
Hpy reading
••••••••••••••••
Pukul 10:17 menit.
Setelah nandi dan sindi mendapat restu dari buk suminar dan pak dirman serta buk sari, merekapun langsung meluncur ke luar kota, dengan tujuan ke villa milik temannya yang ada di daerah puncak.
Mobil new pajero sport warna putih, terus melaju menyusuri jalan raya kabupaten, menuju daerah cianjur.
Medan jalan yang banyak tikungan dan terkadang sering dijumpai jalanan menanjak dan menurun, membuat masa bulan madu nandi semakin indah dan penuh dengan sejuta kenangan.
''Emang siapa aa, temen aa yang punya vila dipuncak itu?.'' Tanya sindi.
''Andri, itu yang bergerak di bidang perusaha'an pre weding itu.'' Jawab nandi.
''Ooh jadi bang andri, hebat juga ya bang andri, punya vila segala.'' Ucap sindi.
''Vila nya juga sangat keren sekali, nih lihat.'' Ucap nandi sambil memperlihatkan poto vila yang akan nandi dan sindi datangi hari itu, di sebuah handponnya nandi.
''Woww keren banget aa, pasti biaya penginapannya mahal.'' Ujar sindi.
''Tidak ko, ini gratis sayang.'' Ucap nandi.
''Gratis bagai mana aa?.'' Tanya sindi.
''Ini hadiah dari pernikahan kita sayang, andri memberi kado pernikahannya, dengan memberi kita untuk menginap di vilanya semau kita.'' Ucap nandi menjelaskan.
''Alhamdulilah sayaaang, ternyata kita selalu dipertemukan dengan orang-orang baik.'' Ujar sindi.
Setelah itu, tidak terasa nandi pun sudah mulai memasuki kawasan puncak, dengan tujuan vila pondok soka, terus nandi mengambil arah yang kekiri, seperti yang telah diberikan denah petanya oleh andri.
Tidak lama kemudian nandi telah tiba di depan vila yang sangat keren dan indah, dengan banyaknya pohon-pohon yang sengaja ditanam di bagian samping dan depan vila tersebut, agar bisa lebih teduh di suasana vila tersebut.
Setelah yakin dengan alamat yang nandi datangi itu akhirnya nandi pun mulai memasuki, gapura pintu utama, yang dijaga dan dirawat oleh dua orang,
Terus mobilpun perlahan memasuki pintu gapura itu, dan dua orang penjaga langsung berjalan menghampiri nandi.
''Halo selamat datang di vila pondok soka, dengan pak nandi ya.'' Sapa penjaga itu.
''Selamat siang pak, iya benar, ko bapak tau sama saya?.'' Tanya nandi.
''Pak andri yang memberi tahu kami.'' Jawabnya.
Setelah itu nandi dan sindi keluar dari dalam mobilnya, dan kedua penjaga vila itu membantu membawakan tas cover miliknya nandi.
Terus cover miliknya nandi ditaro diatas ubin teras depan.
''Ini kuncinya pak nandi, selamat berbulan madu dan selamat menikmati ke sejukan alam disekitar sini.'' Ucap penjaga vila tersebut.
''Iya pak terima kasih, ooh iya apa disekitar sini ada super market?.'' Tanya nandi.
''Disini adanya juga mini market pak, bapak tinggal jalan kaki kedepan situ, nanti akan dijumpai mini market dan kios-kios yang menjual aneka macam makanan dan minuman.'' Jawab penjaga itu.
''Iya pak terima kasih.'' Jawab nandi.
Setelah itu nandi dan sindi memasuki halaman depan teras, terus dibukanya kunci pintu itu, dan perlahan nandi mendorong pintu itu.
Terus keduanya memasuki ruangan tengah vila pondok soka itu.
Sejenak nandi dan sindi melepaskan rasa lelahnya dengan duduk disopa sambil menyandarkan tubuhnya.
''Wah ruangannya sangat antik dan indah.'' Celoteh sindi.
''Iya benar sayaang, sungguh penata'an yang cukup bagus dan tidak membosankan.'' Ujar nandi.
Terus sindi berdiri dan dilangkahkannya kaki sindi memutari ruangan disekitar pondok soka itu, sambil melihat-lihat keruangan yang lainnya.
Ternyata vila pondok soka itu memiliki banyak kamar, dan setiap kamarnya memiliki ruang yang cukup besar, dan sangat rapi penata'annya pun sangat indah.
__ADS_1
Terus sindi kembali lagi pada nandi yang lagi duduk di sopa.
''Aa ternyata vila ini kamarnya banyak, dan dibelakang vila ini ada kolam renangnya juga.'' Ucap sindi.
''Tapi kan kamu gak bisa berenang.'' Ujar nandi.
''Iya sih, maukah aa ngajarin aku berenang?.'' Tanya sindi.
''Dengan senang hati, yang mau atuh.'' Jawab nandi.
''Terima kasih ya suamiku sayaaaang, muuuaaccchh.'' Ucap sindi sambil mencium pipinya nandi.
Disa'at itu pula nandi langsung menarik tubuhnya sindi, dan sindi duduk dipangkuan nandi, sambil saling berpandangan, terus nandi memegang kedua pipinya sindi, perlahan-lahan bibir manis nandi mendekati bibir merahnya sindi.
Kini kedua bibir itu sudah saling menjelajahi, ciuman lembut dikeduanya, membuat pasangan pangantin baru itu, menjadi terbawa kedalam gejolak asmaranya.
Sementara diluar vila pondok soka, nampak kedua penjaga lagi asik duduk santai sambil menikmati segelas kopi dan hembusan asap dari sebatang roko, yang mereka hisap.
''Menurut pak andri pak nandi itu, baru saja melangsungkan pernikahannya.'' Ucap penjaga yang bernama tarno.
''Berarti pak nandi, lagi berbulan nih, waduuh kalau ingat begitu, aku jadi kangen nih sama bini.'' Ujar temannya yang bernama manta.
''Kira-kira pak nandi lagi ngapain yah.'' Celoteh tarno.
''Ya sudah pasti pak nandi lagi membobol bendungannya ibu sindi.'' Ujar manta.
''Jadi pingin nikah lagi nih.'' Ucap tarno.
Disa'at mereka lagi berbincang-bincang ngomongin nandi dan sindi, tiba-tiba kedua penjaga itu dikagetkan dengan suara orang yang menyapanya.
''Halo pak tarno pak manta, lagi ngapain nih.'' Ucap suara yang menyapanya dari belakang.
Terus tarno dan manta, menoleh kearah suara yang memanggilnya itu.
Betapa kagetnya tarno dan manta sa'at melihat yang berdiri dibelakangnya itu.
''masa pak tarno dan pak manta tidak tau datangnya kami ini.'' Ucap nandi.
''Bener pak nandi, kita tidak tau bapak dan ibu datang kemari.'' Pungkas manta.
''Saking seriusnya, pak tarno dan pak manta, sampai-sampai tidak tau kedatangan saya dan istri saya.'' Ujar nandi.
''Ngomong-ngomong, bapak dan ibuk ini mau kemana?.'' Tanya manta mengalihkan pembicara'an.
''Saya mau beli kopi pak, kayanya enak nih kita ngopi sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk ini.'' Jawab nandi.
''Biar saya yang beli'in, kopi apa pak?.'' Tanya tarno
''Kopi hitam pake gula aren kalau ada, dan rokonya, pak tarno dan pak manta mau roko apa?.'' Tanya nandi.
''Kita mah biasa pak, roko kretek aja.'' Jawab tarno.
''Ya sudah, buat pak tarno dan pak manta mau roko apa terserah, yang penting saya kopi sama djarum super sebungkus, dan wedang jahe buat istriku.'' Ucap nandi sambil memberikan uang seratus lima puluh ribu pada tarno.
''Oke pak, e'eeh kebanyakan pak, seratus ribu juga cukup.'' Ucap tarno.
''Ya terserah pak tarno mau beli apa.'' Ucap nandi.
Setelah itu pak tarno langsung beranjak dari tempat duduknya, untuk membeli kopi pesanannya nandi.
Selang beberapa menit tarno telah kembali dengan membawa kopi hitam yang dibungkus pake plastik, dan makanan cemilan.
''Ini kopi pesanan bapak dan ini wedang jahe buat buk sindi, mau ngopi bareng disini apa mau didalam?.'' Tanya tarno.
''Gimana kalau kita ngopi dekat kolam renang dibelakang, kayanya enak tuh sambil melihat pemandangan.'' Jawab nandi.
''Iya boleh sih, tapi yang jaga disini harus tetap ada, nanti kita kena marahnya pak andri.'' ujar manta.
''Ooh begitu, ya sudah kita ngopi aja bareng disini, sambil menunggu waktu senja datang.'' Ucap nandi sambil menuangkan kopi kedalam gelas.
__ADS_1
Nandi dan sindi beserta kedua penjaga vila pondok soka itu, akhirnya ngopi bareng, dibawah rimbunan pohon jamblang, duduk dibangku sambil menikmati kopi panas dan segelas wedang jahe, membuat nandi dan sindi semakin betah berada di villa miliknya andri itu.
Kini hari pun sudah berganti senja, yang sebentar lagi waktu malam akan segera tiba.
Nandi dan sindi akhirnya mohon diri pada kedua penjaga itu, untuk masuk kedalam vila, karena udara yang semakin dingin sampai menusuk tulang-tulang sendi.
Pukul 17:50 menit.
Terdengarlah suara adzan magrib, penyeru bagi umat muslim diseluruh dunia untuk melaksanakan ibadah solat.
Nandi dan sindi lalu mengambil air wudhu, setelah itu mereka melaksanakan solat magrib didalam vila, dan nandi yang menjadi imamnya.
Tiga roka'at sudah, nandi dan sindi kerjakan, selepas itu mereka memasuki sebuah ruangan yang lumayan cukup besar, terus mereka duduk diatas kasur dengan ranjang kayu jadi yang di ukir dengan ukiran yang antik dari tangan seniman yang sangat handal.
''Istriku sayang.'' Sapa nandi.
''Iya suamiku sayang.'' Jawab sindi.
''Ayo kita jemput nandi junior atau sindi junior kedunia ini.'' Ucap nandi sambil membelai wajah cantiknya sindi.
''Ayo suamiku, siapa takut.'' Jawab sindi sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Melihat begitu nandipun langsung menyusul sindi, dengan menurunkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.
Dengan lampu jamur yang meberangi mereka berdua, dan cuaca yang semakin dingin, membuat kedua pengantin baru ini, semakin melekat erat dalam dekapan cinta.
Hanya suara desah napas yang terdengar dari kedua insan itu, dan langit-langit kamar di vila itu menjadi saksi bisu yang lagi memadu kasih dalam rangka bulan madu.
Begitu romantisnya kedua pengantin itu, dalam rengkuhan dan belaian asamara yang ditaburi oleh benih-benih cinta.
Tidak terasa malampun sudah sangat larut, nandi dan sindipun nampak sudah terlelap tidur, dengan kain tebal yang kini telah menyelimuti mereka berdua.
...........................
Ke esokan harinya, disa'at sinar merah telah menyala dari timur diatas cakra wala.
Nandi dan sindipun telah asik duduk berdua dengan pakaian yang sudah ganti rapi, nampak wajah di keduanya sangat berseri-seri dengan rambut yang masih nampak terlihat basah.
Dengan segelas kopi dan air teh hangat, terdampar di atas meja bundar yang terbuat dari papan kayu jati, untuk menghangatkan tubuhnya, sembari berjemur dibawah sinar matahari pagi.
Seruupuutt...
Nandi dan sindi menyeripit kopi dan teh hangat, terus nandi mengeluarkan sebungkus roko djarum super dan diambilnya sebatang, lalu dibakarnya ujung roko tersebut dengan api yang keluar dari sebuah korek gas.
Dengan hembusan asap pertama yang keluar dari mulutnya nandi.
''Alhamdililah ya allah, nikmat yang kau berikan pada kami sungguh tak terhitung.'' Celoteh nandi.
''Aku juga bersyukur, bisa dipertemukan dengan lelaki sebaik dan setangguh aa.'' Ujar sindi.
''Jangan berlebihan, ku juga manusia biasa sayaang, sama seperti orang-orang diluar sana.'' Saut nandi.
''Iya, tapi bagiku aa adalah lelaki terhebat yang aku kenal, karena sikidal sang penolong belum berakhir.''
''Kata-katamu itu, seperti dalam cerita novel aja sih.'' Ujar nandi.
Disa'at nandi dan sindi lagi asik duduk berdua, munculah tarno dan manta menghampinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Nantikan terus kelanjutan kisah si kidal sang penolong, di episode selanjutnya.
Terima kasih banyak atas dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya serta yang sudah memberikan hadiahnya.
Salam sehat dan sukses selalu.
Assalam mualaikum.
__ADS_1