
Disa'at hujan sudah reda, dan air yang menggenang dijalananpun sudah mulai agak surut.
Toglo yang sedang siap-siap untuk on the way pulang, karena kepikiran terus sama neneknya yang tinggal sendirian, disebuah gubuk reyot.
Kini toglo sudah mulai mengendalikan sepeda gunungnya, dengan mengayuhnya terus melintasi hamparan air yang merendam jalan digang si'iran.
Toglo terus dengan semangat mengayuh sepedanya, karena ke khawatirannya toglo pada neneknya yang tinggal sendiri takut kenapa-napa, toglopun sudah menjauh dari gang si'iran, kini toglo sudah mulai memasuki dataran yang lebih tinggi yang mau menuju ke gang sawah.
Ditempat yang kini toglo lalui tidak ada genangan air dijalan, cuma jalan yang becek penuh lumpur karena terbawa oleh arus air yang begitu deras yang kini toglo lalui.
Toglo terus mengayuh sepedanya dengan cepat dan buru-buru sekali, kini toglo sudah melalui jalan gang sawah.
Tidak lama kemudian toglopun sudah sampai didepan gubuknya, terus menyenderkan sepedanya pada dinding gubuk itu, lalu toglo membukakan pintu gubuk itu sambil berteriak memanggil neneknya.
''Assalam mualaikum nek.'' Sapa toglo.
Dan sinenek pun langsung terdengar menjawab.
''Wa alaikum salam nak, kamu sudah pulang, nenek khawatir takut kamu dihadang banjir.'' Jawab si nenek.
''Alhamdukilah nek toglo baik-baik aja, toglopun sangat khawtir sama nenek takut gubuk kita ini bocor apalagi angin kenceng banget.'' Saut toglo.
''Alhamdulilah nak tidak terjadi apa-apa pada gubuk kita ini.'' Jawab si nenek
Setelah itu toglo pun menuju dapur untuk memasak nasi dan buat air panas, disebuah tungku, terus beberapa batang kayu bakar, toglo masukin kedalam mulut lubang tungku tersebut, dan dinyalakan sebuah korek gas pada sebuah daun daun kering, setelah api menyala lalu ditumpuknya potongan kayu bakar tersebut, diatas api yang telah menyala pada daun-daun kering itu.
Setelah itu api telah menyala, dan toglo lalu mengambil satu liter beras, terus diamsukin pada sebuah wadah, dan toglopun terus mencuci beras tersebut.
Setelah itu toglo memasaknya.
Satu jam kemudian nasipun sudah matang, dan toglo menuangkannya kebakul tempat nasi sambil mengipas-ngipasi nasi tersbut dan membolak-balikan nasi tersebut agar cepat dingin.
Setelah itu lalu toglo menuangkan air panas pada sebuah teko terus ditaburi bubuk teh pada sebuah teko yang sudah ada air panasnya itu, setelah itu tekopun ditutupnya.
''Nek sekarang kita makan dulu ya.'' Ucap toglo.
''kamu aja duluan nak, kan kamu cape habis kerja apalgi pulang perginya kamu harus mengayuh sepeda.'' Ujar sinenek.
''Tidak apa-apa nek toglo begini supaya nenek seneng dan nenek bahagia.'' Ucap toglo.
''Ya sudah kamu aja duluan nenek belum lapar ko .'' Saut si nenek
''Y sudah atuh nek, ma'ap ya toglo makan duluan.'' Ucap toglo sambil mengambil piring dari sebuah rak, dan dituangkannya nasi itu kesebuah piring, dengan lauk pauk seadanya, dengan sangat laparnya toglo menyantap makanannya itu.
Sementara di tempat lain.
Nandi dan astuti yang sedang melakukan perjalanannya pulang, dalam melajukan kendara'annya nandi dan astuti tidak bisa melaju dengan kencang, karena jalanan yang dilaluinya sangat licin sekali karena banyak lumpur-lumpur yang dibawa arus air, sewaktu hujan deras itu.
Kini perjalanan nandi dan astuti terhambat karena adanya tanah yang longsor memenuhi jalan, yang tidak mungkin untuk dilaluinya.
''Gimana nih aa, kalau kita menunggu petugas datang untuk menyingkirkan tanah yang menggunung itu, pasti akan memakan waktu yang lama.'' Ucap astuti.
''Ya sudah kita lewat jalan kampung aja, cuma agak jauh dan memutar dan jalannya pun sangat sempit, hanya bisa dilaui oleh satu mobil, bila kita berpapasan dengan mobil kita harus meped-meped kepinggir.'' Saut nandi.
''Ya dari pada kita nunggu disini, dan para petugas pun belum pada datang, itupun harus pake alat berat, yang tidak mungkin pake manual.'' Ujar astuti.
''Okee, ayo kita putar balik.'' Ucap nandi sambil memutar balikan motornya, yang di ikuti oleh astuti.
Nandi dan astuti langsung melajukan kendara'annya memotong memasuki jalan perkampungan.
Jalanan yang kecil dan banyaknya tikungan tajam dengan medan jalan yang naik turun, yang membuat laju kendara'an tidak bisa melaju dengan kencang.
Pas disebuah jalanan yang menurun terlihat banyak kendara'an khusus kendara'an roda dua tidak bisa melaju entah apa yang terjadi, terus nandi dan astuti menuruni kendara'an sampai kejalan yang agak datar dan berhenti, dengan rasa penasaran nandi terus bertanya pada salah satu orang yang sedang duduk dimotornya itu.
''Ma'ap kang ada apa ini, ko semua orang pada diam?.'' Tanya nandi.
''Ooh itu bang, jembatan buat penghubun jalan yang mau memasuki kampung sebelah sana terputus karena dibawa oleh derasnya arus air waktu hujan tadi.'' Jawabnya.
__ADS_1
''Ooh, terus kenapa pada diam disini saja, kan tidak mungkin untuk kita bisa lewat kesana?.'' Tanya nandi.
''Ooh itu bang sebagian orang lagi menolong seorang pengendara yang terperosok jatuh, untung orangnya nyangkut dipohon, sedangkan motornya sudah hanyut terbawa arus air yang sangat deras.'' Ujarnya.
''Wah kasihan atuh.'' Jawab nandi.
''Iya bang, yang menolong juga agak takut karena pohon itu sebagian batangnya terendam air sungai yang masih deras.'' Jawabnya.
Nandi langsung terpanggil hatinya ingin menyelamatkan orang itu.
Lalu nandi dan astuti turun dari motornya, dan berjalan masuk dikerumunan orang-orang yang lagi menyaksikan seorang lelaki yang nyangkut dipohon.
Begitu nandi sampai ditempat, nampak terlihat oleh nandi, seorang pria sebaya dengannya lagi bergayut didahan dengan paras muka yang pucat pasi karena takut jatuh ke arus air yang masih deras.
''Bang tahan ya, gua akan coba menyelamatkan abang.'' Ucap nandi.
''Iya bang tolong gue.'' Kata orang itu.
Sementara pohon tersebut perhalan-lahan sudah terdorong oleh derasnya air
Nandi terus berpikir bagai mana cara untuk menyelamatkan orang tersebut, terus sepintas terpikir oleh nandi cara untuk menyelamatkan orang tersebut.
''Apa diantara kalian ada yang bawa tambang gak?.'' Tanya nandi.
Yang ada disitu pada menggelengkan kepala.
''Tidak bang.'' Jawabnya.
Terus nandi lihat-lihat disekitar tempat itu, nambak oleh nandi ada sebatang besi behel ukuran delapan cm, kira-kira panjang empat meteran, mungkin bekas pembikinan jemabatan tersebut.
Terus nandi mengambilnya dan ditekuk besi tersebut ujunnya, lalu nandi memberikan pada orang itu, yang sementara pohon itupun sudah mulai agak miring seperti akan tumbang karena terus-terusan didorong oleh derasnya air yang terus-terusan semakin kencang.
''Ini bang tangkap besi ini lalu abang lilitkan dibatang pohon yang sekiranya kuat untuk ditarik.'' Kata nandi.
Lalu orang itupun menuruti apa kata nandi, besi yang sudah nandi tekuk tersebut lalu dililitkan oleh orang itu sampai tiga lilitan supaya tidak lepas.
Nandi terus meminta bantuan pada orang yang ada disitu untuk membantu menarik pohon tersebut.
''Ayo bang kita bantu tarik pohon itu supaya mendekati bibir sungai.'' Pinta nandi.
Terus beberapa orang yang ada disitu membantu nandi menarik pohon itu.
''Satu, dua, tiga...''
Kata nandi memberi aba-aba, lalu ditariknya pohon tersebut, dengan kekuatan tenaga enam orang yang mencoba menarik pohon itu, perlahan-lahan pohoan yang tadinya sudah mulai memiring kini maju dekit demi sedikit keposisi semula.
Nandi beserta yang lainnya terus menarik pohon itu, ketika pohon itu sudah mendekati bibir sungai nandi berteriak.
''Cepetan bang loncat, sebelum lilitan besi itu mengendor.'' Teriak nandi.
Walaupun dengan rasa takut, karena keinginan selamatnya, orang itu lalu melompat kebibir sungai yang dekat dengan bahu jalan.
Begitu orang itu sampai dibibir sungai, sebagian orang lalau memberi pertolongan dengan menarik kedua tangan pria tersebut, sambil diangakt naik keatas bahu jalan.
Sedangkan nandi dan yang lainnya melepaskan besi behel itu karena dorongan air yang semakin kencang, dan akhirnya pohon itupun hanyut terbawa arus air yang semakin kencang.
''Alhamdulilah akhirnya siabang bisa terselamatkan.'' Ujar nandi.
Dan orang itu pun lalu nyamperin pada nandi dan yang lainnya.
''Saya ucapkan terima kasih ya atas pertolongannya, pada semua yang menolong gue, gue doakan semoga jasa kalian dibalas sama yang kuasa berlipat ganda.'' Ucapnya.
''Aamiiin.'' Jawab semua yang ada disitu.
''Terus motor lo' gimana bang?.'' Tanya salah seorang yang ada di situ.
''Biarlah motor mah yang penting gue sudah bisa selamat juga gue bersyukur banget.'' Jawabnya.
__ADS_1
''Terus abang pulangnya kemana?.'' Tanya nandi.
''Gue pulangnya ke gang duren bang, dari jalan delima masuk kiri.'' Ujarnya.
''Iya gua tau, kalau begitu, sekalian aja pulang bareng gua.'' Ucap nandi.
''Emang abang pulangnya kemana?.'' Tanya pria tersebut.
''Gua pulang ke gang si'iran.'' Jawab nandi.
''Ooh jadi abang anak gang si'iran.'' Ujarnya.
''Iya betul bang.'' Jawab nandi.
''Ya terus gimana kita mau nyampe kesana, sementara jembatan penghubungnya sudah putus dibawa oleh derasnya arus air.'' Kata orang tersebut.
''Tenang aja, gua tau masih banyak jalan untuk sampai kesana.'' Ucap nandi.
Setelah itu semua yang ada disitu kini memutar balik arah lagi, karena jembatan yang menghubungkan untuk sampai kekampung sebelahnya sudah terputus.
Kini nandi berboncengan dengan orang yang telah diselamatkannya dari mara bahaya itu, yang di ikuti oleh astuti dan semua yang tujuannya sama mengikuti nandi dari belakang.
Empat puluh menit kemudian.
Nandi, astuti beserta yang lainnya sudah tiba dijalan delima, sementara yang lainnya berpisah dengan nandi, cuma nandi dan astuti yang terus melaju, terus nandi ambil kiri memasuki sebuah jalanan gang kecil, yang tak lain adalah gang duren.
''Masih jauh bang rumahnya?.'' Tanya nandi.
''Sudah deket ko paling dua ratus meteran lagi.'' Jawabnya.
Nandipun terus melaju dijalan gang duren, dengan astuti yang masih terus mengikutinya dari belakang.
Tidak lama kemudian pria yang dibonceng oleh nandi menyuruh nandi untuk berhenti.
''Udah bang kita berhenti, itu rumah gue dibelakang.'' Ujar pria tersebut.
''Ooh gitu, oke kalau begitu, ooh iya lupa, dari tadi gua belum tau namamu, kenalkan gua nandi.'' Ucap nandi sambil mengulurkan tangannya
''Ooh jadi elo' yang bernama nandi alias bang kidal itu, waduuh ma'apin gue ya, gue tau nama gak tau orangnya, kenalin gue adit asli anak gang duren.'' Jawabnya.
''Gak apa-apa ngapain pake minta ma'ap segala, kenalin juga ini adik gua.'' Ucap nandi sambil menunjuk pada astuti.
Aditpun langsung mengulurkan tangannya pada astuti.
''Kenalin gue adit.'' Ucapnya.
Dan astuti pun langsung menyambut uluran tangannya dari adit.
''Gue astuti, asli adiknya bang nandi, tanpa bahan pengawet, hehee.'' Jawab astuti.
''Hahaha, wah senang berkenalan dengan kalian berdua, oke kalau begitu, gue mengucapkan banyak-banyak terima kasih, kalian sudah menolong gue, mampir dulu atuh kerumah gue gak jauh ko dari sini.'' Ucap adit.
''Ya terima kasih, kapan-kapan aja gua main kesini, lagian gua juga sering lewat sini ko, oke kalau begitu gua balik dulu ya.'' Ucap nandi.
''Ya sudah, hati-hati ya kalian berdua.'' Ujar adit.
Setelah itu nandipun memutar balikan motornya yang di ikuti oleh astuti untuk kembali kearah yang semula.
Nandi dan astuti terus melajukan motornya meninggalkan adit, yang masih berdiri memandang mengiringi kepergiannya.
♠︎♠︎♠︎♠︎♠︎▪︎▪︎▪︎▪︎♠︎♠︎♠︎♠︎♠︎
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutannya dalam episode selanjutnya, terima kasih ats dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.
Salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=