
Setelah itu kendara'anpun mulai agak sepi, nandi dan astuti terus melaju perlahan-lahan menyebrang untuk mengambil jalur kiri menuju jalan delima.
Selepas itu nandi dan astutipun sudah berada dijalan raya delima, gaspun ditariknya dan kedua motorpun mulai melaju dengan cepatnya.
Suara bising dari kendra'an yang hilir mudik didua arah, dan banyaknya polusi dari asap-asap perusaha'an industri membuat kota itu tidak seindah dan sesejuk dulu.
Paris pan java, banyak menyimpan sejuta kenangan, para pendatang sudah banyak berdatangan dari berbagai daerah maupun dari manca negara, sudah memadati kota itu.
Kekerasanpun selalu bermunculan disetiap sudut-sudut kota.
Karena tingkat kemajuan jaman yang semakin pesat, akhirnya kehidupanpun semakin meningkat.
Sementara nandi dan astuti yang masih terus melaju dengan sepeda motornya, tiba-tiba mendadak berhenti karena melihat orang berlari-lari seperti lagi ketakutan berteriak-teriak.
''Ada orang ngamuk, ada orang ngamuk.'' Begitu suara yang terdengar dari orang-orang sambil berlari.
Nandi penasaran, terus bertanya pada orang yang lagi berjalan seperti terburu-buru.
''Ma'ap kang, ada apa nih?.'' Tanya Nandi.
''Ada orang gila bang mengamuk, sebaiknya abang jangan lewat sana.'' Jawabnya.
''Kenapa gak dilumpuhkan aja bang.'' Ucap Nandi.
''Tidak ada yang kuat, tenaganya seperti gajah, lima orang yang menangkapnya dia semua terpental.'' Jawab orang itu.
''Aduh kasihan juga ya kalau begitu.'' Gerutu nandi.
''Ayo bang cepetan pergi tuh orang-orangpun pada berlari.'' Ucap orang itu sambil mempercepat lagi jalannya.
Entah dari mana datangnya, nandipun tidak mengetahuinya, tiba-tiba ada seorang nenek tua menghampiri nandi dan berkata.
''Tolonglah orang-orang dari amukan orang gila, dan lumpuhkanlah orang gila itu.'' Ucap si nenek.
Nandi bengong dan kaget, karena sinenek itu tiba-tiba sudah ada didekatnya.
''Nek, bukan kah nenek yang dulu pernah ketemu sama saya.'' Ucap Nandi penuh rasa heran.
Disa'at nandi lagi meleng, hanya dalam sekejap mata sinenek itu sudah tidak ada lagi didepan nandi, nandi terus memanggil-manggil sinenek tersebut.
''Nek nenek nek.'' Teriak Nandi.
''Kenap sih lo aa?.'' Tanya Astuti.
''Lo lihat gak sinenek yang tadi ngobrol sama gua?.'' Nandi bertanya pada astuti.
''Elo' kenapa sih aa, kesambet apa?, jelas-jelas gua tidak melihat siapa-siapa yang ngobrol sama aa.'' Jawab Astuti.
''Masa sih lo de, gak lihat, sinenek yang barusan ngobrol sama gua.'' Ucap Nandi.
''Gua tuh tidak melihat abang ngobrol sama orang, tapi yang gua denger abang ngomong sendiri, gue kira abang kesambet.'' Ucap Astuti.
''Hus ngaco sih lo, masa disiang begini ada setan.'' Ucap Nandi.
''Buktinya tadi aa bicara sendiri.'' Ucap Astuti.
''Tadi tuh gua ngobrol sama sinenek, yang tempo lalu gua tolongin untuk menyebrang jalan.'' Ucap Nandi.
''Aneh, sungguh aneh.'' Ucap Astuti.
Disisi lain, orang berteriak-teriak, karena orang gila yang lagi mengamuk berlari kearah nandi, astuti sangat kaget dan langsung berteriak.
''Awaaasss...Aaaa.'' Teriak Astuti, sangat ketakutan melihat orang gila itu berlari kearah nandi sambil membawa sepotong kayu gelondongan mau menghantam pada nandi.
Dengan sepontan nandi melompat dari motornya.
Braaaakkk.
Kayu itu menghajar motor Rx king kesayangannya nandi.
Nandi langsung melotot matanya kaget bercampur marah, melihat motor kesayangannya itu penyok.
Nandi juga cuma manusia biasa yang tak luput dari segala kehilapan, melihat motornya sampai penyok amarahnya pun langsung bangkit.
''Dasar orang gila, sekarang gua hajar lo, ayo sini maju.'' Teriak Nandi.
Orang gila itu lagsung melotot matanya seperti mau keluar, dan langsung membalikan badannya untuk menyerang nandi.
Cuma suara menggeram yang keluar dari mulut orang gila itu.
Heaaakkk sepotong kayu melayang ingin memecahkan kepala nandi.
__ADS_1
Nandi langsung memiringkan tubuhnya kesamping.
Plooss, sepotong kayu itu memakan ruang yang kosong, karena kerasnya orang itu mengeluarkan tenaganya, hingga badannya terdorong kedepan terbawa oleh tenaganya sendiri.
Secepat kilat Nandi mencengkram orang gila itu dengan menjepit lehernya dengan tangan kanan dan kaki kanan nandi membentuk siku-siku langsung ditusukan ketulang punggung orang gila tersebut.
Orang gila itu menggeram sambil meronta-ronta dengan menarik tangan kanan nandi yang lagi menjepit lehernya.
Nandi terus menguncinya dengan jepitan tangannya, Orang gila itu seperti tidak merasakan sakit atau sesak, ia terus berontak sampai nandi hampir kewalahan melawan tenaganya yang besar sekali.
''Buseet ini orang tenaganya benar-benar sangat kuat, kalau gua lawan dengan menonjoknya, sama aja gua ikutan gila.'' Gerutu nandi dalam hati.
Dengan sekuat tenaga, nandi terus menjepitnya, tapi orang gila itu malah semakin kuat berontaknya hingga akhirnya jepitan tangan nandi terlepas, dan nadi terpental, tapi nandi langsung salto kebelakang untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Disa'at nandi lagi memikirkan gimana cara melumpuhkan orang gila itu, tanpa harus melukai tubuhnya.
Terdengar bisikan ditelinga nandi, suara yang sudah dikenalinya.
''Anak muda untuk melumpuhkan orang gila itu, usaplah kalung yang melingkar dilehermu itu, maka tenagamu laksana bah air laut yang pasang, dan tepuklah ubu-ubun orang gila, maka ia akan segera lemah dan tertunduk.'' Begitu suara yang melintas ditelinganya nandi.
Nandi terus mencoba menuruti apa kata suara itu, Dan tangan nandi langsung meraba kedadanya terus dipeganglah kalungnya itu, dan diusap-usap sebanyak tiga kali.
Nandipun langsung merasakan keanehan pada dirinya, seperti ada kekuatan besar yang telah merasuk kedalam tubuhnya.
Sementara orang gila melompat mengejar nandi dengan sepotong kayu gelondongan berada digenggamannya.
Nandi pun sangat waspada dan pasang strategi untuk melumpuhkannya dan tidak melukai badannya.
Hiiiuuuukkk wet wet
Sabetan-sabetan potongan kayu terus menggempur nandi.
Dengan sangat lincahnya nandi menghindari sabetan sabetan dari orang gila tersebut.
Kini suasana menjadi tambah rami orang-orang yang tadinya kabur untuk menghindari orang gila tersebut, kini mulai berdatangan lagi, untuk menyaksikan orang gila yang lagiberduel dengan nandi.
Orang gila itu menggeram sambil membubak babuk kan sepotong kayu, nandi melompat kesamping terus kekiri, dan kebelakang disa'at orang gila itu mulai meleng secepat kilat nandi menendang tangan orang gila dengan kaki kanan nya.
Weerrrr...Kelepraaak.
Sepotong kayu itu lepas dan terlempar jauh, lalu nandi mendorong badannya kedepan dan kedua tangan nandi langsung masuk menyusup diantara kedua keteknya orang gila itu lalu ditarik keatas dan dikunci kepundaknya, disa'at itu nandi ingan sama pesan yang melintas ditelinganya itu.
Dan ditepuknya ubun-ubun orang gila itu.
Sorak sorai dari kerumunan orang-orang yang menyaksikan nandi bisa melumpuhkan orang gila yang sangat sadis itu, terdengar ramai sekali.
''Sudah sudah sudah, apa diantara kalian ada yang tau keluarga orang ini dimana?.'' Tanya Nandi.
Semua orang cuma menggeleng-gelengkan kepala, tapi dari belakang orang-orang terdengar bersuara sambil menyelusup masuk diantara keumunan orang-irang itu.
''Saya tau anak muda.'' Teriak seorang lelaki separu baya, sambil maju kedepan.
''Alhamdulilah, boleh saya tau bapak ini siapa?.'' Tanya Nandi.
''Kenalkan nama saya hendrawan.'' Ucap lelaki yang mengaku bernama hendrawan, sambil mengulurkan tangannya.
Nandipun langsung menyambut uluran tangan dari hendrawan itu.
''Pak hendrawan kenal dengan orang ini.'' Ucap Nandi.
''Saya kenal dengan orang ini, dia bernama ujang komar anaknya pak suganda dari gang duren.'' Jawab pak hendrawan.
''Apakah bapk tau latar belakangnya, kenapa orang ini bisa sperti ini?.'' Tanya Nandi.
Pak hendrawan terus menceritakn awal mulanya ujang komar bisa menjadi gila, menurut pak hendrawan, ujang komar tadinya lelaki baik dan tekun bekerja, dia menjadi gila karena disakitin oleh istrinya, yang tega sudah mengkhianati pernikahannya, ujang komar terus setres dan memorinya jadi ruksak, dari situlah setiap melihat wanita atau lelaki pasti ia bantai, karena diotaknya ia sangat benci melihat manusia, begitulah menurut cerita dari pak hendrawan.
Nandi sangat mengerti begitu mendengar cerita dari pak hendrawan, Nandi merasa kasihan, dan berniat ingin menyadarkannya, mengembalikan memorinya keposisi semula.
Singkatnya nandi bersama pak hendrawan dan astuti, mengantarkan ke pihak keluarganya di gang duren.
Sesampainya dirumah pak suganda, pak hendrawan menceritakan tentang kejadian dijalan delima, bahwa ujang komar telah mengamuk sehingga banyak orang-orang pada ketakutan, dan banyak para pedagang kaki lima yang mengalmi kerugian karena ulahnya ujang komar.
Dan berkat nandilah ujqng konar bisa dilumpuhkannya.
Pak suganda sangat berterima kasih sekali pada nandi yang telah rela menolong anaknya.
Setelah kompromi dengqn pihak keluarganya, nandi pingin menolong menyadarkan kembali memorinya ujang komar yang telah ruksak.
Niat baiknya nandi, diterima dengan baik oleh pak suganda.
Akhirnya nandi dan astuti beserta pak hendrawan membawa ujang komar, untuk dirawat dan diobati ke tempat gurunya, diluar wilayah kota itu.
__ADS_1
Setibanya ditempat gurunya, nandi menceritakan riwayat ujang komar dari mulai hilang memorinya, hingga menjadi ganas dqn sadis.
Gurunya pun mengerti dan tau bagaimana cara mengobatonya.
Singkat cerita.
Masalah biaya perawatan ujang komar sudah ditanggung oleh nandi semua, sampai ujang komar kembali lagi seperti semula.
Gurunya nandi sangat bangga dengan kedermawannya dan rasa sosial nandi kesesama mahluk cipta'an yang maha kuasa.
Nandipun menceritakan semua perjalanan hidupnya dan bisnisnya dari mulai tambal ban dan mekanik elektronik, hingga berkembang pesat seperti sekarang ini.
Kebangga'an seorang guru pada muridnya, yaitu membantu orang-orang yang dalam kesusahan, dan selalu ingat dengan yang lima waktu, seperti murid tertuanya yaitu nandi suryaman yang telah banyak menolong sesama manusia, dan ta'at beribadah.
Setelah sekian lamanya nandi ngobrol dan bercerita pada gurunya, nandi pun pamitan pada guruya itu, karena masih banyak urusan dan janji sama rental mobil.
''Mohon ma'ap ya guru, saya dan adik saya beserta pak hendrawan, tidak bisa lama-lama, karena masih banyak urusan, ditambah janji sama rental cuma empat jam.'' Ucap Nandi.
''Iya tidak apa-apa Nandi, abah bangga padamu, dari kecil pak dirman menitipkanmu kesini, untuk dibimbing ilmu agama supaya kamu jadi orang berguna untuk bangsa, agama dan sesama manusia, akhirnya itu semua sudah kamu jalani.'' Ucap Sang guru.
''Iya guru, saya mohon ma'ap belum bisa membalas jasa guru yang begitu besar buatku, saya di didik ilmu agama, bahkan pertama belajar ilmu beladiri silatpun disini, terima kasih atas ilmu yang guru ajarkan padaku, hingga aku tau jati diriku yang sebenarnya.'' Ucap Nandi.
''Itu sudah menjadi kewajiban abah nandi, ya sudah kamu hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan, salam buat bapak dan ibumu.'' Ucap sang guru.
''Iya guru, terima kasih, dan masalah biaya kang ujang komar, setiap bulan ku transpr.'' Ucap nandi.
Selepas itu, nandi, astuti dan pak hendrawan, keluar dari kediamannya abah haji mansur, menuju sebuah mobil avansa warna hitam, untuk melanjutkan perjalanannya balik ke kota bandung.
Setelah itu nandi membuka pintu depan mobil tersebut, yang disusul oleh astuti dan pak hendrawan.
Nandinpun sudah mulai mengendalikan setirnya, mobilpun mulai berjalan pelan-pelan.
Tid tid
''Assalamualaikum guru.'' Ucap nandi sambil membalikan mukanya ke arah gurunya yaitu abah haji mansur.
''Wa alaiku salam, hati-hati ya.'' Jawab abah haji mansur sambil melambaikan telapak tangannya.
Kini mobilpun sudah melaju meninggalkan abah haji mansur, guru besar dari pondok pesantren haur koneng.
Mobilpun melaju semakin jauh, jalanan yang bekelok naik turun, dengan ditumbuhi pohon mahoni dipnggir jalan kiri kanan membuat jalan jadi sejuk, ditambah udaranya yang masih asli pedesa'an membuat betah setiap orang yang baru pertama kali menginjakan kakinya didaerah itu.
Tidak lama kemudian nandi telah sampai di kota itu, letaknya digang duren.
Nandipun tidak bisa lama-lama disitu, karena masih banyak kerja'an.
Setelah semua urusan beres nandi dan astuti pamit pada pak hendrawan dan keluarga pak suganda, pak suganda dan istrinya beserta segenap keluarganya sangat berterima kasih banyak pada nandi yang sudah menolong anaknya untuk diobati, atas kedermawanannya nandi dan keberaniannya bisa melumpuhkan ujang komar, mendapat pujian di seluruh gang duren, dan nama nandi akhirnya dikenal diwilayah itu.
Nandi dan astuti berjalan keluar dari rumahnya pak suganda menuju motornya yang lagi diparkir didepan halaman rumah.
Nandi langsung menaiki motonya yang penyok karena terkena hantaman kayu gelondongan oleh ujang komar.
Dipandangi terus tengki motor yang sudah penyok itu, astuti pas melihat abangnya yang lagi memandang tengki bensinnya yang penyok, ada rasa terharu dan kasihan sama abangnya, karena motor yamaha Rx king milik abanynya itu sangatlah disayangi melebihi dirinya sendiri.
Tidak terasa air agak hangat keluar dan menetes dari kedua sudut matanya astuti.
''Baru kali ini gue melihat abang gue sesedih itu, ternyata cintanya abang gue pada motornya melebihi dari dirinya sendiri, kasihan juga. gue jadi gak tega melihatnya.'' Ucap astuti dalam hatinya.
Astuti langsung menghampiri nandi.
''Kenapa aa, aa nyesel ya.'' Ucap Astuti.
Nandi seperti kaget pas ditanya oleh adiknya itu, ia lalu mengusap wajahnya dan berpura-pura didepan adiknya.
''Ooh kagak de, abang gak apa-apa ko.'' Jawab Nandi.
''Aa bohong, gue perhati'in dari tadi, aa seperti sedih, dan gue baru kali ini melihat aa nandi sesedih ini.'' Ucap Astuti.
''Ya sudah de gak usah dipikirin, masalah motor penyok gampang nanti abang betulin, tapi memulihkan akal sehatnya manusia itu sangatlah susah membutuhkan waktu yang cukup lama, ya sudah ayo kita cabut.'' Ucap Nandi sambil menghidupkan motornya.
Astuti pun langsung menuju kemotornya, setelah itu merekapun langsung tancap gas.
Kini kedua motor sudah melaju keluar dari gang duren.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Bersambung.
Jangan lupa ya bagi ya suka, like and comentarnya, favorit, vote juga boleh.
Terima kasih atas dukungan, semoga sehat-sehat selalu dan sukses.
__ADS_1
Selamat membaca.