
Ke esokan harinya, sa'at subuh menjelang pagi, toglo lari-lari balik sana balik situ, dan berlatih bela diri untuk mempercepat gerakannya.
Kini tubuh toglo terutama dibagian perutnya sudah tidak terlalu gendut, selama ia sering berlatih bela diri, ditambah toglo punya ilmu baru yang didapatnya dari buku panduan olah raga parkur, yang ia pelajari meskipun cuma belajar dibuku dan semua tata cara taktik dan teorinya, tapi toglo memang cukup cerdas dan pintar.
Toglo pun sengaja mencari tempat yang tinggi, untuk mencapai di ketinggian toglo sengaja bikin ostekel-ostekelnya, atau mencari tempat yang bisa membantu dirinya untuk melompat ketempat yang lebih tinggi dengan cepat.
Kekuatan otot tangan dan penolakan kaki untuk melompat kini toglo telah pelajari.
Diawali dengan bermodalkan keberanian dan tekad yang membaja, ditambah punya otak yang cerdas dan daya ingat yang luar biasa, toglo kini bukanlah anak yang cengeng lagi, yang tadinya selalu nangis dan mengharap belas kasihan dari orang lain, kini berubah menjadi anak yang kuat dan pemberani.
Pukul 06:30 menit.
Setelah selesai memasak dan sarapan pagi bersama neneknya, toglo sudah bersiap-siap dengan tas selempang melingkar dari bahu kanan sampai dibawah ketiaknya.
''Nek toglo berangkat dulu ya, assalam mualaikum.'' Ucap toglo pada neneknya.
''Wa alaikum salam, hati-hati ya nak dijalan.'' Jawab si nenek.
''Iya nek terima kasih.'' Kata toglo.
Lalu toglo keluar dari rumah gubuk itu sambil mendorong sepeda lalu ia melompat menaiki sepedanya itu, terus dikayuhnya, kini sepeda gunung itu meluncur dengan cepatnya.
Toglo kini sudah sangat pandai dalam mengendalikan sepedanya.
Setibanya dijalan raya, lalu toglo mengambil arah kekiri, guna mempercepat perjalanannya toglo memotong kompas memasuki jalan gang yang tembusnya di gang si'iran.
Tidak lama kemudian toglo sudah sampai digang si'iran, hanya tinggal lima ratus meteran lagi toglo akan sampai ditokonya nandi.
Pukul 06:49 menit toglo sudah tiba didepan toko, yang nampak masih tertutup.
Kini toglo membawa sepedanya menuju samping bengkel dimana tempat parkirnya motor para pekerjanya nandi.
Setelah sepedanya terparkir dengan rapi, toglo berjalan ke arah nandi yang lagi duduk sambil meminum kopi.
''Assalam mualaikum, dan selamat pagi bang.'' Ucap toglo.
''Wa alaikum salam, pagi juga, kamu susah sarapan belum?.'' Tanya nandi.
''Alhamdulilah sudah bang.'' Jawab toglo.
''Kunci rolling dor mana bang, toglo mau bersih-bersih dulu didalam.'' Pinta toglo.
''Ooh iya, sebentar abang ambilin dulu.'' Ucap nandi.
Nandi lalu masuk kedalam untuk mengambilkan kunci pintu rolling door, sekalian minta dibikinin susu pada astuti buat toglo.
Setelah itu nandi telah kembali lagi dengan memberikan kunci pada toglo.
''Ini kuncinya, dan sekalian ya rapi'in barang yang kemarin abang bawa, yang masih belum di buka, itu kan ada namanya dikotak terus kamu lihat serinya, jangan sampai tercampur sama seri yang lain, supaya mempermudah dan mempercepet dalam melayani pembeli nantinya, tidak usah nyari-nyari.'' Ucap nandi.
''Iya bang, pokonya ditanggung beres.'' Jawab toglo.
Setelah itu toglopun lalu membuka kunci rolling doornya.
Srroollooookkk braaak.
Suara rolling dor yang didorong oleh toglo.
Terus toglo merapikan barang yang dimaksud oleh nandi itu, dan dilihat dulu nomor serinya, setelah nomor serinya akur dengan yang dirak maka toglo pun langsung merapikannya keatas rak tersebut.
Setelah itu astuti datang memanggil dengan membawakan segelas susu untuk sitoglo.
''Togloo..'' Panggil astuti.
''Iya teh, toglo lagi didalam bersih-bersih.'' Jawab toglo.
''Ini susunya, teteh taro diatas meja.'' Ucap astuti.
''Iya teh, terima kasih.'' Jawab toglo, dengan rajinnya ia bersih-bersih sampi tidak ada debu yang menempel sedikitpun semua dibersihin.
Setelah itu munculah kamal, hasan dan doni yang langsung memarkirkan motornya disamping bengkel, setelah itu, ketiganya langsung memburu pada kopi yang telah disiapkan sebelumnya.
''Wah mantap nih pagi yang ceria, diawali dengan seripitan kopi hitam.'' Ucap kamal sambil meraih gelas plastik, terus disobeknya satu kopi saset spesial mix, dan dituangkan kedalam gelas plastik tersebut, lalu setelah air pada dispenser itu sudah terlihat panas karena lampu kontrol warna merah sudah tidak menyala lagi, kamalpun menyeduh kopi tersebut dengan air panas.
Setelah itu kamal mengaduk-ngaduk hingga kopi itu meresap sehingga bisa menghasilkan rasa yang nikmat.
Begitupun hasan dan doni melakukan hal yang sama sepertinyang kamal lakukan.
Terus mereka duduk dibangku sambil menyeripit kopinya masing-masing.
''wah enak tenan.'' Ucap kamal.
Setelah itu toglo keluar sambil meraih segelas susu yang hampir mulai dingin.
''Abang-abang boleh ikutan gabung gak.'' Sapa toglo.
__ADS_1
''Widiih anak pinter, boleh-boleh ayo sini gabung sama kita-kita.'' Pungkas hasan.
Toglopun lalu ikut duduk bareng mereka.
''Toglo gimana belajar sepedanya?.'' Tanya kamal.
''Sudah keren sekarang mah bang kamal, makasih ya abang sudah memberikan latihan dan teori naik sepeda pun bike.'' Jawab roglo.
''Gua sih belum percaya, kalau belum bisa melihatnya, sekarang coba lo' tunjukan beberapa dasarnya aja.'' Pinta kamal.
''Oke siapa takut.'' Kata toglo, beranjak dari tempat duduknya mengambil sepeda.
Setelah itu toglo menunjukan atraksi naik sepedanya, berputar didepan halaman bengkel, terkadang pantat sepeda di angkatnya, terus disetandingkan dan beberpa trik yang srperti anak-anak pun bike lain lakukan.
Terdengar tepuk tangan dari kamal, hasan dan doni, nandi yang pas melihat toglo menunjukan atraksi naik sepedanya, ia tercengang dengan skillnya toglo.
Pok pok pok pok.
Suara sorak dan tepuk tangan dari kamal, hasan dan doni.
Terus nandi nyamperin pada toglo.
''Wah gila nih bocah, sejak kapan kamu belajar sepeda ala pun bike?.'' Tanya nandi.
''Ya sejaka punya sepeda ini bang nandi, kalau lagi istrihat bang kamal suka ngajarin, ya pertama toglo lihat bang kamal, bang kamal pinjem sepedanya toglo dengan gaya yang sangat bagus, terus toglo sangat tertarik ingin belajar, dan akhirnya bang kamal mau berbagi ilmunya pada toglo.'' Ucap toglo menjelaskan
''Ooh jadi begitu, tapi kamu tergolong manusia multi talenta toglo.'' Ucap nandi.
''Wah bang nandi suka berlebihan memuji toglo.'' Ucap toglo.
''Emang sih, agak berlebihan diusia kamu itu, tapi memang kenyata'annya, kamu dianugrahkan oleh allah mempunyai otak cerdas dan semangat yang tinggi, abang yakin suatau sa'at nanti kamu akan menjadi orng berguna bagi semua orang dan sukses.'' Jawab nandi.
''Aamiiin.'' Kata toglo.
''nanti sore kita ketempat biasa, waktu pertama kali abang ajak kamu.'' Ucap nandi.
''Siaap bang nandi.'' Jawab toglo.
Setelah itu jam kerja sudah mulai, toglo dan semua pekerja nandipun langsung ganti salin pakaian kerja.
Sedangkan nandi sendiri masih duduk dibangku sambil terus sibuk dengan handponnya.
Disisi lain nampak astuti lagi mendorong motornya keluar, sesampainya didepan halamannya rumah, motorpun terus dipanasinnya sambil di elap-elapa.
''Elapin dulu sibanteng, biar nampak ginclong.'' Ucap astuti, sambil matanya ngelirik terus pada kamal yang lagi sibuk dengan pekerja'annya.
Astutipun kaget, ia langsung menoleh pada nandi sambil menempelkan telunjuknya didepan bibir.
''Sssttt, jangan berisik aa, gangguin orang aja, gue lagi kangen nih sama aa kamal.'' Ucap astuti berkata blak-blakan.
Nandipun kaget dengan sikap astuti yang dingin, tidak seperti biasanya, astuti suka sewot bila diledekin oleh nandi.
''Waduuh, tumben nih, adik gua gak marah, biasanya kalau gua ledekin langsung meledak kaya kompor minyak tanah.'' Celoteh nandi.
''Ya sekarang gue gak akan sewot lagi dong, kan hati gue sekarang sudah tenang.'' Jawab astuti.
''Ooh yaaa.'' Kata nandi.
''Ya iya dong, cepet sono temuin teh sindi, jangan cuma chatingan doang.'' Saut astuti.
''Gua mah nyantai aja kali.'' Jawab nandi.
''Nyantai sih nyantai, nanti kalau digaet orang baru nyahooo, atiiittttt banget.'' Ejek astuti.
''Ya kagaklah, sindi kan cewe baik, gak sembarang pindah kelain hati.'' Ucap nandi.
''Uluuuuhhh, pede amat sih.'' Kata astuti.
''Ya harus dong.'' Jawab nandi.
Setelah itu astuti masuk lagi kedalam rumah untuk mengambil helmnya, terus keluar lagi dengan helmnya sudah terpasang dikepala, kemudian astuti melangkah kan kakinya sepululuh langkah, pas didekat kamal yang lagi membongkar motor.
''Aa kamal, aa hasan dan aa doni serta toglo gue berangkat dulu ya.'' Ucap astuti, padahal dihatinya pamit sama kamal.
''Iya iya, hati-hati ya dijalan.'' semua menjawab barengan
Dan kamal terus mengiringi kepergiannya astuti dengan matanya yang terus memandang, astutipun merasakan bahwa ada dua mata yang terus memndangnya, sebelum astuti menaiki motornya, ia lalu menolehnya.
Kini dua pandangan bentrok dalam kekutan cinta.
Dari tempat yang sama hasan, doni dan nandi tidak sengaja melihat mereka berdua yang lagi beradu pandang.
''Beleedeerrr.'' Hasan ngagetin.
Kamalpun langsung melepaskan pandangannya dengan pura-pura mencari sebuah kunci.
__ADS_1
''Kunci L mana san.'' Ucap kamal.
''Buset dah, perasa'an gua, yang lo bongkar itu tidak ada kunci L nya dah.'' Saut hasan.
''Hahaha..... Nandi dan doni tertawa lepas, makanya lo itu jangan suka main petak kumpet.'' Celoteh nandi.
Kamal merasa malu dengan perasa'annya, apa lagi cewe yang ia sukai adik bosnya, yang sekaligus sahabatnya dari sejak kecil, nampak terlihat wajah kamal memerah bukan karena marah, tapi ada rasa malu, ia belum berani berterus terang pada nandi dan yang lainnya.
''Apa'an sih lo' di, elo' lagi hasan bin maun, pake ngagetin gua lagi.'' Ucap kamal.
''Lagian, itu mata sampai mau keluar, emang lo' demen ya sama astuti.'' Saut hasan.
Kamal tidak berkata sedikitpun, cuma menggerutu dalam hatinya saja.
''Siaal, apes gua, pake ketauan lagi sama hasan bin maun, jadi malu nih gua.'' Gerutu kamal dalam hatinya.
Nandi mengerti dengan perasa'an kamal sa'at ini, ia lalu menglihkan pembicara'annya untuk menutupi rasa malunya kamal.
''San, mal dan lo' don, minggu depan ada tiga motor yang pingin dimodipikasi bagian rangka bodi, menjadi tracker drag, yang kaya motor astuti, cuma beda disetang doang, nanti gua kasih gambarnya.'' Ucap nandi.
''Wah ada projek besar nih, oke.'' Jawab hasan.
''Motor apa emang?.'' Tanya kamal.
''Motor cb.'' Jawab nandi.
''Boleh tuh, gua heran yah, kenapa motor-motor jadul, harganya bisa melambung begitu ya.'' Ucap doni.
''Motor jadul dan motor keluaran sekarang sama saja, kalau direkayasa butuh biaya yang tidak sedikit, cuma setingan qualitas mesinnya yang beda lebih kuat dan awet motor jadul itu.'' Jawab nandi.
''Iya sih, orang-orang lebih dominan memilih motor-motor era delapan puluhan.'' Saut hasan.
Pukul 10:30 menit.
Nandi memberi tugas pada doni, untuk ke gudang logistik guna mengirim barang ke relasi bisnisnya diluar kota.
''Don sudah setengah sebelas nih, cepetan lo kegudang, dan barangnya sudah gua cek semua kemarin, dan surat jalannya lo' minta sama astuti atau sindi.'' Perintah nandi.
''Oke di, san, mal dan toglo gua tinggal dulu ya.'' Ucap doni.
''Oke. titi dj.'' Ucap kamal.
''Dari gua, dedi dores.'' Saut hasan.
''Apa tuh dedi dores?.'' Tanya doni.
''Dengan di iringi doa restu, semoga selamat sampai tujuan, dan kembali lagi kesini dengan utuh.'' Jawab hasan.
''Wah cakep tuh bang hasan.'' Pungkas toglo.
Setelah itu doni pergi dengan mengendarai motornya honda pcx warna putih.
Setelah kepergiannya doni, nandipun masuk kedalam toko keruangannya tempat ia bekerja.
Disa'at nandi lagi melihat-lihat data perbisnisannya di sebuah laptop, tiba-tiba nada ringtoon dari handponnya berbunyi.
Nandi lalu meraih handpon yang tergeletak di meja kerjanya, terus dilihatnya nampak no astuti lagi menghubungi, terus nandi mengangkat panggilan dari astuti.
.Nandi ''Iya de ada apa?.''
.Astuti ''Aa cepetan otw kejalan mengkudu.''
.Nandi ''Iya emang ada apa sih?.''
.Astuti ''ada orang mabuk bikin kekacauan, para pedagang semua dimintain uang, kalau gak ngasih dipukulin sampai babak belur.''
.Nandi ''Kenapa tidak lapor polisi saja.''
.Astuti ''Polisi sudah ada disitu ko aa.''
.Nandi ''Ya terus kenapa harus abang yang kesana?.''
.Astuti ''Masalah nya polisi juga tidak bisa menangkapnya, orang itu membawa senjata aa, malahan dia kebal terhadap senjata, bahkan ditembak beberapa kalipun tidak apa-apa aa.''
.Nandi ''Ooh gtu ya sudah bentar gua kesana.''
Setelah handponnya dimati'in dan laptop nya juga nandi mati'in, selepas itu ia bergegas keluar menuju pada motornya yang lagi terparkir didepan rumahnya.
~~~~~\[\]<\>\[\]<\>\[\]<\>\[\]<\>\[\]~~~~~
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutan kisah sikidal sang penolong di episode selanjutnya.
Terima kasih banyak atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=\=\=\=