SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 197


__ADS_3

Pukul 08:00


Nandi beserta keluaga dan para pamili Gang Si'iran Pergi berjalan-jalan mengelilingi sekitar area pantai Santolo, tapi tetap mereka tidak terlalu mendekati bibir pantai perihal pesan dari joni, di tambah petugas yang berjaga di pantai memeriksa setiap pengunjung, pas pada rombongan Nandi yang semua asli warga Bandung, petugas pun melarang main di dekat bibir pantai, demi keselamatan bersama petugas pun menunjukan tempat yang lebih aman untuk bermain pada rombongannya Nandi.


"Sekarang kita bikin game, permainannya pake balon, siapa yang bisa memecahkan balon itu secara cepat dengan perut yang di tempelkan di belakang pinggang pasangan itulah pemenangnya." Ujar Nandi.


"Terus hadiahnya apa pak Bos?." Tanya Gito.


"Hadiahnya sudah saya siapkan, dan peserta di bagi dua group, group cowo sama group cewe, yang kebetulan group cowo ada delapan dan group cewe juga delapan, sekarang silahkan dari kalian memilih siapa yang akan menjadi pasangannya, lalu catat dan di serahkan pada team Juri, siapa yang lebih cepat dari group ber'arti untuk sementara dialah yang memimpin group untuk sementara" Ujar Nandi.


Suasana area pantai kini menjadi meriah, sorak sorai dari para pserta group yang belum di panggil begitu meriah, tertawa terbahak-bahak menyaksikan para peserta dari kedua group dalam memecahkan balon pakai perut.


Yang lagi main dari dua group, pandi sama Gito, sedangkan dari group wanita Nina yunita sama Mira.


Nandi dan Sindi serta Anggita terus memberi semangat. "Ayo cepetan waktunya cuma tiga menit." Teriak Nandi.


Semua orang tertawa melihat permainan itu yang begitu seru dan lucu. "Ayo Nina, yang kenceng menggenjodnya." Teriak Astuti.


Akhirnya Balon yang menempel di belakang pinggang Mira telah pecah di tekan oleh perut Nina, Nina pun yang ikutan main sampai tertawa terkekeh, waktu menekan balon di belakang pinggang mira oleh perutnya.


Kemudian Pandi pun balonnya sudah meletus, diwaktu tinggal beberapa detik lagi.


Kemudian Nandi dan sindi selaku pembuat game dan merangkap Sebagai Juri juga, membacakan hasil sementara.


"Kasih semangat, oke Nina bisa memecahkan balon itu dalam satu menit empat puluh detik, sedangkan pandi, dua menit lima puluh detik, siapa yang bisa lebih cepat lagi dari Nina dan Pandi, dan berikutnya peserta ke dua saya panggilkan Hasan dan Kamal di group pria, sedangkan di group wanita Lina sama Astuti, ayo siap-siap maju ke tempat." Panggil Nandi pada para peserta.


Kemudian para peserta dari kedua group telah memasuki arena permainan, dan Sindi langsung meniup pluitnya.


Priiittt..


Hasan dan Astuti langsung berlari ke arah pasangannya yang berdiri di depannya dengan balon yang sudah terpasang di balik pinggang bagian belakang.


Suara tertawa pun kini mulai terdengar lagi, begitu melihat para peserta menekan balon dengan perutnya sampai berulang-ulang, karena balonnya sangat susah untuk meletus.


Dalam satu menit Astuti sudah bisa memecahkan balonnya, kemudian di susul oleh Hasan satu menit sepuluh detik.


Horee....


Tepuk tangan dari para penonton begitu sangat meriah, kemudian Sindi pun langsung mencatat, lalu Nandi megumunkan. "Wah permaainan ini luma seru dan peringkat sementara di pegang oleh group wanita dengan hasil sementara, Astuti bisa memecahkan balonnya dalam satu menit, sedangkan Hasan satu menit sepuluh detik. Dan peserta selanjutnya wah rupanya peserta ini sudah lebih berpengalaman, Ibuk Sari sama Ibuk Suminar dari group wanita, sedangkan dari group pria Abang Rendi dan Bapak Dirman, silahkan untuk bersiap-siap." Ujar Nandi.


Peserta yang ke tiga lebih seru lagi karena yang ikut main orang tuanya Nandi, kakak ipar dan ibuk mertuanya.


Rendi dan buk Sari sudah siap-siap untuk berlari menuju pasangannya.


Priiiittt....


Suara pluit pun sudah di tiup dan para peserta sudah pada berlari memburu pada pasangannya. Nandi dan Sindi serta Anggita sampai tertawa terkekeh menyaksikan orang tuanya dan ibuk mertua, lalu Anggita berteriak memberi semangat.

__ADS_1


"Ayo nenek semangat." Teriak Anggita.


Akhirnya permainanpun telah selesai dengan pecahnya balon dari kedua peserta, dengan hasil, team buk Sari dari buk Suminar berhasil memecahkan balon dalam 55 detik, dan Rendi sama pak Dirman gagal karena bolonnya tidak pecah sampai akhir waktu yang di tentukan telah habis. Dan di lanjutkan peserta terakhir, di group pria, Doni sama Toglo, dan Wulan sama Sapitri di group wanita.


Singkatnya Toglo berhasil memecahkan balonnya dalam 40 detik , dan di group wanita Tim Wulan dan Sapitri berhasil memecahkan balon 57 detik.


kemudian Nandi menutup permainan tersebut lalu Sindi membacakan hasil dari empat para peserta dari kedua group.


"Assalam mu'alaikum wr wb, dengan ucapan bismilah hirohman nirohhim, saya bersama segenap yang hadir merasa gembira sekali dengan acara di liburan akhir bulan ini, sungguh luar biasa sekali, huuuh seru, tepuk tangannya mana." Ujar Sindi.


prok prok prok prok..


Sorak sorai suara tepuk tangan begitu meriah.


"Oke terima kasih, sekarang saya akan membacakan hasi dari ke empat peserta dari dua group, peserta urutan



Pandi dan Gito, berhasil memecahkan balon dalam waktu 2meni 50detik, sedangkan.


Nina sama Mira\= 1menit 40detik


Hasan dan Kamal\=1menit 10detik


Lina dan Astuti \=1menit


Rendi dan Bapak Dirman\=Gagal


4.Toglo dan Doni\=40 detik


Sapitri dan Wulan\=57 detik.



"Nah begitulan hasil dari ke empat peserta dari kedua group, maka untuk ini Juara kesatu dari Group pri di menangkan oleh team Toglo dan Doni yang bisa memecahkan balon dalam 40detik, tepuk tangan semuanya." Ujar Nandi.


Hore


Hore


"Hidup Toglo hidup Toglo." Teriakan kasih semangat.


"Selanjutnya di peserta group wanita, juara pertama jatuh pada team Buk sari dan Buk Suminar dengan sukses memecahkan balon dalam waktu 55detik." Ujar Nandi.


"Hore hidup Nenek, neneku hebat." Teriak Anggita.


"Kepada para pemenang silahkan maju ke depan untuk menerima pengharga'an, dan hadiahnya, Untuk pemenang permainan ini. Saya dan istri beserta keluarga dan seluruh yang hadir mengucapkan banyak terima kasih atas parti sipasinya, ada kenang-kenangan dari saya dan keluaraga berupa dua buah handpon untuk juara pertama group pria, dan juara pertama di group wanita pun sama dua buah handpon sebagai tanda kenang kenangan dari saya dan keluarga." Jelasnya Nandi panjang lebar.

__ADS_1


Toglo dan Doni pun maju untuk menerima penghargaan dan hadiahnya, begitu pula buk Sari dan buk Suminar.


••••••••••


Setelah itu hari pun tidak terasa sudah siang, kemudian Nandi beserta keluarga dan para pamili Gang Si'iran langsung bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang.


Semua barang-barang sudah di masukin ke dalam mobilnya masing-masing, Nandi pun langsung berpamitan pada Joni dan sangat berterima kasih yang sudah menyediakan penginapan untuk tempat istirahat Keluarga Nandi dan para pamili Gang Si'iran, dan semua biaya penginapan Nandi sudah membayarnya pada Joni dengan mentranspernya pada no Rekening Joni sebelum berangkat ke pantai dengan harga yang sudah Joni tentukan pada Nandi di obrolannya di via Whatssap.


Perlahan Nandi beserta rombongan telah melajukan kendara'annya keluar dari area parkiran.


Ke empat kendara'an roda empat terus melaju meninggal panatai.


Tidak lama kemudian mereka telah keluar dari daerah pameungpeuk, wilayah kabupaten Garut.


Singkat cerita.


Nandi beserta rombongan sudah sampai di Gang Si'iran betapa terkejutnya Nandi beserta para pamili Gang Si'iran ketika melihat ketiga satpam yang di tugasnya menjaga, di ikat di tiang bangunan bengkelnya Nandi, lalu Nandi menghmapirinya dan Toglo melepaskan tali yang mengikatnya.


"Astagpirullah hal adzim, ada apa ini pak?." Tanya Nandi.


"Wak ke tiwasan pak, waktu bapak beserta yang lainnya lagi di berlibur malamnya ada lima orang mengendarai sebuah mobil, datang dan menanyakan keberada'annya Bapak, terus ke lima orang itu mau menjarah barang-barang yang ada di bengkel, terpaksa kami bertiga mencegahnya dengan melakukan perlawanan, tapi ilmu bela diri ke lima orang itu sangat tangguh, kayanya hapir setara dengan Bapak, mereka pergi ke tika semua warga Gang Si'iran pada keluar, lalu salah satu dari mereka melemparkan kertas ini, dan kami tidak berani untuk membukanya." Jelasnya salah satu satpam tersebut.


Kemudian Nandi membuka isi dalam kertas itu, setelah terbuka sebuah kalung rantai dengan gantungannya sebuah ukiran kepala tengkorak, dan ada pesan tertulis di kertas tersebut.


"Nandi anda terlalu banyak mencampuri urusan bisnis saya, dan sudah banyak anak buah saya yang kamu berantas, sekali lagi saya peringatkan berhenti mencapuri dunia ku, atau kamu dan keluargamu akan binasa.


Terim kasih.


"Geng Tengkorak hitam"


Kini muka Nandi nampak berubah memerah, dan setelah itu kertas bersama kalung rantai tersebut Nandi lipat kembali dan di masukan kedalam saku jaketnya, buat bukti dan petunjuk guna mencari keberada'an markas mereka.


Kemudian Nandi berbisik pada Toglo. "Glo, bilangin pada yang lain, kita punya lawan yang sangat tangguh, asah terus bela diri kita semua." Bisik Nandi.


"Iya pak Bos, ku sempat membacanya barusan, dan ku akan bilangin pada semua pamili Gang Si'iran." Jawab Toglo berbisik.


Setelah itu Nandi pun pura-pura tidak mengerti. Lalu menyuruh Kamal untuk membawa ke tiga satpam ke klinik terdekat untuk di obatin dari luka memar di wajahnya.


Saking banyaknya yang Nandi pikirkan sampai-sampai ia lupa pada kalungnya yang bisa mengobati luka memar di wajah ketiga satpam tersebut.


**********


Bersambung.


Nantikan lanjutan kisahnya di episode selanjutnya, jangan lupa pula sertakan like, comentar, favorit, vote serta hadiahnya bila suka.


Terima kasih atas dukungannya. Salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2