SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 36


__ADS_3

Kini nandi dan astuti, sudah melaju dijalan raya delima, biarpun tengki motornya sudah penyok tetapi tidaklah mengurangi dari kecepatan speednya motor tersebut.


Hanya mengurangi dari isi bahan bakarnya saja.


Dua puluh menit kemudian nandi dan astuti telah tiba pula dibengkel jalan ketupat, nampak gito dan pandi lagi sibuk melayani para kastamer, Motorpun telah disetandarkan.


Nandi dan astuti terus membuka helm penutup kepalanya, lalu melangakahkan kaki turun dari sepeda motornya.


''Assalammualaikum.'' Ucap nandi mengucapkan salam.


''Wa'alaikum salam warohmatullahi wabaokatuh.'' Jawab gito dan pandi.


Melihat nandi yang datang, sindi lalu keluar menyambut kedatangan sang kekasihnya, sambil pasang muka riang gembira.


''Ko siang tut datangnya, tumben-tumbenan.'' Ucap Sindi.


''Iya teh, tadi dijalan sempet ada gangguan, noh motornya aa nandi sampai penyok begitu tankinya.'' Jawab Astuti.


Gito dan pandi belum ngerti kalau motornya nandi itu sampai penyok, Ia baru sadar ketika astuti berkata begitu, lalu nandi dan pandi melihat kemotor Rx king kesayangannya nandi.


''Buseeet dah, kenapa itu motor di?.'' Tanya gito.


''Waduuuuh, bener nih, kenapa di apa lo ada masalah dijalan.'' Pungkas pandi ikut bicara.


''Nanti gua ceritain, sekarang tolong bikin gua kopi dulu dong.'' Ucap Nandi.


''Biar Aa, gue aja yang bikin.'' Saut Sindi.


''Gak apa nih bikinin kopi buat gua.'' Nandi berkata.


''Ya gak apa-apa atuh, emang kenapa, aa gak mau kalau gue bikinin.'' Jawab Sindi.


''Ya bukan begitu sayang, takutnya kamu lagi repot ngurusin kerja'an, ya udah makasih sayang.'' Ucap Nandi.


''Widiiih, romeo dan juliet.'' Gito memotong pembicara'an.


''Alaah sirik lo, dasar jomblo lo.'' Ucap Nandi.


''Ko samapi segitunya di sama gua.'' Ucap Gito.


''Makan tuh, makanya jadi orang itu jangan suka kepo.'' Celoteh pandi.


''Bukannya dibelain, malah pojokin gua, kan elo juga sama jomblo kaya gua.'' Jawab Gito.


''Sudah-sudah, ko kalian jadi kaya kamal dan hasan sih, kerjanya pokus jangan mengecewakan langganan kita.'' Ucap nandi.


Sindi pun datang dengan membawakan segelas kopi hitam spesial mix, yang selalu tersedia.


''Ini aa kopinya.'' Ucap Sindi sambil menaro kopi itu dimeja.


''Iya sayang tanks ya.'' Ucap Nandi.


''Sama-sama aa.'' Jawab Sindi.


''Ooh iya aa, katanya aa nandi mau membimbing gue latihan bela diri.'' Ucap Astuti.


''Oo iya abang lupa, bentar ya abang mau ngopi dulu.'' Kata Nandi.


Selepas sehabis ngopi, nandi dan astuti pergi kepekarangan dibelakang bengkel, untuk memperdalam ilmu bela dirinya yang belum sempurna dikuasainya.


Dari semenjak astuti diganggu sama kedua cowo yang mata keranjang, munculah keinginan dalam hati astuti untuk mematangkan ilmu beladirinya.


Dibantu dengan bimbingan nandi, astuti diajarkan cara mematahkan serangan lawan dalam kondisi terdesak atau menghadapi lawan yang lebih dari satu.


''Nah itu sudah benar, sekarang gua akan menyerang lo, pasang konsentrasi lo, gimana caranya menyelesaikan lawan dengan cepat, bersiaplah.'' Ucap Nandi sambil melakukan serangannya pada astuti.


Dengan semangatnya astuti, menghadapi serangan-serangan dari nandi.


Didalam menghindar dan berkelit dari serangannya nandi astuti sudah cukup lumayan.


''Wah ternyata lo cerdik juga de, sudah bagus cuma lo harus banyak berlatih pisik dan pernapasan, lo terlihat mudah cape.'' Ucap Nandi.


''Latihan pisiknya seperti apa aa, apa gue harus banyak menggerakan tubuh gue apa gimana.'' Tanya Astuti.


''Ya iya, lo harus banyak lari dipagi hari, atau disiang hari.'' Jawab nandi.


''Waduuh berat juga ya, gue paling males yang namanya lari.'' Ucap Astuti.


''Ya jangan terlalu dipaksakan, lo harus bertahap dalam berlatih bela diri maupun melatih pisik.'' Ucap Nandi.


''Oke kalau begitu, gue akan giat berlatih, dan gue sangat tertarik, waktu aa menghadapi ujang komar, orang gila itu, ko aa bisa setenang itu menghadapi orang gila, yang jelas-jelas sangat sadis, bisa bunuh orang beneran tuh.'' Ucap Astuti.


''Ketenangan dan konsentrasi sangatlah dibutuhkan oleh seorang petarung, karena sekuat dan sehebat apapun orang, kalau jiwa dan hatinya tidak tenang akan mudah dipatahkan/dilumpuhkan.'' Ucap Nandi.


''Waaahh gila, pastesan piala aa sampai berjejer dirumah, gak coba ikutan MMA aja atuh aa, kan hadiahnya lumayan gede aa.'' Ucap Astuti.


''Tidaklah, abang sudah enak dengan jalan hidup abang di dunia otomotip, karena jalan hidup setiap manusia itu sudah ditentukan, dan sudah ada takarannya, maka dengan itu jangan iri dengan kesuksesan orang.'' Ucap Nandi.


''Waah gilee, ternyata abang gue ini, bijaksana sekali, gak salah bapak menitipkan abang di abah haji mansur.'' Ucap Astuti.


''Iya gua bilang ke lo karena gua sudah merasakan sendiri, hidup apa adanya, dan jadilah diri kita yang sebenarnya, itu lebih indah.'' Ucap Nandi.


''Iya aa, semua yang aa nandi katakan gue juga bisa merasakannya.'' Ucap Astuti.


Selesailah sudah latihannya astuti dalam memtangkan ilmu bela dirinya, kini mereka sudah balik lagi kebengkel.

__ADS_1


Keringat masih membasahi tubuh astuti dan nandi.


Sindi dengan perhatiannya, langsung memberikan handuk kecil untuk mengelap keringat yang masih membasahi tubuh nandi dan astuti.


''Waduuh itu keringat apa mandi sih.'' Ucap Sindi sambil memberikan handuk berukuran mini.


''Waah perhatian amat nih ama abang.'' Ucap Nandi tersenyum sambil memandang wajah cantiknya sindi.


''Ya iya atuh, emang gak mau gue perhati'in.'' Ucap Sindi.


''Mau banget atuuuhh.'' Jawab Nandi.


''Makanya, kalau diperhati'in itu bilang makasih ke.'' Saut Astuti.


''Ooh iya lupa, makasih ya sudah perhatian sama abang.'' Ucap Nandi.


''Iya sama-sama aa.'' Jawab Sindi.


Nandi tersenyum manis sambil memandangi sindi, sindipun tersipu malu kala dipandang oleh sang kekasih begitu intes sekali.


Gito dan pandi yang lagi sibuk dengan kerja'annya masih sempat-sempatnya ngepoin.


''Cihuuyyy.'' Celoteh gito.


''Dasar orang kepo, lagi kerja juga, pokus tuh sama kerja'an, awas ya kalau kerja lo gak bener.'' Saut Astuti.


''Tau tuh gito, emang dia orangnya kaya gitu, persis banget sama kamal.'' Ucap Nandi.


''Ya sudah, dia itu tandanya ngiri, begitulah kalau orang jomblo suka sensi.'' Ucap Sindi.


''waduuuuhh, apes gua nih, ko larinya kesitu melulu.'' Ucap Gito.


''Hahahaa, makanya lo itu jangan suka kepoin orang, enakan kalau dibilangin begitu, ya allah kirimkanlh seorang pacar untuk sahabatku ini.'' Pandi ikut nimrung.


''Hahaha...Hahahaha...Hahahaha.'' Nandi, astuti dan sindi pada tertawa lebar begitu pandi berkata begitu.


''Sue lo pan, malah jadi pada mojokin gua lagi.'' Ucap Gito sambil pasang muka cemberut.


Sedangkan pandi hanya tersenyum tipis begitu melihat romannya gito yang kusem, sambil melirik pada nandi dengan memberi kode isarat.


Nandi juga tersenyum, dengan memberi kode pada pandi yang artinya jangan ganggu dulu.


Dari sebelah barat pas keluar dari lampu merah ada enam motor dengan boncengan dua orang satu motor, seperti lagi mengarah pada bengkel nandi.


Gito terperanjat saat melihat kearah sebelah barat, dan langsung ia menggengam sebuah kunci roda, dihati gito sudah menduga ke'enam moyor itu pastinya buntut dari permasalahan yang kemarin.


''Wah celaka pan, rupanya orang kemarin itu bukan omong kosong, dia benar-benar dendam sama gua, lalu mengajak teman-temannya.'' Ucap Gito.


''Nyantai aja sih, kenapa lo harus takut.'' Ucap Pandi.


''Pandi, gito kenapa lo?.'' Tanya Nandi.


''Oooh itu, emang kenapa lo takut, tapi gua lihat banyak orang yang gua kenal siih.'' Ucap Nandi.


Ke'enam motor itu semakin mendekati pada bengkelnya nandi.


Nandi lalu beranjak dari tempat duduknya semula terus berjalan kedepan halaman bengkel, karena dari ke'enam orang yang menunggangi motor itu nandi sudah sangat mengenalinya.


Dan ke'enam motor itu lalu berhenti, dengan padang muka seperti keheranan memandang wajahnya nandi.


''Sebentar apa lo gak salah punya masalah sama orang itu?.'' Tanya salah satu dari yang mengendalikan motor suzuki fu itu.


''Tidak bang, tapi bukan dia orangnya, itu tuh yang lagi betulin motor, kayanya dia karwayannya di abang itu.'' Jawabnya.


Nandi lalu menghampiri mereka dan langsung menyapanya.


''Haiii, riyan, restu, dodi, sudah lama sekali kita tak pernah berjumpa.'' Sapa Nandi.


''Haiii nandi, rupanya lo ada disini, btw jadi lo yang punya bengkel ini.'' Ucap yang bernama riyan.


''Iya usaha kecil-kecilan.'' Ucap Nandi.


''Waah gile lo, toko segini gede dan komplit dibilang kecil-kecilan, gua salut sama lo, lo rupanya sudah jadi orang yang tajir.'' Ucap Dodi.


''Wah elo dod, tajir dari mana, sedangkan motor gua juga masih yang jadul.'' Jawab Nandi.


''Setau gua motor itu kan hoby dan kesuka'an lo, hebat lo, sekarang dah sukses, selamat ya, semoga tambah sukses.'' Pungkas restu.


''Amiin, btw lo kesini sengaja apa kebetulan lewat?.'' Tanya Nandi.


''Ya sudah kita ngobrolnya disana aja, sambil ngopi kita kan sudah sangat lama sekali tidak ketemu.'' Ucap Nandi.


Merekapun terus turun dari motornya masing-masinh, menuju tempat duduk yang ada disamping bengkel, dan Nandipun menjamu teman lamanya itu dengan meminum kopi.


Sementara gito yang dari tadibterus memperhatikan orang yang punya masalah dengannya itu, mereka saling pandang penuh dendam.


''Is oke, sekarang lo cerita ke gua adaa masalah apa?'' Tanya Nandi.


''Begini di, sebelumnya sori, gua juga kagak tau kalau temen gua ada masalah dengan karyawan lo itu, kalau gua tau itu karyawan lo gua kagak bakalan mau.'' Ucap Riyan.


''Sekarang gua mau tanya, tapi sori lo jangan tersinggung, elo lo semua datang kesini dari mulai berangkat dari tempat lo, niat lo itu gimana?.'' Tanya nandi.


''Begini gua jujur aja, karena gua juga belum paham duduk permasalahannya, siapa yang salah dan siapa yang benar, ini teman gua namanya hendrik, dia cerita kegua ditonjok sama karyawan lo, yang mana drik orangnya?.'' Tanya riyan pada temananya yang bernama hendrik.


''Itu tuh orangnya, yang rambutnya ikal.'' Jawabnya.

__ADS_1


''Gito maksud lo, To sini lo.'' Panggil nandi pada gito.


Gito lalu menghentikan pekerja'annya untuk memenuhi panggilan nandi.


Sementara orang-orang yang lagi pada nunggu motornya selesai dibetulin bertanya-tanya??


''Wah ada permasalahan apa ya.'' ucapnya sambil melirik pada yang lainnya.


''Ya mana gue tau, ya biarin aja kita tidak urusan dengan mereka.'' Jawabnya.


Gito lalu duduk disamping nandi, dengan mata terus memandang tajam pada orang yang bernama hendrik.


''Coba lo ceritain ke gua, gimana awal mulanya lo bisa nonjok orang ini.'' Ucap Nandi.


Gito pun langsung menceritakan dudul permasalahannya, malahan astutipun ikut bicara awal mulanya terjadi masalah.


Orang yang bernama hendrik datang dengan marah-marah katanya toko nandi telah menjual barang bekas dengan harga yang cukup mahal.


Astuti bercerita dengan seditil detilnya pada nandi.


''Nah begitu ceritanya aa.'' Ucap Astuti.


''Ooh jadi begitu, okelah gua paham sekarang, dan apabila dengar ceritanya, lo sudah mencemarkan nama dan kualitas toko gua.'' Ucap Nandinpada hendrik.


''Iya gua waktu itu sudah minta maap, gua telah salah sasaran, tapi masalhnya gua sakit hati sama ini orang.'' Ucap hendrik sambil menunjuk gito hampir mengenai matanya.


''Apa'an sih lo, terus mau lo apa.'' Bentak gito sambil menepis tangan hendrik.


''Waiii sudah-sudah, drik sudah tau lo yang salah, kenapa lo masih ngotot aja.'' Bentak riyan.


''Lo gak usah ngegas gua kaya gitu, oke gua salah sama brngkel ini, tapi gua masih punya masalah sama dia, Ucap hendrik kesal pada riyan, sambil berdiri dan melayangkan tinjunya pada gito.


Tapi gito sebelumnya sudah membaca akan gelagat orang itu, karena terlihat dari sorot matanya, maka dengan cekatan gito mengkaper pukulan hendrik, dan diwaktubyang brrsama'an tangan kanan gito melesat dengan cepat menghntam muka hendrik.


Hiuukk duk deeasss.


Hendrik langsung terpental kebelakang dan jatuh dari tempat duduknya.


Nandi langsung menyambar tangan gito yang hendak melayangkan pukulan susulan.


''To udah, apa-apa'an sih lo.'' Bentak nandi.


Para langganan nandi pada kaget akan kejadian sepaerti itu, dan semua mendukung pada gito, selain sudah akrab karena biasa sudah langganan, gitopun orangnya asik bagi mereka.


''Hajar terus bang.'' Ucap dari salah satu langganannya nandi yang pada lagi duduk dibangku.


Dan delapan orang temannya hendrik langsung bangun berdiri mau bantuin hendrik, pandi yang melihat itu tidak tinggal diam, ia langsung melompat kearah mereka.


''Haiii kalian jangan ikut campur, bila tak ingin masalah ini jadi panjang.'' Ucap pandi.


Teman hendrik yang lainnya itu langsung duduk kembali, ketika pandi menghadang.


Hendrik yang terjatuh dati tempat duduknya, karena pukulan gito yang cukup kencang, hingga hidungnya mengeluarkan darah.


''Kampret, kenapa lo semua pada diam.'' Bentak hendrik pada teman-temannya.


''Haii drik lo ingin masalah ini panjang, apa ingin cepat selesai.'' Bentak dodi.


''Diam lo dod, nyesel gua bawa lo lo semua.'' Ucap Hendrik.


Gito yang melihat wataknya hendrik yang keras kaya batu, membuat darahnya naik kembali.


''Haaiii kuya, jadi lo pinginnya apa sama gua, ayo kita selesaikan secara laki-laki, jangan libatkan orang lain, ayo kita duel kalo lo emang laki-laki.'' Ucap gito bernada tinggi.


Hendrik bukan gentar malah, dia langsung bangun dan meraba darah yang keluar dari hidungnya.


Dengan sorot mata penuh dendam Hendrik melompat dari cengkraman teman-temannya, menyerang pada gito, tapi nandi tidak tinggal diam, ia mencoba meredamkan masalah.


''Tenang dulu jangan dulu terbawa emosi, kalo emang lo dendam sama gito, lo bisa selesaikan tanpa harus melibatkan orang banyak, kalau begitu masalah bukannya kelar malah tambah panjang, sekarang gua mau tanya lo maunya apa?.'' Tanya Nandi.


''Pokonya gua pingin balas orang itu.'' Jawabnya penuh emosi.


''Oke, kalau emang itu mau elo, tapi kita harus bikin perjanjian.''Ucap Nandi dengan tenangnya.


''Perjanjian apa?.'' Tanya hendrik.


''Karena tidak ada cara lain lagi, untuk meredamkan masalah ini, apa lo masih punya nyali untuk duel satu lawan satu, siapa saja yang kalah, tidak boleh ada dendam, baik dari gito maupun dari elo, andaikan lo atau gito nanti ada masalh lagi, berarti gua terpaksa kalian bawa kekantor polisi.'' Ucap Nandi.


''Okee, siapa takut, dimana tempatnya?.'' Tanya hendrik dengan semangatnya menerima tawaran dari nandi.


''Dalam ring, gua punya kenalan salah satu pelatih dari Mma, dan masalah wasit dan dan gedung gua yang handle, apa lo sanggup, kalo sanggup nanti gua kabarin kapan waktunya brrtarung.'' Ucap Nandi.


''Kelama'an, gua mau sekarang.'' Bentak hendrik.


''Haii drik, lo ini gak sabar amat, masih mending nandi masih memberi keringanan sama lo, kaya sok jago aja lo.'' Ucap Dodi ikut bicara.


''Diam kau dod, gua gak butuh ceramah lo.'' Jawab hendrik.


Nandi sampai menggelengkan kepala dengan sipat keras kepalanya hendrik, bagi nandi tidak ada pilihan lain, untuk menyelesaikan masalah gito dan hendrik, hanya dengan berduel dan bikin surat perjanjian, agar nantinya tidak sampai berkepanjangan.


☆☆☆☆☆☆☆☆▪︎▪︎▪︎▪︎☆☆☆☆☆☆☆


Bersambung.


Apabila ada kesalahan dalam tulisan atau tanda baca, dan bila ada kesama'an nama dalam tokoh cerita ini, saya mohon maap karena cerita ini hanyalah piktip belaka.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sukses selalu.


Selamat membaca.


__ADS_2