SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 79


__ADS_3

Nandi dan pandi terus melajukan motornya, memasuki jalan belimbing raya.


Kedua motor yamaha rx king cobra meluncur dengan cepatnya saling salip menyalip, itulah nandi dan pandi kalau sudah dijalanan mereka sangat asik kalau lagi mengendarai kendara'an roda dua.


Asap putih mengepul keluar dari selongsong kenalpot kedua motor tersebut, dengan suaranya yang khas, yang menggiurkan bagi para pencinta kendara'an tersebut.


Kini nandi dan pandi sudah mulai memasuki kawasan jalan industri, karena disepanjang jalan itu banyak sekali pabrik-pabrik, disamping kiri kanan jalan.


Kedua pemuda gang si'iran masih terus melaju dengan kendara'an kesayangannya mereka.


Setelah itu nandi dan pandi telah tiba dikawasan jalan delima.


Dan merekapun kini mulai menurunkan speednya karena tinggal dua ratus meteran lagi mereka akan mulai memasuki kawasan gang si'iran.


Pukul 16:00


Mereka telah sampai, dan kedua motorpun sudah terparkir dengan setandar satu.


''Di terus gua gimana nih, ke ketupat jangan?.'' Tanya pandi.


''Ini jam berapa, sebentar lagi toko dan bengkel akan segera de tuti tutup, mendingan lo' bikinin gua kopi.'' Jawab nandi.


''Oke kalau begitu.'' Saut pandi.


Pandi lalu masuk pada sebuah ruangan disamping bengkel, menuju pada dispenser, terus diraihnya dua buah gelas, dan diambil dua saset kopi spesial mix, setelah digunting ujung kopi itu lalu dituangkan kedalam dua gelas tersebut.


Setelah itu pandi membawabya kehadapan nandi.


''Ini di kopinya.'' Ujar pandi.


''Iya pan tanks ya.'' Jawab nandi.


''Okee.'' Saut pandi.


Sementara, kamal, hasan dan doni, sudah selesai dengan kerja'annya, para castamerpun sudah sepi, lalu mereka mencuci tangannya masing-masing, disebuah keran yang telah disediakan oleh nandi.


Setelah itu ketiganya pun duduk dibangku didekatnya nandi dan pandi.


''Wah tumben lo' pan jam segini sudah stay disini?.'' Tanya kamal.


''Abis ada urusan sama nandi.'' Jawab pandi.


''Ooh gitu.'' Saut kamal.


''Ko kalian gak pada ngopi, biasanya kan kalian langsung seduh kopi?.'' Tanya nandi.


''Perut gua lagi tidak bersahabat sama kopi.'' Jawab kamal.


Setelah itu toglo keluar nyamperin nandi dan bertanya.


''Ma'ap bang, tokonya tutup sekarang gak?.'' Tanya toglo.


''Ya sudah tutup aja sekalian, dan kamu cepetan pulang kasihan nenekmu.'' Jawab nandi.


''Baik bang.'' Ucap toglo


Setelah itu toglopun menutup roling doornya, terus berpamitan pada nandi dan yang lainnya.


''Ma'ap bang nandi, dan abang-abang yang lainnya toglo pulang duluan ya.'' Ujar toglo.


''Ya sudah, cepetan kamu pulang, kasihan nenekmu.'' Ucap nandi.


Selanjutnya toglo mengambil sepedanya terus dinaikinya, dan dikayuhnya dengan cepat, kini toglo sudah jauh meninggalkan gang si'iran.


Ketika toglo mau memasuki gang yang lain, toglo terus mengayuh sepedanya itu dengan tida dalam posisi duduk dijok.


Dari belakang toglo ada tiga anak seumuran dirinya dengan mengendarai sepeda juga menyalip dan mengganggu lajunya sepeda toglo.

__ADS_1


''Woii, sepedanya keren juga, gimana kalau kita tukeran.'' Sapa anak tersebut.


''Enak saja kau bicara, awas minggir lo'.'' Ujar toglo.


''Wooii teman-teman, anak ini rupanya cukup berani juga.'' Teriaknya pada kedua temannya.


''Kalian ini mau apa sih, persa'an kita tidak ada masalah.'' Ucap toglo.


''Asal kamu tau, sekarang kita ada masalah.'' Jawabnya.


''Terus masalahnya apa, sori ya ku tidak ada waktu berususan dengan kalian.'' Ucap toglo sambil memundurkan sepedanya.


Tapi tiba-tiba anak-anak itu menarik dan menendang sepedanya toglo ketika toglo mau mengayuhnya, tapi toglo sudah sangat pandai dalam bersepeda hanya menggenjotkan tubuhnya, sepeda itu pun berbalik arahnya, terus toglo melompat, karena terpancing amarahnya.


''Rupanya kau sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.'' Bentak toglo.


''Hahahaaa, wooii dia marah, dikira lo tidak bisa marah.'' Jawabnya.


''Ayo kita hajar aja.'' Teriak temannya itu ngompor-ngomporin.


Seketika itu tiga anak itu pun mengeroyok toglo, terus mengurung toglo dengan ayunan tunjunya.


Tapi toglo bukan anak sembarangan karena olah bela dirinya sudah hampir sangat sempurna.


Hea.


Teriak toglo sambil memutarkan tubuhnya dengan tendangan kaki kanan menyambut serangan dari ketiga anak itu.


Duk duk deeaass.


Kaki toglo bersarang dimuka anak-anak tersebut.


Aaww


Aauuw


Suara kesakitan dari ketiga anak itu, dengan serempaknya terjatuh sambil memegang mukanya masing-masing.


''Siaal dia pandai bela diri.'' Ujarnya Sambil memandang pada kedua temannya itu.


''Iya betul, ayo kita pergi, sebelum dia menghajar kita.'' Jawabnya.


Lalu ketiga anak itu memburu pada sepedanya masing-masing, terus merekapun menaikinya dan dikayuhnya dengan cepat.


''Hahaha, hanya segitukah kemampuan kalian.'' Teriak toglo sambil tertawa tebahak bahak.


Setelah itu toglopun menarik sepedanya yang tergeletak, dan dinaikinya terus dikayuhnya dengan cepat, karena kuatir sama neneknya yang sendirian dirumah, ditambah toglopun belum masak untuk makan sore neneknya.


...........


Sementara ditempat lain.


Nina lagi mengendarai mobilnya dijalan delima, terus ninapun mengmabil arah belok kekiri, jalan yang mau memasuki gang si'iran.


Tidak lama kemudian ninapun sampai didepan rumahnya pak dirman dan berhenti.


Terus nina membuka pintu depan mobilnya, perlahan nina menginjakan kakinya dilantai pekarangan rumahnya pak dirman.


''Haii semuanya, selamat sore.'' sapa nina sambil berjalan santai dengan tatapan penuh cinta pada pemuda yang rambut diikat model kesatria jaman dulu.


''Selamat sore juga nin, tumben nih akhir-akhir ini lo sering main kesini, ada apa ya.'' Sapa hasan dengan penuh tanda tanya.


''Wah kang hasan mulai kepo nih, emang gak boleh nina main kesini, kan kuliah gue sebentar lagi beres.'' Jawab nina.


''Ooh begono toh.'' Ujar hasan.


Ninapun lalu memandang pandi, pemuda kalem yang tidak banyak tingkah tapi sangat menjanjikan, karena dimata nina, pandi pemuda baik yang ulet dan giat bekerja, hampir sama sipatnya seperti nandi, begitu yang nina rasakan.

__ADS_1


Nina pun lalu duduk didekat nandi dan pandi, nina mau menyampaikan rasa terima kasihnya atas pertolongan nandi dan pandi terhadap ayahandanya, yang sudah berhasil menggagalkan ketiga orang begal yang mau merampok, pak ardi juna pranata.


''Gue sangat berterima kasih banyak pada aa nandi dan aa pandi.'' Ujar nina.


''Ya sama-sama nin, kita sesama manusia umumnya, kuhususnya kan lo' dan keluarga lo' sudah termasuk pamili gang si'iran.'' Ucap nandi.


''Iya nin, lo jangan berkecil hati, bila ada masalah, cepat kabari nandi, gua, dan yang lainnya, kami siap untuk membantu.'' Saut pandi.


''Iya aa pandi makasih ya, gue banyak berhutang budi pada para pamili gang si'iran.'' Ucap nina.


''Perasa'an kita gak pernah ngutangin budi ja, ya gak di.'' Ujar pandi.


''Betul tuh.'' Jawab nandi.


''Iiihh aa pandi mah, maksud gue, gua yang merasa berhutang.'' Ucap nina.


''Ya sudah, kalau begitu hutangmu impas sekarang.'' Ucap pandi.


''Maksaih yaa aa...'' Jawab nina penuh manja.


Didalam hati nina pingin rasanya nina bersandar didada pandi, sebagai rasa terima kasihnya pada tuhan tentang perasa'annya yang baru muncul akhir-akhir ini pada pemuda gang si'iran yaitu pandi adi supraja kepanjangannya.



ini adalah nina yuni pranata, biasa dipanggil nina yunita, anak sulung dari keluarga pranata.


Yang kini telah kasmaran pada pemuda yang bernama pandi.



Ini adalah sosok pandi adi supraja, anak dari keluarga sederhana, yang pernah berkecimpung didunia jalanan.


Pandi pemuda kalem yang tidak terlalu banyak tingkah, selain itu pandi juga rajin dan giat bekerja, alat musik yang paling pandi sukai adalah drum.


''Astuti belum pulang aa nandi?.'' Tanya nina.


''Belim tuh, paling sebentar lagi.'' Jawab nandi.


Baru saja di omongin, dari kejauhan nampak terlihat motor honda gl 125 yang telah dimodipikasi, lagi melaju mendekati mereka.


''Tuh astuti.'' Ujar nandi.


''Iya, baru aja kita omongin, panjang umur lo' tut.'' Ucap nina.


Astuti lalu memarkirkan motornya didepan halaman rumahnya.


Lalu astuti nyamperin pada nina yang lagi duduk di bangku berdekatan dengan pandi dan nandi.


''Haii nin, tumben nih ada disini?.'' Tanya astuti.


''Emang gak boleh nih, gue ada disini.'' Ucap nina.


''Iih boleh banget.'' Jawab astuti.


Selepas itu, bersama'an dengan hari sudah senja


kini suasanapun diramaikannya dengan minum-minum.


Kini nina dan pandi semakin dekat, keduanya sama-sama ingin saling mengenal dulu hatinya lebih dalam lagi.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Bersambung.


Ikuti terus dalam episode delanjutnya.


Terima kasih atas dukungan like. comentar, favorit, ranting dan votenya.

__ADS_1


Semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


__ADS_2