
Selang beberapa menit kemudian Toglo datang untuk mengambil kunci kantor yang yang ditaro di rumahnya Nandi.
''Yang lainnya udah pada bangun belum?.'' Tanya Nandi pada Toglo.
''Udah bang, mereka lagi pada ngopi.'' Jawab Toglo.
''Oh ya sudah, Ooh iya glo sekalian kantornya di bersihin ya, nanti mau ada miting bersama klien dari pt tirta jaya sakti.
''Siap bang, pokonya abang terima beres.'' Saut Toglo.
''Tanks ya glo.'' Ujar Nandi.
''Oke bos, sama-sama.'' Ucap Toglo.
Setelah itu Toglo pun bergegas pergi, untuk membuka pintu kantor dan distributor berikut bengkel.
Setelah semua pintu sudah terbuka, Toglo lalu mengerjakan yang ditugaskan oleh Nandi, membersikan kantor terutama ruangan yang mau di pake miting nanti.
Semua orang tidak ada yang menyangka, ternyata di balik sikap Toglo yang lugu dan agak pendiam menyimpan sebuah sipat yang sangat sadis bila hatinya sudah di sakiti.
Dalam sebuah pertempuran dalam menghadapi musuh-musuhnya, Toglo tidak pernah memberi ampun pada lawan-lawannya, dan semua karyawan barunya Nandi pun sudah mengenal dengan karakter Toglo, maka dari itu Toglo pun agak di segani.
Setelah Toglo selesai dengan kerja'annya ia pun balik ke kedai untuk menyiapkan buat para karyawannya Nandi yang sebentar lagi pada datang karena waktu sudah menunjukan pukul 07:15 menit.
Sepuluh menit setelah Toglo masuk kedai, terdengar banyak suara kendara'an roda dua memasuki tempat parkiran, dan setelah itu bermunculan memasuki kedai.
''Bang Toglo kopi.''
Begitu mereka khususnya para kaum adam, dan ada juga yang memesan makanan.
''Oke siap, di tunggu ya.'' Saut Toglo.
Kemudian Toglo pun menyiapkan pesanan para karyawan.
Tidak lama kemudian pesanan pun sudah siap di antarkan ke meja tempat mereka menunggu.
''Pesanan datang, biar kerja kalian tambah semangat, silahkan, selamat menikmati kopinya.'' Ujar Toglo sambil meletakan gelas satu persatu pada meja.
''Terima kasih bang Toglo.'' Ucapnya.
''Sama-sama.'' Jawab Toglo, sambil melangkah menuju pada Kamal, Hasan dan Doni.
Sementara Pandi dan Gito sudah berangkat kerja lebih dulu ke jalan kerupat, karena untuk menghindari kemacetan dijalan.
''Bang Pandi sama bang Gito kemana?.'' Tanya Toglo.
''Ya sudah berangkat atuh, kan mereka kerjanya jauh, apalagi jalan yang mau mengarah kejalan ketupat, telat sedikit saja akan terjebak macet.'' Saut Kamal.
Di sa'at mereka lagi asik ngobrol sambil menikmati kopi, dan sebatang roko, munculah Nandi bersama Astuti.
Dan para karyawannya pun memberi hormat di sa'at kedatangannya Nandi dan Astuti.
''Selamat pagi pak, buk.'' Ucapnya serempak.
''Selamat pagi juga semuanya, kalian sudah pada ngopi belum?.'' Tanya Nandi.
''Sudah pak.'' Jawabnya.
__ADS_1
Kemudian Nandi dan Astuti menuju pada Kamal, Hasan, Doni dan Toglo, yang lagi duduk santai.
''Lho Pandi dan Gito kemana?.'' Tanya Nandi.
''Ya sudah berangkat ke jalan ketupat bos.'' Jawab Hasan.
''Gimana sih, kan nanti jam sepuluh kita mau ada miting.'' Ucap Nandi.
''Pak bos ini gimana sih, ya kalau gak di kasih kabar mau tau dari mana.'' Pungkas Doni.
''Ya biasanya di jam segini meteka masih pada ngopi, tumben pagi bener mereka berangkat.'' Ujar Nandi.
''Bapak ini gimana sih, kaya tidak merasakan aja.'' Celoteh Astuti.
''Maksud kamu?.'' Tanya Nandi pada Astuti.
''Ya kan ada Nina di sana, kalau dua orang lagi dilanda asmara kan biasanya pingin cepet-cepet ketemu.'' Jawab Astuti.
''Ehhmmm, aduh serak.'' Celoteh Nandi.
''Ko malah mendehm sih, seperti ada udang di balik baskom dengan dehemnya itu?.'' Tanya Astuti.
Hasan, Doni dan Toglo, tersenyum penuh misteri sambil bola matanya melirik pada Kamal.
Dan sikapnya Hasan, Doni dan Toglo sempat terlihat oleh Astuti, dan Astitipun langsung konek dengan dehemnya Nandi itu.
''Owwhh gue ngerti sekarang, arti dehemnya bapak itu.'' Ujar Astuti.
''Apa coba.'' Kata Nandi.
''Tidak usah di jelasin juga gue sudah mengerti, dan jawabanya iya, karena gue mengalami sendiri.'' Ujar Astuti.
''Ya sudah nanti kasih tau Nina dan Pandi, harus hadir jam sepuluh akan ada miting di sini bersama klien dari pt tirta jaya sakti.'' Ucap Nandi memotong pembicara'an.
''Oke pak bos.'' Saut Astuti.
Setelah itu waktu pun sudah menunjukan pukul 07:50 menit, dan Toglo pun di perintah kan untuk menyalakan alarm tanda masuk kerja.
Semua karyawannya Nandi sudah masuk dalam ruangan kerjanya masing-masing.
Sedangkan Nandi dan Astuti sudah memasuki kantor, untuk persiapan miting nanti.
Sementara di bengkel yang mulai di banjiri oleh kendara'an roda dua dari berbagai macam keluhan-keluhan kendara'an, ada yang service, ada pula yang mengganti spark park dan lain sebagainya.
Toglo kini sangat sibuk sekali ikut membantu tiga orang anak buahnya yang kewalahan, terkadang Hasan dan doni pun turun tangan ikut membantu.
Pukul 10:00 wib.
Nina bersama Pandi sudah datang untuk memenuhi panggilannya bos besar yaitu Nandi suryaman seorang pengusaha muda yang cukup sukses.
Mobilpun sudah memasuki area parkiran depan halaman kantor, kemudia srorang lelaki tinggi berambut panjang di ikat keluar dari dalam dan berjalan kearah pintu samping kiri kemudian di bukanya, bersama'an dengan keluarnya seorang wanita cantik berpakaian rapi dan membawa tas,
''Tanks ya Pandi adi supraja.'' Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Nina yunita.
''Sama-sama buk Nina yuni pranata, silahkan masuk kedatangan ibuk sudah di tunggu oleh bos besar.'' Ucap Pandi.
Kemudian Nina berjalan di depan yang di ikuti oleh pandi menaiki tangga teras kantor.
__ADS_1
Setelah tiba di dalam ruangan nampak Nandi, Astuti, Kamal dan salah satu utusan dari pt tirta jaya sakti sudah nampak hadir.
''Assalam mualaikum, ma'ap agak telat.'' Sapa Nina yunita.
''Wa alaikum salam, oh tidak apa-apa, acaranya pun belum di mulai, silahkan duduk.'' Ujar Nandi bernada lembut penuh sopan santun.
Kemudian Nina dan Pandi duduk sejajar, lalu Nandi berkata untuk segera di mulainya miting tersebut.
''Berhubung semua sudah pada hadir, dan demi mempersingkat waktu, bagaimana kalau acaranya kita mulai.'' Ucap Nandi.
Singkat cerita acara miting pun segera di mulai, dengan tema yang akan di bicarakan mengenai masalah penjualan di pasaran yang akhir-akhir ini cukup melonjak, sedangkan suplai barang di distributor Nandi masih relatip terbatas, maka dengan itu Nandi bekerja sama dengan pt tirta jaya sakti, salah satu perusaha'an besar yang lagi berjaya di kota itu.
''Bagai mana pak Nandi buk Astuti, apa kalian berminat dengan penawaran kami.'' Ucapnya.
''Setelah kami mengingat dan menimbang serta mempelajari dari sekejunya, oke kami terima tawaran dari perusaha'an bapak.'' Ucap Nandi.
''Percayalah pak Nandi pt tirta jaya sakti adalah perusaha'an besar, dan kami pun mengetahui bisnis bapak yang cukup maju, managamen pak Nandi sangat bagus dan apik dalam berbisnis, dan kita yakin kerja sama ini akan menguntungkan kita.'' Ujarnya.
Singkatnya, acara mitingpun di tutup, dan pt Anggita surya mandiri sudah deal bekerja sama dengan pt tirta jaya sakti.
Setelah itu Nandinpun menjamu tamunya dengan makan-makan minum ala khas sunda.
Pak Tirta jaya diningrat adalah orang yang mempunyai perusa'an Tirta jaya sakti yang di dampingi oleh dua orang asistennya, merasa senang dengan makanan khas sunda yang Nandi sajikan.
''Wah nikmat sekali makanan ala sunda, rasanya ku baru kali ini merasakan masakan khas sunda, ternyat enak juga ya makan pake lalapan mentah.'' Ucap pak Tirta.
''Ini semua istri saya tercinta yang masak pak.'' Ujar Nandi sambil memegang bahunya Sindi.
''Pak Nandi orang yang sangat sempurna sekali.'' Ucap pak Tirta.
''Ah bapak ini, terlalu pintar kalau memuji.'' Saut Nandi.
''Ya iyalah, coba pak Nandi rasakan, pak Nandi pengusaha handal, punya bengkel, kedai juga dan punya istri yang sangat pintar memasak, lengkaplah sudah kebahagia'an pak Nandi.'' Ujar pak Tirta.
Kemudian asistennya pak Tirta pun ikut membenarkan perkata'annya pak Tirta.
''Iya bener apa kata bapak, dan selain itu pula pak Nandi juga jago bela diri lho pak.'' Pungkas asistennya pak Tirta.
''Beneran itu?.'' Tanya pak Tirta.
''Ya kalau bapk tidak percaya boleh di jajal, atau bapak tanyakan pada buk Nina atau pak Kamal dan pak Pandi.'' Ujarnya.
''Wah bapk ini suka berlebihan, saya cuma orang biasa pak, yang masih banyak kekurangannya.'' Ucap Nandi merendah.
''Wah pak Nandi suka merendah, saya suka berkerja sama dengan pak Nandi, pak Nandi lebih luwes, supel dan penuh dedikasi yang tinggi, semoga kedepannya bisa tambah sukses.'' Ucap pak Tirta sambil memberi jempol.
''Amiin pak, sama-sama.'' Saut Nandi.
Nina, Pandi, Astuti dan Kamal hanya tersenyum penuh rasa senang, bisa berkenalan dengan salah satu pengusaha besar yang baik hati dan berbudi luhur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Jangan lupa sertakan like, comentar, saran juga boleh, jadikanlah favorit bila suka, dan berikan votenya serta hadiah.
Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
''Assalam mualaikum''