
Nandi dan sindi terus melaju menyusuri jalan raya yang sudah memasuki jalan ketupat.
Tidaka lama kemudian mereka telah tiba dibengkel, nampak pandi dan gito, lagi membongkar dua buah motor yamaha jupiter mx.
Tid tid.
Suara klaksonpun berbunyi, pandi dan gito langsung menoleh kearah datangnya suara klakson itu.
''Widiiiih, pantesan astuti nanyain, ternyata teh sindi abis dibawa dulu jalan.'' Ucap gito.
Astutipun keluar, sedikit pasang muka cemberut, menghampiri Sindi.
''Pantesan ya, aa nandi, dichatnya cengar cengir dan poto-poto, ternyata lagi merencanakan sesutu.'' Ujar astuti.
''Haahaaha, impas sekarang, lo sudah ngerjain abangmu sendiri lo' pake ngintip gua lagi.'' Ucap nandi.
''Hehee, abisnya aa nandi, seperti orang gila, malahan bukan gue aja tuh yang melihat, yang lagi duduk dibangkupun pada cekikikan mlihat aa tingkahnya aneh.'' Kata astuti.
Astuti langsung melihat dengan intens sekali pada belanja'an yang lagi dipegang oleh sindi.
''Sebentar, gue hapal nih brlanjanya dari mana, kalau gak salah ini toko butik yang dijalan niaga.'' Ucap astuti.
''Loh ko lo' bisa tau.'' Ucap sindi.
''Ya pasti dia tau sin, toh dia dulunya anak bandel hobinya minta duit mulu sama ortu.'' Punhkas nandi.
''Iya, itu dulu sih, bahkan semua kuliner dikota ini gue tau, kan gue suka diajak nina, terus gue sadar semenjak gue dihina sama kaila dan rina, gue sampai sekarang masih gedeg ama itu orang.'' Ujar astuti.
''Ayo kita masuk.'' Ajak nandi pada sindi dan astuti.
Setelah mereka berada didalam ruangan kerjanya terus nandi menyerahkan bungkusan pada astuti..
''Ini bua lo.'' Ucap nandi.!
''Apa ini aa.'' Kata astuti sambil menerima bungkusan itu.
''Ya buka aja, barang kali lo suka.'' Ujar nandi.
Terus astutipun membuka bungkusan yang dikemas dengan rapi, setelah dibuka astuti sampai melotot kaget bercampur seneng.
''Wooww, gak salah nih aa, bagus banget, ini harganya dibawah dua juta'an.'' Ucap astuti.
''Iya sengaja gua beli'in buat entar malam kita pergi keundangannya nina, pokonya lo harus datang serapi mungkin, jangan pakaian tomboy yang lo' pake.'' Ucap nandi.
''Tanks ya aa, gua suka banget, akhirnya gue bisa juga pakai pakaian mahal.'' Ucap astuti, sambil pergi keruangan tempat salin yang berada dibelakang ruang kerjanya.
Setelah dicobanya, pas banget dengan badan astuti, dan warnanya juga astuti sangat menyukainya.
Kini haripun tidak terasa, matahari sudah lurus berada diatas kepala, bertepatan dengan telah berkumandangnya, suara adzan duhur.
Nandi dan segebap karyawannya langsung pergi kemasjid yang dekat dengan bengkelnya, untuk melaksanakan ibadah solat duhur.
selepas pulang dari masjid, nandi menyuruh astuti untuk membeli makanan untuk makan siang, di sebuah rumah makan ala sunda disebrang jalan depannya bengkel.
Setelah itu mereka beramai-ramai makan siang bersama, nandi, gito, pandi, astuti dan sindi, kerukunan dalam persahabatn mereka menjadikan momen-momen yang indah disepanjang sejarah kehidupan mereka.
Nandi pemuda yang sangat baik dan sangat gesit dalam bekerja, sudah bisa membawa para sahabatnya kejalan yang lebih baik, maupun dalam kehidupan materi maupun kehidupan dalam bersikap dan berakhlak.
Karena mereka bermula dari kehidupan dijalanan, nandi sendiri sebelum dimasukan kepondok haur koneng, lebih banyak menikmati hidupnya dijalanan.
Dari abah haji mansurlah nandi lebih mengenal arti hidup yang sesungguhnya, dan bisa mengenal jati dirinya sendiri.
Setelah lulus/tamat menimpa ilmu dipondok haur koneng, nandi mencoba buka usaha kecil-kecilan dari ilmu yang didapatnya selama dijalanan, ilmu dijalanan masih banyak yang kita ambil sisi positipnya, seperti permula'an nandi membuka bengkel kecil-kecilan sehingga kini menjadi sebuah bengkel yang sangat besar.
Dudunia otomotip nandi bisa dikatagorikan sudah sangat ahli, dari mulai memodipikasi motor jadul menjadi motor antik yang harganya selangit.
Ditambah sahabat nandi yang bernama hasan sangat ahli dalam hal sambung besi/las, maka dari itu tak heran bila bengkel nandi semakin maju pesat, dan kini alat-alatpun sudah serba mesin, apalagi bulan depan nandi sudah merencanakan akan memesan mesin bubut dan mesin bending.
Karena pesanan dari para langganan semakin banyak, sehingga membutuhkan tenaga mesin yang canggih, untuk memperingan biaya oprasianal bagi para langganannya, karena sebelumnya, bila ada langganan yang menurunkan mesinnya, nandi pun selalu mengupahin pada relasinya dalam mengkolter sehare, maka dari itu, sudah barang tentu biaya oprasionalpun jadi tambah banyak.
•••••••••••
Selepas makan nandipun lalu bersandar, dikursi sebelah pojok bengkel, ditemani pandi dan gito, sambil menghisap rokonya masing-masing.
''Ooh iya di, nanti jam berapa kita berangkat ke undangannya nina?.'' Tanya pandi.
''Ya sehabis magrib aja, karena acaranyapun katanya abis isa.'' Jawab nandi.
''Iya, gua kan belum tau rumahnya, siapa tau disana kita ketemu sama jodoh, iya gak pan.'' Ucap gito sambil menoleh pada pandi
''Hahaha, dasar lo' to to, begitu kalau pikirannya orang jomblo, Ooh iya to, lo' mau gak ada cewe cakep dan bodinya sangat demplon, lo mau kagak?.'' Tanya nandi pada gito.
''Orang mana emang?.'' Gito balik bertanya.
__ADS_1
''Ya lo' mau gak.'' Kata nandi.
''Ya boleh sih, nanti kabarin gua.'' Ucap gito.
''Iya, kalau pagi-pagi suka ada lewat depan rumah gua.'' Ucap nandi.
Gito terus berpikir, sepertinya ada kejanggalan dalam tawaran nandi itu.
''Wah kayanya lo' di mau jebak gua, yang sering lewat depan rumahmu setiap pagi hanya bi irah.'' Ucap gito.
''Iya, itu yang gua maksud, hahahhahaaa.'' Kata nandi sambil tertawa yang di ikutin oleh pandi tertawa lebar.
''Siaaaalll lo ah, emang bi irah cantik dan bohay, tapi sudah tua atuh, yang bener aja, kalau sama anaknya baru tuh cocok banget.'' Ucap gito.
''Seleramu tinggi juga, maunya sama anak kuliahan, sedangkan lo lulusan smp, mana mau sabila sam lo'.'' Ucap pandi.
''Ya kalau tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang tak mungkin kan.'' Ucap gito.
''Ya iya sih, tapi mestinya mau ngomong ngaca dulu.'' Ucap nandi.
''Wah lagu kang doel sumbang tuh, hus jangan begitu nanti bisa kena tinju bet.'' Ujar gito.
''Idih malu dong muka jelek ngaku ganteng.'' Ucap nandi dan pandi bareng.
''Itu tandanya lelaki percaya diri.'' Jawab gito.
Astuti dan sindi sempat keluar dari ruang kerjanya, serasa istirahatnya terganggu oleh obrolan nandi, pandi dan gito.
''Wai, kalian ini lagi ngapain sih, gue denger ramai aja dari tadi.'' Ucap astuti.
''Tau tuh tut, abang lo, masa gua ditawarin bi irah, untuk mengisi kekosongan hati gau katanya.'' Ujar gito.
Astuti dan sindipun langsung tertawa lebar, merasa puasa hati mendengarnya.
''Hahahahahaaa, gua rasa juga cocok, bi irah orangnya cantik bahenol, pinter cari duit lagi.'' Pungkas astuti.
''Waah kalian itu emang benar-benar ya sama gua, siall, apes gua hari ini.'' Ucap gito.
Setelah itu jam istirahatpun telah habis. pandi dan gito serta astuti dan sindi, sudah memulai lagi pekerja'annya.
Kini hari tidak terasa, waktupun begitu cepatnya berlalu.
Sementara ditempat lain, disebuah komplek perumahan elit, tepatnya dijalan angsa diblok df no 10, lagi ramai menghiasi ruangan, untuk sebuah acara nanti malam, hiasan yang sederhana dengan menata ruangan keluarga, dengan bertuliskan kaligrapi, untuk mengenang Almarhum ayahnya ibu yola yohana.
Sedangkan pak ardi juna pranatapun, sudah memanggil ustad setempat disekitar komplek itu, buat tawasulan nanti malam.
''Hari sebentar lagi mau gelap pah, ayo kita ke makam dulu.'' Ajak ibu yola yohana pada suaminya dan anaknya.
''Ayo mah, kamu mau ikut gak nak.'' Ucap pak ardi juna pranata.
''Ya ikut dong.'' Jawab nina.
Setelah itu mereka berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar, setibanya dilantai dasar terus pak ardi juna pranata menuju sebuah garasi untuk mengeluarkan mobilnya
Kini mobilpun sudah melaju keluar dari garasi, ibu yola yohana dan nina yunita menunggu dekat gerbang yang mau keluar.
Setelah itu mobilpun berhenti, ibu yohana dan nina terus membuka pintu mobilnya, setelah semua masuk dan berada didilam sebuah mobil.
Securuti langsung membuka gerbangnya.
Dan pak ardi juna pranatapun memijit sebuah llaksom.
Tiidd tidiiidd.
''Iya pak bos, hati-hati dijaln semoga selamet sampai tujuan.'' Ujar securiti.
Mobil pun kini sudah keluar dari rumah menuju ke makom mertuanya untuk nyekar kirim doa dan taburi kembang.
Setibanya disebuah taman makam, pak ardi juna pranata dan ibu yohana beserta nina langsung turun dari mobilnya dan berjalan diantara banyaknya kuburan yang dilaluinya.
Tidak lama kemudian mereka berhenti dihadapan makam yang bertuliskan dibatu nisan.
Haji Yandi sumita, merekapun lalu duduk dengan menggelar tikar yang sengaja mereka bawa dari rumah.
Setelah itu pak ardi juna pranata melakukan doa doa untuk ahli kubur yang bertuliskan dibatu nisan tersebut.
Setelah sepuluh menit mereka melakukan tawasul dan diakhiri dengan kiriman doa selamat.
Nina dan ibunya lalu menaburi kembang dengan aneka warna warni, terus diakhiri dengan menyiramkan air secukupnya.
Setelah semua beres merekapun lalu balik menuju pada mobilnya yang lagi diparkir didepan gapuara taman makam citra nuansa insani.
Disa'at mereka mau membuka pintu mobilnya, tiba-tiba puluhan pengemis anak-anak yatim datang meminta sedekah.
__ADS_1
Dengan senang hati pak ardi juna pranata mensedekahkan rijkinya buat anak yatim tersebut.
''Terima kasih ya om, semoga allah membals lebih dari pada yang om berikan pada kami.
''Sama-sama de, ade belajar yang rajin ya, supaya nantinya ade-ade semua bisa menjadi anak pintar dan soleh.'' Ucap pak ardi juna pranata.
''Iya om, makasih banyak.'' Jawab semuanya secara bersama'an.
Setelah itu pak ardi juna pranata beserta ibu yohana dan nina, telah memasuki mobilnya untuk kembali pulang kerumahnya.
Mobilpun telah disetirnya, dan penjaga taman makam citra nuansa insani, lagi membantu memarkirkan mobil pak ardi juna yang mau keluar pintu gerbang.
Priiittt.
''Ya terus, kiri kiri, bales kanan, oke siip.'' Ujar penjaga.
Setelah itu, sebelum pak ardi juna menginjak gasnya, ia lalu membuka kaca pintu depan mobilnya.
''Ini mang, buat mamang ngopi.'' Ucap pak ardi juna pranata memberikan uang lima piluh ribu pada penjaga.
''Terima kasih tuan, semoga tuan selalu digampangkan dalam pemasalahannya, hati-hati semoga selamat samapi tujuan.'' Balas penjaga taman makam citra nuansa insani.
Selepas itu, mobilpun sudah terkendali dan melaju keluar gerbang.
Pak ardi juna pranata, terus menyusuri jalan raya yang menghubungkan pada sebuah komplek perumahan, citra loka indah.
Tidak lama kenudian pak ardi juna pranata, sudah tiba digapura citra loka indah, dan para securiti perumahan tersebut memberikan hormatnya pada pak ardi juna pranata, ketika mobilnya melalui pos penjaga'an utama.
Dan pak ardi juna pun membuka kaca mobilnya sambil menyapa.
''Selamat sore bapk-bapak semua, nanti malam abis isya datang ya kerumah.'' Ucap pak ardi juna pranata.
''Sore pak, ada acara apa pak?.'' Tanya salah seorang securiti yang bertubuh kekar.
''Ya kita makan-makan aja, tapi penjaga'an jangan sampai kosong, disini harus tetap ada.'' Kata pak ardi juna pranata.
''Ya iya atuh pak, kebetulan nanti malam bukan jadwal saya, insa allah kami akan hadir.'' Jawabnya.
''Oke kalau begitu, mari semuanya.'' Ucap pak ardi.
Dan mobilpun sudah berjalan menuju blok df jalan angsa nomor sepuluh.
Kini hari telah senja, langitpun memerah di bagian barat, pertanda ucapan selamat tinggal siang hari dan selamat datang malam hari.
Selepas melakukan ibadah solat magrib.
Sementara digang si'iran, telah berkumpul para kru dan sahabatnya nandi, mereka telah mempersiapkan untuk on the way, menghadiri undangannya dari nina.
Astuti dan sindi nampak semakin cantik, berpakaian yang baru dibelinya tadi siang, dengan berkerudung warna hitam, bermik up tipis merata dan dipoles lipstik merah maron setipis mungkin membuat dua gadis itu laksana bidadari turun dari kayangan.
Nandi yang tak jemu-jemu memandangi sindi yang terlihat semakin mempesona dan bercahaya.
Selain nandi yang terus terpesona oleh kecantikan sindi, ada sepasang bola mata yang terus memandang dengan intens sekali.
Pemuda yang berpakain kemeja kotak-kotak merah biru kuning, terus memandangi wanita yang berpostur tinggi.
Kamal yang dari semenjak astuti keluar dari rumah dengan berdandan begitu cantik rupawan, terus memandangi astuti dengan tajam sekali.
''Buseet dah astuti sangat cantik bila sudah berdandan.'' Ucap kamal dalam hatinya.
''Apa kalian sudah siap?.'' Tanya nandi
''Dari tadi juga kita tinggal menunggu perintah ko.'' Kata hasan.
''Oke kalau begitu, karena jarak yang kita tempuh lumayan jauh, jadi sekarang kita berangkat, jangan lupa pake helm.'' Ucap nandi.
Setelah itu mereka telah bersiap-siap untuk berangkat, nandi yang berboncengan dengan sindi, dan astuti bawa motonya sendiri, meminta pada nandi supaya kamal yang menyetir didepan, mendapat perintah begitu dari nandi kamal sangatlah berbunga-bunga hatinya.
Dan doni sendiri membawa pacarnya, cuma gito dan pandi yang lagi apes, dia pake motor sendiri-sendiri.
''Sebentar dulu, aa rendi belum kesini.'' Ucap sindi.
''Massa allah, gua lupa, bentar kita tunggu dulu rendi.'' Ucap nandi.
Setelah dua puluh menit mereka menunggu, munculah motor honda cbr, yang berboncengan, yang tak lain adalah rendi yang datang telat, karena menjemput dulu pacarnya.
☆☆☆☆☆☆<<<<<>>>>>☆☆☆☆☆☆☆
Bersambung.
Dukung terus ya, dengan like, comentar, saran, favorit, ranting dan juga vote.
Nantikan di episode selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.
Selamat membaca.