SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 222


__ADS_3

Penghuni gedung tua itu membagi tugasnya menjadi empat kelompok, tapi tak satu kelompok pun yang berhasil menemukan yang di carinya.


Hingga kedua kelompok yang tersisa betemu di sebuah ruangan, yang di penuhi oleh orang-orangnya dengan sudah tidak berdaya/pinsan, dan banyak ceceran darah di lantai, kemudian mereka mengikuti setiap ceceran darah tersebut sampai memasuki sebuah ruangan yang mau mengarah ke pintu belakang.


Setibanya di sebuah ruangan yang cukup besar dan di penuhi oleh tabung-tabung oksigen yang sudah kosong, nampak berdiri Tiga lelaki dengan posisi membelakangi mereka.


Mereka tersontak kaget, lalu berkata dengan nada membentak.


"Hai bangsat siapa kalian hah." Bentak lelaki yang di penuhi oleh tato di sekujur tubuhnya.


Kemudian salah satu Dari ketiga lelaki itu, berkata bernada santai.


"Siapa pun kami, yang jelas kami kesini mau menjemput nyawa kalian semua." Dengusnya.


"Kurang ajar, sebelum kalian mati, tunjukanlah wajah kalian, supaya nantinya kita bisa mengingat wajah kalian satu persatu.


Perlahan Toglo, Gito dan Pandi membalikan badannya mengarah pada ke delapan orang penghuni gedung tua tersebut.


"Bagaimana apa kalian semua ada yang tau pada kami." Cetus Gito memeluk dadanya sendiri.


Begitu mereka melihat wajah Toglo, Gito dan Pandi, darah nya langsung bergrjolak panas, matanya menyala dengan pasang muka merah menyala dan berkata pedas.


"Kunyuk rupanya kalian para famili Gang Si'iran, sangat kebetulan, akhirnya kami tidak harus susah payah mendatangi tempat kalian, akhirnya kalian mau mengantarkan nyawa kesini, kami sudah sangat lama menunggu momen seperti ini. akhirnya Tuhan mengabulkan permintaan kami." Ujarnya dengan sangat Jumawa.


Toglo, Pandi dan Gito tertawa lepas mengejek.


"Hahaha, apa gak salah tuh apa yang kami dengar, orang seperti kalian tidak sangat pantas menyebut tuhan, karena perilaku kalian tidak sesuai dengan pancasila, lambang negara kita." Cetus Pandi.


Ketika mereka lagi beradu Argumen, dari arah belakang orang-orang penghuni gedung tua terdengan suara tepuk tangan sambil berkata.


Prok


Prok


Prok


Prok...


"Bagus-bagus, rupany para cecunguk tengkorak hitam masih banyak berleliaran."


Mereka secara serempak menolehkan pandangan ke arah pusat suara itu. Mereka langsung membelalakam matanya sambil berbisik pada sesama temannya.


"Celaka si kidal dan kawanannya, pasti mereka akan membalas apa yang telah kita lakukan pada anak Gang Si'iran waktu kemarin malam." Bisiknya.


"Iya sudah pasti, dan tengorak hitam pantang untuk menyerah sebelum kalah." Balas berbisik.


Kemudian Nandi maju beberapa langkah sambil melemparkan pertanyaannya.


"Sekarang gua mau tanya? kenapa kalian menganiaya Jaroni, dia pemuda baik-baik, emang apa kesalahannya pada kalian?." Tanya Nandi.


"Siapa? lo' jangan asal pitnah Nandi, kami tidak merasa menganiaya, lalu kapan kejadiannya?." Bertanya.


.


"Jangan berlaga bego lo', dari ciri-ciri yang di sebutkan oleh Jaroni, semua mengarah pada kubu kalian, dan kalian harus bertanggung jawab, karena perlakuan kalian teman gua hampir tewas." Pungkas Toglo ikut bicara.

__ADS_1


Para kelompok tengkorak hitam, berlaga seperti tidak punya salah, mereka malah tertawa mengejek.


Melihat tingkah mereka yang begitu, Toglo terpancing emosinya.


"Kurang ajar kalian semua, hutang darah harus di bayar dengan darah." Seru Toglo tidak banyak cingcong lagi ia langsung melesat menyerang mereka.


Perkelahian pun tidak bisa di hindari lagi, saling terjang dan saling serang.


Toglo bergerak cepat seperti angin, kelebatan pukulan dan tendangan Toglo begitu ganas dan penuh bahaya, apalagi Toglo sudah menguasai ilmu warisan dari ki Parta, walaupun jumlah dari kubu tengkorak hitam lebih banyak, tapi Kehebatan dan kelincahan skil bela diri para famili Gang Si'iran jauh lebih unggul di atas rata-rata. Apalagi ada Nandi dan Toglo.


Bak


Buk


Bak


Buk...


Suara pukulan dan tendangan dari para famili Gang Si'iran membuat mereka sangat kewalahan.


Duk


Duk


Deeaasss..


Pukulan dan tendangan Toglo berkelebat dengan cepat menghantam tiga orang dari kubu tengkorak hitam.


Jeregjeg.


Buk


Auugghh..


Salah satu dari mereka terkena pukulan bogem dari Toglo.


Blaaakk.


Tubuhnya langsung roboh dan nyungseb, kemudian ia segera bangun kembali sambil menyambar pipa besi yang tergeletak di dekatnya.


Hiuuukk


Pipa besi itu di hantamkan dari belakang mengarah pada Toglo, tapi Toglo yang sekarang sudah mempunyai ilmu perasa yang sangat tajam, serasa seperti ada angin yang berhenbus pada dirinya, lalu Toglo menurunkan tubuh sambil membalikan badannya.


Ploooss .


Sabetan pipa besi itu makan ruang kosong, dengan sangat leluasanya Toglo mengirimkan bogemnya meluncur ke atas dengan jurus ajul gedang.


Hiiuukk


Jrooott


Auuuggghhh...


Bogem Toglo yang besar langsung menggedor tulang rahang lawannya.

__ADS_1


Trueng ting ting.


Pipa besi itu lepas dari genggamannya dan jatuh menimpa lantai, bersama'an dengan melayang tubuhnya jatuh tersungkur.


Begitu pula Nandi, Hasan, Kamal, Gito dan Pandi begitu lincah dan agresipnya dalam mengirimkan gempuran-gempuran mautnya, yang membuat orang-orang dari kubu tengkorak hitam jatuh bangun.


Nandi berkelebat memutar ke samping lalu menggeser kakinya sedikit sambil memasukan elbonya.


Duk


Deaaasss..


Sebuah elbo keras dari Nandi menghnatam dagu lelaki yang penuh dengan tato.


Tidak dapat di tahan lagi keseimbangan lelaki itu mulain buyar, dari situ Nandi melompat sambil melepaskan pukulan tangan kirinya yang mematikan.


Hiuuukkkk


Buukk..


Auuugghh..


Lelaki yang badannya di penuhi oleh gambar itu, tidak kuasa lagi menahan sakit dari pukulan Nandi yang mematikan, serasa di srngat oleh ribuan tawon.


Blaak


Lelaki bertato itu jatuh tersungkur dan tidak berdaya lagi.


Dari sekian banyak nya anggota dari kubu tengkorak hitam, kini tinggal beberapa lagi yang tersisa, yang masih terus berlangsung dalam perkelahian melawan Gito, Hasan, Kamal dan Pandi, yang nampak sudah ke teter karena kehabisan tenaga, wajahnya nampak sudah lebam terkena pukulan dan tendangan dari para famili Gang Si'iran, yang begitu ganas dan berbahaya.


Tidak lama kemudian para kawanan tengkorak hitam sudah di bikin tidak berdaya, dengan banyak luka lebam di wajah, ada pula yang tangannya terkilir dan kakinya yang pincang, semua terkapar di lantai sambil meraung kesakitan.


Lalu Toglo berjalan dan menurunkan tubuhnya dalam posisi jongkok mendekati salah seorang yang merupakan orang kuatnya Tengkorak Hitam.


"Lo' dan kalian semua sakit kan, itu tidak seberapa dengan sakit yang di alami oleh jaroni yang hampir tewas karena banyak luka sabetan dan tusukan dari senjta tajam, kalau kami mau kalian bisa kami bikin lebih sakit dari Jaroni, tapi kami masih punya hati nurani, camkan itu." Ujar Toglo.


Sedikitpun mereka tidak berkata, hanya meringis merasakan sakit yang di alaminya.


Kemudian setelah itu Nandi pun memberi isyarat pada para famili Gang Si'iran, untuk segera meningglkan tempat itu.


Suara raungan yang keluar dari selongdong kenalpot Rx king begitu nyaring terdengar hingga menusuk telinga.


Preng


Preng peng


Preng


Preng teng.


Lalu setelah itu Nandi dan para famili Gang Si'iran telah melajukan kendara'annya meninggalkan gedung tua.


Hari yang sudah nampak mulai gelap, rombongan motor Yamah Rx king kini sudah sampai di jalan Delima raya, tinggal tiga kiloan lagi mereka akan segera sampai di Gang Si'iran.


Tidak lama kemudian Nandi dan para famili Gang Si'iran telah sampai.

__ADS_1


__ADS_2