
Kini perkelahian semakin seru, meski dalam keada'an gelap nandi bisa memasang indra perasa dan instingnya yang tajam.
Tapi nandi kini kerepotan, ketika kamal dan hasan sudah kelelahan, banyak sekali tenaga dan pikiran kamal dan hasan terkuras abis, sehingga tanpa terkontrol oleh kamal dan hasan sebuah pukulan menghantam kamal dan hasan.
Duk duk duk deeeaaasss.
''Adaaaawwwww.'' Teriakan dari kamal dan hasan.
Lalu nandi melompat ke'arah kedua sahabatnya itu, untuk memberi perlindungan pada kamal dan hasan.
Seketika itu kaki nandi bersarang dipunggung lawannya kamal dan hasan.
Otomatis lawannya terdorong kedepan sambil sempoyongan, melihat begitu nandi tidak memberikan luang pada lawan untuk berbalik menyerang, dengan kencengnya pukulan maut nandi menghantam pundaknya lawan.
Hiuuukkk...Duuk deeass.
Blak satu lawannya itu tersungkur dan tidak berdaya lagi, tapi kelima kawanannya tidak tinggal diam, mereka lalu menyerang nandi secara bersama'an dengan batang kayu yang ia dapatkannya disitu, nandi terus mengelak dan berkelit dengan sangat lincah dan agresip.
Sabetan-sabetan batang kayu terus mengurung nandi, nandi sempet kebingungan, selain tempatnya belum ia kenal ditambah gelapnya malam yang membuat nandi susah untuk menghindar.
Tapi lagi-lagi suara itu datang berbisik memberi petunjuk.
''Anak muda cepat usapkan kalung itu dikedua matamu.'' Bisik suara yang melintas ditelinga nandi.
Secepat kilat nandi melompat ketempat yang kosong, lalu ia memegang kalungnya itu dan diusapkannya pada kedua matanya sesuai dengan petunjuk dari bisikan itu.
Sungguh diluar nalar, secara logika mungkin tidak percaya apa yang terjadi pada pandangan nandi.
Mendadak tempat itu menjadi terang benderang seperti disiang hari.
''Alhamdulilah terima kasih ya allah.'' Ucap nandi dalam hatinya.
Dan kelima orang itu langsung memburu nandi, melancarkan lagi serangannya dengan pasang wajah yang menyeramkan dan sadis.
''Modaaaar siaaa kunyuk.'' Teriak kelima orang itu.
Kini nandi bisa tenang karena pandangan bisa jelas melihat lawan-lawannya itu
Hiuuukk.
Potongan kayu melayang mengarah pada kepala nandi, nandi mengelak sedikit kesamping kanan.
Plooooss.
Potongan kayu itu makan angin, dan yang lainnya menyerang nadi secara beruntun, dengan cepat nandi salto kebelakang, tapi mereka terus mengejar nandi.
Disa'at mereka sudah mendekat pada nandi, nandi langsung melesit keatas dengan memutarkan kaki.
Duk duk duk deas deaasss.
Kaki nandi yang beralaskan sepatu janggle menghatam mereka.
Blak balk blak blak.
Secara bersama'an merekapun terjatuh.
Begitu mereka terbangun, dan mau menyerang lagi nandi.
Terdengar dari bawah sana suara motor dengan nyaring yang keluar dari selongsong kenalpot, mereka semua kaget.
Tapi nandi, kamal dan hasan sudah cukup mengenali suara motor tersebut, dengan kencangnya motor itu, setibanya ditempat nandi kedua motor yang bertuliskan rx king melesit setanding keatas.
''Huooohuhuu.'' Ucap kedua pengendali motor itu sambil mendarat diatas tanah.
''Gitoo.. Pandii...Tepat sekali.'' Ucap kamal dan hasan sambil melompat mendekati kepada kedua pengendara motor rx king tersebut, yang tak lain gito dan pandi yang datang tepat waktu.
''Lo kenapa gak bilang gua.'' ucap gito.
''Bukan waktunya kita berdebat, ayo kita lumpuhkan mereka.'' Pungkas nandi.
Kelima orang itu tercengang, seperti macan yang kehilangan taringnya, bagi mereka menghadapi seorang nandi juga sudah dibikin repot, kini datang tenaga baru yang kelihatannya jago bela diri juga.
''Haiii kenapa kalian diam ayo lawan kami.'' Teriak gito sambil menupuk dada.
''Bocah edan, gue bunuh kalin semua.'' Teriak salah satu dari mereka.
Kini perkelahian hampir seimbang, ditambah kamal dan hasan sudah kumpul kembali tenaganya, meski masih tersa sakit dikepala akibat benturan tinju dari lawannya.
Dan anehnya disaat muncul pandi dan gito, pandangan nandipun kembali lagi seperti pertama kali berada ditempat itu, tapi ada sedikit penerangan dari lampu motornya pandi dan gito yang sengaja tidak dimatikan.
Kini malam menjadi saksi bagi para pemuda gang si'iran yang lagi berduel dengan para komplotan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Pertarungan masih terus berlanjut, Gito dan pandi yang masih segar tenaganya, dengan pertarungan ala anak jalanan yang dikombinasikan dengan jurus-jurus tarung derajat dan pencak silat, cukup gesit dan berbobot, dalam dua puluh menit gito dan pandi sudah bisa menjatuhkan lawannya.
__ADS_1
Begitu pula nandi yang melawan dua orang, sudah berhasil menjatuhkan lawan dengan pukulan mautnya sikidal.
Kini tinggal lawannya kamal dan hasan, kedua lawannya kamal dan hasan saling pandang, seperti lagi memberikan isarat.
Tapi belum aja mereka melakukan niatnya, tanpa mereka ketahuai dari mana datangnya.
Tiba-tiba ada benturan keras dikedua kepala mereka, keduanya pun tidak bisa lagi menahan keseimbangannya, karena pening dikepala disertai seperti matanya kunang-kunang, akhirnya keduanyapun terjatuh ditanah.
Nampak terlihat oleh kamal dan hasan, gito dan pandi yang melakukan eksekusi itu.
''Gila lo, sampai gua gak lihat kapan lo menyerang mereka.'' Ucap kamal.
''Ya karena posisinya gelap aja, disa'at lo lagi berduel juga, gua dan pandi sudah mendekati mereka.'' Ucap gito
Setelah itu nandi menyuruh sahabatnya untuk mengikat mereka semua.
Dengan tali dari kulit batang kayu, yang didapat disekitar tempat itu.
''Terus dimanakah motornya bi irah itu?.'' Tanya nandi pada kedua sahabatnya, yaitu kamal dan hasan.
''Motor bi irah ada diturunan jalan setapak yang mengarah kesini, sebelumnya jempatan kayu itu.'' Jawab hasan.
''Tapi gua gak lihat motor disitu.'' Kata nandi.
''Memang sepintas tidak akan kelihatan karena terhalang oleh semak-semak dan pohon-pohon yang berjejer cukup rapat.'' Pungkas kamal.
''Oke kalau begitu gua akan hubungi dulu pihak yang berwajib.'' Ucap nandi sambil merogoh handponnya dibalik saku jaket bagian dalam.
Nandi lalu menghubungi pihak yang berwajib, melaporkan dengan modus pencurian kendara'an, setelah itu pihak dari yang berwajib langsung siaga untuk berangkat ketempat yang telah nandi berikan.
Tidak lama kemudian para pihak yang berwajibpun sudah berdatangan, dengan jalan kaki menuju ketempat dimana nandi berada.
Salah satu reserse bagian kriminal dan curanmor, menghampiri nandi dan ke'empat sahabatnya.
''Selamat malam, pak.'' Ucap nandi sambil memberi salam, yang di ikuti, oleh kamal, hasan, gito dan pandi.
''Met malam, anda yang bernama nandi?.'' Tanya komandan reserse itu.
''Iya pak, saya nandi, dan ini para sahabat saya.'' Ucap nandi sambi menunjuk pada ke'empat sahabatnya itu.
''Iya, iya namamu sudah cukup dikenal dipihak kepolisian, tadi pak supriadi tidak bisa kesini, berhubung ada kasus yang modusnya sama di daerah selatan.
''kenapa anda tidak segera melapor pihak berwajib terlebih dahulu?.'' Tanya komandan.
''Ooh begitu, betul-betul, kami bersama semua dari pihak kepolisian, berterima kasih banyak atas kerja samanya anda semua, nanti jelasnya, anda semua mohon kesedia'annya untuk hadir guna dimintai keterangan, terus bukti dari pencurian itu mana?.'' Tanya komandan.
Setelah itu kamal dan hasan menunjukan barang bukti dari pencurian itu, yaitu honda vario dengan nomor polisi sekian sekian, dan motor honda pcx yang sudah dirampasnya dari doni yang lagi melakukan pengejaran, ternyata pencurian itu dialakukan dengan dua grup, waktu doni lagi mengejar pencuri itu, tidak menduga sebelumnya ternyata ada pengintainya yang mengendarai sepada motor suzuki fu, mengejar doni dari belakang, disaat lagi melaju doni diserempat dan ditendang, otomatis doni sempat terjatuh, dan seorang dari yang lagi dibonceng dari motor suzuki fu itu langsung turun mengambil motor doni.
Begitulah kamal menjelaskannya, kepada pihak kepolisian, akhirnya para pelaku pencuri itu langsung dibawa, dan kedua motorpun dibawa untuk dijadikan barang bukti dulu, karena mobilnya terparkir diatas jalan raya, terus nandi dan kamal membawa kedua motor itu dengan menaiki jalan setapak.
Tidak lama kemudian merekapun sampai ditepi jalan raya.
''Dan saya harap anda semua nanti datang ke kantor polisi, terus bawa stnk dan surat-surat kedua motor ini.'' Ucap komandannya.
''Lo ko motornya harus dibawa segala sih pak, kita ini kan sudah kehilangan.'' Saut kamal.
''Tenang, ini hanya buat barang bukti aja, anda jangan kuatir, ya sudah, kalian dutunggu dikantor ya.'' Ucap komandannya itu, sambil membuka pintu mobilnya.
Setelah itu mobil polisi pun sudah melaju, dengan para pelaku tindak kejahatan kendara'an pun sudah diamankan didalam mobil tertutup, sedangkan kedua motor itu dinaikan pada mobil losbak.
Kelima pemuda gang si'iran hanya terpaku sambil memandang mobil polisi yang semakin menjauh.
''Terus gimana di, apa mungkin motor itu harus ditebus?.'' Tanya kamal.
''Ya bisa iya bisa engga, ya polisi juga manusia mal, mereka juga butuh uang sampingan buat ngopi sama ngeroko, ya gimana nanti aja, nanti gua akan ngobrol sama pak supardi.'' Jawab nandi.
''Terus sekarang kita cabut ka kantor polisi apa gimana, dan sidoni gimana, kayanya tangannya terluka berat deh kena aspal.'' Ucap hasan.
''Masalah doni gampang nanti gua urusin, yang terpenting sekarang kita selesaikan dulu motornya bi irah dan doni, kita ambil dulu surat-suratnya kedua motor itu, setelah itu kita langsung otw ke kantor polisi.'' Ucap nandi.
''Oke kalau begitu.'' Jawab mereka ber'empat.
Setelah itu mereka langsung memburu pada motornya masing-masing, dan langsung tancap gas.
Greng greng greng greng..
Kocokan gas pada kelima motor itu hanya motor hasan dan kamal yang berbeda dengan yang lainnya.
Kini kelima motor itu, sudah melaju meninggalkan tempat itu, dan ketiga motor yamaha rx king, nandi, gito dan pandi suaranya begitu nyaring terdengar ditambah suara motor kamal dan hasan yang bersuara agak besar menggema.
Kelima pemuda gang si'iran terus melajukan motornya dengan sangat kencang.
Sehingga tidak terasa merekapun sudah tiba dipertiga'an jalan delima, mereka pun lalu mengambil belok kekiri jalan yang mau masuk gang si'iran.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai juga didepan rumah nandi, nandi lalu masuk kedalam rumahnya nampak bi irah yang masih berada diruang tengah, nandi sampai menepuk jidatnya.
''Astagpirullahhal adzim gua sampai lupa kain perbal yang melilit ditangan bi irah belum gua buka.'' Ucap nandi sambil melangkah mendekati bi irah.
''Gimana bi sekarang masih kerasa sakit gak?.'' Tanya nandi.
''Aduuuh sikasep, sekarang tangan bibi tidak terasa apa-apa, obat apa sih yang kamu balurkan ditangan bibi itu, ko mujarab sekali.'' Ucap bi irah.
''Bentar ya bi, ku akan ganti kain perbalnya, supaya lukanya cepet pulih.'' Ucap nandi.
Nandipun lalu membuka kain yang membungkus pangkal lengan bi irah, begitu kain itu terlepas nandi sampai kaget, serasa tidak percaya dengan apa yang terjadi dilukanya bi irah.
Luka sayatan senjata tajam pada lengan bi irah, kini sudah benar-benar rapat seperti sedia kala, untuk menghilangkan kecuriga'an bi'irah nandipun cepet membungkus pangkal lengan bi irah itu dengan kain perbal yang baru.
''Sudah tidak usah dibungkus lagi kasep, toh bibi juga tidak merasakan sakit apa-apa sekarang.'' Ucap bi irah.
''Sudah bibi diam saja, gak usah banyak komen kalu mau sembuh, nanti setelah tiga hari baru bibi buka.'' Ucap nandi.
''Iiih si kasep, marahnya makin ganteng deh hehee.'' Saut bi irah sambil cengengesan.
''sekarang bibi bawa gak stnk motor itu, dan kuitansi pembayaran bulanannya.'' Ucap nandi.
''Ooh ada, terus gimana motor bibi sudah bisa diselamatkan nandi?.'' Tanya bi irah.
''Sudah bi sekarang sudah ada dikantor polisi, dan untuk membawa pulang motor itu, harus ada surat-suratnya.'' Ucap nandi.
''Alhamdulilah ya allah, ternyata masih ada rijki bibi.'' Ucap bi irah, sambil membuka tasnya lalu diambilnya apa yang nandi minta, terus diserahkan pada nandi.
Setelah itu nandi pamit lagi pada kedua orang tuanya, astuti dan bi irah, untuk berangkat ke kantor polisi.
Sementara surat-surat dari motornya doni kebetulan masih ada pada nandi yang waktu itu nandi pinta.
Nandi lalu bergegas keluar menuju motornya yang terparkir didepan halaman rumah.
''Ayo kita berangkat, lo mal, dan lo san, jangan bawa motor, nanti pulangnya bawa motor bi irah dan motornya doni.'' Ucap nandi.
''Okee bosss.'' Jawab kamal.
Kamal dan hasan lalu menaiki motornya pandi dan gito, dengan duduk dibelakangnya, dengan ucapan bismilahirohman nirohim.
Kini merekapun langsung tancap gas menuju kantor polisi.
Singkat cerita.
Nandi dan kawan-kawan kini telah tiba dikantor polisi, lalu mereka turun dari kendara'annya, dengan perlahan tapi pasti nandi bersama teman-temannya melangkahkan kaki menuju teras kantor polisi, terus nandi mendorong pintu yang mau masuk keruangan.
''Assalam mualaikum pak, bisa ketemu sama pak supriadi.'' Sapa nandi.
''Wa alaikum salam, ooh dengan siapa?.'' Tanya pak polisi.
''Saya nandi suryaman.'' Jawab nandi.
''Ooh jadi ini pemuda yang bernama nandi itu, ma'ap bapak tau namanya aja, sedangkan sama orangnya baru lihat sekarang.'' Ucap pak polisi.
''Hehee, iya pak gak apa-apa.'' Ucap nandi.
''Ya sudah silahkan duduk dulu, nanti bapak panggilin, bila sudah diperkenan masuk.'' Ucap pak polisi sambil membalikan badannya menuju keruangan pak supriadi.
Setelah sepuluh menit kemudian nandi dan kamal telah dipanggil untuk masuk keruangan pak supriadi, untuk dimintai keterangan.
Setelah nandi dan kamal berada diruangan pak supriadi, mereka lalu duduk berhadapan dengan pak supriadi.
Yang pertama ditanya nandi, dan nandi menceritakan dari sepulangnya dari toko, sekitar pukul 17:55 menit wib, sampai menusul sahabatnya dan akhir terjadi perkelahian yang sangat hebat.
Terus pak supriadipun meminta keterangan sebagai saksi pertama pengejaran sang begal itu pada kamal.
Kamal pun memberikan keterangan sejelas-jelasnya pada pak supriadi, sampai datangnya nandi membantu dan disusul oleh gito dan pandi.
''Nah begitu pak ceritanya, tidak ada yang ditambahin ataupun dikurangin, saya sudah bilang apa adanya.'' Ucap kamal.
''Kalian sudah sangat berjasa dalam membantu pihak berwajib, para pemuda gang si'iran memang cakep dan pemberani, ini sebenarnya gembong yang sangat sadis dan kejam, pihak polisipun telah dibikin repot oleh ulahnya, yang datang dan pergi seperti siluman.'' Ucap pak supriadi sambil mengacungkan jempolnya.
☆☆☆☆☆☆<<<<>>>>☆☆☆☆☆☆
Bersambung.
Kalau yang suka dengan cerita ini, ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.
Berilah dukungan dengan, like, comentar, saran, ranting, favorit dan vote.
Terima kasih atas dukungannya, semoga selalu diberi kesehatan, dan sukses selalu.
Selamat membaca.
__ADS_1