
Setelah Pandi dan Nina memasuki kantor, dan para karyawan pun masih belum pada datng semua, begitu pun Astuti belum terliht nampak, karena ruang kerjanya pun masih terkunci.
Lalu Pandi duduk di kursi sembari menyenderkan badannya, kemudian Nina duduk menghampiri disampingnya Pandi.
Nina memandang wajah pandi dengan intens sekali, nampak bunga-bunga mekar berseri-seri di wajah Nina, tat kala pandangannya tertuju pada Pandi.
Pandi tersontak kaget dengan pandangannya Nina yang terasa dalam banget, tatapan yang penuh makna, ketika itu munculah pelangi di hati keduanya, pandi lalu meraih kedua tangan Nina, dengan penuh kelembutan kedua tangan Nina di angkatnya mendekati sebuah bibir, kemudian Pandi menciumnya.
Muuuaacchh.
Ninapun seperti di taburi ribuan bunga mawar, wajahnya berseri-seri, nampak dikelopak mata Nina seperti berkaca-kaca, lalu Pandi bertanya penuh rasa takut, dengan tingkahnya menyinggung perasa'annya Nina.
''Lho kenapa ko kaya mau nangis, ma'ap ya kalau ku sudah lancang.'' Ucap Pandi.
''Tidak aa malah aku seneng ko, ini sebuah air mata kebahagia'an aa, ku terharu dengan kelembutan sikapmu, dan ku tidak menyangka ternyata anak-anak gang si'iran yang sangar dan keras, di balik itu semua menyimpan hati yang penyayang, benar kata pepatan menilai orang itu gak bisa di lihat dari luarnya saja, terkadang orang yang berperangai sopan dalam bicara, menyimpan sipat yang keras pada wanita.'' Jelasnya Nina.
''Ya tidak semua orang bisa di lihat dari sisi luarnya saja, ya aku memang punya masa lalu yang di benci masyarakat, tapi orang kan gak tau apa yang ku lakukan sewaktu bersama Nandi, Kamal, Hasan dan Gito, emang kami sering tawuran itupun kalau di jalanin, tapi di balik itu kami pun sering menolong orang yang ke susahan walau terkadang duit yang di dapat itu hasil dari minta pada orang-orang kaya.'' Ujar Pandi.
Nina pun tersenyum manja, dengan apa yang Pandi jelaskan, lalu ia meletakan kepalanya di pundak Pandi.
''Saya merasa terlindungi bisa kenal sama pamili gang si'iran, khususnya bila dekat sama aa Pandi adi supraja.'' Ujar Nina.
''Ya sudah seharusnya, se orang cowo melindungi wanita kekasihnya.'' Ucap Pandi.
''Makasih ya aa, mmuuaacch.'' Ucap Nina sambil mencium pipinya Pandi.
Kemudian Pandi tersenyum, sambil membalas mencium keningnya Nina.
Dan setelah itu Pandi dan Nina pun bergegas memasuki ruangan kerjanya masing-masing karena di luar terdengar suara motornya Astuti dan para karyawan yang lain sudah pada datang.
Astuti sebenarnya ia mampu untuk beli mobil mewah sekalipun tapi entah kenapa ia lebih suka dengan mengendara motor, mungkin ia lebih leluasa dengan membawa kendara'an roda dua ketimbang roda empat.
Bahkan kedua orang tuanya pun sempat memberi masukan pada Astuti, untuk mengganti kendara'an itu dengan kendara'an roda empat, tapi Astiti lebih memilih motor kesayangannya itu.
''Assalam mualaikum.'' Sapa Astuti.
''Wa alaikum salam, Tumben buk datang terlambat.'' Jawab Nina.
''Tuh kan lo' sudah buk lagi sama gue.'' Ujar Astuti.
''Ini kan kantor buk, dan ibu Astuti atasan saya, masa ku harus bilang tut, kalau diluar ya gak masalah.'' Saut Nina.
''Ooh begitu, tapi kan belum jam kerja dan tidak ada siapa-siapa lagi.'' Ucap Astuti.
''Ya kurang etislah bila di dengar nanti sama karyawan, masa harus lo' gue, kan itu tidak sopan buk.'' Ujar Nina yunita.
''Ya sudah, tapi awas ya bila di luar kerja bilang begitu.'' Ucap Astuti.
__ADS_1
''Oke no problem.'' Saut Nina.
Pukul 07:50 menit.
Alarm pun sudah berbunyi, dan para karyawan pun sudah mulai memasuki ruangannya, begitu pula Pandi dan Gito.
Sementara Gito bergegas menuju bengkel nampak terlihat ke tiga anak buahnya sudah memakai sergam pakaian kerjanya.
''Assalam mualaikum.'' Gito memberi salam.
''Wa alaikum salam pak.'' Jawa ke tiga anak buahnya.
''Belum ada yang datang pul?.'' Tanya Gito pada anak buahnya yang bernama saepul.
''Belum pak, Ooh iya pak motor yang kemarin kita bongkar itu kan belum beres, dan belum di kolter lagi, tapi saya cari ko gak ada.'' Ucap Saepul.
''Ya sudah saya bawa ke gang si'iran paling nanti bang Toglo atau pak Hasan yang nganterin kesini.'' Ujar Gito.
''Ooh pantesan tadi kita bertiga cari-cari sampai puyeng, kemana kata saya, perasa'an kemarin sudah saya simpan rapi, tau taunya sama bapak di bawa.'' Ujar Saepul.
''Iya saya minta ma'ap gak bilang kalian, maksud saya supaya nanti sore kelar.'' Ucap Gito.
''Ooh iya pak, kenapa bapak lebih memilih di bengkel, tidak seperti pak pandi gitu jadi pengawas, kan enak cuma mengawasi karyawan doang.'' Pungkas Herman ikut bicara.
Gito hanya tersenyum tipis mebdengar pertanya'an dari herman.
''Iya pak terima kasih, semenjak saya khususnya kerja disini sudah bisa betulin motor tetangga bila ada keluhan.'' Ujar Herman.
''Bagus itu, dan nantinya bila kamu sudah pensiun atau gimana, kan bisa buka bengkel, karena di jaman sekarang dunia otomotip semakin maju berkembang.'' Ujar Gito.
''Iya pak.'' Sautnya.
Di sa'at itu pula munculah empat motor, kemudian berhenti, lalu saepul berdiri menyambut pada yang baru datang itu.
''Sini mas langsung masukin ke ruangan opradional.'' Ucap Saepul.
Kemudian ke empat motor tersebut di dorongnya untuk di betulin.
''Keluhannya apa mas?.'' Tanya yuda.
''Ini bang motor saya tiba-tiba mati, kemudian saya nyalakan hidup lagi, selang beberapa menit, eeh mati lagi padahal busi tadi saya ganti baru.'' Ujarnya menjelaskan.
Kemudian Gito keluar dari ruangannya, dan memberi tau keluhannya itu.
''Ada dua kemungkinan mas, bisa cdi atau kipropnya sudah lemah.'' Ujar Gito.
''Waduuh, kalau cdi berapa duit pak?.'' Tanya orang itu.
__ADS_1
''Cdi motor vega r orinya antara empat ratus ribuan lebih mas, tapi cukup puas bisa tahan bertahun-tahun.'' Ucap Gito.
Sejenak orang itu terdiam mungkin ia lagi berpikir, atau pula karena kondisi dompetnya yang kurang tebal.
''Bagaimana kalau di bongkar dulu, apabila cdi nya harus di ganti, saya mau ambil dulu duitnya ke rumah.'' Ujarnya.
''Oke kalau begitu, yud coba bongkarin dulu dan cek antara cdi dan kiprop, apabila keduanya masih berpungsi kamu cek ke sel kelep.'' Ujar Gito.
Kemudian yuda mensetandarkan motor tersebut untuk mulai oprasional, begitupun Herman dan saepul, yang di pandu oleh Gito.
...............
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di gang si'iran Nandi yang lagi sibuk dengan kerja'annya mengurus bisnis dengan pt tirta jaya sakti, yang akhir-akhir ini banyak sekali pesanan barang dari luar, tiba-tiba kerja'an Nandi terganggu dengan sebuah panggilan masuk di handponya melalui via whatssap, kemudian Nandi meraih hanfponnya yang tergeletak di meja.
📞.Nandi ''Halo ini siapa?.'' Tanya Nandi.
Kemudian penelpon misterius itu berkata dan menyebutkan namanya.
📞 ''Ini aku Nandi mang engkus.''
📞.Nandi ''Ooh mang engkus, ada apa mang?.''
📞.Mang Engkus ''Gimana sapitri bisa di terima kerjanya di tempat kamu.''
📞.Nandi ''Sudah mang, malahan sudah langsung kerja ko hari ini.''
📞.Engkus ''Alhamdulilah, terima kasih ya Nandi sudah menerima pitri menjadi karyawanmu.''
📞.Nandi ''Iya mang sama-sama, pitri orangnya pintar dan penuh dedikasi dia langsung resonet dengan kerja'annya.''
📞.Engkus ''Syukur atuh, ya sudah atuh Nandi, ma'ap ya mamng sudah mengganggu kerjamu, assalam mualaikum Nandi.''
📞.Nandi ''Iya mang, wa alaikum salam.''
Kemudian telpon pun di tutupnya dan Nandi menyimpan kembali hanponnya di atas meja kerjanya, dan Nandi langsung meneruskan kerjanya.
Sementara di luar kantor, tepatnya di bengkel yang di pimpin oleh Toglo, banyak sekali pengunjung yang mau membetulkan kendara'annya.
Asep suryadi, Gio pahmi dan peri, sudah sangat belepotan oleh oli-oli bekas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung, kepada para author dan para reader mohon ma'ap saya gak up dulu, karena kesehatan saya lagi terganggu.
Terima kasih ya atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
''Assalam mualaikum''