
Nandi pun langsung menghubungi polisi untuk mengamankan ke enam orang itu yang sudah bikin rusuh di acara pernikahannya Astuti dan Kamal.
Tidak lama kemudian para aparat ke'amanan telah datang, dan langsung mengamankan ke enam orang itu yang ada sangkut pautnya dengan Gawing salah satu dedengkot preman yang mempunyai dendam sama kamal dan Nandi serta para pamili gang Si'iran.
Baru saja Gawing keluar dari penjara, kini ia harus di bawa lagi ke kantor polisi untuk di minta pertanggung jawabannya atas kerusuhan yang di lakukan oleh ke delapan anak buahnya itu.
Setelah ke enam orang itu di bawa oleh aparat ke amanan, kini suasana pun menjadi tenang kembali lantunan musik gamelan degung pun sudah mulai lagi di mainkan.
Kamal dan Astuti pun sudah duduk lagi di kursi gading gilang kencana, laksana seorang raja dan permaisuri sambil bercanda tertawa terkadang saling suapin makanan.
Sedangkan Nina yunita sibuk mengambil gambar dalam sebuah pemotretan untuk koleksi album pernikahannya Astuti.
...........................
Singkat cerita hari pun sudah mulai memasuki senja, dan para tamu undanganpun sudah mulai sepi tinggal satu dua saja yang datang.
Toglo, Wawan, Pandi, Gito, Hasan dan Doni sudah mulai beres-beres, karena acara sudah selesai.
Sementara Kamal dan Astuti lagi duduk berdua sambil menyantap makanan, kini tiada lagi yang mereka takutkan karena mereka sudah sah menjadi suami istri.
Astuti pun tidak malu lagi ber manja-manja'an pada suaminya, begitupun Kamal yang pingin cepet-cepet dengan datangnya malam, sepertinya Kamal sudah tidak sabar lagi ingin mencurahkan rasa cintanya pada Astuti di malam pertama, yang selalu di nantikan oleh setiap pasangan pengantin baru, karena tujuan utama dari sang pengantin adalah saling berbagi dari segala ke kurangannya sehingga terciptalah sebuah kebahagia'an yang hakiki.
Di sa'at Kamal dan Astuti lagi asik bercanda, munculah Nina yunita, sehingga membuat mereka jadi terkejut.
"Waduuh ma'ap nih kalau gue menggangu waktu kalian." Ujar Nina.
"Ooh nggak ko, biasa aja kali." Ucap Astuti.
"Sori ya Tut, Mal gue gak bisa berlama-lama di sini, gue mau pulang dulu, selamat ya semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." Ujar Nina yunita.
"Amiin, kenapa buru-buru amat sih Nin, sebenarnya gue masih butuh lo' di sini, tapi ya udah, tanks ya Nin, lo' sudah meluangkan waktu untuk gue." Ujar Astuti.
"Oke sama-sama Tut, gue pulang ya. Assalam mu'alaikum." Ucap Nina sambil melangkah keluar.
"Ya hati-hati Nin di jalan, wa alaikum salam." Ujar Astuti.
Nina pun langsung bergegas keluar, lalu Nina berjalan menuju pada Pandi yang lagi duduk bareng para pamili gang Si'iran.
Dengan langkah yang begitu gemulai, dan rambut menari-nari menutupi bagian telinga, alangkah bahagianya bila pria mendapatkan gadis se cantik Nina yang mempunyai segalanya.
"Wuallaah cantik benar kamu Nin." Ujar Hasan.
"Aah bang Hasan bisa aja, awas lo' nanti gue bilangin sama teh Lina." Jawab Nina.
"Masa cuma sebuah pujian jadi masalah sih." Jawab Hasan.
Lalu Gito memberikan komentarnya.
"Ya iyalah bagi Lina itu akan jadi masalah, asal lo' tau cewe itu lebih sensitip." Pungkas Gito.
"Betull itu, apa yang di bilang Gito." Ujar Nina.
"Widiiih tumben nih, si Jasun lebih dewasa berpikirnya." Ujar Hasan.
"Ya harus dong." Ujar Gito.
"Ooh iya gue pamit mau pulang dulu, sebentar lagi maghrib akan segera tiba, aa Pandi anterin gue dong." Ucap Nina sambil menoleh pada Pandi.
Pandi pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berkata.
"Oke siap sayang, apa sih yang nggak buat lo'." Ucap Pandi.
__ADS_1
Hasan, Doni dan Gito pun tersenyum sambil ngebuli pada Pandi.
"Jangan mau di gombalin sama Pandi Nin, paling sekarang aja bilang begitu." Ujar Gito.
"Apa iya begitu ya To." Ujar Nina.
Pandipun langsung melirik pada Gito sambil berkata.
"Wah lo' payah tuh To', jangan percaya sama si Jasun sayang, dia bilang begitu karena ngiri pada kita." Jawab Pandi.
"Hahaha, ngapain juga gua ngiri sama lo', kan gua juga punya noh, malah lagi senyum aja padaku." Ujar Gito.
"Hai Miir.. Hati-hati lho sama si Gito." Teriak Pandi pada Mira.
Mira pun hanya tersenyum dari kejauhan yang lagi beres-beres sama Toglo dan Wawan.
"Tuh bener kan Mira cuma tersenyum, pertanda dia sudah percaya sama gua." Ujar Gito.
"Ayo sayang jangan hiraukan si Jasun." Ajak Pandi pada Nina.
Gito pun tertawa melihat Pandi lalu ia berteriak memanggil Pandi "Apa perlu gua antar gak." Teriak Gito.
"Gua gak perlu." Jawab Pandi.
"Beneran nih, lha terus lo' pulangnya mau jalan kaki." Teriak Gito.
Pandi pun tercengang, baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa kendara'an.
"Oh iya ya, gua kan gak bawa kendara'an kesini, bener juga tuh Gito." Ucap Pandi.
Nina hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.
"Makanya sebelum berkata ada baiknya di pikir dulu, terus gimana sekarang?." Tanya Nina.
Kemudian Pandi pun menyerukan pada Gito untuk di jemput ke citra loka indah.
"To ma'apin gua ya, nanti jemput gua ya ke citra loka indah sesudah isa." Teriak Pandi.
Gito pun bergegas nyamperin Pandi yang sudah berada di dekat mobilnya Nina.
"Katanya lo' gak butuh sama gua." Ujar Gito.
"Ya sori, gua minta ma'ap, plis ya jemput gua." Ucap Pandi.
"Oke, tapi ada syaratnya." Ujar Gito.
"Buset dah harus pakai sarat segala, apa tuh persyaratannya?." Tanya Pandi.
"Saratnya, sebagai penebus kesalahan ucapan, lo' harus cium dulu kaki gua, hahaha." Ujar Gito tertawa puas.
"Amit-amit jabang bayi, mendingan gua naik angkot, dari pada mencium kaki lo' yang banyak kurapnya." Ujar Pandi.
"Idiiih, kaki mulus tanpa bekas begini di bilang banyak kurap, noh lihat." Ucap Gito sambil melipatkan celana bagian bawah lalu di perlihatkannya pada Pandi.
"Hahaha, maap gua bercanda ko." Ujar Pandi.
Setelah itu Pandi pun lalu masuk kedalam mobil, dan duduk di samping kanannya Nina memegang kemudi setir mobil.
Selepas itu Pandi pun menyalakan mobil, kemudian di injaknya gas, dan mobilpun mulai melaju perlahan meninggalkan Gito dan kawan-kawan.
Kini mobil yang Pandi kemudikan sudah keluar dari gang Si'iran melaju dengan kencangnya di jalan Delima.
__ADS_1
Senja itu kebetulan cuaca lagi cerah dengan sinar merah jingga memayungi kota kembang.
Sambil menikmati suasana alam di senja hari, Pandi pun melajukan mobilnya dengan santai menikmati suasana kota di kala senja.
"Indah juga ya pemandangan kota di kala senja begini." Ujar Pandi.
"Iya sih, gua juga jarang berjalan di sa'at senja begini." Saut Nina.
Mereka terus asik berbincang, sambil lihat-lihat suasana di sekitar kota yang mereka laluinya, sehingga tidak terasa mereka pun telah tiba di gapura citra loka indah, pandi terus mengemudi mobil masuk jalan pintu gerbang citra loka indah, dan sang satpam pun langsung membuka portal, ketika mobil yang datang adalah warga dari perum citra loka indah.
Begitu ketatnya aturan masuk di citra loka indah, dari semenjak banyak warga citra loka indah yang banyak kehilangan kendra'an dan lain sebagainya.
Kini mobil Honda jaz warna hitam sudah belok memasuki jalan yang mau menuju rumahnya Nina.
Tidak lama kemudian Pandi pun sudah sampai di depan Rumahnya Nina, scurity yang bertugas menjaga rumah besar itupun langsung bergegas membukakan pintu gerbangnya.
Seroloookk..
Suara pintu gerbang di dorongnya, lalu pandi pun melajukan lagi mobilnya masuk halaman rumah menuju ke tempat biasa nina memarkirkan mobilnya.
Kemudian Pandi dan Nina keluar dari dalam mobil tersebut.
"Ayo aa kita masuk." Ajak Nina pada pandi.
"Iya sayang, terima kasih." Jawab Pandi.
Nina pun berjalan memasuki teras rumah yang di ikuti oleh Pandi, lalu Nina mengetuk pintu bersama'an dengan mengucapkan salam.
Tok
Tok
Tok
"Assalam mu'alaikum." Sapa Nina.
Tidak lama kemudian terdengar sari dalam rumah menjawab salamnya Nina.
"Wa alaikum sallam." Jawabnya bersama'an dengan terbukanya sebuah Pintu.
"Nina, nak Pandi, sudah selesai acaranya?." Tanya se orang wanita paru baya yang tak lain adalah ibuk Yola yohana.
"Iya mah, acaranya sudah selesai." JWab Nina.
Lalu Pandi mengulurkan tangannya memberi salam pada buk Yohana.
"Malam tante, om nya kemana Tante?." Tanya Pandi.
"Bapk sepulang dari undangan tadi langsung ke kantor lagi, katanya ada miting di luar jam empat sore, tadi sih ngasih kabar paling pulang jam sembilanan." Jawab ibuk Yola yohana.
"Ooh gitu." Ujar Pandi.
Setelah itu ibuk Yohana menyuruh pada Pandi untuk duduk, sedangkan Nina pergi menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua, untuk membersihkan badannya dan ganti salin.
...........
Sementara di gang Si'iran Gito yang sudah siap-siap untuk On the way mengantarkan Mira pulang, dengan memakai motornya Astuti, apalgi cuaca malam itu langit pun sudah mulai mendung mungkin akan turun hujan.
********
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
"Assalam mu'alaikum"