SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 110


__ADS_3

Pukul 08:30 menit.


Nandi dan sindi berpamitan sama buk suminar untuk pulang, karena hari itu akan ada tes buat yang sudah memasukan lamaran diperusaha'an nandi, tes gelombang kedua.


Setelah itu nandi dan sindi sudah masuk kedalam mobilnya, terus nandi dan sindi melambaikan tangannya pada buk suminar, se iring dengan melajunya mobil tersebut.


Dan setelah mobil menjauh dari rumahnya buk suminar kini nandi telah menutup kembali kaca jendela mobil itu.


Mobil pajero new sport, sudah mulai memasuki jalan raya ketupat, dan nandi langsung tancap gas, mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, banyak kendara'an yang nandi salip, dan medan jalan yang menanjak dan menurun serta banyaknya tikungan telah nandi laluinya.


Setibanya di perbatasan jalan yang mau memasuki jalan delima raya, nampak terlihat oleh nandi banyak orang dan lajunya kendara'an pun jadi tersendat-sendat.


''Ada apa ini, tumben jam segini macet.'' Ucap nandi.


''Iya sih, biasa jam segini jalanan lancar.'' Saut sindi.


Terus nandi membuka kaca pintu jendela samping kiri dan bertanya pada salah seorang yang lagi berdiri disamping mobilnya.


''Ma'ap bang ini ada apa ya, ko banyak orang berkerumun?.'' Tanya nandi.


Terus orang itu melirik kearah nandi yang lagi menyetir.


''Ada kecelaka'an pak, tabrak lari, kasihan orang itu, pendarahan yang terus keluar dari kepalanya.'' Jawab orang tersebut.


''Terus orangnya meninggal gak.'' Ujar nandi.


''Orangnya masih hidup pak.'' Sautnya.


Terus nandi pun keluar untuk melihat yang lagi mengalami kecelaka'an itu, dengan berdesakan nandi memasuki kerumunan orang-orang itu.


''Ma'ap pak kasih jalan.'' Ucap nandi.


Dan orang yang lagi berkerumun itu minggir-minggir untuk memberi jalan pada nandi, setelah nandi melihat orang tersebut, nampak banyak yang berceceran darah dijalan yang terus keluar dari kepala orang yang celaka itu.


''Masa allah, kenapa gak di tolongin bang, kan kasihan.'' Ucap nandi.


''Ma'ap bang bukannya kita tidak mau menolong, tapi kita lagi menunggu polisi datang.'' Ujarnya.


''Waah kelama'an bang, mau sampai kapan menunggu polisi datang, sampai orang ini mati gitu, ayo bantuin masukin ke mobil gua, biar gua bawa kerumah sakit, dan dua orang ikut sama gua ya.'' Ucap nandi.


Setelah itu orang tersebut di gotong beramai-ramai untuk dimasukin kedalam mobilnya nandi.


Lalu selepas itu nandi pun langsung tancap gasnya, dan dua orang ikut bersama nandi sebagai saksi sebuah kecelaka'an tabrak lari.


Tiga puluh menit kemudian nandi telah tiba di depan rumah sakit harapan, terus nandi mengendalikan mobilnya masuk ke halaman depan ruangan igd, dan nandi lalu keluar dari mobilnya terus berlari memasuki lobi depan ruangan igd.


''Ma'ap suster ada pasien gawat darurat.'' Ucap nandi.


Lalu kedua suster itu pun berjalan cepat dengan mendorong sebuah branker.


Setelah tiba di dekat mobilnya nandi, nandi pun langsung menbuka pintu bagian belakang, untuk mengekuarkan orang yang kecelaka'an itu, dengan di bantu oleh kedua orang tersebut sebagai saksi mata pertama yang melihat jelas kecelaka'an itu.


Orang itupun kini sudah berbaring di atas branker, dan kedua suster mendorongnya memasuki ruangan igd untuk segera memberikan pertolongan.


Tidak lama kemudian dokterpun memasuki ruangan itu.


''Ma'ap bapak dan ibuk silahkan tunggu diluar, biar dokter yang menanganinya.'' Ucap suster.

__ADS_1


Setelah itu nandi, sindi dan kedua orang saksi duduk dibangku sambil menunggu hasil dari pemeriksa'an dokter.


Setelah beberap menit nandi menunggu, nampak terlihat sebuah pintu yang memasuki ruangan itu terbuka perlahan, dan muncul lah seorang suster.


''Ma'ap apakah bapak ini keluarga dari korban kecelaka'an itu?.'' Tanya suster.


''Saya saudaranya sus, terus gimana keada'annya sekarang.'' Jawab nandi mengaku sebagai saudaranya korban.


''Korban banyak sekali mengeluarkan pendarahan, yang tentunya membutuhkan donor darah, yang kebetulan persedia'an darah dengan golongan darah o' plus stoknya habis.'' Ucap suster.


''Kebetulan sus, golongan darah saya o positip, ambilah sebanyak banyaknya sus, biar saudara saya bisa terselamatkan.'' Ujar nandi.


''Saya juga sama sus, golongan darah saya o.'' Pungkqs sindi.


''Ya sudah bapak dan ibuk ikut saya.'' Ujar suster.


Sebelum nandi dan sindi pergi mengikuti suster, nandi berpesan pada kedua orang saksi itu.


''Bang, abang tunggu dulu disini gua dan istri gua mau menyumbangkan darah dulu.'' Pesan nandi.


''Oke bang.'' Jawabnya.


Setelah itu nandi dan sindi pun mengikuti suster memasuki sebuah ruangan untuk mendonor kan darahnya.


Singkat cerita nandi dan sindi telah berhasil menyumbangkan darahnya, kini nandi dan sindi masih terbaring lemes di sebuah ranjang besi, karena sebagian darahnya sudah di ambil untuk disumbangkan pada orang yang habis mengalami kecelaka'an tabrak lari itu.


Terus seorang dokter datang memasuki ruangan di mana nandi dan sindi yang masih dalam keada'an berbaring lesu.


''Selamat siang,, dengan pak nandi.'' Sapa se orang dokter itu.


''Ma'ap ya pak saya akan memeriksa dulu keada'an bapak.'' Ucap dokter.


''Ooh silahkan dok.'' Ujar nandi.


Setelah itu dokterpun memeriksa keada'an nandi setelah ia melakukan pendonoran darahnya pada pasien yang lagi kritis akibat kecelaka'an tabrak lari.


Begitu pula sindi, setelah dokter selesai memeriksa kondisinya nandi, sang dokterpun langsung bergegas masuk keruangannya sindi, yang dibantu dengan seorang suster.


''Selamat siang, dengan buk sindi, bagai mana keada'an ibu?.'' Tanya dokter.


''Siang juga, iya dok nama saya sindi, saya masih lemes dok.'' Saut sindi.


''Saya periksa dulu ya.'' Ucap dokter.


Sindi pun lalu diperiksa keada'annya oleh dokter, agar supaya cepet pulih kembali.


Setelah nandi dan sindi merasakan kondisi tubuhnya serasa enteng mereka pun lalu beranjak dari tempat itu untuk menemui kedua saksi yang menunggu di depan ruangan igd.


Begitu nandi sampai di tempat itu, nampak seorang suster lagi beradu argumen dengan kedua orang saksi itu.


''Ma'ap ada apa ya sus?.'' Tanya nandi.


Suster pun lalu melirik ke arah nandi dan sindi.


''Ini pak, tadi saya nanya pada kedua si bapak ini.'' Ucap suster.


''Masalah apa emang sus?.'' Tanya nandi.

__ADS_1


''Ini mau di pesum gak, terus pasien kan mau di pindahin ke ruangan rawat inap, mengingat kondisinya yang sangat tidak memungkinkan, terus masalah biayanya siapa yang mau bertanggung jawab.'' Ucap suster menjelaskan.


''Ooh tentu saja, pokonya rawat pasien sampai benar-benar sembuh, terus masalah biaya saya yang bertanggung jawab disini.'' Ujar nandi.


''Ooh baiklah kalau begitu, dan tolong bapak tulis nama dan tanda tangannya, setelah itu bapak bisa mengurus masalah biayanya di lobi depan.'' Ucap suster.


Pasangan nandi sindi memang pasangan yang serasi, mempunyai hati luhur budi dan suka menolong sesama.


Terus nandi dan sindi pergi ke tempat kasir untuk membayar biaya perwatan pasien, yang hingga sa'at ini masih belum sadarkan diri.


Setelah seluruh biaya perawatan nandi lunasin semua, meski nandi tidak membawa uang kes yang lumayan cukup besar, dan nandi membayarnya melalui kartu atm.


Dan setelah itu nandi dan sindi pun bergegas pergi keruang perawatan pasien, setibanya di tempat di ruang no sembilan nampak kedua orang yang dibawa nandi sebagai saksi, seperti lagi berbincang-bincang dengan dua orang yang berpakaian seragam kepolisian, terus nandi menghmpirinya dan bertanya.


''Assalam mualaikum.'' Sapa nandi.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya.


''Nah di bapak ini yang telah membawa korban ke sini pak.'' Ucap salah satu dari saksi itu.


Terus kedua polisi itu memandang dengan intens sekali pada nandi, Sambil pasang muka ramah tamah.


''Masa allah nandi?.'' Tanya pak polisi itu.


''Iya pak saya nandi, ko bapak kenal sama saya?.'' Nandi balik bertanya.


''Di kota ini siapa yang tidak kenal sama anda, pak nandi suryaman, seorang pengusaha yang cukup sukses sekaligus pelindung bagi masyarakat.'' Ucap pak polisi.


''Wah waah, bapak ini suka berlebihan bila memuji, saya manusia biasa pak, sama seperti orang-orang pada umumnya.'' Ucap nandi.


''Wah pak nandi ini suka merendah.'' Saut polisi.


''Ooh iya pak, ma'apkan saya pribadi, saya sudah mendahului pihak kepolisian, saya menolong karena demi kemanusia'an yang tidak tega melihat korban tergeletak dijalan dengan darah yang terus keluar, jadi saya langsung bawa korban kesini untuk menyelamatkan korban dari kematian, dan memang masalah hidup dan mati itu tuhan yang mengatur, tapi kita selaku manusia harus berusaha dulu, bukan begitu pak.'' Ucap nandi.


''Iya benar sekali pak nandi, terus apakah sudah ada pihak keluarga korban yang datang.'' Ujar pak polisi.


''Untuk sementara ini beluma ada yang datang dari keluarga korban.'' Saut nandi.


Setelah itu polisi meminta keterangannya dari kedua saksi mata, yang melihat jelas sa'at korban ditabrak oleh sebuah mobil dengan nomor polisi sekian sekian, sesudah jelasa keterangan dari kedua saksi itu, kedua polisi itu pun langsung pamitan pada nandi, untuk melacak keberada'an mobil dengan nomor polisi yang disebutkan tadi.


Ketika nandi dan sindi lagi duduk bersama kedua saksi itu, pintu ruangan tempat pasien dirawat itupun terbuka dan munculah seorang dokter, terus nandi berdiri dan bertanya pada dokter.


''Gimana dok keada'an saudara saya?.'' Tanya nandi.


''Alhamdulilah pasien sudah melewati masa kritisnya, dan kalian diperbolehkan untuk menjenguknya tapi tidak boleh lebih dari dua orang.'' Ucap seorang dokter


Lalu nandi dan sindi memasuki ruangan tersebut, nampak seorang pria lagi berbaring dengan kepala ditutupi kain perbal.


\=\=\=\=\=\=♣︎♣︎♣︎♣︎\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Terima kasih atas dukungan dari semuanya.


Salam sehat dan sukses selalu.


Assalam mualaikum.

__ADS_1


__ADS_2