
Di dalam perjalanannya mengantar Wawan dan Wiwin untuk bertemu dengan Nandi, bi Irah terus aja ngajak bicara pada kedua anak tersebut.
Wawan dan Wiwin pun kini nampak ceria lagi seperti telah bertemu dengan sosok seorang ibuk.
Saking asiknya mereka ngobrol, Wawan dan Wiwin pun merasa terhibur, sehingga tidak terasa, bi Irahpun sudah menghentikan langkahnya.
''Nah ini rumahnya si kasep, yang bibi ceritain tadi.'' Ucap bi Irah.
Wawan dan wiwin sampai melotot sambil memperhatikan textur bangunan rumahnya Nandi yang sangat bagus dan enak di pandang.
''Bagus sekali rumahnya bibi, enak dipandang, resik dan bersahabat.'' Ucap Wawan.
Kemudian Wiwin pun berkata sambil menunjuk pada pekarangan yang ada tamannya,
''Iya kaka rumahnya pak Nandi bagus, ada tamannya.'' Pungkas Wiwin.
Kemudian bi irah melangkah menuju pintu gerbang, lalu di ketuknya pintu gerbang yang terbuat dari besi galvanis itu.
Tek
Tek
Tek
''Assalam mualaikum.'' Sapa bi Irah.
Kemudian setelah selang beberapa menit dari bi Irah mengucapkan salamnya, nampak terlihat pintu depan terbuka bersama'an dengan munculnya seorang wanita cantik tersenyum yang di ikuti oleh anak kecil hampir sebaya dengan Wiwin.
''Eeh bi Irah, ada apa bi?.'' Tanya wanita itu yang tak lain adalah Sindi.
''Si kasepnya ada neng sindi?.'' Bi Irah balik bertanya.
''Aa Nandi maksud bibi?.'' Tanya lagi Sindi.
''Ya iya siapa lagi atuh, si kasep jang Nandi.'' Jawab bi Irah.
''Hehee,, bibi ada-ada aja, barusan aja sudah ke kantor, emang ada apa gitu bi, terus kedua anak ini siapa?.'' Tanya Sindi.
Kemudian bi irah menceritakan maksud kedatangannya dengan Wawan dan Wiwin.
''Ooh begitu, terus adek-adek ini bisa kenal dengan pak Nandi di mana?.'' Tanya Sindi pada wawan.
Wawan pun langsung menceritakan waktu pertama kalinya bertemu dengan Nandi, waktu Nandi lagi membeli kue surabi, di ceritakan pula obrolannya waktu itu dengan Nandi pada Sindi.
''Nah begitu ceritanya buk.'' Ucap Wawan, dengan perasa'an hati berdebar-debar takut mendapat cacian lagi seperti tukang kios itu.
Sindipun jadi terharu, ditambah Anggita yang mempunyai hati welas asih, berkata pada ibuknya.
''Ibuk kasihan mereka, beli'in baju dong buat si abang dan si teteh.'' Ucap Anggita.
Sindipun lalu menyuruh kakak beradik itu masuk, dan bi Irahpun pamit untuk pulang kerumahnya.
''Ya sudah neng Sindi bibi pulang dulu, wawan, Wiwin bibi tinggal dulu ya.'' Ucap bi Irah
''Iya bibi, terima kasih sudah mengantarkan ku.'' Ujar Wawan.
Dan setelah itu Wawan dan wiwin di persilahkan untuk masuk kedalam rumah, tapi wawan seperti merasa malu untuk memasuki rumah mewah itu.
''Ayo nak masuk.'' Ajak sindi.
''Tidak buk aku dan adiku menunggu di sini saja.'' Ucap Wawan.
Kemudian Sindi dan Anggita dengan intens memperhatikan wajah Wiwin.
''Mah si teteh ini ko mirip sekali ya sama bang Toglo.'' Ucap Anggita.
''Iya betul sayang.'' Ucap Sindi.
Karena Wawan dan Wiwin tidak mau di ajak untuk masuk, Sindi pun menyuruh Anggita untuk menemaninya, kemudian Sindi masuk kedalam, untuk membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Sindi kembali dengan membawakan makanan dan minuman untuk kedua kaka beradik itu.
''Sekarang kalian makan dulu, tidak usah sungkan-sungkan, Ibuk mau panggil dulu pak Nandi.'' Ucap Sindi.
''Iya buk terima kasih, duuh ma'ap buk aku dan adiku sudah merepotkan ibuk dan pak Nandi.'' Ucap Wawan.
''Tidak ko, bentar ku mau panggil dulu pak Nandinya, sayang tolong ambilin handpon mamah di kamar diatas meja ya.'' Perintah Sindi pada Anggita.
''Tidak usah buk, pak Nandi kan lagi kerja, nanti jadi terganggu gara-gara kedatangan kami.'' Ucap Wawan.
''Kalian tenang aja, pak Nandi tidak seperti itu orangnya, lagian pak Nandi juga sudah bercerita pada ibuk tentang kalian berdua, malahan pak Nandi berpesan pada ibuk suruh memanggilnya bila kalian sudah datang.'' Ujar Sindi.
Lalu wawan berkata dalam hati.
''Sungguh baik sekali pak Nandi dan buk Sindi, ternyata ucapan tukang kios itu jauh dengan kenyata'an.'' Gumam Wawan dalam hatinya.
Setelah itu Anggita datang dan menyerahkan sebuah handpon pada Sindi.
''Ini mah handponnya.'' Ucap Anggita.
Setelah handpon berada dalam genggamannya, kemudian Sindi menyalakan handponnya dan di bukanya aplikasi whatssap, lalu sindi melakukan panggilan pada Nandi, nampak dilayar kaca bertuliskan berdering pertanda panggilan sudah terhubung.
Setelah itu panggilan pun sudah di angkatnya.
📞.Sindi ''Halo aa ma'ap kalau mengganggu kerjanya.''
📞.Nandi ''Tidak apa-apa sayang, ada apa?.''
📞.Sindi ''Ini aa yang di ceritakan waktu di rumah bapak itu, sekarang orangnya sudah ada di rumah.''
📞.Nandi ''Syukur atuh, kasih dulu makan sayang pasti mereka lelah habis berjalan yang lumayan jauh, bentar lagi ku situ.''
📞.Sindi ''Sudah sayang, itu mereka lagi pada makan di temani Anggita.''
📞.Nandi ''Alhamdulilah atuh, ya sudah, lima belas menit lagi ku ke rumah, soalnya lagi tanggung nih kerja'an tinggal dikit lagi.''
📞.Sindi ''Iya suamiku sayang.''
''Makanannya abisin, eeh namanya siapa?.'' Tanya Sindi pada Wawan.
''Namaku Wawan dan ini adiku Wiwin.'' Jawab Wawan.
''Ooh nama yang bagus, seperti kembar aja cuma beda satu hurup.'' Ucap Sindi.
Kemudian Anggita pun ikut bicara dengan gayanya yang lucu.
''Ooh, jadi ini bang wawan, dan ini teh Wiwin, bagus deh jadi aku manggilnya gampang, wanwin.'' Ucap Anggita.
Wawan dan Wiwin pun tertawa riang, dengan sikap jenakanya Anggita.
''Hehehehee, non Gita bisa aja.'' Ucap Wawan
''E'eeh kamu tidak boleh begitu sayang, harus bersikap lebih sopan pada orang yang lebih tua darimu.'' Uajr Sindi.
Kemudian Wiwin pun berbicara yang sebelumnya cuma senyam senyum aja.
''Tidak apa-apa buk, wiwin pun seneng ko di panggil begitu.'' Ucap Wiwin.
''Aku juga bercanda ko mah, bang Wawan, teh Wiwin ma'apin Gita ya, aku bercanda ko.'' Ucap Anggita.
''Tidak apa-apa dek Gita, kamipun seneng ko, malahan bang Wawan pun suka bercanda sama dek Wiwin.'' Ujar Wawan.
Dan setelah itu, nampak terlihat di luar gerbang Nandi lagi berjalan memasuki gerbang, lalu Wawan dan Wiwin menyambutnya dengan mencium tangannya Nandi.
''Sudah pada makan belum kalian.'' Sapa Nandi.
Wawan dan Wiwin pun langsung menjawab.
''Sudah pak, aku dan adiku sangat berterima kasih sekali atas kebaikannya bapak, ibuk dan dek Gita, padahal di luar sana tidak sedikit orang yang menghina dan mencaci maki kami.'' Ujar Wawan.
__ADS_1
'' Ya itulah kehidupan, dan kalian jangan berkecil hati, dan harus tetap optimis dan bedoa, ucapan orang begitu itu sebenarnya untuk dirinya sendiri.'' Ucap Nandi.
Sepintas Nandi memperhatikan wajah dan bentuk tubuhnya wiwin dengan intens sekali.
''Subhanallah adek ini ko mirip sekali ya dengan Toglo, apa mungkin ada pertalian darah dengan mereka bedua.'' Gumam Nandi dalam hatinya.
Nandi sangat tersentuh hatinya melihat pakaiannya Wawan dan Wiwin yang sudah lusuh dan bolong-bolong, mungkin Wawan dan Wiwin cuma punya pakaian itu yang dipakai, ibarat kata, baju satu kering di badan.
Kemudian Nandi merogoh handponnya, lalu di buka kamera di via whatssap, dan setelah itu Wawan dan Wiwin di potretnya dan ditulis dibawahnya sebuah chat.
📱.Nandi ''Pit kamu sekarang pergi ke toko pakaian dan belikan empat pasang-empat pasang, untuk anak-anak ini, kamu tau kan kira-kira ukurannya.''
Setelah itu Sapitri sekertarisnya Nandi membalas chat dari Nandi.
📱.Sapitri ''Baik pak, iya saya tau, nanti saya perlihatkan pada pelayan tokonya.''
📱.Nandi ''Oke kalau begitu, tanks ya pit, buat pembayarannya kamu ambil aja di rekening pribadiku.''
📱.Sapitri ''Oke pak, saya segera berangkat.''
Setelah itu Nandipun langsung menutup kembali handponnya, lalu mengajak Wawan dan Wiwin masuk kedalam, kemudian Nandi menyuruh Kaka beradik itu untuk mandi, karena Nandi pingin mereka terlihat lebih dihargai oleh orang, apalagi Nandi mengingat sebuah pepatah, bahwa kebersihan itu sebagian dari pada iman.
Dan setelah itu, Sapitri datang, dengan membawa apa yang telah Nandi pesankan.
''Assalam mualaikum, ini pak pakaian yang bapak pesen itu, seandainya kekecilan bisa ko di tukar kembali.'' Sapa Sapitri.
''Wa alaikum salam, ya sudah, pas banget dan mereka lagi mandi di kamar mandi belakang.'' Ucap Nandi.
...Sementara Wawan dan Wiwin, sudah selesai mandinya, Sindi pun memberikan pakaiannya dengan yang baru Sapitri belikan, kebetulan sekali pakaian yang sapitri belikan pas banget di tubuh Wawan dan Wiwin....
...Selepas itu Nandi sekeluarga, berkumpul bersama Wawan dan Wiwin di taman halaman depan rumah....
Nandi pun mulai bertanya pada kedua anak tersebut, meminta untuk menceritakan lagi, tentang kehidupannya sewaktu masih ada kedua orang tuanya.
Wawan pun menceritakan semua apa yang di ingatnya semasa masih kecil.
Nandi dan Sindi sangat terharu sekali mendengar cerita kehidupannya wawan dan wiwin setelah kedua orang tuanya meninggal.
''Apakah ibumu pernah menceritakan, siapa nama abangmu yang terbawa oleh arus air itu?.'' Tanya Nandi.
''Iya pernah, kalau gak salah nama abang yang hanyut terbawa oleh arus itu adalah, Wanda.'' Jawab Wawan.
Kemudian Nandi berpikir, dengan hati yang penuh keyakinan, bahwa Wawan dan Wiwin masih ada kaitannya dengan Toglo.
''Ini mesti gua telusuri pada nenek Jumi, barang kali bisa mendapat gambaran yang jelas.'' Gumam Nandi dalam hati.
''Ya sudah sekarang kalian main aja dulu sama gita, saya mau kerja lagi, nanti sepulang kerja aku kenalkan pada orang tua saya.'' Ucap Nandi.
''Baik pak, terima kasih, pakaiannya, ma'ap aku dan adiku jadi ngerepotin bapak,, kalau boleh, aku minta pekerja'an disini pak, kerja apa saja yang penting halal.'' Ujar Wawan.
''Tenang aja, wan, saya sudah siapkan pekerja'an untuk kamu.'' Ujar Nandi.
Wawan pun langsung beranjak dari tempat duduk lalu merangkul ke dua kaki Nandi.
''Terima kasih banyak pak Nandi, atas kebaikan bapak sekeluarga, insa allah aku akan sungguh-sungguh bekerja, supaya tidak lagi di hina orang.'' Ucap Wawan.
Kemudian Nandi menyuruh Wawan untuk berdiri sambil mengangkat kedua bahunya Wawan.
''Sudah, kamu tidak boleh bersikap begitu, saya cuma manusia biasa, dan yang wajib kamu sembah adalah allah subhanahu wata'ala, yang memberi kamu rijki.'' Ucap Nandi.
Wawan pun langsung berdiri sambil terisak-isak menangis karena sangat bahagia, sudah di tolong oleh Nandi.
Sedangkan Nandi kembali lagi ke kantor karena masih banyak kerja'an yang belum beres.
*******
Bersambung.
Terima kasih pada kaka author dan para reader yang sudah memberi dukungannya.
__ADS_1
Salam sehat dan sukses selalu.
''Assalam mualaikum''