
Di sa'at nandi dan sindi lagi asik duduk sambil menikmati secangkir kopi dan ubi bakar, rendi datang menghampiri mereka berdua.
Terus rendi duduk dibangku berhadapan dengan nandi dan sindi.
''Waah kalian gesit amat bangunnya, jam segini sudah habis kopi segelas, sementara gua baru bangun.'' Ujar rendi.
''Kalau gua biasa bang, bangun pagi-pagi, biarpun habis begadang bangun pagi gak pernah telat.'' Ucap nandi.
''Iya sih gua juga tau,lo' kan selalu bangun pagi dan langsung ke masjid, gua juga pingin, tapi mata rasanya berat banget untuk dibuka.'' Ujar rendi.
''Ya pelan-pelan aja sih bang, semoga aja suatu sa'at nandi abang di beri hidayah sama yang kuasa.'' Ucap nandi.
''Aamiin.'' Saut rendi.
''Ooh iya, aa rendi mau ngopi kagak?.'' Tanya sindi menawarkan jasa pada abangnya.
''Ooh boleh, kalau adik mau bikinin.'' Saut rendi.
Terus sindi beranjak dari tempat duduknya, dan masuk kedalam untuk buatin kopi buat rendi.
Selang beberapa menit sindipun telah kembali dengan membawakan segelas kopi panas untuk rendi.
''Ini aa rendi kopinya.'' Ucap sindi.
''Iya dek, simpan aja dulu di meja, abang mau ngasih makan dulu burung-burung piara'an gua.'' Saut rendi sambil menurunkan burung-burung yang ada di dalam sangkarnya.
Karena hobinya rendi memelihara burung, sehingga lebih diutamakan dulu burung-burung piara'annya ketimbang dirinya.
Setelah semua selesai, para burungpun sudah terlihat ceria dan berkicau.
Rendipun kembali ketempat duduknya semula, sambil meraih segelas kopi yang telah tersaji dimeja.
Mataharipun sudah bersinar menyinari bumi persada.
Sementara ditempat lain, doni yang punya tugas hari ini, untuk mengirim barang keluar kota, sudah siap-siap dengan memanaskan motornya honda pcx warna putih.
Terus rendi masuk kedalam rumahnya, untuk menemui ibunya yang lagi sibuk memasak untuk persiapan sarapan pagi.
''Mah, mamah.'' Panggil doni.
''Iya doni ada apa, ko sampai terik teriak begitu.'' Ujar ibuknya doni.
''Hari ini, ku ada kiriman barang ke luar kota mah.'' Ucap doni.
''Ooh, ya sudah kamu sarapan dulu, nanti kamu kelaparan dalam perjalanan.'' Ujar ibunya doni.
setelah itu sebelum doni berangkat ke gudang logistik, donipun mengambil dulu sarapan, untuk mengganjal dulu perutnya agar tidak keroncongan.
Selepas sarapan doni langsung berangkat menuju gudang logistik, tapi sebelum ke gudang doni pun mampir dulu ke bengkel yang di gang si'iran.
Begitu sampai dibengkel nampak toglo, kamal dan hasan sudah berada ditempat, terus doni memarkirkan motornya di depan bengkel yang masih tertutup.
''Assalam mualaikum.'' Sapa doni.
''Wa alaikum salam.'' Jawabnya.
''Lah tumben lo' pada sudah datang, tidak biasanya.'' Ucap doni pada kamal dan hasan.
''Gua disamper, sama kamaludin tuh, tau tuh masih pagi juga ngajak gua kesini.'' Celoteh hasan.
''Ooh gua tau, pasti lo' kangen kan sama astuti.'' Ucap doni pada kamal.
''Ya bukan begitu juga sih, gua suntuk aja dirumah, disini kan ada toglo, dan hasan bin maun.'' Ujar kamal.
''Ah elo' alasan aja sih kamaludin.'' Ujar hasan.
''Dasar lo' hasan bin maun, gak boleh lihat gua seneng, kalau lihat gua menderita baru lo' seneng.'' Ujar kamal.
''Berarti bener kan lo' kangen sama astuti?.'' Tanya hasan sewot.
__ADS_1
''Kalau iya kenapa, masalah gitu buat lo'.'' Ucap kamal.
''Ya gak apa-apa sih.'' Saut hasan.
Disa'at mereka lagi beradu argumen, munculah astuti dengan membawa sebuah kunci lalu diserahkan pada toglo.
Hasan pun lalu menoleh pada kamal dan doni.
''Panjang umur deh, baru aja di omongin.'' Celoteh hasan.
Kamal kaya malu-malu begitu pas astuti keluar dengan pakaian yang sangat sederhana, celana pendek diatas lutut sedikit.
''Wah tumben nih kalian sudah pada kumpul jam segini, kalau toglo iya dia setengah tujuh dah berada disini.'' Ujar astuti.
''Karena ada yang kangen aja tuh sama lo' tut.'' Celoteh hasan.
''Ooh ya, benarkah itu, sama dong gue juga kangen, sama kalian semua.'' Ujar astuti.
''Emang gak ada yang dispecialin tuh?.'' Tanya hasan sama astuti.
''Ya ada atuh.'' Ucap astuti sambil mendelik sama kamal.
Toglo, hasan dan doni tertawa tipis saling menoleh pada kamal
''Ahaaayyy.'' Celoteh toglo.
''Apa'an sih lo' bocah jangan ikut campur, ini urusannya orang dewasa.'' Pungkas kamal.
''Iiih abang, toglo sekarang bukan anak kecil lagi atuh, sudah memasuki puber level satu bang.'' Ujar toglo.
''Buset dah, ini bocah kayanya cikal bakal play boy nih.'' Ujar hasan.
Astuti lalu duduk berdekatan dengan kamal, hasan dan toglo serta doni saling pandang.
''Wah bisa gaswat nih, kalau sudah begini, ini masih pagi men.'' Ujar hasan.
''Iya nih, aa hasan berpikirnya selalu jorok, emang gak boleh gue duduk dekat sama aa kamal, kalau duduk sama aa hasan gue juga kagak berani, nanti teh lina ngelabrak gue lagi.'' Pungkas astuti.
Hasan terdiam tidak berkata apa-apa, pas astuti berkata begitu, dan doni pun lalu beranjak dari tempat duduknya, karena waktu sudah menunjukan pukul 07:30 menit.
''Ooh iya tut nandi ada ngebel lo' gak?.'' Tanya doni.
''Ooh iya lupa, lo' kan mau kirim barang hari ini, dan surat jalannya sudah gua bikinin, sebentar ya gue ambil dulu.'' Ucap astuti, sambil beranjak dari tempat duduknya menuju kerumah.
Tidak lama kemudian astuti kembali dengan membawa surat jalan untuk pengiriman barang hari ini dengan tujuan luar kota kepada doni.
''Ini don surat jalan berikut ongkos jalannya, aa nandi berpesan selagi naikin barang nantinya tolong dicek kembali.'' Ucap astuti.
''Oke siap, oh iya kawan, gua tinggal dulu ya.'' Ucap doni.
''Yo'ii bro, titi dj ya, bila ada apa-apa dijalan tolong kabarin kami.'' Saut kamal.
''Oke siipp.'' Saut doni.
Setelah itu doni menuju pada motornya, lalu dinyalakannya motor tersebut, perlahan motor pun mulai jalan menuju gudang logistik.
Dan astuti segera memberi kabar pada nandi, bahwa doni sudah otw menuju gudang logistik, sementara kamal, hasan dan toglo sudah bersiap-siap untuk melakukan aktipitasnya.
Dan para pengunjungpun sudah mulai berdatangan, walaupun masih terlihat satu dua yang datang dan keluar.
Sedangkan astutipun sudah berdiri diteras samping rumah dengan pakaian rapi dan bertopi, tapi tetap kelihatan gaya tomboynya meski berpakaian serapi mungkin.
Lalu astuti melangkah menuju pada motornya yang sudah terparkir didepan halaman bengkel, dengan suara mesinnya yang masih menyala.
Perlahan astuti menaiki kaki kanannya, terus duduk dijok dengan sebuah tas tergendong dipunggungnya.
''Aa gue berangkat dulu ya.'' Ujar astuti.
__ADS_1
Kamal tidak langsung menjawab, hanya melotot seperti terkesima melihat penampilannya astuti yang nampak beda dari sebelumnya.
''Ooh iya, hati-hati dijalan, ko gak bawa helm sih.'' Saut kamal agak sedikit gerogi.
''Iya terima kasih, bawa tuh dimotor.'' Jawab astuti.
Setelah itu astuti langsung tancap gas, dan motorpun melaju dengan tujuan jalan ketupat.
Astuti terus menarik gasnya keluar dari gang si'iran lampu sen kekanan telah astuti nyalakan, setelah kendara'an agak sepi lalu astutipun menarik gasnya dan motor pun mulai berjalan menuju jalur kiri.
Kini astuti telah melajukan motornya dijalan delima raya, begitu asik dan santainya astuti menjalankan motornya, sampai-sampai tidak diketahuinya bahwa dari belakang ada sebuah mobil avansa warna putih telah mengikutinya.
Dari awal astuti tidak mencurigainya bahwa pengendara mobil tersebut mau berniat jahat kepadanya.
Tapi setelah mobil itu memeped astuti sehingga astuti kaget dan hampir mau jatuh, barulah astuti sadar sambil berteriak kencang, sambil menghentikan sepeda motornya.
''Wooii, lo' punya mata gak sih, gue hampir jatuh tau, bisa bawa mobil gak.'' Teriak astuti.
Dan mobil tersebut berhenti, lalu keluarlah tiga orang pria berbadan tegap, menghampiri astuti.
''Haii nona manis jangan galak-galak dong sama kita.'' Ujar pria tersebut.
''Gue gak peduli, dan kalian hampir saja mencelakai gue tau.'' Ujar astuti.
''Waah galak juga nih cewe.'' Ucap salah satu pria yang bertubuh tinggi, sambil berjalan mendekati astuti.
Kini astuti, mulai waspada karena hatinya merasakan bahwa ketiga pria itu akan berlaku kurang ajar padanya.
''Berhenti, jangan mendekat, sekali lagi lo' langkahkan kaki lo', jangan salahkan gue bila gue bersikap kasar pada kalian.'' Bentak astuti.
Lelaki itu hanya tersenyum sambil menoleh pada kedua temennya.
''Waah gila meen, cewe ini rupanya galak sekali, rasanya semakin penasaran aja nih, seberapa galak sih bila berada dipelukan kita-kita hahaha..'' Ujarnya memandang enteng pada astuti sambil tertawa melebar.
Pria itu terus melangkah ingin mendekati astuti, dan tidak menghiraukan peringatan dari astuti.
''Dasar lelaki kurang ajar, heaaaa....'' Astuti memutarkan badannya, tanpa diketahui satu tendangan memutar melesat dan mendarat di pelipisan pria itu.
Serentak pria tersebut terdorong tiga langkah dan hampir mau jatuh, karena kerasnya tendangan astuti.
''Sebelumnya gue sudah peringatkan lo'.'' Ujar astuti.
Ketiga pria itu, langsung naik darah serasa dilecehkan oleh satu orang wanita.
Terus ketiga pria tersebut, langsung menyerang astuti dengan sangat brutalnya.
Astuti melompat dengan salto kebelakang beberapa kali lompatan, supaya bisa dengan leluasa menghadapi ketiga pria tersebut.
Hiuuukk...
Pria yang bertubuh jangkung meluncurkan pukulannya pada astuti, yang didusul oleh kedua temannya dari dua sisi, astuti dengan sangat tenangnya, lalu ia dengan replek menjatuh tubuhnya keaspal, begitu tubuh astuti mendarat diaspal, astuti lalu memutarkan tubuhnya dengan kedua kaki memutar membabat kaki para ketiga pria tersrbut
Buk buk buk.
Blak blak blak, ketiga pria tersebut terjatuh, karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Dan astuti dengan cukup gesit ia melompat dua meter kebelakang, sambil tulak pinggang menyaksikan ketiga pria tersebut yang lagi tersungkur di aspal.
Sebentar terlintar sebuah senyuman di bibir manisnya astuti.
Sementara ke tiga pria itu langsung bangun kembali, dengan sangat penuh hati-hati ketiga pria itu saling bisik seperti lagi merencanakan sesuatu pada diri astuti.
♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎
Bersambung.
Jangan lupa ya like, comentar, favorit, ranting dan votenya, hadiah 🌹🌹 juga boleh.
Salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1