SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 215


__ADS_3

Di sa'at Nandi dan kedua sahabatnya yang sekaligus pekerjanya, lagi kesusahan karena lawannya bisa menghilangkan raganya dari pandangan Nandi dan kawan-kawan, terngiang lagi ada bisikan lirih di telinga Nandi.


"Kamu jangan panik cucuku, lawannmu itu bisa menghilang, cukup kamu rendam kalung yang melingkar di lehermu lalu airnya di pakai buat cuci muka kamu dan temanmu itu." Begitu suara yang bergeming lalu menghilang.


Nandi pun langsung mengambila air yang ada di situ lalu berkelebat keluar sambil mencopot kalungnya itu.


Gito dan Toglo belum paham akan sikapnya Nandi, mereka hanya tercengang, ketika itu pula ada sekelebatan benda yang terbang ingin menghantam Gito dan Toglo.


"Awas bang Gito." Teriak Toglo.


Dengan replek Gito pun langsung melompat ke samping kiri.


Setelah lima menit keluar rumah, Nandi kini telah kembali dengan membawa sebotol air putih lalu memberikan pada Gito dan Toglo.


"To dan kamu Glo cepat lo' basahi muka kalian dengan air ini." Perintah Nandi.


Gito dan Toglo pun tidak berkomentar lalu dengan segera mereka membasuh mukanya dengan air yang telah di kasih Nandi. Setelah itu apa yang terjadi sungguh suatu ke ajaiban, Bah Jamrong nampak jelas kelihatan oleh Nandi, Gito dan Toglo, Toglo yang sedari tadi menyimpan rasa kesal dan jengkel pada lawannya yang tidak dapat di lihat oleh mata lahir, akhirnya tanpak berpikir lagi ia langsung melompat dengan cepat melakukan serangan pada Bah Jamrong.


Wes


Wes


Kelebatan pukulan dan tendangan Toglo dengan gencar ingin menghabisi Bah Jamrong. Namun Bah Jamrong ternyata bukan hanya seorang dukun ia pun pandai bermain silat, dengan cepat bah Jamrong menggunakan Jurus tampele meped.


Plooos


Terjangan Toglo makan ruang kosong, tapi dengan sangat cerdiknya Toglo merubah jurusnya dengan membalikan badan secepat kilat, karena Bah Jamrong mengirimkan pukulannya dengan jurus gedor karang.


Duuk


Pukulan Bah Jamrong di tangkisnya oleh Toglo.


Ketika itu Bah Jamrong menarik tangan kanannya lalu di susul oleh tangan kirinya mau mendobrak pertahanan Toglo, tapi bocah itu memang sangat cerdik dan tau akan siasat liciknya Bah Jamrong, Toglo melesit ke atas sambil jungkir balik lalu kaki kanannya melesat dalam jurus tendangan kuda terbang.


Duuukk


Auughh.


Kaki Tiglo menggedor dagu Bah Jamrong sampai terdengar suara mengaduh dari mulutnya. Sungguh kuat sekali bah Jamrong tendangan Toglo yang sangat keras tidak sampai membuat dirinya Roboh.


Kini kaki Toglo sudah mendarat lagi di lantai papan kayu, dan Bah Jamrong membangun lagi serangan kali ini dengan jurus-jurus andalannya, yang tadinya terlalu menganggap sepele pada bocah kemarin sore, tapi ternyata bocah itu begitu hebat ilmu bela dirinya dan sangat cerdik sekali.


"Kali ini kau akam mampus bocah edan." Teriak Bah Jamrung sangat yakin bahwa Toglo akan bisa di lumpuhkannya.


Bah Jamrong melesat mengirimkan pukulan dan tendangan yang lebih cepat dan mematikan dari sebelumnya.


Biarpun Toglo hanya bocah kemarin sore tapi kepandaian bela dirinya sudah di atas rata-rata, seperti yang di lakukan oleh Bah Jamrong dengan jurus andalannya belum juga bisa menembus jantung pertahanan Toglo.


Kelebatan-kelebatan jurus-jurus yang di mainkan oleh keduanya begitu cepat dan agresip.


Mungkin Bah Jamrong mempunyai segudang pengalamannya dalam berrarung, tapi karena paktor usia yang sudah senja, ia pun sampai kelelahan menghadapi Toglo yang begitu agresip dan susah sekali di tembus, hingga di jurus ke sepuluh Ketika Pukulan Bah Jamrong makan ruang kodong, dengan sangat cepat sekali Toglo mengirimkan pukulannya menembus jantung pertahanan Bah Jamrong.


Hiuukk


Duuukkk...


Satu pukulan Toglo masuk menghantam dada Bah Jamrong.


Jeregjeg


Kuda-kuda pertahanan Bah Jamrong mulai goyah, di sa'at itu pula Toglo tidak memberi kesempatan pada Bah Jamrong untuk bergerak, Toglo memutarkan tubuh bersama'an dengan melesatnya tendangan parabol.


Buuukk...


Auughhh..

__ADS_1


Bah Jamrong berteriak sambil terhuyung sempoyongan, Toglo pun langsung melompat dan meluncurkan pukulan Tinju Buminya.


Weessss..


Jebroodd..


Pukulan yang cepat dan sangat berbobot mendarat di muka Bah Jamrong.


Aauuugghhh.


Blakkk.


Teriakan histeris keluar dari mulutnya Bah Jamrong bersama'an dengan jatuhnya tubuh Bah Jamrong di lantai papan Kayu, dan darah segar keluar dari hidungnya Bah Jamrong.


Tapi selang satu menit kemudian Bah Jamrong langsung bangkit lagi, Toglo pun sampai menggelengkan kepalanya, melihat daya tahan tubuh Bah Jamrong yang begitu hebat, ketika Toglo mau membangun lagi serangannya, Nandi berkata.


"Kamu Mundur glo, biar orang tua ini menjadi lawan gua." Ujar Nandi.


"Biarin pak bos saya pun masih penasaran sama dukun tengik ini." Ujar Toglo.


Nandi pun tidak bisa memaksa ke inginannya Toglo yang masih belum puas melawan Bah Jamrong.


"Oke kalau begitu, kamu hati-hati orang tua itu memiliki ilmu kadidjaya'an." Bisik Nandi.


"Iya pak Bos."


"Ayo anak ingusan, keluarkan lagi pukulanmu yang lebih keras." Ujar Bah Jamrong memancing emosi Toglo.


Kali ini Toglo tidak terpancing emosinya, yang biasanya suka tidak tahan dengan ejekan.


"Hahaha, dasar dukun tidak tau diri, lubang kubur sudah menanti juga , sadarlah pak tua, jangan sia-siakan hidupmu perbanyaklah amal dan sedekah, biar dosa-dosamu bisa berkurang." Ujar Toglo sambil menyunggingkan bibirnya.


"Kurang ajar pakai berceramah lagi, Jangan so' ngajarin saya, saya lebih tau dari kau yang masih bau kencur." Bentaknya sambil membangun lagi serangannya.


Kreweekk..


Jaket levis Toglo sampai sobek terkena cakarannya Bah Jamrong.


Nandi yang melihat Toglo dalam bahaya, secepat kilat menghadang Bah Jamrong yang ingin melakukan lagi cakarannya dengan menendang Bah Jamrong.


"Lo' mundur glo, kali ini dukun itu sudah di rasuki roh jahat." Ujar Nandi.


Toglo pun langsung mundur mendekati Gito yang lagi mengikat Handoko dengan kain sarung yang ada di tempat itu.


Melihat mata Bah Jamrong yang bersinar, Nandi merasa yakin kali ini Bah Jamrong sudah di rasuki roh iblis yqng sangat jahat, lalu Nandi menggigit gantungan kalung yang mrlingkar di lehernya itu, Sebuah aura ke kuatan di rasakan oleh Nandi memasuki tubuhnya.


Bah Jamrong berkelebat seperti angin dengan suaranya yang menyeramkan, Nandi pun langsung melesat ke udara untuk menghindari serangan Bah Jamrong.


Tapi Bah Jamrong dengan repleknya menyusul dengan serangannya megejar Nandi, pertempuran Nandi dan Bah Jamrong sampai memporak porandakan semua isi di dalam rumah, lalu Nandi melesat keluar rumah, karena Nandi merasa yakin dengan sinar matahari kekuatan iblis pasti akan musnah, dan Bah Jamrongpun langsung melompat mengejar Nandi, kini pertarungan sangat leluasa di alam terbuka.


"Ayo Jamrong keluarkan semua ilmu iblismu itu." Tantang Nandi.


Dengan Suara yang menyeramkan Bah Jamrong berkata. "Anak muda sekarang kalian akan binasa." Ujarnya dengan Sombong.


Nandi hanya tersenyum tipis sambil menyeringai.


"Jangan banyak bacot wahai dukun cabul." Maki Nandi.


Bah Jamrong melesat dengan jekuatan penuh, Nandi pun selalu waspada akan bahaya yang mengancam dirinya, ketika Bah Jamrong menyabetkan cakarannya ingin merobek wajah Nandi, Nandi menurunkan tubuhnya dengan jurus kuya batok.


Ploooss


Cakaran Bah Jamrong makan ruang kosong, lalu Nandi mrngirimkan serangan susulannya dengan Jurus gunting capitan kala jengking sambil menaikan tubuhnya dan memasukan elbonya tepat mengenai lehernya Bah Jamring.


Duk

__ADS_1


Duk


Deeaaasss.


Seketika itu keseimbangan Bah Jamrong mulai goyang, Nandi tidak memberi kesempatan, denngan Cepat Nandi melesat dengan memutarkan tendangannyap.


Hiuukk.


Duugg


Tendangan Nandi bersarang di kepalanya Bah Jamrong.


Jereg jeg jeregjeg, Kakinya Bah Jmarong mulai gontai, belum saja Bah Jamring mengatur keseimbangannya supaya tidak terjatuh, sekelebatan pukulan tangan kirinya Nandi mekuncur.


Hiuuuukkk


Jebrood.


Auuuggghhh..


Suara jerut kesakitan keluar dari mulutnya Bah Jamrong bersama'an dengan terpentalnya tubuh Bah Jamrong hingga empat meter kebekang.


Blaaakk


Tubuh Bah Jamrong terlentang di ats hamparn tanah merah, darah segar keluar dari keduua lubang hidungnya Bah Jamrong.


Kini tubuh Bah Jamrong tekujur kaku tidak berdaya lagi, karena yang di rasakan oleh Bah Jamrong rasa sakit yang tak terhingga seperti di sengan oleh ribuan tawon.


Gito dan Toglo yang menyaksikan pertarungannya Nandi dan Bah Jamrong serasa lagi menonton film pendekar jaman dulu.


"Buseet dah, gila ternyata pak bos mempunyai ke kuatan yang terpendam yang sewaktu-waktu bisa di gunakan, seperti sekarang ini." Cetus Toglo.


"Iya benar glo, Nandi mempunyai ke kuatan dari sejak lahir, itu suatu anugrah yang telah semesta berikan pada Nandi untuk memberantas kejahatan yang telah meraja lela." Ujar Gito.


Bangkitlah sudah ke inginan Toglo yang ingin berguru pada ki Parta, setelah peristiwa yang di alaminya sewaktu bertarung melawan Bah Jamrong, sampai mengami luka cakaran pada pakal lengannya, andaikan Toglo tidak mengenakan Jaket levis pasti kulit dan dagingnya telah merobek parah.


Lalu Nandi berjalan menghampiri Gito dan Toglo, yang lagi menjaga Handoko supaya tidak kabur.


"Gimana lukamu Glo?." Tanya Nandi.


"Tidak apa-apa pak bos, cuma luka cakaran sedikit, tapi andaikan tidak ada jaket pasti akan lain lagi ceritanya." Jawab Toglo.


"Langkah kita selanjutnya gimana Di'?." Tanya Gito.


"Kita pulang, dan bawa Handoko ke kantor polisi." Ujar Nandi.


"Lha kan kita tidak punya cukup bukti." Ujar Gito berbisik.


Lalu Toglo berbisik di telinganya Gito.


"Tenang Bukti ada pada handpond gua." Bisik Toglo.


Gito pun tersenyum semringah, setelah mendapat bisikan dari Toglo.


Ternyata pembicaran Handoko di telepon yang telah mengancam dan mau membinasakan Nandi dengan cara halus? dengan sangat cerdik Toglo masuk ke kolong rumah dan tepat berada di bawah nya Handoko, lalu di rekamnya sampai tuntas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Nantikan kisah lanjutannya di episode selanjutnya.


Jangan lupa sertakan like, Comentar jadikan favorit, berikan vote serta hadiahnya bila suka.


Terima kasih atas dukungannya salah sehat sejahtera dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2