SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 169


__ADS_3

Angin berhembus begitu kencangnya, di sertai dengan kilatan-kilatan halilintar dan suara petir yang menggelegar memecahkan suasana kota.


Kala itu pukul 20:00.


Gito lagi melaju dijalan raya mengkudu mengantarkan Mira menuju pulang ke rumah, kemudian Gito belok kanan memasuki gang yang menuju ke rumahnya Mira.


Tidak lama kemudian Gito pun sudah sampai di depan pekarangan Rumahnya Mira, lalu Gito menghentikan laju Motornya, dan Mira pun langsung turun dari motor tersebut.


"Ayo mas masuk dulu." Ajak Mira.


"Sori deh Mir, kali ini gua gak mampir dulu, takut keburu turun hujan, apalagi gua mau jemput Pandi kerumah Nina." Ujar Gito.


"Walaah, nanti lo' kehujanan di jalan, sebentar lagi hujan akan turun mas." Ujar Mira.


"Gak apa-apa Mir, gua buru-buru tadi kan takut lo' kehujanan, kalau gua kehujanan sudah biasa." Ucap Gito.


"Ooh ya sudah, hati-hati ya mas jaga kesehatan." Ucap Mira.


"Oke makasih ya sayang." Ucap Gito sambil membalikan motornya.


Dan Mira pun berdiri memandang Gito yang sudah melajukan kendara'annya, sampai Gito menghilang di telan jarak yang semakin menjauh.


Sedangkan Gito terus tancap gasnya pool, motor Honda Gl 125 model tracker drag melaju dengan cepatnya menuju perumahan citra loka indah, bersama'an dengan kencangnya angin berhembus dan badai petir yang terus terdengar seperti ingin memecah belahkan bumi, tapi Gito tetap melaju tidak menghiraukan dengan suara-suara petir yang terus mengepungnya.


Tidak lama kemudian Gito telah sampai di gapura citra loka indah, lalu Gito memasuki jalan utama ketika Gito tiba di sebuah pos satpam Gito berhenti karena lajunya kendara'an terhalang oleh sebuah portal, akhirnya Gito pun turun dan berjalan menuju pos penjaga.


"Permisi pak, saya mau masuk, apakah bisa bapak buka portalnya." Ujar Gito.


"Ya tentu bisa, adek ini warga citra loka indah bukan?." Tanya satpam.


..."Bukan pak, saya mau jemput teman saya, tadi nganterin pacarnya, namanya Nina yunita, anaknya pak Ardi juna pranata." Jelas Gito....


"Ooh gitu, bisa saya lihat identitas kamu dan disimpan dulu di pos, nanti bila adek mau pulang baru di ambil lagi." Ujar satpam.


"Ooh boleh pak, nih KTP saya pak." Ucap Gito sembari memberikan kartu tanda penduduk pada satpam yang bertugas di malam itu.


Dan setelah itu, satpam pun langsung membukakan portal jalan yang mau masuk ke dalam komplek citra loka indah.


Gito pun langsung menuju pada motornya, lalu di nyalakannya, dan setelah itu Gito melaju masuk ke dalam komplek Citra loka indah.


Setelah itu Gito membelokan motornya memasuki jalan Impala.


Selang beberapa menit Gito berhenti ketika sampai di blok G.


"Duh lupa lagi gua rumahnya no berapa ya." Gumam Gito.


Ketika Gito lagi mengingat-ngingat no rumahnya Nina, nampak ada seorang wanita paru baya lagi berjalan ke arah Gito, lalu Gito pun bertanya.


"Buk ma'ap numpang tanya." Sapa Gito.


Kemudian wanita paru baya itu pun berhenti dan berkata.


"Iya dek mau tanya apa?." Tanya Wanita paru baya tersebut.


"Rumahnya pak Ardi juna pranata di blok apa ya buk?." Tanya Gito.


"Kalau blok dan jalannya sudah benar, tuh dari sini kelihatan rumah mewah di Huk itu tuh." Jawab Wanita tersebut sambil menunjukan telunjuknya ke arah Huk samping kiri.


"Ooh iya iya, dulu saya pernah kesini tapi lupa lagi nomor rumahnya, terima kasih ya buk." Ujar Gito


"Sama-sama." Jawabnya.


Kemudian Gito pun menyalakan lagi motornya hanya tinggal berberapa rumah yang Gito lewati, akhirnya Gito sampai di depan Rumah yang mewah dengan textur bangunan yang elegan minimalis, perpaduan model kuno dan modern dengan di hiasi oleh ornamen-ornamen yang indah, sehingga terciptalah sebuah bangunan yang mewah.

__ADS_1


Lalu Gito mematikan motornya, kemudian turun dan berjalan mendekati gerbang sambil memanggil pak Satpam.


"Assalam mu'alaikum pak, Ninanya ada?." Tanya Gito.


"Wa alaikum salam, ma'ap anda siapa dan ada perlu apa sama Non Nina?." Satpam balik bertanya.


"Waduuh..Galak amat sih pak, saya temennya Nina, suruh Jemput Pandi pacarnya Nina." Ujar Gito


"Ooh jadi kamu temenya pak Pandi." Ujar Satpam.


Lalu setelah itu satpam pun langsung membuka gerbangnya, dan Gito pun menaiki lagi motornya lalu di nyalakannya dan motor pun melaju memasuki halaman pekarangan Rumah.


Begitu Gito turun dari motornya sambil menyimpan helm di bagian setang kanan, rintik-rintik air yang turun dari langit begitu deras sekali, Gito pun berlari memasuki teras rumah, lalu memberanikan diri mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


"Assalam mu'alaikum." Sapa Gito.


Tidak lama kemudian Pintu pun terbuka, bersama dengan munculnya seorang wanita, yang tak lain adalah Nina yunita.


"Wa alaikum salam, eeh bang Gito, ayo masuk." Ujar Nina.


Kemudian Gito pun masuk, nampak Pandi lagi duduk di sopa sambil menikmati segelas kopi.


"Tepat benar lo' To pas hujan turun lo' sudah sampai." Ujar Pandi.


"Iya sampai sih sampai, di perjalanan gua di kerubunin petir seakan mau menyambar gua, alhamdulilah allah masih sayang sama gua." Ujar Gito.


"Ooh iya mas Gito mau minum kopi apa teh manis atau yang lainnya?." Tanya Nina.


"Nggak ko." Ujar Nina sambil melangkah ke ruangan dapur untuk bikinin kopi buat Gito.


Tidak lama kemudian Nina telah kembali dengan membawa segelas kopi.


"Nih kopi mas."


Gito pun langsung meraih segelas kopi dari tangannya Nina.


"Terima kasih Nin, mantap nih hujan-hujan begini." Ujar Gito sambil menyeripit kopi yang masih panas.


Sementara di luar hujan masih nampak terlihat deras, dan gemuruh suara petir masih terus terdengar memecahkan ke sunyian malam, suasana di komplek pun terasa sunyi sepi tidak terlihat kendara'an yang lewat, yang biasanya suka ramai oleh anak-anak yang bermain sepeda atau yang jalan-jalan menikmati suasana malam hari.


Pukul 20:40 menit, hujan pun sudah mulai reda, Pandi dan Gito pun sudah pamit pada Nina dan ibuk Yola yohana untuk pulang, mungpung hujan sudah mulai reda.


"Buk saya pamit dulu ya, maap ya kalau kami merepotkan ibuk." Ucap Pandi


"Iya buk saya juga pamit, terima kasih kopinya enak sekali lho." Pungkas Gito.


"Iih tidak ko, malah ibuk seneng adanya kalian di sini, bikin suasana jadi lebih berwarna." Ucap ibuk Yohana.


"Nin gua pilang dulu ya." Ucap Pandi sambil salaman pada Nina dan ibuknya.


Begitu pula Gito dengan tingkahnya yang kocak penuh gurauan, memberikan salaman pada ibuk Yohana dan Nina.


"Nin gua pulang ya." Ucap Gito.


Selepas itu Pandi dan Gito yang di ikuti oleh Nina dan ibuk Yola yohana berjalan keluar.


Setelah Gito dan Pandi berada dekat motornya lalu Gito menyalakan motornya, dan setelah itu Pandi dan Gito pun langsung melaju pergi dari hadapan Nina dan ibuk Yola yohana.

__ADS_1


Kemudian satpam pun langsung membukakan lagi pintu gerbang rumah mewah itu, lalu Gito menghentikan motornya sambil memanggil sang Satpam.


"Pak terima kasih, nih roko buat bapak." Ucap Pandi sambil memberikan dua bungkus roko gudang garam pilter pada satpam.


"Waduuh kenapa ngaaih roko segala sih, ya udah terima kasih pak Pandi." Ujar Satpam sambil mem bungkukan badannya memberi hormat.


"Jangan panggil bapak dong, masa masih muda begini harus di panggil bapak." Ujar Pandi.


Satpam pun tersenyum tipis sambil memandang datar wajah pandi lalu berkata.


"Lalu harus panggil apa gitu?." Tanya Satpam.


"Ya terserah bapak, asal jangan panggil pak aja." Ujar Pandi.


"Oke siap." Jawabnya.


Sementara ibuk Yola yohana dan Nina yunita, yang mendengar percakapan Pandi dan Satpam, tersenyum manis sambil saling pandang, nampak tersimpan di wajah penghuni rumah mewah itu suatu ke gembira'an dan sangat suka dengan anak-anak gang Si'iran, yang sopan, lucu banyak gurauan.


Lalu Gito dan Pandi langsung melaju keluar dari gerbang rumah tersebut, dan motor pun kini sudah melaju menuju keluar komplek cotra loka indah.


Ketika Gito sampai di pos penjaga, ia pun menghentikan laju kendara'annya.


"Lho ko berhenti To?." Tanya Pandi.


"Tunggu dulu bentar, gua ada urusan sama satpam." Ujar Gito.


Pandi terperanjat kaget mendengar perkata'an Gito.


"Urusan apa lo' sama satpam di sini?." Tanya Pandi.


"Sudah sih lo' diam saja di situ." Ujar Gito, sambil melangkah memasuki pos penjaga itu.


"Selamat malam pak, ma'ap pak saya mau ambil KTP saya yang tadi dibtitipkan disini." Sapa Gito.


"Ooh iya, mas Gito ya." Jawab satpam.


"Iya betul pak."


Setelah itu Satpam pun memberikan KTP miliknya Gito.


"Terima kasih pak, saya pulang dulu. Assalam mualaikum." Ucap Gito.


"Iya sama-sama mas. Wa alaikum salam."


Selepas itu Gito pun langsung kembali pada Pandi yang lagi duduk di motor menunggu Gito.


"Urusan apa sih To'?." Tanya Pandi.


"Ini nih, tadi waktu gua mau masuk ke sini, di mintai KTP, ketat juga ya peraturan di sini." Ujar Gito.


"Iya sih, semenjak banyak warga sini yang sering kehilangan, peraturannya jadi ketat sekali." Pungkas Pandi.


"Ya sudah kita cabut." Ucap Gito sambil menyalakan motornya itu.


Motorpun kini mulai melaju perlahan keluar dari gapura citra loka indah.


*********


Bersambung


Terima kasih atas dukungan dari semuanya, dan mohon ma'ap atas segala ke kurangannya.


Salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


"Assalam mu'alaikum"


__ADS_2