
Ke esokan harinya, ketika tanggal di almanak tanggal merah dan semua karyawan buruh suasta dan pegawai negri pada libur.
Toglo waktu itu mendapat telepon dari pemilik warung kopi di pasar kenanga, Bahwa ada sekelompok orang yang lagi mencarinya mereka semua berbadan tegap dan bermata sipit.
Toglo langsung meluncur ke gang si'iran, begitu pula Jaroni dengan motor Rx kingnya melaju keluar dai Gang Dukuh menuju Gang Si'iran.
Singkat Cerita para famili Gang Si'iran sudah meluncur ke jalan kenanga, yang sebelumnya telah di share lock tempat untuk bertemu oleh Bos Jarot.
Setibanya di tempat di sebuah lapangan yang sepi jauh dari keramaian, nampak puluhan orang dari anak buahnya Bos Jarot tujuh orang di antaranya berkulit kuning dan bermata sipit, Nandi beserta para famili Gang Si'iran menghentikan laju kendara'annya.
"Seperti nya mereka telah bon tujuh orang yang bermata sipit adalah orang-orang bayaran, saya merasakan orang sipit itu tingkat beladiri sudah sangat mumpuni." Bisik Nandi pada para famili Gang Si'iran.
"Iya betul pak Bos, kayanya mereka dari perguruan kungfu." Timpal Toglo.
Sementara Bos Jarot dan puluhan anak buahnya beserta tujuh orang bayaran dari perguruan kungfu taichi, merasa yakin akan kemenangannya, karena lawannya cuma dua belas orang.
"Heh siapa ketua dari kalian?." Tanya Bos Jarot dengan suara lantang.
Kemudian Nandi maju ke depan dengan sangat tenang.
"Kami bukanlah perkumpulan, dan di antara kami tidak ada yang namanya ketua, kami hanya famili persahabatan dalam satu wilayah." Ujar Nandi.
"Ah terserah, mau bersahabat mau Geng yang penting sekarang saya beserta anak buah saya aka merebut kembali wilayah yang sudah anda ambil." Dengus Bos Jarot.
Nandi beserta para famili Gang Si'iran tertawa lucu.
"Ahahaha...Apa gak salah yang gua dengar barusan, yang sudah merebut itu anda apa kami, jelas-jelas wilayah kenanga itu berada di wilayah kami, asal anda tau para pedagang dan tukang parkir itu banyak warga Gang si'iran, dan kami bukan merebut, tapi mempertahankan apa yang sudah menjadi hak Warga Gang Si'iran, dan anak buah anda sudah se enaknya makan dan minum tidak bayar, me malak setiap pengunjung yang datang dan kami bertindak membela mereka." Tutur Nandi.
"Oke kalau begitu,, kalau emang penyelesaianya harus melalu jalan perang, kami The Famili Gang Si'iran tidak akan pernah mundur seujung kuku pun." Timpal Nandi lanjut bicara mulai bangkit amarahnya.
"Aah persetan dengan ocehanmu, Seraaaang........Teriak Bos Jarot.
Begitu Bos Jarot memberi komando dengan kata serang, puluhan anak buahnya beserta tujuh orang bayarannya langsung melompat menyerang Nandi dan para famili Gang Si'iran.
Nandi dan yang lainnya pun langsung melompat masuk ke tengah arena., sedangkan tujuh orang bayaran Jarot langsung berhadapan dengan Nandi, Toglo, Jaroni, Gito, Kamal, Hasan dan Pandi.
Sementara puluhan anak buahnya Jarot langsung di sambut oleh Astuti, Mira, Doni, Asep beserta anak Gang Si'irann lainnya.
Pertempuran yang sangat sengit, kalau melihat jumlah Nandi dan para famili Gang Si'iran jelas kalah banyak, pertempuran yang sangat tidak seimbang, Tapi skil bela diri para famili Gang Si'iran di atas rata-rata.
Nandi, Kamal, Pandi, Gito, Toglo, Jaroni dan Hasan, bertempur melawan tujuh orang bayarannya Jarot, begitu sangat sengit pertempuran antara bela diri Silat dengan Kungfu begitu sangat menggidikan.
Kelebatan kelebatan sapuan dan tendangan begitu cepat dan agresip, saling hantam untuk saling menjatuhkan.
Nandi dan para sahabatnya kini mendapat lawan yang sepadan, kalau di lihat dari skilnya mereka sama-sama kuat dan tangguh, dan yang di butuhkan oleh para petarung saat ini adalah ke kuatan mental.
Seperti Toglo, Jaroni dan Nandi mempunyai mental yang sangat kuat, Jaroni bergerak begitu cepat dengan permainan Double sticknya, meski mereka sama-sama saling menjatuhkan, tapi mental dan jiwa Jaroni adalah mental petarung sejati begitu pula Nandi dan Toglo, melesat dengan cepat dan berputar menjelajahi pertahanan lawan untuk mengetahui titik kelemahannya.
Toglo dan Nandi banyak menguasai jenis bela diri sehingga dalam segala posisi atas dan bawah Toglo dan Nandi bisa menguasainya.
Serangan-Serangan orang bermata sipit terus mendesak pertahanan Nandi dan Toglo, sehingga pada sa'at mereka sudah bertarung dalam dua puluh Jurus Nandi dan Toglo kecolongan dua kelebatan tendangan dan pukulan kungfu menghantam dada Toglo dan Nandi, sehingga Nandi dan Toglo terdorong mundur lima langkah dan hampir terjatuh, untuk mengatur strategi dan siasat Nandi berbisik.
"Wah hebat juga mereka." Bisik Nandi sambil saling pandang dengan Toglo.
__ADS_1
"Iya benar pak Bos, kita kolaborasikan Jurus cimande dengan tarung derajat." Usul Toglo.
Nandi dan Toglo pun langsung bergerak membangun serangan dengan mendesak ke dua lawannya.
Kini giliran orang bermata sipit yang terdesak kewalahan menangkis Serangan dari Toglo dan Nandi, perpaduan Jurus cimande dengan tarung drajat, begitu sangat susah untuk di tembus oleh si mata sipit. Hingga pada jurus ke lima belas pukulan maut Nandi dan pukulan tinju Bumi Toglo berhasil mendobrak pertahanan lawannya.
Duk
Duk
Deeassss.....
Auuggghhh....
Kedua mata sipit itu langsung terpental jauh melayang. Belum saja tubuhnya sampai ke tanah, Nandi dan Toglo melesat dengan cepat seperti angin melancarkan tendangan kuda terbangnya.
Bug
Bug
Aaaauuuuuggghhhh...
Suara jerit kesakitan dari kedua orang bermata sipit bersama'an dengan jatuhnya tubuh mereka berdua, dan tidak bisa bergerak lagi.
Sementara Jaroni yang gaya bertarung sama percis dengan Tokoh Legenda Bruce Lee, begitu agresip dan berambisi ingin menjatuhkan lawannya.
Ciaa
Ciiaaattt...
Tak
Tak
Beletrok.
Double sticknya Jaroni berkelebat memutar dan menghantam lawan tiga kali hantaman. Di kepala dan kaki di bagian tulang kering.
Lawannya Jaroni pun di buat tidak berdaya ketika Double stick yang terbuat dari pohon Asam yang sudah berwarna coklat, mendarat tiga kali, tak kuasa lagi menahan rasa sakit hingga akhirnya si mata sipit itu, tidak kuasa lagi untuk menjaga keseimbangan, tubuhnya melorot jatuh di atas hamparan tanah merah.
Balaaakkk...
Tubuh dengan kulit kuning langsat terkapar dengan luka merobek di kepala, dan darah terus keluar mengalir membasahi rambut nya.
Sementara di posisi lain Astuti Mira, Doni, Asep dan yang lainnya bergerak begitu lincah dan sangat ganas, berkelebat, menghajar dan menghantam, begitu dan begitu.
Benturan-benturan senjata begitu nyaring dan menggidikan bulu kuduk, bagi yang melihat pertempuran itu yang lebih ganas dan sadis.
Para famili Gang Si'iran mempunyai skil bela diri di atas rata-rata dan bermental petarung sejati.
Sedangkan Bos jarot yang melihat pertempuran itu, kini ia semakin gelisah ketika melihat banyak anak buahnya yang tumbang dan bermandikan darah, sikapnya yang tidak menentu dengan jantungnya yang terus berdegup kencang di tambah biaya sudah keluar banyak untuk membayar para jago kungfu, ternyata jauh di atas harapannya untuk bisa kembali mengambil lapak.
Berjalan mondar-mandir sambil menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
"Siaal....Ternyata tujuh murid andalan Mistr Jun young, bisa di tumbangkan sama anak Gang Si'iran itu, dan semua anak buah ku sudah hampir bisa di lumpuhkan, hebat juga kedua wanita itu, sebuah tontonan yang tidak bagus, payaah." Gerutu Bos Jarot.
Sementara di arena pertempuran sudah nampak menurun volumenya, karena puluhan anak buahnya Bos jarot sudah banyak yang terkapar dan terluka parah, Astuti dan Mira yang masih nampak terlihat agresip dan ganas dalam membantai lawan-lawannya yang cuma mengandalkan bela diri ala anak jalanan, yang mengutamakan keberanian tanpak taktik dan siasat yang bagus, tentu saja sangat menguntungkan bagi Astuti, Mira, Doni, Asep dan yang lainnya.
Pertempuran yang sangat mendebarkan, Korbanpun sudah banyak yang berjatuhan, darah-darah telah mewarnai area tanah lapangan yang sepi jauh dari keramaian, di bantai oleh Astuti dan kawan-kawan.
Sementara, Gito, Pandi, Kamal dan Hasan, nampak masih sangat sengit bertempur melawan Ke empat jago kunfu bayarannya Bos Jarot.
Sepertinya Kamal dan yang lain sangat kewalan karena lawannya sangat hebat dan kuat, melihat suasana yang kurang menyenangkan Toglo dan Jaroni melompat memberi bantuan pada Pandi dan Hasan yang nampak ke teter.
"Bang Pandi, Bang Hasan biar gua sama Jaroni, kalian bantu Astuti." Bisik Toglo.
Pandi dan Hasan pun langsung melompat membantu Astuti dan yang lain untuk segera menyelesaikan misi yang sudah banyak memakan korban
Setelah Pandi dan Hasan datang membantu Astuti, Mira dan yang lainnya.
Hanya selang tiga puluh menit semua anak buahnya Bos jarot sudah berhasil di lumpuhkannya.
Begitupun Toglo dan Jaroni dalam membantu Kamal dan Gito melawan empat jago kungfu, meski sering sekali jatuh bangun, karena mental bertarungnya yang membaja, sehingga ke empat jago kungfu bayarannya Bos jarot semua tumbang di amuk oleh Toglo dan Jaroni dengan permainan Double Sticknya yang memukau, karena permainan Double Stiknya Jaroni sama percis dengan tokoh Legenda Bruce Lee perpaduan Jurus cimande dengan jurus Naga berhasil Jaroni menggabungkannya sehingga hasilnya sangat me mukau.
Dan ke emapt jago kungfu itu pun sampai tercengan dengan kehebatan jaroni dalam memainkan Double stick, sehingga mereka harus mengakui ke unggulan dari para petarung The Famili Gang Si'iran. Dan menyerah kalah dengan jiwa petarung sejati
Bos jarotpun sampai tidak habis pikir, dan menyerah tanpak sarat tidak akan lagi mengganggu dan membuat onar di kawasan Kenanga.
Kini si kidal sang penolong telah berhasil membuat kawasan perniaga'an menjadi aman dan tentram, para pedagang besar maupun kecil tidak harus mengeluarkan lagi biaya pungutan dengan dalih demi ke amanan, karena para preman yang biasa bikin onar sudah berdamai dan bertaubat kembali kejalan yang benar.
.................
Sepuluh tahun kemudian.
Rasa nyaman kini telah di rasakannya, oleh warga masyarakat dikawasan kota itu.
Dan The Famili Gang Si'iran (Si kidal Sang Penolong) telah menjadi buah bibir orang-orang, yang berhasil mendamaikan dan menciptakan rasa nyaman pada warga dan para pedagang.
Nandi dan Sindi yang di karuniai dua orang anak yaitu Anggita eka putri, yang saat ini sudah lulus sekolah menengah atas, dan mau melanjukan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan Andi Nayaka sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas lima.
Begitupun pasangan Kamal dan Astuti Gito dan Mira, Pandi dan Nina, Doni dan Melinda sudah dikaruniai dua orang anak, anak pertamanya hampir sebaya dengan Andi Nayaka selisih enam bulan.
Sedangkan Hasan sudah mempunyai mantu dari anak pertamanya.
Yang di dusul oleh Toglo dan Wulan, Jaroni dan Sapitri yang sudah menempuh hidup baru dua tahun kebelakang dan di karuniai seorang anak baru menginjak usia satu tahun setengah.
TAMAt
*********************************
Kini cerita Si kidal sang penolong telah usai dengan sebuah persahabatan the famili Gang Si'iran sudah berhasil menciptakan kedamaian di kalangan masyrakat.
Terima kasih pada para Author dan para reader yang sudah dengan setia mensuport karya ini.
Ma'afkan ๐๐atas segala kehilapan dan kesalahan Author, bila ada salah kata dalam tulisan maupun dalam dialog percakapan, ini semua datang dari kebodohan dan kecerobohan saya(Author).
Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.
__ADS_1