SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 185


__ADS_3

Akhirnya kedua pemuda yang rese itu duduk berdampingan dengan Nandi dan anak istri, menikmati makanan dan dua gelas kopi, yang tadinya mukanya nampak garang sekarang berubah drastis sembilan puluh derajat, tertunduk malu seperti sebuah kapas yang tersiram air hujan menjadi lembek.


Gito dan Toglo kembali ke tempat duduknya semula bersama Hasan.


"Walaah kopinya sudah dingin begini, kurang seru dong' gimana nih." Ujar Gito.


"Atuh gampang tinggal ngomong aja lagi, ganti yang baru." Saut Toglo.


Sripiit, satu seripitan kopi yang sudah dingin diminum juga oleh Toglo dan Gito.


"Biarpun sudah dingin juga, masih berasa kopi." Ujar Toglo.


"Kamu itu gimana sih glo, ya iya atuh kopi ya rasanya kopi, tidak akan berubah jadi teh." Saut Hasan.


"Iya bener kan, gua gak salah." Celetuk Toglo.


"Tapi iya juga ya, lantas dimana letak salahnya Toglo." celetuk Gito.


"Gak tau tuh, gua juga bingung." Ujar Hasan.


Dari meja sebelah terdengar ngebuli pada Hasan.


"Ah dasar Hasan bin meong, kalau gak ada kata yang benar yang mau di bicarakan, jangan di paksain atuh, ujung-ujung nya kan bengong sendiri, hu uuhh payah." Ujar Kamal.


"Ah diam lo' Kamaludin." Jawab Hasan.


Selepas itu akhirnya mereka asik bercanda ria, saling buli dan saling ejek itu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari bila lagi kumpul bareng.


Pukul 07:15 menit


Nandi beserta para pamili Gang Si'iran sudah mulai lagi melajukan kendara'annya, keluar dari area parkiran pedagang kuliner.


Kini mereka melaju dengan cepat karena jalan yang kini mereka sedang di laluinya, adalah jalan yang mau memasuki pusat kota dengan medan jalan yang luas dengan aspal tebal yang empuk tentu sangat asik bagi para pengguna jalan yang suka berlari di jalanan.


Terutama Gito yang berboncengan dengan Toglo, Kamal dan Astuti serta Hasan sendiri memakai motor Rx king kepunya'an Nandi, sungguh skill yang sangat berkelas apalagi di medan jalan sebuah tikungan nampak terlihat kemiringan tiga puluh derajat dari ke tiga kendara'an roda dua tersebut dengan asap putih mengepul keluar dari selongsong kenalpot menambah laju kendara'an tersebut semakin indah dan memukau.


Nandi yang berada di belakang, tersenyum kagum pada ke tiga sahabatnya itu karena dari dulu hingga kini mereka masih tetap buas dan rapi dalam mengendalikan kendara'an khusus roda dua.


Pukul 07:45 menit


Nandi brserta para pamili Gang Si'iran telah sampai di pertiga'an jalan yang mau memasuki kawasan Gang Si'iran, Kerlap-kerlip lampu sen kiri sudah menyala, tidak lama lagi Nandi beserta yang lainnya akan segera sampai di tempat yang di tuju.


Tidak lama kemudian Nandi dan yang lainnya telah sampai di depan rumahnya, lalu Gito dan Hasan langsung menuju kedai.


Kamal dan Astuti berhenti di depan rumahnya pak Dirman sang mertua.

__ADS_1


Di sebuah kedai nampak Mira lagi duduk sambil asik dengan ponselnya, mendadak tersontak kaget dan netranya terbelalak menatap datar pada pengendara motor Rx king cobra warna biru muda. Lalu sang pengemudi motor itu turun yang di ikuti oleh boncengannya menyapa dengan penuh keakraban. "Hai selamat pagi." Ucapnya yang tak lain adalah Giyo santoso.


"Haiii... Selamat pagi." Jawab Mira tersenyum gembira.


Lalu Gito dan Toglo membuka Helm penutup kepalanya di simpan di bagian setang kiri kanan memakan spion. Gito dan Toglo berjalan menghampiri tempat duduk. " Mir tolong bikinin air minum yang adem dah, gua haus nih." Pinta Gito.


"Tumben, biasanya kopi, lalu lo' Wanda mau minum apa?." Tanya Mira sama Toglo.


"Samain aja deh mb, panas nih cuaca hari ini terasa gerah banget." Jawab Toglo.


"Oke...Siap Bos." Ujar Mira.


Kemudian Hasan datang setelah memasukan motor miliknya Nandi ke rumah, dan memesan kopi pada Mira. "Eh Mir, Gua bikinin kopi aja deh." Pesan Hasan.


"Oke Bang." Jawab Mira sambil mengacungkan jempol kanan nya.


Kini kedai lagi sepi karena para karyawan sudah masuk untuk melakukan aktipitasnya, bertepatan dengan tibanya Gito, Toglo dan Hasan.


Duduk bersantai di bangku yang kosong sehingga Gito, Hasan dan Toglo sangat leluasa untuk memilih meja dan tempat duduknya.


Selepas itu Mira datang dengan membawa nampan yang ber'isikan dua gelas jangkung minuman dingin dan satu gelas kopi panas.


"Pesanan datang, ini minuman dingin buat Abang Gito dan Wanda dan ini kopi panas buat bang Hasan." Ujar Mira sambil menetapkan gelas di meja tersebut di dekat orangnya masing-masing.


"Cakep nih, tapi rasanya kurang seru nih, kalau tidak ada Kamaludin." Ujar Hasan.


"Iya nih, sudah biarin aja sahabat kita kan masih hanimun, hehe." Celetuk Mira ikut bicara.


"Iya benar tuh apa kata Mb Mira." Toglo membenarkan perkata'annya Mira sambil bibirnya di tempelkan pada sebuah sedotan di gelas kaca sebuah minuman orange jus.


Sementara di tempat lain.


Di sebuah perusahaan Distributor miliknya Nandi di Jalan Ketupat, yang kini lagi di handle oleh Nina Yunita dan Pandi Adi Supraja, lagi di datangi sama sahabat lamanya Nina sewaktu di kampus, yaitu Kaila dan Rina yang pernah bersahabat juga dengan Astuti.


Dan Astuti sendiri hingga saat ini ia masih membenci ke dua wanita yang sok tajir dan suka pamer harta ke kaya'an orang tuanya itu.


Kaila dan Rina duduk di kursi berhadapan dengan Nina di ruang kerjanya Nina yunita. "Ma'ap ya Kai dan lo' Rin, sekarang gue lagi kerja, sebaiknya kalian nunggu di luar, karena ada beberapa File yang belum saya kerjakan, ku harap kalian bisa mengerti." Ujar Nina.


"Waah, sahabat kita ini sekarang sungguh beda dengan yang kita kenal sebelumnya." Ujar Kaila.


"Beda gimana maksud lo'?." Tanya Nina.


"Ya beda banget, sekarang lebih mendekati pada wanita karir, yang mengutamakan materi, ke timbang sabahatnya." Celetuk Rina sambil menyeringai penuh ejekan.


"Kalian itu gimana sih, kan gue lagi kerja, propesional dong, mohon kalian mengerti please." Ujar Nina kesal.

__ADS_1


"Oke' jadi lo' takut di omelin sama bos mu, Astuti si gadis tomboy itu, hahaha." Ejek Kaila sambil tertawa, yang di ikuti oleh Rina.


"Ko bisa gadis tomboy, miskin tiba-tiba bisa memegang sebuah perusaha'an, tapi ini kan perusaha'an kecil...." Gerutu Kaila tidak sempat di terusin karena tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat kesamping kanannya telah berdiri sosok wanita tinggi dengan netranya menatap turun pada Kaila dan Rina yang lagi duduk dan berkata penuh hina'an.


Lalu wanita tinggi itu berkata. "Ayo terusin bicaranya, gue gak marah ko." Ujarnya Wanita itu yang tak lain adalah Astuti sri Jayanti.


Kedua wanita itu seperti ketakutan pas melihat Astuti, wajahnya yang merah padam karena merasa malu sendiri dengan cibirannya itu.


Lalu Astuti menyuruh Kaila dan Rina untuk keluar. "Dengan rasa hormat, saya minta silahkan anda keluar dari kantor saya, sebelum kesabaran saya habis." Perintah Astuti.


"Ko elo' begitu sih Tut, kita kan temenan." Ujar Kaila


"Eh asal lo' tau gue ini orang miskin, tapi setidak nya gue masih bisa beli apa yang gue mau dengan uang hasil kerja gue, dan lo', lo' berdua orang kaya, tapi sayang cuma pamer kekaya'an orang tua kalian, masih merenge-renge minta uang sama orang tua, payah dasar anak manja, cepetan keluar sebelum bogem gue ini nyasar pada muke lo yang so cantik itu." Hardik Astuti sambil memperlihatkan tinjunya.


Kaila dan Rina pun takut dengan perangai Astuti yang tidak main-main apalagi mereka tau kalau Astuti cewe tomboy dan jago berantem, dan mereka pun bergegas keluar, sambil berkata. "Awas lo' nanti gue balas penghina'an lo' ke gue." Ujar Kaila sambil menyeringai penuh rasa dendam.


"Alaah siapa takut, sebelum lo' lo' pada begitu ke gue, gue akan lebih dulu bikin lo' berdua..Keekk." Ujar Astuti memberi peringatan.


Lalu Astuti memanggil satpam yang menjaga di depan. "Pak pak satpam." Panggil Astuti.


Satpam langsung masuk setengah berlari memenuhi panggilannya Astuti.


"Iya Buk Bos, ada apa?." Tanya Satpam.


"Bapak tau kan ke dua wanita yang barusan keluar, bapak pasti'in kedua wanita songong itu sudah pergi." Perintah Astuti.


"Baik buk Bos." Ujar satpam langsung bergegas keluar menuju pada Kaila dan Rina yang masih berada di dekat mobilnya


Lalu Satpam tersebut memerintahkan pada kedua gadis itu untuk segera pergi dari halaman kantor itu. "Sebaiknya Mb-Mba ini segera tinggalkan tempat ini, sebelum Buk Bos marah." Perintah Satpam.


"Iiih Satpam dan Bosnya sama saja, sombong." Ujar Kaila sambil memonyongkan ke dua sudut bibirnya.


Satpam pun langsung tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya. "Huhihi, busyeet , Amit-amit dah, pantesan Buk Bos gak suka dengan keberada'an dua gadis ini di sini, karena perangainya yang tidak punya etika." Gumam Satpam dalam hati.


Selepas itu Kaila dan Rina pun bergegas membuka pintu mobilnya, setelah mereka ada di dalam mobil dan kaila yang memegang kemudi mobil tersebut, akhirnya ke dua gadis itu langsung pergi dengan mobil portuner warna maroon, melaju dengan kencangnya.


Satpam yang masih berdiri mengawasi kepergian kedua gadis itu hanya menggelengkan kepala sambil garuk-garuk tapi tidak gatal. "Tampang nya seperti orang berpendidikan tapi tabiatnya sungguh tidak terpuji, bener kata pepatah melihat orang itu jangan dari tampangnya yang keren, contoh Buk Bos Astuti walau gayanya Tomboy tapi hatinya baik dan santun." Gerutu Satpam.


Selepas itu satpam pun langsung masuk menemui Astuti untuk memberi laporannya atas kepergiannya Kaila dan Rina.


*******


Bersambung


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat, sejahtera selalu dan sukses.

__ADS_1


__ADS_2