SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
SIKIDAL SANG PENOLONG EPS 23


__ADS_3

Dobengkel barunya, Nandi dan para pelanggan nampak asik ngobrol sambil minum kopi, sedangkan dari dalam ruangan bagian administrasi keuangan memperhatikannya dari semenjak kedatangan Nandi kesitu.


Bola mata yang sejuk dan anggun, dengan rambut agak bergelombang lagi asik menikmati pandangannya pada sosok lelaki gagah yang sangat ia sukainya.


Tatapan penuh cinta dengan roman berseri-seri seperti merasa bahagia dan nyaman bila lelaki itu, yang tak lain adalah Nandi yang sekaligus bosnya berada dekatnya.


Sementara Nandi pun Merasakan bahwa dirinya lagi diperhatikan oleh sosok bola mata yang ia juga mengaguminya.


Astuti yang melihat Sindi yang lagi intens memandangi abangnya, hanya tersenyum sedikit.


''Hhmmm...Widiiiih asik benar ya pemandangannya.'' Ucap Astuti.


Sindi langsung kaget dengan muka kemerahan karena malu sama Astuti, ternyata sikapnya itu ada yang memperhatikannya, untuk menghilangkan rasa malunya, Sindipun langsung mengalihkan perhatiannya.


''Apa'an sih lo Tut, gue lagi melihat motormu bagus banget, ternyata motor jadul juga kalau direkayasa begitu jadi antik kelihatannya, dan harganya pun jadi jungkir balik-jungkir balik.'' Ucap Sindi.


''hahahaa... Sin-sin kenapa sih lo harus malu sama gue.'' Ucap Astuti.


''Maksudmu apa Sih Tut, gue semakin gak ngerti?.'' Tanya Sindi.


''Oooh ya, Gue cuma kasih saran ya, kalau perasa'an hati itu harus di ungkapkan, bukan cuma dipendam, nanti kalau keduluan orang, lo baru nyaho, sakitnya tuh di sini.'' Jawb Astuti sambil menunjuk ke ulu hatinya.


Sindi hanya terdiam, merenungkan ucapannya Astuti ada benarnya juga, Tapi sindi mikir dua kali apabila dirinya harus menembak duluan.


''Masa iah siih, gue harus nembak Aa Nandi, Tidak-tidak....mau ditaro dimana mukaku.'' Ucap Sindi dalam hatinya.


''Sin..Sin..''Panggil Astuti.


''Iyaa..'' Jawab Dindi kaget.


''Gue lihat dari lo melamun aja, ada apa siih?.'' Tanya Astuti.


''Tidak ada apa-apa, cuma gue kepikiran ucapan lo itu, ada benernya juga sih, tapi setelah gue pikir-pikir, gue gak berani melakukannya.'' Jawab Sindi.


Disa'at sindi dan Astuti lagi pada ngobrol, tiba-toba Nandi masuk, terus melihat-lihat barang yang yang tettata di etalase.


''Ooh iya Tut, Besok lo sudah harus belanja lagi, kayanya stok sudah mulai kurang nih.'' Ucap Nandi.


''Iya ini juga sudah ku catat, Ooh iya Aa banyak yang nanyain prodak thailand.'' Kata Astuti.


''Iya kalau itu sudah abang pesen, paling besok lusa datang, Ooh iya Sin Rendi katanya Sakit, sakit apa emang?.'' Tanya Nandi.


''Cuma demam biasa Aa, dan kemarin sudah dibawa ke klinik, sekarang sudah agak mendingan.'' Jawab Sindi.


''Ooh, syukur deh, Semoga lekas sembuh.'' Ucap Nandi.


''Aamiiiin, makasih Aa.'' Ucap Sindi.


''Sama-sama.'' Jawab Nadi.


''Oooh iya Aa, ada yang mua kutanyakan.'' Astuti memotong pembicara'an.


''Mau tanya apa.'' Kata Nandi.


''Nasi motor itu apa sih, kalau orang yang datang kesini, setiap melihat plang suka tertawa?.'' Tanya Astuti.


''Hahaha, Sudah ku duga, pasti banyak orang yang penasaran.'' Jawab Nandi.


''Apa siih Aa Nandi, ku jadi penasaran.'' Kata Sindi memotong pembicara'an.


''Kasih tau gak yaa.....''Ucap Nandi.


''Iiih sebel deh, Aa kebiasa'an suka bikin orang penasaran.'' Ucap Astuti.


''Okee kalau begitu, Nasi motor itu kepanjangannya


Nandi Astuti dan Sindi, Keren kan.'' Jawab Nandi.


''Waaahh.. Keren banget.'' Saut Astuti.


''Iya sih keren, ko bisa ada inspirasi begitu sih Aa.'' Ucap Sindi.


''Ya waktu itu gua merasa kebingungan mau kasih apa bengkel baruku, terus aku teringat Kalian berdua, nah disitulah ku ada ide, keren kan.'' Ucap Nandi.


Nandi, Astuti dan Sindi nampak terlihat bahagia, tertawa-tawa riang sekali.


Sedangkan Gito dan Pandi yang lagi mengutak ngatik motor, Sudah mulai mau rampung.


Setelah Karbulatornya terpasang lagi dengan Rapi dan Baut prmbuangan oli pun sudah terpasang rapi, lalu Gito menuangkan olinya yang baru.


''Alham dulilah beres juga, Sebentar ya mas gua coba dulu.'' Ucap Gito sambil menforong motor keluar.


''Iya kang Silahkan.'' Jawab pemilik motor itu.


Threeerrn therrn therrnn, Suara yang keluar dari motor yamaha Mx melaju dengan cepatnya, tidak lama kemudian motorpun sudah krmbali lagi didrpan bengkel dan Gito pun turun dari motor tersebut.


''Mantap mas, sekarang sudah enteng lagi, kalau bisa olinya jangan terlalu lama mas, dua bulan minimal harus diganti.'' Ucap Gito sambil memberikan kunci kontaknya.


''Makasih ya mas.'' Jawabnya Sambil melangkah menuju pada Sindi untuk melakukan pembayaran.

__ADS_1


Sindipun lalu mencatat, biaya yang harus dibayar oleh pemilik motor tersebut.


''Service ganti oli, Olinya Yamalub ya mas plus Rante keteng, jadi total biayanya 130.000 mas, dan ini Nota bonnya, bila ada keluhan mas balik lagi kesini, karena tim kami akan memperbaikinya lagi.'' Ucap Sindi sambil memberikan nota.


''Iya Bu terima kasih, Ooh iya Bos.. Makasih ya kopinya.'' Ucap orang itu pada Nandi.


''Iya kang Sama-sama.'' Jawab Nandi.


Setelah kerja'an beres, Gito dan Pandi bisa rileks sebentar, sambil menikmati kopi hitam dan Sebatang roko.


''Alhamdulilah akhirnya kita bisa juga nyantai Pan.'' Ucap Gito.


''Iya nih, mungpung belum ada lagi yang datang, kita ngopi dulu, sayang nih kopi gak keminum.'' Ucap Pandi.


Disa'at gito dan Pandi lagi asik duduk santai sambil minum kopi, Tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti ada keributan didekat lampu merah, Serentak Nandi pun keluar dari dalam ruangannya begitu pula Gito dan Pandi beranjak dari tempat duduk semula.


Nandi terus bertanya pada pemuda yang lagi berjalan dari arah lampu merah dan melewati didepan bengkelnya Nandi.


''Ada apa kang, seperti ada suara orang ribut?.'' Tanya Nandi.


''Iya Bang, biasa para preman yang rebutan Jatah kekuasa'an.'' Jawabnya.


''Setau gua, di situ cuma ada bang kodar, yang mengatur parkiran di ruko-ruko itu.'' Kata Nandi.


''Ya itu, tiba-tiba tempat Bang kodar mencari sesuap nasi ada yang ngambil alih, Kalau Tidak salah Orang itu ber'empat, dan Bang kodar dikeroyok terus perutnya terkena tusukan, sekarang sudah dibawa ke Rumah sakit Harapan.'' Ucap Orang itu.


''Dan yang ngambil alih tempatnya Bang kodar, temannya bang kodar sendiri atau orang lain?.'' Tanya Nandi.


''Katanya sih bukan temannya, dia Orang Gang Gendus, yang ingin mengibarkan benderanya disini, Kalau tidak salah dengar, namanya Jack-jack begitu.'' Jawabnya.


''Ciri-cirinya akang tau.'' Ucap Nandi.


''Ya tau, Orangnya botak pake kalung Rante, dan ketiga temannya berambut gondrong semua.'' Jawab Orang itu.


''Apa mungkin Sikojeck gitu, kalau emang dari gang Gendus.'' Ucap Nandi.


''Iyaaa... Itu Bang, namanya Bang kojeck, ko abang bisa kenal?.'' Orang itu balik bertanya.


''Ya Kalau emang yang di maksud dia, gua kenal, dulu pernah bentrok sama gua.'' Ucap Nandi.


''Maksud abang bentrok gimana?.'' Tanya orang itu.


''Sudah lama sih, emang orangnya rese, Waktu gua ada kerja'an borongan pasang instalasi listrik diperumahan mewah, dia juga kerja disitu, terus minta jatah, tapi gak gua kasih, dari pada dikasih sama dia mendingan saya berikan pada pakir miskin atau orang-orang jompo, Pulangnya gua dicegat sama kojeck dan kawanannya, maka disitu terjadilah perkelahian, Alhamdulilah allah masih melindungi gua dan kawan-kawan gua, dan sikojeck akhirnya KO, lari bersama temannya.'' Ucap Nandi.


''Waaah kalau begitu abang usir aja dia, kalau ada dia kasihan nantinya para pedagang pasti bakal dimintain jatah tiap bulannya.'' Orang itu berkata.


''Okee bang kalau begitu, Nanti saya kasih imponya, soalnya saya juga kerja disebuah toko disitu.'' Ucap Pemuda itu.


''Oke, Untuk mempermudah impormasinya, sekarang catat nomor handpon saya.'' Ucap Nandi


Pemuda itu pun langsung mengambil handpon, dari dalam tas slempangnya, dan mencatat nomor handponnya Nandi.


''Namanya siapa Bang?.'' Tanya pemuda itu.


''Nama gua Nandi Suryaman, Biasa dipanggil.


Nandi atau Sikidal.'' Jawab Nandi.


''Subhanallah, jadi abang ini bang kidal yang suka ramai diperbincangkan orang-orang.'' Ucap Pemuda itu.


''Aah akang ini, suka berlebihan.'' Saut Nandi.


Gito dan Pandipun ikut nimrung, meramaikan pembicara'an antara Nandi dan Pemuda itu.


''Bener tuh kang, apa yang akang bilang itu, siapa yang tak kenal dengan namanya Bang kidal, sipembela kebenaran.'' Kata Gito memotong pembicara'an.


''Apa'an sih lo To, Kaya Kamal aja, suka ikut nimrung.'' Ucap Nandi.


Setelah itu Pemuda itupun langsung pergi meninggalkan Nandi, Gito dan Pandi.


Tidak terasa hari berputar begitu cepatnya, seiring dengan roda kehidupan yang terus berputar.


Dan Hari pun kini sudah mulai memasuki senja, sang surya sudah miring kebarat.


Sinar merah kekuning-kuningan membara diatas cakra wala dibarat bumi nusantara.


Bengkel Nasi motorpun ditutup, gito dan Pandi lagi bersiap-siap untuk pulang kerumahanya di gang Si'iran, sedangkan Nandi dan Astuti mengantarkan Sindi pulang, yang waktu Sindi Tidak bawa kendara'an, karena jarak tempuh antara tempat kerja kerumahnya lumayan dekat bisa ditempuh dengan Jalan kaki begitu pikir Sindi.


Tapi Nandi sangat khawatir, kalau Sindi jalan kaki sendirian, takut kenapa-napa.


Setibanya didepan Rumah Sindi, Nandi dan Astuti mampir dulu dirumahnya Sindi yang kebetulan Rendi pun sudah pulang dari aktipitasnya.


Ibunya Sindi sangat senang sekali, Nandi dan Astuti mau mampir dulu kerumahnya, karena Nandi selain Bosnya, ia juga berharap kalau Sindi ada jodoh dengan Nandi.


''Ini air minumnya, nak Nandi, nak Tuti, ayo diminum.'' Ucap Bu Sumi.


''Terima kasih Tante..'' Jawab Astuti.


''Biarin Bu jangan ngeropotin.'' Ucap Nandi.

__ADS_1


''Ooh tidak apa-apa, Ibu tidak merasa direpotkan ko.'' Balas Bu Sumi.


Nandi dan Astutipun langsung meminum air yang telah Ibu Sumi sediakan, sedangkan Bu Sumi langsung balik lagi kebelakang, untuk melanjutkan memasaknya.


''Oh iya Di, gimana bengkel barumu, Lancar?.'' Tanya Rendi.


''Alhamdulilah, lumayan lancar dan pelangganpun sudah mulaintambah banyak.'' Jawab Nandi.


''Syukur dah, gua ikut senang, semoga bengkelnya tambah maju.'' Ucap Rendi.


''Aamiiiin.'' Jawab Nandi dan Astuti.


Sementara Sindi, selepas membersihkan tubuhnya, ia lalu masuk ke kamarnya, untuk ganti pakaian, terus duduk dikursi sambil memandangi dirinya melalu cermin kaca, dan dipoleskan bedak secara merata dan tipis pada mukanya, lalu berdiri sambil membolak balikan badannya dengan kedua matanya memandang cermin.


Setelah itu iapun keluar menuju ruang tengah untuk menemui Nandi dan Astuti.


Dengan Bodi yang aduhai, dihiasi wajah yang cantik dan mata yang sejuk indah dipandang, berjalan perlahan.


Nadi dan Astuti sangat terpukau melihat kecantikannya Sindi.


''Buseet dah, Bidadari dari mana nih, cantik amat.'' Celoteh Astuti memuji.


Nandi hanya tersenyum tipis, tidak berani berkomentar, cukup dalam hati saja Nandi memuji kecantikannya Sindi.


''Subhanallah, habis mandi kamu cantik banget Sin, wajahmu dan seluruh tubuhmu begitu sempurna.'' Ucap Nandi dalam hati.


Sindi merasa malu mendapat pujian dari Astuti, sambil duduk disampingnya Rendi dan berkata.


''Iiih kamu tut terlalu berlebihan memujiku, lo juga cantik.'' Ucap Sindi.


Setelah lamanya mereka ngobrol, Tidak terasa hari pun sudah mau gelap dan suara bedug dimasjid sudah terdengar pertanda waktu maghtib sudah tiba.


Nandi pun pergi ke musola yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya Bu sumi, tinggal berjalan kira-kira 50 meteran saja.


Begitu pula BU Sumi, Astuti dan Sindi langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah solat maghrib, sedangkan Rendi nyusul Nandi ke musola.


Sepuluh menit Kemudian Nandi dan Rendipun sudah balik dari musola.


Selepas itu Nandipun pamitan pada Bu sumi dan Rendi.


''Ma'ap ya Bu, kita mau pamit dulu, soalnya tadi banyak banget kerja'an, kasihan anak-anak kalau saya tinggalin terlalu lama, Ooh iya Bu, pinjem dulu sindi sebentar ada yang harus ku omongin secara empat mata, boleh kan Bu.'' Ucap Nandi.


''Ooh ya tentu boleh, iya gak apa nak Nandi.'' Ucap Bu Sumi.


''Ada sih Aa.'' Ucap Sindi sambil merasakan jantungnya yang berdetak kencang.


''Ooh tidak ada apa-apa, cuma ada yang perlu dibicarakan sama kamu sebentar aja.'' Jawab Nandi.


Setelah itu Nandi membawa Sindi kesamping rumah, Sindi menjadi salah tingkah, dan sikapnya juga aga gugup, dipikiran Sindi bercampur aduk antara senang dan gugup.


''Apa ya, yang mau di omongin Aa Nandi sama gue.'' Berkata Sinfi dalam hati.


Setelah Nandi mrmbawa Sindi kesaping rumah, agak jauh dari mereka yang lagi berda diteras depan rumah, Nandi pun langsung mulai pada poko pembicara'annya.


''Sin, ada yang mau gua katakan padamu.'' Ucap Nandi.


''Masalah apa ya Aa, apa kerjaku kurang bagus apa gimana.'' Ucap Sindi


''Bukan itu Sin.'' Jawab Nandi.


''Terus apa sih Aa?.'' Tanya Sindi.


''Begini Sin, Besok lusa kan tanggal merah, Rencananya gua mau tutup dulu bengkelnya, Gito dan Pandi mau kutarik dulu kesana, karena banyak kendara'an yang lagi dturunin mesinnya, kamal dan Hasan tidak bisa menghandle dalam jangka waktu tiga hari....


''Terus apa hububungannya dengan gue Aa.'' Sindi memotong pembicara'an.


''Ya makanya dengerin dulu jangan main potong aja, kan gua belum kelar bicaranya.'' Ucap Nandi.


''Iya..Iyaa deh ma'ap, ya sudah terusin.'' Kata Sindi.


''Gimana kalau kita jalan, kira-kira kamu mau gak, apa ibu mengijinkan kalau lo ku ajak jalan.'' Ucap Nandi.


''Gimana ya.....Nanti kupikir-pikir dulu ya Aa.'' Ucap Sindi gugup.


''Is oke.. Ooh iya, apabila kamu sudah dapat jawabannya, jadi apa gaknya, langsung Wa gua ya.'' Ucap Nandi.


''Okee... Aa siap.'' Jawab Sindi.


Setelah itu Nandi dan Sindi, langsung menuju lagi pada mereka yang masih pada duduk dikursi teras depan rumah.


♤♤♤♤♤♤♤♤•••••♤♤♤♤♤♤♤♤


Bersambung.


Nantikan kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya


Jangan lupa, Like, comentar, Rat dan juga vote nya.


Terima kasih, atas dukungannya..

__ADS_1


__ADS_2