SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 86


__ADS_3

Hpy reading


..................................


Nandi dan sindi beserta para pamili gang si'iaran lagi asik menikmati makanan dan minuman, yang semuanya itu telah nandi handle dalam pembayarannya.


Nandi sengaja mengajak semua para sahabatnya, sebagai ucapan rasa terima kasihnya atas semua dukungan dari para sahabatnya, hingga nandi bisa menjadi orang sukses.


Karena tinggal beberapa minggu lagi nandi akan melaksanakan pernikahannya dengan sindi.


Semua sahabat nandi yang sudah mendarah daging dari sejak kecil, seperti pandi, kamal, gito dan hasan, merasa sangat sedih karena akan berpisah, bukan berarti berpisah untuk ditinggal jauh, tapi perpisahan dari masa lajangnya, setidaknya nandi akan lebih pokus pada keluarganya ketimbang para sahabatnya itu, begitu yang ada dipikiran pandi, kamal dan gito.


Waktu pernikahannya hasan, pandi, kamal dan gito tidak merasakan perasa'an sesedih pernikahannya nandi.


Genangan air mata, nampak terlihat di ke delapan bola mata, kamal, hasan, pandi dan gito, rasa sedih yang kini telah melanda mereka, membuat nandi terbawa oleh suasana.


''Kalian jangan berkecil hati, bairpun gua sudah berkeluarga, kalian tetap sahabat gua, kenapa kalian jadi sedih, kan kita setiap hari juga pasti berjumpa, selain sahabat gua, kalian juga pekerja gua, yang selalu gua hormati, karena kerja keras kalianlah gua jadi seperti ini.'' Ujar nandi menjelaskan.


''Iya di gua paham, tapi entah kenapa gua seperti kehilangan sosok pemimpin dalam perjuangan kita.'' Saut pandi sambil terisak dan menjatuhkan setetes air matanya.


''Kalian jangan cengeng seperti itu, karena kebersama'an kita, tidak akan pernah memudar, biarpun gua sudah berkeluarga, cuma hati dan jiwa gua sekarang miliknya sindi.'' Ucap nandi.


''Selamat ya akhirnya cinta aa nandi dan teh sindi sampai kejengjang pernikahan, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah(samawa).'' Ucap nina memberi selamat pada nandi dan sindi.


''Terima kasih nin, gua juga doakan semoga cinta lo' sama pandi langgeng sampai kepelaminan.'' Jawab nandi.


''Iya nin gue juga mendoakan, semoga lo' dan pandi sukses.'' Saut sindi.


''Ma'ap ya gua mau numpang bicara sebentar.'' Pungkas hasan.


''Mau bicara apa lo'?.'' Tanya nandi.


''Gua kasihan tuh sama sahabat kita yang satu itu, sampai sekarang masih aja jomblo.'' Jawab hasan.


''Gito maksud lo'?.'' Tanya pandi.


''Iya, gito ya siapa lagi.'' Ucap hasan.


''Waah lo pada udah senewen sama gua, mentang-mintang kalian sudah pada punya gandengan, se enaknya aja ngeledek gua.'' Saut gito.


''Tenang bro, jangan es mosi dulu.'' Pungkas hasan.


''Emosi kali.'' Saut gito.


''Iya begitu maksud gua, kalau lo mau to, ada tuh tetangga gua, janda sih tapi masih bahenol nerkom.'' Ucap hasan.


''Gua tau otak kerdilmu itu, pasti lo mu ngebuli gua kan, aah sudah bisa gua tebak.'' Saut gito.


''Terus siapa emang?.'' Tanya kamal.

__ADS_1


''Pasti tuh si hasan bin maun, mau nawarin gua sama bi irah, yang bener aja, kalau sama anaknya gua demen.'' Ujar gito.


''Hahahaha, wah ternyata lo' sekarang pinter ngebaca hati orang to.'' Pungkas hasan.


Semua pun pada tertawa girang, mentertawakan gito yang masih belum juga punya pasangannya.


Begitulah kerukunan persahabatan mereka terkadang suka saling ejek sesama kawan, tapi itu semua tidak menjadikan mereka renggang dalam persahabatannya.


Waktupun terus bergeser seiring dengan jarum jam berputar, sehingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11:45 menit, bersama'an dengan berkumandangnya suara adzan duhur.


Akhirnya nandi bersama para sahabatnya, setelah semua minuman dan makanannya, dibayarnya oleh nandi, mereka memutuskan untuk pulang kerumah.


Setelah itu nandi dan sindi beserta kawan-kawan, langsung keluar dari dalam cape tersebut, menuju pada kendara'annya yang diparkir di area parkiran depan cape tersebut.


''Ooh iya, nin lo' mau langsung pulang kerumah apa mau kumpul dulu bareng di gang si'iran?.'' Tanya astuti.


''Gue ikut dulu aja ke gang si'iran, nanti sore baru gue pulang kerumah.'' Jawab nina yunita.


''Oke kalau begitu.'' Ucap astuti sambil menaiki motor dan duduk dijok belakangnya kamal.


Pandipun lalu membukakan pintu depan sebelah kiri mobilnya nina, dan mempersilahkan pada nina untuk masuk.


Nina pun lalu masuk dan duduk, dengan pandangannya yang tak lepas terus memandang pandi, setelah itu pandipun lalu berjalan kearah pintu depan samping kanan, terus dibukanya pintu mobil tersebut, lalu masuk dan duduk dijok sambil kedua tangannya memegang setir.


Setelah itu nandi memberi isarat untuk segera berangkat.


Sindi tak henti-hentinya menatap wajah nandi, seperti ada perasa'an tidak sabar ingin cepat-cepat melangsungkan pernikahannya dengan nandi.


Sedangkan yang diperhatikannya, tetap pokus pada jalan yang akan dilaluinya.


''Kalau melihat aa nandi lagi pokus begitu, gue jadi gak sabar ingin cepet-cepat akadnya dilaksanakan segera.'' Gerutu sindi dalam hatinya.


Disa'at itu pula nandi berkata, yang sepontan bisa membuat sindi kaget dqn terheran-heran.


''Sabar aja sih, tinggal tiga minggu lagi gak lama ko.'' Ucap nandi.


''Apa'an sih aa, ko aa bilang begitu?.'' Tanya sindi.


''Gak ko, gua cuma melihat ketidak sabaran diwajahmu.'' Jawab nandi.


''Sok tau aa mah, gue gak lagi berpikir begitu ko.'' Ucap sindi berbohong.


''Yang bener, ya udah, kalau tidak mau jujur, awas jangan nyesel ya.'' Ujar nandi.


''Apa'an sih, gue semakin tidak mengerti, dengan perkata'an aa ndi.'' Saut sindi.


''ya sudah kalau begitu, kita pokus aja untuk langkah kita kedepannya.'' Ucap nandi sambil menginjak gas pool.


Setelah itu nandi pun melaju kan mobilnya yang di ikuti oleh nina dan pandi serta yang lainnya yang mengikutinya dari belakang dengan kendara'an roda dua.

__ADS_1


Tidak lama kemudian nandi dan kawan-kawan sudah sampai pula digang si'iran.


Nandi langsung memarkirnya mobilnya memasuki garasi, Sedangkan nina dan pandi beserta yang lainnya, memarkir kendara'annya dihalaman rumahnya nandi.


''Calon istriku maukah bikinin kopi buat abang.'' Ucap nandi sambil tersenyum tipis.


''Baiklah calon suamiku, terus kamal dan yang lainnya bikinin gak?.'' Tanya sindi.


''Ya kalau bikinin aja sekalain.'' Jawab nandi.


Setelah itu sindi lalu memasuki kedalam rumah terus menuju kesebuah ruangan dapur, lalu sindi mengambil enam buah gelas dan dituangkannya bubuk kopi kedalam enam gelas tersebut, setelah itu diseduhnya dengan air panas, setelah semua terisi dengan air panas sindi pun mengaduk-ngaduk supaya kopi tersebut larut dan menyatu dengan pemanis sehingga terciptalah sebuah cita rasa yang sangat nikmat.


Terus sindi mengambil sebuah nampan, setelah itu ke enam gelas tersebut dtaronya diatas nampan dengan di susun rapi, lalu sindi membawanya keluar.


''Ini kopinya.'' Ucap sindi


''Wah enak tuh para cowo dibikinin kopi, kita bikin apa ya, bentar ya perasa'an gue masih punya simpenan dikulkas.'' Ucap astuti.


Setelah itu astuti masuk menuju keruangan dapur, setelah itu astuti menbuka pintu kulkas tersebut.


''Alhamdulialh ternyata masih ada, sekarang gue akan bikin es jeruk asli tanpa bahan pengawet.'' Gerutu astuti.


Astuti terus mengambil beberapa buah jeruk untuk dijus, setelah itu proses pembuatanpun sudah selesai, terus astuti mengambil es batu yang sudah digepreknya dan dituangkan kedalam tiga gelas berukuran besar, dan dituangkan pula jeruk yang sudah di blandernya kedalam tiga gelas tersebut.


Setelah itu astuti langsung membawanya keluar


"Nah ini es jeruknya sudah jadi, cowo-cowo kan asik dengan kenikmatan kopinya, kitapun cewe-cewe asik dengan kenikmatan asli dari sari jeruk segar.'' Ujar astuti.


''Wah bener nih, jeruknya seger banget.'' Ucap nina.


''Ayo teh sindi diminum seger lo', calon pengantin itu harus banyak-banyak mengkomsumsi, buah-buahan biar mantap.'' Ucap nina yunita.


''Aah kamu, mantap apanya sih?.'' Tanya sindi.


''Ya mantap segala-galanya, iya gak tut.'' Ujar nina.


''Ya gak tau, gue kan belum pernah nikah, tuh tanya sama kang hasan.'' Jawab astuti.


''Iya benar tuh sin, biar imun kita selalu pit.'' Saut hasan.


Disiang itu mereka asik duduk santai sambil meminum kopi, bercanda dan saling ejek sesama kawannya sendiri


•••••••••••••


Bersambung


Jangan lupa sertakan like, comentar, favorit, ranting dan vote.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2