyot beratapkan jerami, dan beralaskan tanah merah.


Toglo langsung melompat turun dari motornya nandi, dan berteriak-teriak memanggil neneknya sambil masuk kedalam gubuk tersebut.


''Nek toglo datang bersama bang nandi nek.'' Teriak toglo.


Nandipun lalu masuk kedalam, nampak terlihat oleh nandi seorang nenek yang lagi tidur terlentang diatas ranjang yang terbuat dari bambu, terus mendekati dan memeriksa keadaan nenek tersebut.


Sepintas nandi heran sa'at memeriksa keada'an sinenek itu.


''Toglo apa ada air angat dosini?.'' Tanya nandi.


''Ooh ada bang, sebentar ya toglo ambilin.'' Ucap toglo.


Toglo lalu mengambilkan air panas dari termos, dan dituangkannya kedalam gelas.


Setelah itu dibawa kehadapan nandi.


''Ini bang air panasnya, udah toglo campurin sama air dingin.'' Ujar toglo.


Nandi lalu meraih pundak sinenek itu diangkat sedikit hampir rapat sama dada, dan diminumkan air itu, sedikit demi sedikit.


Nampak terlihat air itu sudah masuk membasahi tenggorokannya sinenek, setelah itu sinenek direbahkannya diatas bantal.

__ADS_1


Selang lima belas menit nandi dan toglo menunggu sinenek siuman.


Perlahan sinenek telah membuka matanya, dan terucap satu kata dengan suara parau agak tersendat-sendat.


''To to toglo.'' Satu kata terucap dari mulut sinenek.


Toglo sangat senang sekali, akhirnya neneknya itu telah bisa bicara dan memanggil namanya.


''Iya nek ini aku, bersama bang nandi, yang tempo dulu menolong kita nek.'' Ujar toglo.


Nandipun lalu berbicara pada sinenek.


''Nek saya bawa nenek kerumah sakit ya, biar tim medis yang menangani nenek, dan supaya nenek cepat pulih kembali.'' Ucap nandi.


''Tidak usah nak, dari mana nenek harus membayar biaya rumah sakit itu.'' Ucap sinenek dengan melasnya.


''Nenek tidak usah memikirkan masalah biaya, biar saya yang bayar semua, termasuk keperluan nenek.'' Jawab nandi sambil mengambil handponnya dari saku celananya.


lalu nandi menghubungi nomor doni, untuk membawa mobil dan diminta untuk segera datang, pada alamat yang telah nandi berikan ditelpon.


Setelah tiga puluh menit.


Doni datang, dengan jalan kaki, karena jalan yang sangat sempit, yang tidak memungkin kan bagi sebuah mobil bisa masuk.


''Di mobilnya gua parkir diujung gang ini, terus selanjutnya gimana.?.'' Tanya doni.


''Sekarang kita kerumah sakit, nenek ini harus mendapat pertolongan medis, cepetan.'' Ucap nandi sambil meraih sinenek.


Nandi lalu memboyong sinenek keluar dari gubuk itu, dan dibawa pada mobil yang terparkir diujung gang sawah.


Toglo nampak terisak-isak melihat kondisi neneknya yang tidak berdaya.


Setelah tiba dekat mobil, doni lalu membukakan pintu mobil bagian samping belakang, dan nandi langsung masuk bersama sinenek yang berada dalam pangkuan nandi.


''Ayo toglo cepet masuk.'' Ucap nandi.


Toglopun terus masuk dan duduk disampingnya nandi sambil mengelus-elus tangan nenek itu.


''Ayo don cepetan jalan, kerumah sakit harapan ya.'' Ucap nandi.


Donipun tidak banyak komentar lagi, ia langsung menginjak gasnya, dan mobilpun kini sudah melaju menuju rumah sakit harapan.


Tidak lama lagi mobilpun sudah memasuki halaman depan rumah sakit harapan.


''Langsung ke ugd don.'' Ucap nandi.


''Siap.'' jawab doni


Setelah mobil terparkir didepan ugd, doni langsung keluar dan masuk memanggil suster.


Dan susterpun langsung sigap, untuk menangani pasien.


''Saya harap bapak menunggu dilur, biar dokter yang menanganinya.'' Ujar suster.


''Baik sus, saya harap lakukan yang terbaik buat nenek saya ya.'' Ucap nandi.


''Tim kami akan melakukan sebaik mugkin.'' Jawab suster sambil masuk keruangan pemeriksa'an.


Nandi, doni dan toglo, nampak terlihat gelisah, dengan keada'an sinenek yang lagi kritis.


''Ya allah angkatlah penyakit sinenek, berilah selalu kesehatan padanya.'' Ucap nandi dalam hatinya.


''Nek jangan tinggalkan toglo nek, toglo sangat sayang sama nenek, cepet sembuh ya nek.'' Ucap toglo sambil terisak-isak.


''Sabar ya toglo, nenek pasti sembuh.'' Ucap doni memberi semangat.


''Iya toglo, doakan nenekmu, biar cepet sembuh, dan bisa berkumpul kembali bersama kita semua.'' Ucap nandi.


''Iya bang nandi, terima kasih banyak ya, sudah menolong nenek.'' Jawab toglo.


Setelah itu, pintu ruanganpun terbuka, bersama'an dengan keluarnya seorang yang berpakain putih hitam.


Nandi dan toglo langsung berdiri dari tempat duduknya dan bertanya.


''Gimana dok keada'an nenek saya?.'' Tanya nandi.


''Anda cucunya?.'' Tanya dokter.


''Iya dok, terus gimana keada'an nenek saya?.'' Tanya nandi.


''Nenekmu keracunan makanan, untung saja cepat dibawa kemari, dan mungkin untuk sa'at ini nenek biar dirawat dulu, sampai benar-benar pulih, kondisinya sudah lumayan, dan racunnya sudah berhasil dikeluarakan, ya sudah saya tinggal dulu ya.'' Ucap dokter.


''Iya dok terima kasih.'' Jawab nandi.


''Sama-sama.'' Kata dokter.


Sesudah itu suster pun keluar dari rungan tersebut.


''Maap, dengan keluarganya pasien?.'' Tanya suster.


''Iya saya cucunya.'' Jawab nandi.


''Nenekmu harus dipindahkan keruangan perawatan, untuk masa pemulihannya, silahkan diurus dulu biaya administrasinya.'' Ujar suster.


''Baik sus, don lo' temani dulu toglo kesana, gua mau ngurus dulu masalah biayanya.'' Ucap nandi.


''Oke di.'' Jawab doni.

__ADS_1


Setelah itu nandi pergi, untuk mengurus masalah biaya perawatan sinenek.


Sedangkan doni dan toglo mengikuti suster keruang perwatan sambil mendorong sinenek yang lagi terbaring dibrankar besi.


Toglo yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata, sambil memegang tangan neneknya.


''Nek cepat sembuh ya, toglo gak ada temen lagi selain nenek.'' Ucap toglo dengan pasang muka sedih.


''Udah kamu jangan nangis terus, karena tangisanmu bukannya membuat nenekmu sehat, malah sebaliknya, kamu yang sabar ya, jangan takut disini masih ada gua dan bang nandi.'' Ucap doni.


''Terima kasih bang, bang doni dan bang nandi sangat baik sekali sama toglo.'' Ujar toglo.


''Iya sama-sama.'' Jawab doni.


Setelah itu, tibalah diruangan perwatan no 8, suster lalu mendorong brankar masuk keruangan tersebut, disa'at doni dan toglo mau masuk, susterpun menegurnya.


''Bapak silahkan tunggu dulu diluar ya, jangan dulu ganggu pasien, biar cepet dalam masa pemulihannya.'' Ujar suster.


''Saya cucunya suster, masa gak boleh masuk.'' Ucap toglo dengan sangat melas.


''Iya sabar nak, nanti kalau nenekmu sudah pulih baru dipersilahkan masuk ya.'' Jawab suster.


''Iya suster, tolong sembuhin nenek saya ya.'' Ucap toglo.


''Iya sayang, doakan saja nenekmu biar cepet pulih.'' Ujar suster sambil tersenyum.


Setelah itu susterpun menutup pintunya, toglo dan doni menunggu diluar, duduk dikursi yang telah disediakan.


Ditempat lain.


Nandi yang lagi mengurus semua biaya perawatan neneknya toglo selama dirawat dirumah sakit harapan, sudah tuntas semua.


Setelah itu nandipun langsung menyusul ketempat dimana sinenek itu dirawat ruangan nomor delapan dilantai dasar.


Setibanya ditempat, nampak toglo dan doni lagi duduk dikursi, terus nandi menghampirinya.


''Gimana don, sudah diperbolehkan masuk?.'' Tanya nandi.


''Belum di, untuk sementara kita menunggu diluar, sambil menunggu keputusan dari dokter.'' Jawab doni.


''Ooh ya sudah, biar gua dan toglo menunggu aja disini, sementara lo, harus secepatnya mengirim barang ke klayen yang dibogor, ambil surat jalannya di astuti, dan yang lainnya sudah gua bilangin sama astuti.'' Ucap nandi.


''Terus gimana kalau sinenek diperbolehkan pulang hari ini?.'' Tanya doni.


''Itu mobil, biar gua yang bawa, dan lo' naik grab dar sini sampai kebengkel yang djalan ketupat, nah dari situ biar gito atau pandi yang nganterin lo ke logistik, paham.'' Ucap nandi.


''Is oke, ya sudah gua cabut dulu.'' Ucap doni.


''Ooh iya, grabnya sudah gua pesen dan sudah gua bayar diaplikasi, lo' tinggal naik aja.'' Ujar nandi.


''Siippp.'' Jawab doni singkat.


Bersama'an dengan kepergiannya doni, pintupun terbuka bersama keluarnya seorang dokter.


Nandipun lalu menanyakan tentang kondisina sinenek.


''Gimana keada'an nenek saya, apa sudah diperbolehkan untuk masuk?.'' Tanya nandi.


''Ada perkembangan cukup bagus, boleh masuk, tapi hanya yang bersangkutan saja.'' Kata dokter.


''Terima kasih dok. ayo toglo kita masuk.'' Ucap nandi.


''Sama-sama.'' Jawab dokter.


Nandi dan toglopun lalu membuka pintu masuk keruangan tempat sinebek dirawat.


''Alhamdulilah, nek gimana rasanya sekarang?.'' Tanya nandi.


''Kepala nenek sekarang sudah enteng, dan nyeri di ulu hatipun sudah tidak terasa lagi.'' Jawab sinenek.


''Dokter bilang nenek keracunan makanan, emang nenek habis makan atau minum apa gitu.'' Ucap nandi.


''Iya nenek baru ingat, nenek habis makan jamur, mungkin ada jamur lain yang keambil, biasanya juga tidak apa-apa, untung aja sitoglo belum sempat makan.'' Ucap sinenek.


''Emang jamur apa toglo, yang biasa nenek ambilin?.'' Tanya nandi pada sitoglo.


''Nenek biasa ngambil jamur kuping dan jamur merang bang nandi, itu bukan sekali aja kita makan pake sayur jamur.'' Jawab toglo.


''Nanti lain kali, sebelum dimasak harus dilihat dulu dengan teliti, mana jamur yang tidak beracun dan mana jamur beracun, harus bisa membedakannya, jangan asal jamur.'' Ucap nandi.


''Iya bang nandi.'' Jawab toglo.


Toglo sangat senang sekali akhir neneknya sudah mulai membaik, dan toglo sangat berhutang budi pada nandi, karena sudah dua kali ditolongnya dikala lagi dalam kesusahan, toglo sangat mengagumi atas ketulusan dan kebaikannya nandi.


Bocah imut dengan rambut tebal panjang sebahu, bercita-cita dalam hatinya, ingin rasanya membalas jasanya nandi yang tak terhingga.


Dan semua karakter dan sipatnya nandi menjadi contoh buat toglo, kalau besar nanti ingin deperti nandi, itulah yang kini toglo catat dan disimpan dalam hatinya.


Dikala hari sudah siang, dokterpun memperbolehkan nandi untuk membawa pulang sinenek kerumahnya, karena menurut hasil pemeriksa'an kondisi sinenek sudah benar-benar membaik dan pulih seperti sedia kala.


♤♤♤♤♤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=♤♤♤♤♤


Bersambung.


Kalau suka dengan cerita ini, cukup like, comentar favorit dan vote senayak banyaknya.


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2