SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 117


__ADS_3

Kini ke empat motor yamaha Rx king sudah mulai memasuki jalan mengkudu raya, tegur sapa dari orang-orang yang sudah mengenal pada si kidal, membuat orang-orang jadi tanda tanya.


Seperti ke tiga pria yang lagi duduk sambil memainkan sebuah alat musik guitar.


"Wah ada apa ya, biasanya kalau kemunculan bang kidal pasti akan ada perang, atau lagi mengejar penjahat yang meresahkan warga." Ucap lelaki yang berbadan gemuk.


"Ya belum tentu juga bro, mungkin hanya kebetulan lewat sini saja." Ujar lelaki berambut kribo.


"Apa pun yanga akan bang kidal lakukan, semoga di beri kelancaran dan lindungan dari yang maha kuasa." Pungkas salah satu temannya.


Sedangkan yang lagi di bicarakannya masih terus mencari keberada'annya Bondan.


Ketika Nandi lagi menjalankan motornya dengan santai, sambil tengok sana tengok sini, tiba-tiba dari arah yang berlawanan munculah lima kendara'an roda dua dengan berboncengan.


Dan kamal yang melihat, langsung tersontak dan berkata pada Nandi.


"Di' bukan kah itu si kojeck tapi Bondannya kagak kelihatan." Ucap Kamal sambil menoleh kebelakang.


"Iya betul, gua rasa Bondan ada di antara mereka, ayo kita ikutin sikojeck." Saut Nandi.


Nandi bersama kawan-kawan mengikuti si kojeck dengan diam-diam.


Dan rombongan kojeck nampak terlihat membelokan kendara'annya memasuki sebuah gang Nandi pun terus mengikutinya dari jarak yang agak jauh.


"Gua tau gang ini, tembusnya ke tempat pergudangan, dan disana ada gudang yang sudah lama kosong, kemungkinan Bondan bersembunyi di sana bersama kojeck." Ujar Gito.


"Bisa jadi Bondan berada bersama mereka." Ujar Kamal.


Nandi, Kamal, Pandi, Gito dan Toglo terus mengikuti mereka, hingga akhirnya Nandi pun sudah sampai di area pergudangan, terus mereka memarkirkan kendara'annya di lokasi yang tersembunyi, Nandi dan kawan-kawan lalu berjalan dengan mengendap-ngendap sambil mengatur stra tegi, pas tiba di dekat gudang yang kosong nampak terlihat ada banyak motor terparkir di luar gudang.


"Benar kan apa kata gua, tuh itu kan motornya Bondan Ninja r warna merah." Bisik Gito.


"Iya betul, sekarang kita berpencar, Kamal, Gito dan Pandi ke arah sana, sedangkan gua dan Toglo mau masuk lewat samping, sepertinya ada pintu darurat." Ucap Nandi sambil berbisik.


Sementara di dalam gudang.


Sepuluh pemuda lagi berpesta pora, dengan meminum anggur sambil ketawa-ketawa.


"Ayo kawan kita minum sepuasnya, nanti malam disa'at orang-orang sudah pada ngorok kita bakar distributornya si Nandi." Celoteh lelaki berbadan tegap yang tak lain adalah Bondan, yang lagi menghasut orang-orangnya kojeck.


"Betul itu bang Bondan, karena gue masih punya dendam lama tuh sama si Nandi." Ujar lelaki berkepala botak yang tak lain adalah kojeck.


Cekakak cekikik mereka tiba-tiba berhenti, ketika mereka semua mendengar suara yang tidak asing lagi di telinga.


"Sebelum kalian menghancurkan usaha gua, maka terlebih dahulu gua yang akan menghancurkan kalian semua." Ujar lelaki bertubuh tinggi dan berbadan kekar, sambil menupuk nepuk telapak tangannya.


Kemudian dari pintu belakang muncul tiga lelaki, dua berambut pirang yang satunya berambut gondrong di ikat sanggul.


''Ooh rupanya Se ekor kucing sudah bergabung dengan komplotan tikus got, cakep cakep.'' Ucap lelaki berambut pirang dan berbadan gempal yang tak lain adalah Kamal.


Bondan, Kojeck beserta anak buahnya, langsung pasang muka garang, ditambah pengaruh alkohol yang sudah bereaksi.


''Kampret, kawan-kawan ayo kita sikat mereka, jumlah kita lebih banyak.'' Ucap Bandan sambil beranjak dari tempat duduknya.


Sementara lelaki berbadan kekar dengan dada bidang yang berdiri disampingnya lelaki yang berpostur tinggi, berteriak sambil menunjuka pada pria yang berkepala botak.


''Hai botak lo' bagian gua, akan ku kuliti kulit kepalamu biar rambutmu tidak tumbuh lagi.'' Tunjuk lelaki itu yang tak lain adalah Toglo.


Lelaki berkepala botak yang tak lain adalah kojeck langsung merah mukanya, sambil memecahkan sebuah botol bekas minuman.


''Bocah edan, akan gua koyak-koyak isi perumu dengan potongan botol ini, heaaa.'' Teriak si kojeck langsung menyerang Toglo


Toglo tersenyum sadis melihat kojeck mau menyerang dirinya.

__ADS_1


Toglo langsung melompat sambil menendangakan kaki kanannya pada kepalanya kojeck.


Hiuuukkk..


Deeaassss...


Tendangan Toglo tepat mengenai mukanya kojeck, dan kojeck pun agak sempoyongan.


Preeekk..


Suara botol pecah yang terlepas dari gengamannya kojeck.


Kemudian anak buah kojeck menyusul menyerang Toglo, dan Toglo mengajak anak buah kojeck untuk bermain-main dulu.


Sementara Kamal, Pandi dan Gito bertarung lawan dua, suara gaduh dari pertempuran kini mulai terdengar.


Bak buk bak buk bak buk.


Sedangkan Nandi bertarung melawan Bondan dan kedua anak buahnya kojeck,


Sebruutt..


Bondan dan kedua anak buah kojeck menggempur Nandi dari tiga sisi, Nandi menekuk tangan kanannya dari anak buah kojeck dan kaki kiri Nandi melesat menghajar ulu hati yang satunya lagi.


Duuukkk..


Auuuggghh.


Anak buah kojeck melotot karena merasakan sesak pernapasannya, dan disa'at itu pula Nandi melompat sambil memasukan elbonya pada pundaknya anak buah kojeck.


Deaasssss...


Blaaak....


Anak buah kojeck langsung roboh dan tidak bangun lagi.


Deeeaasss..


Auugghh.


Bondan berteriak bersama'an dengan tubuhnya yang sudah oleng, melihat begitu Nandi pun tidak memberikan celah untuk bernapas pada Bondan, Secepat kilat Nandi mengirimkan pukulan tangan kanannya, yang kemudian di susul dengan sebuah elbo yang sangat keras.


Duukkk..


Deeaasss....


Auuuugghhh.


Teriakan dari bondan dengan muncratnya darah segar dari mulutnya, dan seketika itu tubuh Bondan terkapar di lantai.


Hanya dalam durasi lima belas menit ketiga lawannya Nandi sudah pada tergeletak di lantai dengan muka lebam dan berdarah dari mukanya yang robek karena kerasnya pukulan Nandi menghujaninya.


Sementara Toglo, dengan sangat agresip dan sadis dalam menerjang lawannya, seperti yang di alami anak buahnya kojeck yang mengalami patah tulang dibagian sendi tangan kanannya, karen dipatahin oleh Toglo.


Kojeck sangat murka melihat anak buah dibikin tida berdaya ole Toglo.


Kojeck melompat mengambil botol kosong, kemudian di pecahin bagian pantatnya.


Setelah itu kojeck menusukan botol pecah itu mengarah pada perutnya Toglo, tapi Toglo dengan tenangnya, menggeserkan badannya kesamping bersama'an dengan tangan kanan Toglo menggunting tangan kojeck yang lagi menggenggam botol.


Preekk


Potongan botol itu terlepas dari genggamannya kojeck, dan Kojeck tersontak kaget karena kecepatan tangannya Toglo sampai tidak terlihat oleh pandangannya Kojeck.

__ADS_1


Ke kagetannya Kojeck di manpa'atkan ole Toglo, dengan memutarkan tubuhnya ke samping lalu ke dua kaki Toglo sudah menyangkut di lehernya kojeck kemudian dibtariknya dengan tenaga penuh kini tubuh kojeck tepelanting menimpa pada tumpukan palet.


Braaakk..


Pralaaakk..


Tubuh kojeck jatuh di timpukan kayu palet, Baru saja kojeck mau bangun, Toglo sudah melompat mengirimkan tinjunya.


Deeaasss...


Rinju Toglo yang besar dan keras sudah bersarang lagi di dagu sikojeck.


Tak kuasa lagi kojeck menahan rasa sakit karena kerasnya pukulan Toglo, bersama'an dengan terpentalnya tubuh kojeck.


Blaaakkk.


Tubuh kojeck kini terkapar di lantai tidak sadarkan diri, dengan matanya yang mendelik ke atas, muka lebam, dan dari kedua sudut bibirnya keluar darah segar bercampur bau alkohol.


''Cuma segitukah kemampuanmu botak.'' Ujar Toglo sambil melangkah mendekati kojeck yang sudah tidak berdaya.


Kemudian Toglo membangunkan kojeck yang lagi tidak berdaya, lalu disenderkannya tubuh kojeck ke dinding, dan kedua tangan Toglo menggenggam kepala kojeck, ketika toglo mau melintirkan kepalanya kojeck, terdengar suara yang membentak dirinya.


''Togloo..Hentikan,, jangan kau buat luka pada lawan yang sudah tidak berdaya.'' Teriak lelaki bertubuh jangkung yang tak lain adalah Nandi.


Toglo pun langsung melepaskan tangannya, dan berkata pada Nandi.


''Biar si botak kapok bang.'' Ucap Toglo.


''Jangan Toglo, kojeck sudah tidak berdaya lagi, dan jangan kau menghukum se enak hatimu, biarlah alam yang menghukumnya, doakan saja semoga kojeck di beri hidayah untuk kembali ke jalan yang benar.'' Ucap Nandi.


Kamal, Pandi dan Gito, menggeleng-gelengkan kepalanya.


''Gua tidak menyangka Toglo sangat sadis.'' Celoteh Gito.


Semua anak buah kojeck seperti kehilangan taringnya, begitu melihat Toglo yang begitu kejam dalam menghabisi lawannya, sedikit demi sedikit begeser mau menjauh sambil memegang wajahnya, ada yang meringis kesakitan.


''Woii kalian diam disitu, jangan coba-coba untuk lari.'' Bentak Kamal.


Kemudian Nandi menyuruh Kamal untuk mengikat Bondan untuk dibawa ke gang si'iran, lalu Nandi mendekati pada anak buahnya kojeck dan berkata.


''Sebenarnya gua ada urusannya sama bondan, kalau kalian tidak ikut campur, kalian tidak akan begini jadinya, sekarang rawatlah luka kalian dan bosmu itu.


Plaak..


Nandi mejatuh satu ikat uang pada anak buahnya kojeck.


''Pake itu untuk berobat kalian, sekarang kalian cepat pergi, sekali lagi gua melihat kalian masih begini, jangan harap ada ma'ap dari gua, kembalilah kalian ke jalan yang benar, pergunakanlah sisa hidup kalian untuk berbuat kebajikan.'' Ucap Nandi sambil melangkah pergi untuk keluar dari gudang tersebut.


''Mal, To, Pan dan lo' Toglo ayo kita tinggalkan tempat ini.'' Ajak Nandi.


Akhirnya mereka pun langsung keluar dari dalam gudang tersebut, sedangkan Bondan di bawa keluar oleh Kamal.


''Cepetan lo' ikut kami ke gang si'iran, dan jangan coba-coba untuk kabur lagi kalau gak pingin hidupmu lebih menderita lagi, inget tuh anak bini di rumah.'' Ucap Kamal sambil mendorong Bondan mendekati motornya.


Setelah itu Nandi dan kawan-kawan menyalakan motornya dan Bondan berada di tengah, takut kabur lagi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Terus ikuti kelanjutan sikidal sang penolong dalam episode selanjutnya.


Jangan lupa sertakan like, comentar, jadikan favorit bila suka, dan berilah vote serta hadiahnya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


''Asssalam mualaikum''


__ADS_2