SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 49


__ADS_3

Setelah semuanya telah berkumpul, nandipun menyerukan pada mereka untuk segera berangkat.


Kini ke tujuh motor telah dinyalakannya dan siap-siap untuk otw.


Suara gemuruh dari ke'enam motor tersebut sangat mengagetkan bagi para warga gang si'iran, setelah diketahuinya bahwa rombongan itu adalah rombongannya nandi bersama para sahabatnya, wrgapun tidak berkomentar lagi.


Kini mereka sudah mulai memasuki jalan delima,


Semua motor melaju dengan kencangnya.


Nandi yang berada digaris depan sebagai petunjuk arah jalan, yang di'ikuti oleh kamal, doni, pandi, gito, hasan yang berboncengan dengan istrinya dan rendi yang berada dipaling belakang.


Tiga puluh menit kemudian mereka telah tiba didepan gapura citra loka indah, mereka terus masuk, setelah melewati pos penjaga'an dua orang securiti lalu menutup portalnya.


Nandi bersama rombongannya pun berhenti, dan salah satu seciriti berjalan keluar mendekati nandi dan kawan-kawan.


''Ma'ap pak, selamat malam.'' Ujar securiti.


''Mel malam juga, kenapa portalnya ditutup pak?.'' Tanya nandi.


''Mohon ma'ap sebelumnya, karena bapak orang baru, dan belum dikenal oleh tim kami, dan kami wajib memeriksa bapak apalagi bapk rombongan datangnya.'' Tegur sapa dari securiti.


''Ooh iya, kenalkan nama saya nandi, kami kesini karena mau menghadiri undangan dari teman kami pak.'' Ucap nandi.


''Ooh begitu, boleh kami tau, kepada siapakah kalian akan menghadiri undangan tersebut?.'' Tanya securiti.


''Kami di undang, oleh nina yunita, anak salah satu pengusaha, yaitu pak ardi juna pranata.'' Jawab nandi.


''Ooh jadi kalian ini, temen-temennya nina toh, ya sudah kalau begitu sudah jelas kedatangan kalin ke citra loka indah ini.'' Ucap securiti.


Setelah itu palang pintu portalpun dibukanya kembali.


Nandi dan kawan-kawan langsung melaju lagi, menuju jalan angsa, blok df nomor 10.


Akhirnya nandi dan rombongan telah sampai didepan pintu gerbang sebuah rumah yang sangat besar dan bagus sekali, dengan textur bangunan yang rapi elegan klasik.


''Busseett dah ini rumah apa keraton.'' Ucap gito, yang takjub karena seumur hidupnya baru kali itu ia akan menginjakan kakinya disebuah rumah mewah.


''Bener-bener nina anak orang kaya.'' Saut pandi.


''Iya tapi ia tidak sombong ya, mau bergaul ama kita-kita.'' Pungkas Kamal.


''Ya iyalah, gue lebih tau tentang nina, baik ramah tidak sombong lagi.'' Saut astuti.


Setelah itu, nandi turun dari motornya memanggil penjaga, yang lagi berada didalam pos.


''Pak pak satpam, bisa dibuka gerbangnya pak.'' Ucap nandi.


Satpam penjaga rumah pak ardi juna pranata, lalu keluar menemui nandi yang lagi berdiri diluar gerbang.


''Anda siapa, ada keperluan apa kesini, ada surat ijin masuknya kagak.'' Tegas satpam terus memberi pertanya'an pada nandi.


''Buset dah, ini satpam belagu amat, belum ngerasain bogem gua kali.'' Celoteh gito.


Nandi langsung menjelaskan perihal kedatangannya ke rumah pak ardi juna pranata, tapi satpam tersebut belum percaya sebelum melaporkan dulu pada sang majikan.


Satpam.langsung pergi dan masuk kedalam rumahnya pak ardi juna pranata, dengan tergesa-gesa.


Nina yang melihat satpam penjaga pintu gerbang rumahnya itu seperti buru-buru, nina lalu bertanya.


''Mamang kenap, ko jalannya kaya buru-buru gitu?.'' Tanya nina.


Satpam lalu menjelaskan pada nina.


''Begini non didepan ada banyak orang, katanya ada perlu sama tuan, tapi mamang tidak terlalu percaya takutnya mereka semua penjahat.'' Ujar pak satpam.


''Orangnya kaya gimana mang?.'' Tanya nina.


''Yang tadi ngobrol sama mamang, orangnya tinggi kekar gitu, dan wajahnya sangat tampan non, kaya mamang waktu masih bujangan dulu hehee.'' Ujar satpam sambil cengengesan.


''Terus yang lainnya?.'' Tanya nina lagi.


''Kurang jelas non, kan mamang belum berani buka gerbangnya non, takut dimarahin sama tuan, tanpa laporan dulu.'' Ucap pak satpam.

__ADS_1


''Sekarang buka, itu pasti teman-temqn saya mang, kan saya undang.'' Ucap nina.


''Tapi melihat tampang yang lainnya, sepertinya mereka bukan anak kuliahan, emang sih laki-lakinya pada ganteng-ganteng, walaupun tidak seganteng... Duh lupa tadi siapa ya namanya, na na begitu.


''Nandi maksud mamang.'' Ucap nina.


''Iya bener non, nandi.'' Kata satpam.


''Ya itu semua, sahabat-sahabatnya saya mang, ayo buka.'' Ucap nina sambil melangkahkan kaikinya menuju pintu gerbang utama.


Setibanya dekat gerbang pak satpam pun langsung mendorong pintu gerbang kesamping, dan nina langsung menyambutnya dengan ramah dan sopan sekali.


''Aa nandi, teh sindi, astuti dan semuanya ayo masuk, sigap amat datangnya, acaranya belum mulai nanti abis isa, ayo kita ngobrol-ngobrol aja dulu, noh ditaman samping rumah.'' Ucap nina.


Nandi dan kawan-kawanpun lalu memasukin motornya kedalam pintu gerbang dan diparkir dihalaman rumah yang begitu luas.


''Mang tolong panggilin ayah dan ibu, ketaman samping rumah.'' Suruh nina pada satpam.


''Baik non.'' Jawab satpam, dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah untuk nemanggil majikannya.


Nina dan semua pamili gang si'iran kini kumpul disebuah taman disamping rumah, mereka lalu duduk dikursi yang telah disediakan untuk bersantai, dengan ditumbuhi banyak aneka bunga, dan pohon-pohon, seperti mangga, lengkeng dan jambu ***.


''Kapan ya gua bisa punya rumah segede ini, ada tamannya, terus sang istri cantik yang mendampingi setiap waktu.'' ujar gito.


''Jangan banyak berhalu lo' nanti malah kesambet lo'.'' Ucap pandi.


''Ya kalau bercita-cita apa salahnya sih, iya kan nin.'' Saut gito sambil menoleh pada nina.


''Iya bagus itu, ya semoga aja mas gito doanya bisa dikabulkan.'' Ucap nina.


''Aaamiiiin ya allah.'' Jawab gito sambil mengusap mukanya.


Disa'at mereka lagi asik ngobrol sambil menunggu acara dimulai, munculah pak ardi juna pranata dan ibu yola yohana, dengan membawa makanan dan minuman yang dibawa oleh pembantunya mengiringi dari belakang.


''Waah, rupanya datang lebih cepat dari acara dimulai, gimana nak nandi dan semua kalian pada sehat.'' Sapa pak ardi juna pranata, sambil salaman satu persatu yang disusul oleh ibu yola yohana.


''Alhamdulilah om, baik-baik aja, Sebaliknya om dan tante gimana sehat?.'' Tanya nandi.


''Alhamdulilah om dan tante juga sehat-sehat.'' Jawab pak ardi juna pranata.


''Silahkan diminum mas-mas mb-mb.'' Ujar pembantu.


''Oh iya makasih bi, ayo semuanya diminum, sambil menunggu acara dimulai, lagian para waga komplek pun belum pada datang.'' Ucap pak ardi juna pranata.


Lalu nandi, astuti, sindi dan yang lainnya, langsung menikmati makanan dan minuman, sambil ngobrol-ngobrol.


Pak ardi juna pranata dan ibu yola yohana, banyak bertanya masalh bisnis yang kini sedang nandi geluti.


Kerena kemajuan bisnis nandi dalam penyuplai barang dan bengkelnya cukup lumayan berhasil.


Pak ardi juna pranata sangat tertarik dengan managemennya nandi yang sangat cerdik.


''Begini nandi, bapak sebenarnya pingin ngobrol denganmu, makanya pas banget dengan haolan kakenya nina, terus bpk suruh undang semua sahabat-sahabat nina.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Mau ngobrolin masalah apa'an om?.'' Tanya nandi.


''Pertama-tama saya salut padamu, atas keberhasilan bisnismu, dengar-dengar kamu bergerak dalam penyuplai barang juga?.'' Tanya pak ardi juna pranata.


''Iya, baru percoba'an om, masih tahap belajar ko.'' Jawab nandi.


''Itu yang om suka dari karakter kamu, kamu orangnya suka merendah.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Waduuh om, apa sih yang harus saya banggakan, sayapun berasal dari keluarga pas-pasan.'' Ucap nandi.


Disa'at mereka lagi asik ngobrol, warga komplek sudah mulai berdatangan memenuhi undangannya pak ardi juna pranata, dan pembicara'an nandi dan pak ardi juna pranatapun dipending dulu, berhubung sudah banyaknya tamu dan pak ustad pun sudah hadir.


Nandi, kamal, rendi, doni, hasan, gito dan pandi langsung mengenakan pecinya, yang sebelumnya belum sepat dipake, kini mereka pun masuk keruangan yang cukup besar, berkumpul dengn jamuan makanan dan minuman serba ada.


Sedangkan astuti, sindi, istrinya hasan dan pacarnya doni, berkumpung ditempat yang telah nina persiapkan.


Acarapun kini dimulai, pertama-tama sambutan dari pihak keluarga yang langsung oleh pak ardi juna pranata, menghaturkan banyak terima kasih atas luang waktunya yang sudah bersedia hadir atas undangannya.


Setelah sambutan ditutup dengan assalam mualaikum.

__ADS_1


Acara pokonyapun langsung dimulai, sementara yang memimpin tawasulan oleh ustad warga komplek citra loka indah.


Singkat cerita.


Talhlilan sudah selesai, dan para undangan dipersilahkan untuk mencicipi makanan dan minuman yang sudah disediakannya.


Setelah itu para tamu undanganpun sudah bubar, masing-masing membawa bingkisan sebagai ucapan rasa terima kasih dari sohibul maksud, atas kerela'an hadir membantu dorong doa pada almarhum yandi sumita, ayah kandung dari ibu yola yohana, atau mertuanya pak ardi juna pranata.


Setelah itu rumahpun jadi sepi, tinggal rombongannya nandi yang masih ada .


Pak ardi pun kini mengajak nandi untuk melanjutakn lagi pembicara'annya yang tadi sempat tertunda.


Untuk lebih leluasa, pak ardi mengajak nandi keluar rumah, supaya lebih enak nyantai ngobrolnya, ditaman samping rumah tempat waktu pertama datang dan berkumpul itu.


''Nah supaya lebih santai kita ngobrolnya, ayo sambil diminum.'' Kata pak ardi.


''Iya om, terima kasih.'' Ucap kamal.


''Jadi kalian ini para pekerja dibengkelnya nandi?.'' Tanya pak ardi.


''Iya om, kami semua pekerjanya nandi, ya alhamdulilah om, setelah kami di pekerjakan dibengkelnya nandi, kehidupan jadi lebih baik, apalagi nandi banyak menuntun kami kejalan yang benar om, yang tadinya kami boro-boro mau melaksanakan yang lima waktu, sekarang alhamdulilah berkat nandi, hidup kami pun terasa lebih tenang.'' Ujar kamal.


''Kalian ini masih pada single, apa sudah punya istri?.'' Tanya pak ardi.


''Alhamdulilah om, kami semua jomblo.'' Pungkas gito.


Nandi hanya tersenyum, melihat sahabt-sahabatnya, yang seperti tidak canggung lagi berhadapan dengan pak ardi.


''Ma'apkan sahabat-sahabat saya om, terkadang bicaranya suka ceplas ceplos.'' Ucap nandi.


''Ooh tidak apa-apa, malahan om lebih suka dengan orang-orang seperti kalian.'' Jawab pak ardi.


''Iya om, kami minta ma'ap, maklum kami kurang mengenal pendidikan, sebelumnya kan kami banyak hidup dijalanan.'' Ucap pandi ikut nimrung.


''Tidak apa-apa, yang penting kan hatinya, karena dijaman sekarang ini, menilai orang itu tidak bisa dilihat dari bicaranya saja.'' Kata pak ardi.


''Ooh iya om, ngomong-ngomong om bergerak dalam usaha apa?.'' Tanya nandi.


''Om buka usaha kompeksi jaket kulit, Qualitas exspor, dan kali ini usaha om lagi goyah.'' Jelasnya pak ardi.


''Terus kendala di apa om?.'' Tanya nandi.


''Pemesanan barang dari luar negri terus meningkat, sedangkan bahan mentahannya lagi mengalami pasang harga, dan pemesanan tidak terpenuhi target yang sudah ditentukan, jadi para klayen om merasa kecewa, akhirnya mereka pindah lapak lain.'' Jawab pak ardi.


''Begini om, dalam sebuah perusaha'an maju mundurnya, tergantung kinerja managemennya itu sendiri, ya saya juga belum paham om, cuma ada sedikit opini dari saya, kita harus bisa memanpaatkan sisa barang walaupun sekecil apapun, ya intinya jangan sampai ada bahan yang terbuang sia-sia..'' Ucap nandi.


''Maksud kamu nandi?.'' Tanya pak ardi.


''Gini om, coba om manpaatkan barang-barang dari sisa bahan, contonya, kita bisa dijadikan dompet kulit, sabuk, tas pinggang dan lain sebagainya, nah dari situlah kita akan meraih banyak keuntungan, bahan bekas tapi qualitas tetap original, ya ma'ap ma'ap aja om, saya cuma ngasih saran, padahal saya sendiri juga belum paham.'' Ucap nandi.


''Waaah, ide yang sangat brilian banget, cakep sekali, terima kasih nandi, kamu sudah memberi penerangan pada om, insa allah om akan mencobanya.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Ya sama-sama om.'' Jawab nandi.


Tidak terasa nandi dan kawan-kawan cukup lama ngobrol, sehingga waktupun sudah menunjukan pukul 22:30 menit.


Setelah itu, nandi beserta yang lain pamitan pada pak ardi juna pranata, ibu yola yohana dan nina yunita, untuk pulang, karena malam yang terus bergeser, ditambah besoknya banyak kerjaan yang belum tertuntaskan.


Mereka pun sudah bersiap-siap dengan menghidupkan kendara'annya masing-masing.


Dengan penuh rasa senang, nina yunita, dan kedua orang tuanya, sudah kedatangan nandi beserta para sahabatnya.


Lambaian tangan dari pak ardi juna pranata, ibu yola yohana dan nina yunita, mengiringi kepergiannya nandi, astuti beserta yang lainnya.


Tatapan nina terus tajam memandangi, sampai akhirnya terus menghilang ditelan oleh jarak yang semakin menjauh.


⭐⭐⭐⭐||||||||||||||||||||||||⭐⭐⭐⭐


Bersambung.


Mohon maap bila ada kekurangan, karena chapter ini agak pendek dari chapter lainnya.


Bagi kalian yang menyukai karya ini, cukup dengan, like, comentar, favorit, ranting, dan vote.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


Selamat membaca.


__ADS_2