
Waktu terus berlalu seiring dengan pesatnya kemajuan jaman, kehidupan pun semakin meningkat dan banyaknya perubahan yang menggelora di era modernisasi, membuat suasana kota di berbagai wilayah nusantara semakin pesat dan padat, dari segi perekonomian maupun dari segi kebutuhan pinansial yang semakin meningkat.
Seperti halnya yang kini lagi di alami oleh semua para famili Gang Si'iran, kuhususnya Nandi! Suryaman yang kini telah di karuniai lagi seorang anak laki-laki, Sindi telah selamat melahirkan si jabang bayinya.
Nandi merasa bahagia dengan hadirnya bayi lelaki begitupula Sindi, dan Anggita yang pingin mempunyai adik seorang lelaki kini telah terkabulkan.
Sindi yang berbaring di atas Bankar ranjang besi di rumah sakit harapan. Masih nampak lemas tidak bertenaga.
Siang itu ke tika Nandi dan Anggita duduk di atas tempat tidur pasen di sampingnya Sindi, Perawat datang dengan menggendong bayi, untuk di perlibatkan pada kedua orang tuanya.
"Selamat siang pak, anaknya lelaki, gagah dan tampan." Ujar suster perawat sambil menyimpan di tempat tidur khusus buat bayi.
Nandi dan Anggita sangat senang, lalu mendekati ranjang tempat bayi itu.
"Ayah dedenya sangat tampan dan gagah, persis seperti ayah." Cetus Anggita.
"Ooh iya namanya siapa? Ayah?." Tanya Anggita.
"Sudah ayah persiapkan nama yang bagus, ayah kasih nama Andi Nayaka, gimana menurut Gita bagus gak." Ujar Nandi.
"Wah nama yang sangat bagus ayah, ibuk pasti senang mendengarnya." Ujar Anggita.
Kemudian perawat pun keluar dari ruangan itu, sementara Sindi mulai membuka kan matanya sambil meraba-raba kesamping kiri dan kanan.
"mana bayiku." Dengus Sindi.
Lalu Nandi melangkah dan duduk di sampingnya Sindi. "Dedek bayinya lagi tidur sayang sehabis di rawat oleh suster, anak kita laki-laki, gagah dan tampan.
"Nanti kalau udah bangun gendong sini ya aku pingin melihatnya, sudah di beri nama belum?." Tanya Sindi.
"Sudah dong."
"Siapa? Sayang namanya?." Sindi lanjut bertanya.
"Namanya Andi Nayaka." Jawab Nandi.
Sindi tersenyum penuh bahagia.
"Sungguh nama yang sangat bagus, aku senang sayang mendengar nama itu." Ujar Sindi semringah.
__ADS_1
..........................
Seminggu kemudian.
Nandi, Anggita, Sindi dan Andi Nayaka sudah pulang dari rumah sakit harapan.
Kedatangan Cucu kedua di keluarga pak Dirman dan Buk Sari membuat suasana jadi lebih berwarna, belum nanti cucunya dari Astuti yang sebentar lagi akan melahirkan tentu membuat Buk sari dan pak Dirman jadi lebih hangat.
Kamal dan Toglo menuntun dua ekor Domba jantan yang besar, buat aqekah Andi Nayaka, langsung di bawa ke belakang rumah untuk di sembelih.
Para famili Gang Si'iran ikut sibuk, memotang-motong daging Domba, dan di timbang satu kiloan untuk di bagikan pada tetangga.
"Glo mendingan lo' bikin panggangan buat kita makan, sudah lama nih gua gak pernah makan daging Domba bakar." Ujar Gito.
"Bang Gito punya darah tinggi gak?." Tanya Toglo.
"Enak saja ya kagaklah, gua tidak punya riwayat darah tinggi." Jawab Gito.
"Oh iya, perasaan gua tidak meihat Hasan, kemana dia?." Tanya Gito.
"Bang Hasan di tugas oleh pak Bos untuk membagikan daging ke tetangga." Jawab Toglo.
Ketika mereka lagi asik beradu argumen muncul Pandi dan Doni sembari menenteng gelas kopi
"Wah mantap nih, coba dong satu seripitan aja buat pelicin asap roko nih." Ujar Gito.
Lalu Pandi dan Doni mendaratkan gelas kopinya di atas meja.
Sore harinya selepas ba'da ashar Nandi memanggil Jaroni untuk mengundang semua warga Gang Si'iran untuk menghadiri dalam acara selamatan gunting rambut Andi Nayaka, dan sekalian AQEKAH.
Jaroni pun langsung bergegas pergi untuk mendatangi rumah-rumah warga Gang Si'iran.
Singkat cerita.
Para warga pun sudah berdatangan memenuhi rumahnya Nandi yang di pimpin oleh seorang ustad untuk membacakan tawasul, dan para santri untuk bacakan Barzanji.
Kini acarapun telah berlangsung, suara Solawatan begitu indah terdengar, dalam acara selamatan menyambut si jabang bayi terlahir ke dunia.
Setelah acara selesai warga pun langsung makan-makan dengan makanan yang serba enak.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian para Warga pun sudah pada bubar dengan membawa tentengan, sebagai tanda terima kasihnya Nandi pada warga yang sudah meluangkan waktu untuk hadir mendorong doa atas selamatnya putra Nandi Andi Nayaka.
Pandi dan Nina pun pamit untuk pulang ke citra loka indah, berbeda dengan Gito dan Doni, masih tetap tinggal di Gang Si'iran, apalagi istrinya Doni bukan asli warga situ, tadinya Melinda merantau mengadu nasib di kota paris van java yang akhirnya ketemu dengan jodohnya yaitu Doni, apalagi Doni cuma tinggal berdua sama ibuknya dan Melinda pun merasa betah tinggal bersama mama mertuanya yang baik hati dan sangat menyayanginya.
Pukul 17:15 menit.
Suasana di rumah Nandi sudah nampak mulai sepi, Doni, Hasan dan Gito beserta istri-istrinya sudah pada pulang, tinggal Toglo dan Jaroni yang masih nampak beres-beres.
Setelah beres-beres selesai di kerjakan, Toglo dan Jaroni pun mohon pamit pada Nandi, karena masih ada tugas lain di luar sana mengantar Jaroni ke kampung rawan, untuk menyempurnakan tingkat kepandaian bela diri pada ki Parta. Nandi pun sangat mendukung atas kemauan dan tekadnya Jaroni yang bersi keras ingin menguasai bela diri sampai ke tingkat yang sempurna.
"Bagus Jar, saya sangat mendukung, tapi ingat setelah ilmu yang di dapat dari Kiparta, kamu jangan merasa sombong dan adigung besar kepala, karena sekuat apapun ilmu manusia masih ada lagi yang lebih kuat, di atas langit masih ada langit." Ujar Nandi.
"Insa Allah pak bos, saya belajar bela diri karena mengingat kejadian kebelakang, dimana saya hampir tewas kalau tidak saja ada toglo yang pertama menolong saya, mungkin hari ini saya sudah menjadi ahli kubur." Ujar Jaroni.
Setelah itu Toglo dan Jaroni meluncur dengan sepedanya menuju kampung rawan.
Setibanya di kampung rawan, Kiparta, Toglo dan Jaroni langsung menuju ke tempat latihan.
.....................
Satu bulan kemudian.
Jaroni kini sudah dapat menguasai ilmu bela diri cimande dengan sempurna, di tambah Kiparta telah memberi tetesan air cimande, pada kedua netranya Jaroni, sehingga tatapan mata Jaroni menjadi sangat tajam, di tambah Jaroni sudah sangat pandai menguasai permainan senjata double stick, karena Jaroni sangat menyukai tokoh legenda Bruce lee.
Suatu ketika Nandi menambahkan Jaroni pada famili Gang Si'iran, dan Jaroni pun sudah tidak menjadi OB lagi, dia di angkat menjadi satpam di perusaha'an Distributornya Nandi.
Kini ke kuatan the famili Gang Si'iran bertambah, ada dua pemuda yang tangguh yaitu Toglo dan Jaroni.
Jaroni pun telah di uji kepandaian bela dirinya, sewaktu pulang malam di siv dua, Jaroni telah dihadang oleh sekelompok anak berandal yang bersenjata, Jaroni pun bisa melumpuhkannya dengan sejata double sticknya, dan para berandal itupun tidak bisa berkutik.
................
Membeli motor Rx king cobra.
Setelah sekian lamanya bekerja di perusaha'an PT Anggita Surya Mandiri, dan sebagian uang gajihannya selalu di sisikan pada tabungan, akhirnya Toglo dan Jaroni kini sudah bisa mempunyai kendara'an bermotor roda dua, Sebuah motor Yamaha Rx king cobra yang banyak di gandrungi di kalangan pemuda waktu itu.
Di kawasan Gang Si'iran, hampir setiap pemudanya menyukai kendara'an tersebut, Nandi yang selalu membimbing pada para pemuda untuk hal yang lebih positip dan berkarya untuk kemajuan daerah.
Bulan Desember.
__ADS_1
musim dingin kini telah menyelimuti kota, matahari pun jarang nampak terlihat muncul di pagi hari, karena awan hitam yang selalu menutupi matahari, di bulan itu kota terasa lembab dan dingin, sangat identik dengan penyaki plu dan pilek di sertai demam.
Nandi dan Sindi serta Anggita lagi asik duduk sambil menggendong Andi Nayaka, Anggita yang tidak bosan-bosannya ngajak bermain pada adiknya karena pada diri Andi Nayaka hampir sembilan puluh persen ngejiplak rupa dan bentuk Ayahnya Nandi Suryaman.