SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 70


__ADS_3

Setelah itu nandi dan astuti, sudah keluar dari gang duren, dan kini sudah mulai melajukan kendara'annya di jalan delima.


Kedua motor terus melaju dengan kencengnya menyusuri jalan delima.


Waktu terus berlalu sehingga tidak terasa suara adzan maghrib sudah berkumandang dimana-mana, nandi dan astutipun telah tiba dipertiga'an gang si'iran, kedua motor terus mengambil arah belok kekiri menuju gang si'iran.


Setibanya didepan bengkel nampak terlihat oleh nandi pekarangan yang becek dan penuh lumpur akibat banjir yang sempat merendam jalan gang si'iran.


''Wah bearti tadi banjirnya lumayan cukup besar, ini lumpur banyak yang naik kejalan.'' Celoteh nandi.


''Iya benar aa, terus gimana toko dan bengkelnya, aman gak?.'' Tanya astuti.


Nandi langsung menuju toko dan bengkelnya, lalu nandi meraih kunci yang biasa hasan atau kamal taro sewaktu nandi tidak ada disitu.


Selepas itu nandipun membuka rolling dor toko yang posisinya lebih rendah dari pada bengkelnya.


Terus nandi masuk dan lihat-lihat didalam tokonya.


''Lantainya bersih tapi barang-barang yang dibawah sudah pindah semua kerak yang atas.'' Gerutu nandi.


Setelah semua terlihat aman, nandi lalu keluar lagi dan menutup kembali rolling dornya.


''Gimana aa, tokonya kebanjiran gak?.'' Tanya astuti.


''Lantainya sih terlihat bersih tapi, semua barang yang tadinya dirak paling bawah sudah pindah kerak yang atas.'' Jawab nandi.


''Ooh berarti, air sempet masuk kedalam aa.'' Ujar astuti.


''Iya kayanya sih.'' Ucap nandi.


Nandi dan astuti lalu masuk kedalam rumah, nampak pak dirman dan bu sari lagi duduk berdua disebuah sopa diruangan tengah.


''Assalam mualaikum.'' Ucap nandi.


Pak dirman dan bu sari lalu menjawab salamnya dari nandi dan astuti.


''Wa alaikum salam, kamu tidak dicegat banjir nandi.'' Jawab pak dirman.


''Bukan dicegat banjir lagi pak, ku dan astuti dicegat tanah longsor, ya terpaksa ku muter-muter keperkampungan cari jalan.'' Jawab nandi.


''Terus kamal gak ikut bareng kalian?.'' Tanya bu sari.


''Kamal sebelum hujan sudah pulang duluan, dibel sama nyokapnya, tau ada apa, seperti buru-buru gitu.'' Jawab nandi.


''Oo iya buk, itu toko kebanjiran gak?.'' Tanya nandu pada ibunya.


''Ya kebanjiran, kan air dari sana kenceng masuk ketokomu, untung aja toglo, hasan dan doni rajin, setelah hujan reda semua air dikeluarkan lalu dipel samapi bersih dan barang aman katanya langsung dinaikan ketempat yang jauh dari jangkauan air.'' Ucap bu sari.


''Ooh pantesan lantainya bersih, tadi ku sempat buka rolling.'' Ucap nandi.


''Ibu salut sama tuh anak, kerjanya gesit dan rajin, tadi juga ibu kasih uang kaget buat nambahin gajinya ya intinya ibu jakat atas harta yang lagi bapak jalani sekarang.'' Ujar bu sari.


''Toglo maksud ibu?.'' Tanya nandi.


''Ya iya toglo, terus siapa lagi kalau bukan dia.'' Ucap bu sari.


''Iya sih toglo anaknya rajin dan gesit, kalau sudah punya keinginan dia sangat bersemangat.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya, dan sekalian berwudhu untuk menunaikan ibadah solat magrib.


Selepas itu nandi keluar dan duduk dikursi teras depan rumah, dengan segelas kopi hitam yang masih panas telah terdampar dimeja, lalu dikeluarkannya sebatang roko djarum super, dan sebuah korek dinyalakannya, terus dibakarnya ujung roko tersebut sambil menghisapnya.


Sepuuuhhhhh...


Hembusan asap yang keluar dari mulut nandi, lalu diseripitnya segelas kopi hitam.


Alangkah nikmatnya nandi dalam menyeripit kopi itu, yang dibikuti oleh hisapan dari sebatang roko djarum super.


Terus nandi mengeluarkan handpon dari dalam saku celananya, dan dibuka aplikasi whatssap.


Nampak terlihat oleh nandi ada sepuluh notipikasi chat dan tiga panggilan tidak terjawab dari nomornya sindi.


''Waduuh sindi nge wa gua, sampai banyak begini.'' Ucap nandi berkata sendiri.


Terus nandipun mengirim balasan pada sindi dengan pesan suara.


.Nandi ''Ma'apin gua ya, baru sempat balas, tadi gua dan astuti dicegat longsor, ya terus gua dan astuti muter-muter cari jalan untuk sampai kerumah.''


Terus nandi nunggu balasan pesan suara dari sindi.


Selang beberapa menit nandi menunggu balasan dari sindi, akhirnya ada notifikasi pesan suara masuk di whatssapnya nandi.


.Sindi ''Ooh iya aa, gak apa-apa, terus aa sendiri tidak apa-apa?.''


.Nandi ''Alhamdulilah gua dan astuti baik-baik aja, terus lo' sendiri gimana, pasti kedinginan kan?.''


.Sindi ''Iya nih gue lagi selimutan, habisnya dingin banget apalagi tadi gue sempat kehujanan waktu pulang dari toko.''


.Nandi ''Waduuh kasihan dong yang kedinginan, pasti butuh pelukan gua.''


.Sindi ''Gak lah, kan udah ada yang lagi gue peluk sekarang.''


.Nandi ''Apa tuh.''


.Sundi ''Guling.''


.Nandi ''Ooh dikira gua ada yang lain dipelukanmu.''

__ADS_1


.Sindi ''Sembarangan, emangnya gue cewe apa'an, aa tega deh bilang begitu kegue.''


.Nandi ''Iih ma'ap, bercanda atuh.''


.Sindi ''Iya aa gue juga tau, aa kan suka bercanda.''


.Nandi ''Ya sudah sin, met bobo ya, good night.''


.Sindi ''Terima kasih aa, met malam juga.''


Selepas itu handpon pun langsung dimati'in, dan nandi masih duduk santai dengan kopi hitamnya.


Disa'at nandi lagi asik duduk bersantai sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.


Tiba-tiba muncul kamal dengan motor suzuki satria fu nya.


''Assalam mualaikum, kebetulan lo' belum tidur.'' Ucap kamal.


''Wa alaikum salam, belumlah baru jam segini, ada apa lo' ko mukamu kusut begitu?.'' Tanya nandi.


Terus kamalpun duduk tanpa diperintah oleh nandi, dan menjelaskan kedatangannya itu.


''Duh sori ya di' kalau kedatangan gua mengganggu istirahatnya lo'.'' Ujar kamal.


''Tidak apa-apa ko, emang ada apa ngomong aja gak usah bertele-tele begitu.'' Ucap nandi.


''Begini di, gua kesini mau pinjem duit, mau bawa nyokap gua ke klinik.'' Jawab kamal.


''Ooh boleh, terus nyokap lo sakit apa, dan lo' mau pinjem berapa?.'' Tanya nandi.


''Badannya demam tinggi, tadi udah dibantu oleh obat hasil beli diapotek, tapi tidak ada pengaruh apa-apa, malahan sekarang demamnya tambah semakin tinggi.'' Kata kamal menjelaskan.


''Astagpirulloh, ya sudah ayo cepetan kita bawa nyokap lo,' sebentar ya gua bel doni dulu, suruh bawa mobil, kan deket rumahnya dia ada rental tuh.'' Ucap nandi.


''Pake mobil bokap lo' aja.'' Kata kamal.


''Kan mobil bokap gua, mobil losbak, takutnya nanti astuti pingin ikut gimana.'' Kata nandi.


''Ya sudah atuh, makanya lo tuh beli mobil, biarpun lo hobinya dimotor, apa salahnya kalau lo' beli mobil, ya buat keperluan mendadak kaya gini kan enak.'' Ujar kamal.


''Iya iya nanti gua beli.'' Jawab nandi.


Nandi lalu meraih handponnya yang lagi tergeletak diatas meja, terus nandi melakukan panggilan pada doni, untuk segera datang kerumahnya dengan membawa mobil sewa ke rental, karena lagi ada gawat darurat.


Selang tiga puluh menit.


Doni datang dengan membawa mobil avanza warna silver, terus doni keluar dari dalam mobil tersebut, lalu berjalan menuju pada nandi dan kamal yang lagi duduk dikursi teras depan rumah.


''Assalam mu'alaikum.'' Sapa doni.


''Wa alaikum salam, don kita pergi ke klinik medika husada.'' Ucap nandi.


''Nyokqp gua don, demamnya tinggi.'' Pungkas kamal.


Setelah itu nandi masuk kedalam, untuk pamit pada kedua orang tuanya, yaitu pak dirman dan bu sari.


Nandipun tidak lupa memberi tau pada astuti, bahwa dirinya mau mengantarkan ibunya kamal ke klinik husada, dan astuti pun langsung keluar dari kamarnya untuk ikut serta.


Setelah itu merekapun sudah memasuki mobil avanza warna silver itu.


Kini nandi yang menyetir mobil tersebut, dan doni duduk didepan sampingnya nandi, sedangkan kamal dan astuti duduk dibelakang.


Mobil telah melaju menuju rumahnya kamal, yang tidak jauh dari rumahnya nandi.


Setibanya di depan rumah kamal, nampak ada beberpa orang tetangganya, yang lagi menunggu kedatangannya kamal.


Terus kamal cepat keluar dari mobil tersebut yang di ikuti oleh astuti, berjalan menuju rumah.


''Pak rt bantuin aku untuk mengangkat ibuku.'' Pinta kamal.


''Iya nak kamal.'' Jawab pak rt.


Setelah itu kamal masuk rumah untuk membawa ibunya keluar, guna dibawa masuk kedalam mobil, yang dibantu oleh pak rt dan astuti.


Setelah ibunya kamal sudah berada dalam mobil, nandi lalu menginjak gasnya perlahan, dan mobil pun mulai berjalan keluar dari halaman rumahnya kamal.


Astuti yang duduk disamping ibunya kamal, terus memberikan semangat pada ibunya kamal untuk berjuang buat kesembuhannya.


Nandi terus menginjak gasnya, kini mobilpun melaju dengan cepat dijalan delima, menuju klinik husada.


Tidak lama kemudian mobilpun sudah tiba didepan klinik husada, lalu nandi menyetir mobil itu memasuki halaman, dan berjalan menuju lobi depan unit gawat darurat.


Setibanya ditempat, terus nandipun menghentikan mobil tersebut, kamal terus keluar dengan membuka pintu mobil itu, terus kamal masuk keruangan untuk mengambil brankar.


''Sus tolong ibu saya sus.'' Ucap kamal meminta bantuan pada suster klinik medika husada.


Lalu kedua suster itu, mendorong brankar keluar menuju pada mobil avanza warna silver itu.


Setelah tiba didekat mobil, kamal yang dibantu oleh astuti dan doni memboyong ibunya keluar dari mobil, lalu direbahkan diatas brankar tersebut.


Dan kedua suster itu mendorong brankar itu menuju igd untuk diperiksa.


''Bapak, silahkan tunggu diluar, biar dokter yang akan memeriksa penyakitnya ibu ini.'' Ucap suster.


''Tapi ini ibu saya suster.'' Ucap kamal.


''Iya, biar ibu diperiksa dulu ya.'' Jawab suster dengan nada lembut.

__ADS_1


Nandi dan astuti lalu menenangkan kamal, terus merekapun duduk dikursi yang telah disediakannya.


''Tenang mal, lo jangan panik, berdoalah, biar ibumu cepet sembuh, dan mendapat pelayanan terbaik.'' Ucap nandi.


''Iya aa, apa yang dibilang aa nandi itu benar, aa kamal jangan bersedih, bantulah dengan doa, supaya ibu cepet sembuh dan bisa berkumpul kembali di tengah-tengah keluarga.'' Ucap astuti memberi nasehat.


''Iya tut, makasih ya, di, don terima kasih banyak kalian sudah membantu gua.'' Saut kamal sambil berlinangan air matanya.


Tiga puluh menit kemudian.


Dokterpun keluar, dan menanyakan pada keluarga pasien.


''Ma'ap, siapa diantara kalian yang menjadi keluarga pasien?.'' Tanya dokter.


Kamalpun beranjak dari tempat duduk , lalu berdiri dengan sedikit agak tegang dirona wajahnya.


''Saya anaknya dok.'' Saut kamal.


''Ooh anda anaknya, ibumu mengalami sakit dbd, sudah berapa hari mulai demamnya?.'' Tanya dokter.


''Kalau demam tingginya sih sehari tadi itu sehabis hujan deras itu dok.'' Jawab kamal.


''Dan ibumu harus segera dirawat, terus suami dari ibumu, lebih singkatnya bapakmu kemana?.'' Tanya dokter tersebut.


''Bapak sudah tiada dok, sejak saya masih kecil.'' Jawab kamal.


''Ooh ya sudah, semoga ibumu cepet sembuh, bantulah berdoa untuk kesembuhannya, ditinggal dulu ya.'' Ucap dokter.


Setelah itu munculah suster berbarengan dengan terbukanya pintu diruangan itu.


''Keluarganya ibu aminah?.'' Tanya suster.


Kamal langsung berdiri.


''Iya sus saya anaknya.'' Ucap kamal.


''Ibu aminah harus segera dirawat, karena trombositnya terus menurun, dan bapak silahkan daftar dulu, dan sekalian mengurus administrasinya, andaikan bapak punya bpjs, bisa pake bpjs.'' Ucap suster menjelaskan.


''Baik sus.'' Jawab kamal langsung ia bergegas pergi menuju ketempat pendaptaran dan pembayaran biaya perawatan dan lain sebagainya.


Setelah tiba ditempat tersebut, lalu kamal melakukan daftar.


''Atas nama ibu aminah?.''


''Iya buk.'' Jawab kamal.


''Masalah biaya pengobatan dan perawatan ibu aminah, biayanya sudah dibyar pak.'' Ujarnya.


''Hah, dibayar sama siapa?.'' Tanya kamal kaget.


''Ma'ap, pak pihak kami tidak bisa menyebutkannya, soalnya orang itu berpesan untuk dirahasiakan.'' Jawabnya.


Sementara kamal hanya bengong, dua perasa'an kini menghantui kamal, ada perasa'an seneng dan ada perasa'an penasaran siapa orangnya yang telah membayar semua biaya perawatan ibunya itu.


''Oke kalau begitu bilang pada orang itu terima kasih banyak atas kemulya'an hatinya, semoga allah membalasnya lebih dari pada itu.'' Pesan kamal.


''Iya pak nanti kami sampaikan.'' Jawabnya.


Setelah itu kamalpun langsung bergegas pergi dari tempat itu, menuju pada nandi, astuti dan doni yang masih duduk diruang tunggu.


''Gimana mal sudah beres?.'' Tanya doni.


''Sudah, maksud gua sudah ada yang bayar.'' Jawab kamal.


''Lho ko bisa, aa.'' Ujar astuti.


''Iya gua juga heran, terus gua juga tanya siapa orangnya yang sudah membayar biaya nyokap gua, maksud gu, mau berterima kasih, tapi pihak klinik medika husada ini tidak bilang, katanya suruh dirahasiakan.'' Ucap kamal.


''Ya bagus itu, bisa mengurangi beban lo'.'' Pungkas nandi.


''Ya iya sih, tapi gua kesannya gak bisa berbakti pada orang tua.'' Jawab kamal.


''Ya elo' sudah berbakti sebaik mungkin, dan bentuk bakti lo' pada orang tua, allah membalasnya dengan mengirimkan orang untuk membayar biaya perawatan nyokap lo' ngerti gak lo'.'' Ucap nandi.


''Cakep, benar tuh apa kata nandi.'' Ujar doni.


''Iya aa kamal, gue juga sependapat dengan doni, semua yang dikatakan aa nandi masuk akal juga.'' Pungkas astuti.


''Iya gua ngerti, dan gua juga bersyukur berada dekat kalian semua, kalian semangat hidup gua.'' Ucap kamal.


Setelah itu pintu ruangan tempat bu aminah dirawat terbuka, seiring dengan munculnya suster.


''Siapa diantara kalian yang bernama kamal?.'' Tanya suster.


''Saya sus, bagaimana dengan keada'an ibu saya.'' Jawab kamal langsung berdiri.


''Alhamdulilah, trombositnya ibu aminah sudah naik lagi, dan anda dipersilahkan untuk menjenguknya, ingat cuma dua orang yang diperbolehkan, yang lainnya nanti giliran ya.'' Ucap suster.


Setelah itu kamal dan nandi yang masuk lebih dulu, sedangkan astuti dan doni nanti menunggu nandi keluar.


\=\=\=\=\=\=\=\=🔥🔥🔥🔥🔥\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya, jangan lupa ya, like, comentar, favorit, ranting dan votenya juga.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=


__ADS_2