
Hpy reading
...................................................................
Di siang itu ada tiga orang pengunjung ditokonya nandi dengan membeli banyak barang-barang onder dil dan aksesoris kendara'an roda dua.
Nandi, sindi yang dibantu oleh astuti, sibuk me macking barang yang dipesan oleh ketiga orang dengan membawa kendara'an motor yamaha rx king.
Ternyata ketiga orang itu relasinya nandi, yang berpropesi yang sama, membuka bengkel dan pecinta motor yang sama pula, yaitu pecinta motor yamaha rx king.
''Wah bang kidal, motor king nya keren banget.'' Ucap salah satu dari ketiga orang yang belanja itu.
''Ya biayanya juga sudah besar itu motor, ya kalau sama hoby mah kalah, dulu dibela-bela'in gak meroko gua, karena pingin memper indah motor kesayangan.'' Jawab nandi.
''Iya sih bang, ber'arti selera kita sama, pecinta king.'' Ujar orang itu.
''Iya moto kita sama, ooh iya, emang kalian tinggal dimana sih?.'' Tanya nandi.
''Kalau gue dan jery, tinggal dijalan mengkudu raya, dan yang ini tinggal di jalan belimbing.'' Jawabnya.
''Ooh jalan belimbing lumayan jauh atuh.'' Ujar nandi.
''Oo iya bang, kalau nge modif motor itu abis berapa duit sih?.'' Tanya jery sambil menunjuk ke arah motornya astuti.
''Iya punya adik gua, ini orangnua nih, lumayan abis banyak sih, kalau gak salah, gua waktu itu habis 10 juta'an kurang lebih.'' Jawab nandi.
''Buset dah, banyak amat.'' Ujarnya.
''Ya kan motor jadul, onder dilnya susah dan mahal lagi.'' Jawab nandi.
Setelah itu ketiga orang tersebut bergegas pulqng dari tokonya nandi.
Nandi menyuruh sindi istrinya untuk bikinin segelas kopi hitam, untuk bersantai sambil menikmati masa -masa bahagianya dengan istri dan saudara di rumah.
Sementara ditempat lain, yaitu di gang sawah tepatnya disebuah gubuk yang dihuni oleh toglo dan neneknya.
Kini toglo sudah tumbuh besar, bahkan suaranya pun sudah berubah, dan kondisi pisik toglo kekar dan ber'otot.
di siang hari itu toglo, masih sibuk dengan mencari kayu bakar untuk keperluan memasak, karena toglo kebiasa'an dari kecil melihat neneknya memasak dengan kayu bakar, jadi toglo merasa enggan untuk membeli kompor gas.
Alsannya toglo bisa sambil olah raga mencari kayu bakar dikebun miliknya pemerintah, yang jaraknya lumayan cukup jauh dari gubuk tempat kediamannya.
Kini ranting-ranting kering sudah toglo dapatkan banyak dan sudah di ikatnya.
Didalam waktu libur itu toglo tidak menyia-nyiakan waktu untuk terus mematangkan ilmu bela dirinya.
Semua ilmu bela dirinya nandi hampir sudah di serapnya oleh toglo, kini baju yang menempel ditubuh toglo nampak sudah basah kuyup oleh keringat, tapi toglo masih terus berkelebat-kelebat melatih bela dirinya, sapuan, pukulan dan tendangan bahkan lompatan masih terus toglo lakukan.
Setelah latihan pisik, kini toglo menurunkan tubuhnya dan duduk bersila diatas tumpukan bebatuan untuk melakukan meditasi guna menyerap tenaga inti alam, begitu yang nandi ajarkan kepadanya.
Setelah tiga pupuh menit toglo melakukan meditasi pernapasan, akhirnya toglo beranjak dari tempat duduknya, lalu berdiri sambil meraih pada kayu bakar yang sudah di ikatnya, detelah itu dinaikinya ke atas pundak, untuk dibawa pulang kerumah.
Toglo lalu berjalan menulusuri jalanan setapak didalam kebun tersebut.
Dengan santainya toglo berjalan sambil bersiul merdu sekali.
Tidak lama kemudian toglo sudah sampai di depan gubuknya itu, lalu kayu bakar tersebut ditaronya disamping, terus toglo mendorong pintu gubuk itu perlahan-lahan.
''Assalam mulaikun nek.'' Sapa toglo.
''wa alaikum salam, togloo.....Baru pulang kamu, dapat gak kayu bakarnya?.'' Tanya si nenek.
''Iya nek, dapat atuh, malahan lumayan banyak, kan sudah lama toglo tidak memungutnya, ooh iya, nenek sudah makan belum?.'' Tanya toglo.
''Nenek sudah makan, tadi nungguin kamu lama sekali, dan nenek tak tahan menahan lapar.'' Jawab si nenek.
''Ya kalau nenek lapar, makan aja duluan nek gak usah nungguin toglo, makanya toglo sengaja sedia'in buat nenek, ya udah toglo makan dulu ya nek.'' Ujar toglo.
Setelah itu toglopun lalu melakukan makan siang sendirian, dengan lauk pauk seadanya, yang penting bagi toglo nasi yang banyak, buat mempercepat proses masa pertumbuhan.
Selepas toglo selesai makan siangnya, pas baru saja toglo mau menyalakan roko, terdengar dari dalam ruangan tempat toglo tidur, suara nand ring toon dari sebuah handpon telah berbunyi cukup kecang.
Dengan sangat tergesa-gesa toglo masuk kedalam kamarnya untuk mrngambil hadponnya.
''Wah pak bos, ada apa ya menghubungi aku.'' Gerutu toglo.
Lalu toglopun mengangkatnya.
.Toglo ''Iya bang bos, apa yang perlu saya bantu?.'' Tanya toglo.
__ADS_1
.Nandi ''Kamu sibuk gak glo?.'' Tanya nandi.
.Toglo ''Enggak sekarang mah bang bos.''
.Nandi ''Kira-kira kamu bisa kesini gak (gang si'iran).
.Toglo ''Bisa-bisa, bang bos.''
.Nandi ''Ya sudah kalau begitu abang tunggu ya.''
.Toglo ''Oke bang bos, saya akan segera meluncur kesitu.''
Setelah itu panggilan pun sudah dimatikannya, lalu toglo mrmbersihkan dulu badannya, selepas itu toglopun mengganti pakaiannya dengan kaos ketat panjang lalu dilapisi sebiah jaket levis model rompi, dan celana jeans model pensil.
''Nek toglo dopanggil sama bang nandi suruh ke gang si'iran, takutnya prnting.'' Ucap toglo.
''Ya sudah, temui dulu nandi, takut membutuhkan tenagamu.'' Jawab si nenek.
Setelah mendapat ijin dari neneknya, toglo lalu mengambil sepedanya yang sudah dirubah karena sekarang toglo sudah tumbuh besar.
Terus toglo mendorong sepedanya sambil berlari, dan menaikinya dengan sangat mudah, dan sepedanya terus dikayuh, kini sepeda meluncur dengan sangat kencang sekali.
Begitu lincahnya toglo dalam.mengendalikan sepedanya, masuk gang keluar gang begitu dan begitu jalan yang toglo laluinya.
Tidak lama kemudian toglo telah sampai di gang si'iran, dan selang beberapa menit toglo telah sampai di depan tokonya nandi.
Nampak terlihat nandi lagi dufuk santai bersama istrinya dan adiknya astuti.
''Assalam mualaikum.'' Sapa toglo sambil memarkirkan sepedanya disamping bengkel yang masih tutup.
''Wa alaikum salam.'' Jawab semuanya.
''Sini duduk toglo, mau minum apa kamu?.'' Tanya nandi.
''Iya bang terima kasih, apa aja deh, kopi juga boleh.'' Jawab toglo.
''Istriku bikinin kopi buat toglo, dan makanan bawain kesini.'' Perintah nandi pada sindi.
''Iya suamiku.'' Jawab sindi
''Ada apa bang, ko tokonya buka, kenapa tidak memberi tahu aku kalau hari ini sudah mulai buka.'' Ujar toglo.
''Belum ko, hari ini masih libur, tadi gua buka karena ada relasi yang minta barang, makanya gua panggil kamu, tungguin toko sampai sore, takut ada konsumen datang lagi, gua bersama istri gua mau keluar kota paling cuma sehari semalam aja.'' Ucap nandi.
''Widiih, toglo lo tau hanimun segala, kemarin tuh lo' masih segini dan usiamu belum cukup baleg.'' Ujar nandi.
''Ya toglo kan sudah gede sekarang, lagi masa puber, atuh tau bang.'' Ucap toglo.
Setelah itu datang sindi membawa segelas kopi dan makanan cemilan untuk toglo.
''Ini di minum kopinya anak manis.'' Ucap sindi.
''Terima kasih teteh.'' Ujar toglo.
''Sama-sama, ayo diminum, nanti keburu dingin lho.'' Ucap sindi.
''Iya teteh.'' Jawab toglo.
Setelah itu nandi dan sindi telah siap-siap untuk berbulan madu keluar kota.
Sedangkan toglo dan astuti ngobrol diluar sambil menikmati makanan cemilan yang sindi bawa tadi.
''Teh astuti, bang kamal kemana?.'' Tanya toglo.
''Ada dirumahnya kali, tapi katanya mau kesini, paling bentar lagi dia datang.'' Jawab astuti.
Baru saja di omongin oleh toglo dan astuti, nampak dari ujung gang si'iran sebuah motor suzuki fu lagi menuju ke tempat dimana astuti dan toglo berada.
''Baru aja kita omongin, noh kamal datng.'' Ujar astuti sambil menunjuk kearah yang depan.
''Ooh iya, panjang umur rupanya.'' Ujar toglo.
Ketika itu kamal pun langsung memarkirkan motornya dekat dengan sepedanya toglo, terus ia berjalan kearah toglo dan astuti.
''Assalam mualaikum, wah bocah ini rupanya ada disini, dan tokonya ko buka.'' Ujar kamal.
''Iya tadi aa nandi yang buka, karena ada relasinya aa nandi meminta barang.'' Ucap astuti.
''Iya bang kamal, malahan ku juga disuruh nungguin sampai sore, takut ada konsumen yang datang katanya.'' Pungkas toglo.
__ADS_1
''Oowhh begitu rupanya.'' Ucap kamal.
''Lo' mau ngopi gak aa?.'' Tanya astuti.
''Ooh boleh-boleh.'' Jawab kamal.
Astuti pun beranjak dari tempat duduknya untuk bikinin kopi buat kamal.
''Heeh glo, lo' sekarang kaya sering ngopi?.'' Tanya kamal.
''Atuh bosnya juga doyan kopi, masa anak buahnya gak ngopi, ya intinya toglo sekarang udah gede.'' Jawab toglo.
''Terus sekarang lo' ngeroko juga?.'' Tanya kamal.
''Iya bang, tapi kadang-kadang, gak mesti, kaya bang kamal kan hampir setiap menit ngerokonya.'' Ucap toglo.
Setelah itu astuti pun telah kembali, dengan membawa segelas kopi hitam untuk kamal.
Sementara nandi dan sindi sudah keluar dari dalam rumahnya terus nandi mengeluarkan mobilnya yang masih terparkir didalam garasi.
Setelah mobil keluar dari garasi dan sudah ada dihalaman depan rumahnya, terus nandi keluar dari dalam mobilnya dan menuju pada kamal yang lagi duduk sambil berbincang-bincang dengan astuti dan toglo.
''Kebetulan nih ada elo' mal, gua mau titip tolong temenin toglo, takut ada konsumen pada datang meminta barang, dan lo' dek catat semua barang yang keluar hari ini, dan ini buat kalian bertiga.'' Ucap nandi sambil memberikan uang lima ratus ribu pada astuti.
''Wah kerja juga belum, sudah dapat duit nih lumayan dari pada manyun.'' Ujar astuti.
''Itu duit buat bertiga.'' Ucap nandi.
''Iya aa gue juga denger ko, nih buat lo' aa kaml, dan ini buat toglo, dan ini buat gue, nah sisanya buat beli cemilan oke.'' Ujar astuti.
''Oke deh, gua ngikut aja apa kata yayang beb.'' Daut kamal.
Selepas itu nandi dan sindi telah memasuki kedalam mobil, dan mobilpun sudah di hidupkannya, perlahan mobil yang nandi kendalikan sudah mulai melaju meninggalkan, kamal, astuti dan toglo.
Nandi kini telah meluncur menuju jalan ketupat, untuk minta ijin dulu pada mertuanya yaitu buk suminar.
Sementara di tempat lain.
disebuah komplek citra loka indah, tepatnya di rumahnya pak ardi juna pranata.
Nampak nina lagi berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya.
Mereka bertiga duduk disebuah sopa dengan sebuah minuman segar terdampar di meja dihadapannya mereka.
''Nin apa rencanamu kedepan, minggu depan kan kamu mulai wisuda, sementara usia papah sudah mulai tua, bagai mana kalau kamu membantu papah dalam mengembangkan bisnis yang lagi papah jalani sekarang.'' Ujar pak ardi juna pranata.
''Nati nina pikir-pikir dulu ya pah.'' Jawab nina.
''Iya maksud papah, bukan sekarang, ya tentunya kamu juga harus mempelajari dulu, nanti bila ada waktu senggang papah akan mengajak kamu berkunjung ke lokasi kerja, sebagai perkenalan dulu pada para karyawan papah.'' Ucap pak ardi.
''Iya pah.'' Ucap nina.
''Ooh iya, ada yang mamah tanyakan pada kamu nin?.'' Tanya ibuk yola.
''Mamah mau tanya apa?.'' Nina balik bertanya.
''Apa bener kamu sudah jadian sama nak pandi?.'' Tanya ibuk yola yohana.
''Sudah buk, kenapa emang buk, apa nina gak boleh berhubungan sama bang pandi.'' Jawab nina.
''Ya boleh atuh sayang, kamu mau kenalan sama siapa aja juga, yang penting orangnya baik dan penuh tanggung jawab.'' Ujar ibuk yola yohana.
''Terus menurut mamah dan papah, bang pandi itu gimana.'' Ujar nina.
''Kalau menurut ibuk, pandi orangnya baik sih, kalem dan bertanggung jawab kayanya.'' Ucap ibuk yola yohana.
''Ko kayanya sih mah, yang pasti dong, menurut papah gimana?.'' Tanya nina pada papahnya.
''Ya papah juga sama kaya mamahmu, cuma papah gak pake kayanya.'' Jawab pak ardi juna pranata.
''Alhamdulilah atuh.'' Jawab nina.
Setelah itu nina beserta kedua orang tuanya, menuju pada ruangan makan, guna melaksanakan makan siang bersama, mereka pun sudah duduk dikursi siap untuk menyantap makanan yang telah disediakan oleh ibuk yola yohana sebelumnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.
__ADS_1
Jangan lupa ya sertakan like, comentar, favorit, ranting, vote, dan beri hadiah sebanyak banyaknya.
Salam sehat dan sukses selalu.