
Malam yang terus berlalu, angin pun sudah berhembus dingin terasa menyelimuti di setiap sudut-sudut kota.
Hiruk pikuk di jalanan nampak masih ramai, bermacam kendara'an masih memadati di jalan raya, mungkin sebagian ada yang pulang kerja dan sebagiannya lagi yang baru mau melakukan aktipitasnya bagian sip malam.
Di trotoar jalanan nampak lalu lalang orang-orang, ada pula yang cuma nongkrong meramaikan suasana di malam hari, dan ada pula yang berjalan sambil memainkan musik dengan sang vocal yang terus bernyanyi dialah pengamen jalanan.
Suasana di kota kembang, terutama di malam hari seperti di tempat pusat perbelanja'an sangat ramai sekali dengan para pengunjung, yang selalu memenuhi di setiap toko atau plaza, dan para pedangang kaki lima, yang banyak berjejer di setiap sudut-sudut tempat keramaian.
Seperti halnya dua orang perempuan kira-kira berusia dua puluh lima tahun, lagi berjalan keluar dari sebuah toko pakaian khusus untuk orang-orang yang berkantong tebal, sambil menenteng kantong belanja'an khusus sebuah toko tersebut, menuju pada sebuah kendara'annya yang lagi di parkir dia area parkiran toko itu.
Lalu kedua wanita itu membuka pintu mobil bagian depan, setelah remot controlnya untuk membuka kunci, di pijit terlebih dahulu.
Setelah keduanya berada di dalam mobil, kemudian salah satunya duduk sambil memegang setir kendali mobil tersebut, mungkin dia itu yang punya mobilnya.
Cekes kes kes.
grung gruuung......
Mobil pun sudah di nyalakannya, lalu sang tukang parkir datang dengan meniupkan periwitnya.
Dan mobil pun langsung melaju keluar, si tukang parkir bengong dengan pasang wajah penuh rasa kesal pada pengendara mobil tersebut.
"Buseet dah, dari tampangnya seperti anak kuliahan, tapi belagu dan tidak punya sopan santun sama sekali, gue sumpahin biar dapat kesialan di jalannya, amit-amit jabang bayi ulah saturut-turutna.'' Gerutu tukang parkir sambil murang maring.
Sungguh apes tukang parkir, di kira dapat uang parkiran dengan lumayan, karena melihat dari jenis kendara'annya pun sudah termasuk golongan orang tajir.
Begitulah kehidupan dalam menyikapi manusia itu tidak mesti di lihat dari tampangnya yang keren dan rupa yang cantik atau ganteng, itu semua belum tentu bisa menjamin di dalam bersikap, tapi tergantung dari orangnya juga.
Kehidupan di kota, beraneka ragam sipat, akhlak dan budaya, karena hampir semua suku ada di sebuah kota-kota besar.
••••••••••
Sementara kedua perempuan yang abis belanja itu, lagi melajukan mobilnya dengan santai, sambil ngobrol ngaler ngidul dengan temannya.
''Eeh Kai, ko lo' tadi tidak ngasih parkirannya sih, nanti kalau kita kesana lagi, bisa-bisa kena omel lo'.'' Ujar temannya yang bernama Rina.
Ternyata kedua perempuan itu Kaila dan Rina, teman kuliahnya Nina yuni pranata atau biasa di sebut Nina yunita, masih teman Astuti juga dulu, tapi Astuti tidak menyukai pada ke dua perempuan itu yang so' tajir dan suka pamer kekaya'an orang tuanya, kemudian Kaila berkata.
"Biarin aja, ya bilang aja kita lupa, selesai kan." Jawab Kaila.
"Lo' ternyata kejam juga." Ujar Rina.
"Iya lah, kalau gak di gituin nanti kebiasa'an, gak usah diparkirin juga, gue bisa sendiri ko." Jawab Kaila dengan sombongnya.
Saking asiknya mereka ngobrol, tanpa di sadari oleh mereka, ada dua pengendara kendara'an roda dua lagi mengikutinya dari belakang, tapi kaila dan Rina sedikitpun tidak menaruh curiga pada dua motor tersebut, sehingga setibanya dijalanan yang sepi dijalan mau menanjak, tiba-tiba dua motor tersebut menyalip dan langsung menghadangnya di depan.
Betapa kagetnya kaila dan Rina, dengan replek ia mengijak remnya.
"Apa-apa'an sih lo kai, bisa bawa mobil gak sih." Ujar Rina sedikit emosi.
Kaila tidak menjawab, ia cuma memberi kode bahwa ada dua motor lagi menghadangnya.
Rina pun melotot, nampak dua orang berwajah sangar sedang mengetuk-ngetuk pintu mobil, sambil berkata kasar.
"Woi buka, buka cepetan atau gue pecahin nih kaca mobil mu." Ujarnya.
Kaila dan Rina saling berbisik.
__ADS_1
"Waduh gimana nih, gue bingung." Ujar kaila minta pendapat Rina.
"Ya sudah lo' mundurin aja mobilnya, lalu tancap gas, bila perlu tabrak aja biar mampus." Jawab Rina memberi solusi.
Kaila pun lalu memundurkan mobilnya, lalu ia membantingkan setirnya ke kanan dan di tancap gas pool.
"Kurang ajar jangan lari kau." Teriak dua lelaki itu sambil memburu lagi pada motornya untuk mengejar kaila dan Rina yang sudah melaju kencang mengambil jalur jalan ketupat karena kawasan itu selalu ramai dan banyaknya pabrik-pabrik industri.
Kini terjadilah kejar kejaran di antara dua kendara'an itu, Kaila mengejar waktu supaya cepat sampai di tempat aman, sedangkan motor itu terus mengejar mobil yang dikendarai oleh Kaila.
Karena nasib baik lagi tidak berpihak pada Kaila dan Rina, mendadak di kawasan jalan ketupat tiba-tiba sepi tidak ada orang yang biasa suka nongkrong kini mendadak sepi, dan akhirnya motor itu berhasil memeped mobil Kaila.
Preekk.....
Terdengar suara pecahan kaca, ternyata salah satu pengendara motor itu menghantam kaca mobil Kaila dengan sebuah benda tumpul, kaila pun semakin ketakutan, dalam mengendalikan mobilnya jadi tidak konsentrasi, mobil pun oleh ke kiri dan ke kanan dan akhirnya.
Cekiiiitttt.....
Kaila menginjak remnya karena mobil mau menghantap pembatas jalan.
Kemudian kedua lelaki itu turun dari motornya dan lansung melompat sambil menodongkan pisau lipat pada Kaila.
"Diam lo, atau kalian berdua gue abisin."
Kaila dan Rina pun sangat ketakutan, lalu Kaila memberanikan diri untuk bicara.
"Kalian mau ngapain, atau gue teriak biar kalian di hajar masa." Ancam Kaila.
"Hahaha, teriaklah nona-nona cantik, disini tidak akan ada orang." Ujarnya sambil memegang tangan Kaila.
"Lepasin kurang ajar, tolooooong...Toloooong." Teriak kaila berontak.
"Aduuuhh."
Kaila dan Rina sampai terjatuh menimpa aspal jalan.
"Tolooooong...... Tolooooong." Teriak Kaila da Rina.
Tapi tak seorangpun ada manusia yang datang memberi pertolongan.
Sementara ke dua lelaki itu langsung mengambil tas miliknya Kaila dan Rina, dan di bukanya tas tersebut, lalu di ambilnya isi dari dalam ke dua tas itu, dua buah handpon dengan harga mahal dan uang sisa belanja yang masih banyak jumlahnya.
"Ternyata kedua wanita ini anak orang kaya." Ucap lelaki itu.
Lalu mereka berjalan mendekati Kaila dan Rina.
"Diam kalian atau gue cemplungin kebawah kali sana." Ancam ke dua lelaki itu.
Ketika kedua Lelaki itu mau mengikat Kaila dan Rina, mungkin tuhan masih menyayangi pada ke dua perempuan angkuh itu, tiba-tiba sebuah bayang berkelebat menghajar punggung kedua lelaki itu.
Duk
Duk...
Bruuukkk.
Kedua lelaki itu tersungkur, lalu dengan cepat mereka mengangkat tubuhnya dan berdiri.
__ADS_1
"Kurang ajar, siapa kamu?." Tanya salah satu dari lelaki itu.
"Tidak perlu tau siapa gua, yang jelas tindakan kalian sudah melanggar hukum." Jawab seorang pria berpostur jangkung padat dan berisi.
"Ooh mau jadi pahlawan kesiangan rupanya, jadi lo' sudah bosan hidup." Ujarnya.
"Cepat kembalikan miliknya kedua wanita itu." Ujar pria tersebut.
"Kurang ajar heeaaaaa.."
Kedua lelaki itu langsung menyerang pria jangkung, dengan pukulan dan tendangan, tapi pria itu begitu tenang dan langsung mengcaper serangan-serangan ke dua lelaki tersebut.
Bak
Buk
Bak
Buk..
Suara caveran serangan demi serangan begitu jelas, tapi pria jangkung dengan sangat entengnya menghadapi serangan kedua lelaki itu.
Sebruuuuuuttt.
Kedua lelaki itu melompat sambil menghujankan pukulannya, tapi Pria itu cukup mengcapernya dengan kedua tangannya, lalu menggeserkan tubuhnya ke kanan dan di sa'at itu pukulan gunting melesit dengan cepat menghantam pelipisan dari salah satu temanya.
Hiuuuuukk
Deeeaaaasssss....
Auuugghh. suara kesakitan dari salah satu lelaki itu, nampak keluar dari pandangannya puluhan kunang-kunang, dan tubuhnya mulai goyang-goyang, di saat itu pula Nandi melesit sambil memutar kan tubuhnya, tidak bisa di hindari lagi tendangan parabol menggedor lelaki itu.
Deeeeessss.......
Blaaakkk.
Tubuh lelaki itu jatuh dan tersunkur di pinggiran jalan, hingga tidak berdaya lagi.
"Ayo maju, atau lo' pingin bernasib serupa dengan temanmu itu." Ujar pria jangkung itu, sambil menunjuk pada tubuh yang terkujur tidak berdaya.
"Jumawa kau, heaaa." Lelaki itu melompat sambil mencabut sebuah pisau belati dari balik jaketnya.
Sebuah serangan yang ceroboh, dan tidak di perhitungkan dulu, ketika tubuh lelaki itu lagi melayang dengan belati di tangan kanannya, pria jangkung itu menarik kaki kanan ke kiri selangkah, lalu sebuah pukulan tangan kiri melesat dengan cepat.
Hiuuukk
Deeaaasssss....
Aaaauuuuggghhhhhhh...
Suara jerit kesakitan terdengar bersama'an dengan jatuhnya tubuh lelaki itu, dan langsung tidak sadarkan diri.
*******
Bersambung.
Terima kasih atas dukungan dari kaka author dan para reader, ikuti terus krlanjutannya di episode selanjutnya, jangan lupa sertakan like, comentar, jadikan favorit bila suka, berikan votenya serta hadiah.
__ADS_1
Salam sehat dan sukses selalu
"Assalam mu'alaikum"