SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
SIKIDAL SANG PENOLONG EPS 7


__ADS_3

Setelah Astuti mengganti salinnya, tidak lupa Astuti pamit pada ibunya untuk pergi sebentar menemani sahabatnya belanja, dan Bu sari pun mengijinkannya yang di iringi dengan doa seorang ibu pada putrinya, kini Astuti dan Ninapun langsung keluar menuju pada sebuah mobil Honda jaz warna hitam yang terparkir didepan rumahnya Astuti.


Terus Nina memijid remot control dan terdengar suara lock mobil terbuka, setelah itu Nina pun membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan Astuti masuk duluan.


Disaat Nina mau masuk dan menutup pintu mobilnya, terdengar suara motor yamaha Rk king datang dan berhenti didepan sebuah bengkel.


''Sebentar dulu Nin itu abang ku sudah datang.'' Kata Astuti sambil membuka lagi pintu mobil tersebut dan Nina pun ikut keluar.


''Aa Nandi, kenalkan ini sahabat ku, Nina.'' Ucap Astuti


''Ooh iya, kenalkan aku, Nandi suryaman kepanjangannya, biasa dipanggil Nandi aja.'' Ucap Nandi sambil mengulurkan tangannya.


Dan Nina pun menyambutnya.


''Nina yunita, biasa dipanggil Nina aja.'' Jawab Nina.


''Ooh nama yang bagus, berarti lahirnya bulan juni yah, hehee.'' Ucap Nandi.


''Looh, ko tau'', jawab Nina kaget.


''Ya cuma menebak aja, karena ada yuni nya, berarti identiknya bulan juni, begitu.'' Jawab Nandi.


''Tapi benar ko, malahan sebentar lagi ku ultah.'' Ucap Nina.


''Oooh yaa, selamat atuh, moga panjang umur dan murah rijki.'' Ucap Nandi.


''Aamiiin.'' Jawab Nina.


''Ngomong-ngomong mau pada kemana kalian ini?.'' Nandi Bertanya.


''Ku mau minta ditemenin ama tuti belanja, gak apa-apa kan, sebentar ko.'' Ucap Nina.


''Ya tidak apa-apa, tapi ingat kalau main itu harus ingat waktu ya, apalagi sebentar lagi hari akan gelap, kan tau sendiri kota bandung sekarang kaya gimana apa lagi dimalam hari.'' Ucap Nandi.


''Iya tenang aja, tidak lama ko.'' Ucap Nina.


''Ya sudah hati-hati ya dijalannya, de tuti hati-hati.'' Ucap Nandi.


''Iya Aa, terim kasih.'' Kata Astuti.


Setelah itu juga, Nina dan Astuti sudah memasuki lagi kedalam mobil, Nina kini mulai meyetir mobilnya dan melaju meninggalkan Nandi yang lagi berdiri memandang mobil tersebut.


Kini senja sudah berlalu, mataharipun sudah tidak lagi memancarkan sinarnya, Dan Adzan pun sudah berkumandang dimana-mana, pertanda panggilan untuk beribadah bagi umat muslim diseluruh dunia.


Nandipun langsung bergegas kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, karena waktu solat maghrib sudah tiba, para warga pun sudah pada berdatangan untuk melaksanakan solat berjamaah disebuah musola di gang si'iran, Nandi dan pak dirman pun ikut dalam solat maghrib berjama'ah itu.


Sementara ditempat lain.


Nina dan Astuti sudah samapai dan sudah berada disebuah toko pakaian, Nina kini memilih milih pakaian yang cocok untuk dipake di hari pesta ulang tahunnya.


''Tut bantuin milih dong, kira-kira yang cocok untuk pesta ulang tahun nanti.'' Ucap Nina.


''Aku juga bingung, kamu cocoknya dengan model gimana.'' Jawab Astuti.


Astutipun ikut memilih-milih pakaian yang akan dibeli oleh Nina.


''Nin coba yang ini, kira-kira cocok tidak, kalau menurut gue sih ini bagus warnanya juga tidak terlalu mecing jaitannya juga rapi dan motipnya keren.'' Ucap Astuti.


Nina pun melihat-lihat pakaian yang ditunjukin oleh Astuti, sepertinya Nina pun agak tertarik dengan pakaian yang ditunjuk oleh Astuti.


''Waah, bener nih, ini pas kayanya, coba ku lihat dulu.'' Jawab Nina.


Setelah dilihat lihat di bolak balik dan ditempelkan di badannya Nina.


''Mb, mba, Sini deh.'' Ucap Nina memanggil pelayan toko.


''Ada yang perlu saya bantu.'' Jawab Pelayan toko itu.


''Ini coba lihat, kira-kira cocok tidak dengan ku.'' Ucap Nina.


Pelayan toko pun melihat lihat pakaian yang ditempelkan di dedapan badannya nina.


''Waah, kalau menurut saya siih ini cocoknya, emang mb mau ulang tahun.'' Tanya Pelayan toko itu.


''Iya benar mb.''Jawab Nina.


''Kalau begitu ini cocok banget, dengan postur tubuh dan warna kulit mb.'' Ucap Pelayan toko itu.


''Okee, kalau begitu, ini saya beli.'' Ucap Nina sambil memberikan pakaian tersebut kepelayan toko, dan pelayan toko pun membawa pesanan nina ke meja kasir untuk dikemas.


''Ooh tut, lo mau beli baju gak.'' Ucap Nina.


''Walaaah Nin, aku tidak punya uang untuk membeli pakain, apalagi pakaian yang seperti kamu pesan itu.'' Jawab Nina.


''Tenang gue yang bayar ko, kalau buat beli kaos atau sweeter seperti yang lo pake itu.'' Ucap Nina.


''Tidak usah repot-repot Nin, saya jadi tidak enak.'' Kata Astuti.


Nina pun tanpa mendengar ucapan Astuti, lalu Nina memilih-milih sebuah pakaian sweeter.


''Tut lo suka warna apa?.'' Tanya Nina.


''Kalau gue sih suka warna, yang berbau-bau klasik, emang apa ko nanya-nanya warna segala.'' Kata Astuti.


''Ooh tidak, cuma nanya doang.'' Jawab Nina.


Setelah nina memilih baju model sweeter, lalu nina memanggil pelayan toko, untuk mengambil baju sweter yang nina pilih untuk Astuti, dan Nina pura-pura tidak membelikan baju buat Astuti.


''Mb tolong ambilin baju sweeter warna greyy ukuran xl, lalu dikemas ya.'' Ucap Nina berbisik-bisik pada pelayan toko itu.


''Okee, baik.'' Jawab Pelayan toko berbisik juga.


Setelah itu, Ninapun langsung menuju ketempat kasir untuk membayar semua pesanannya, dan Astutipun disuruh menunggu dilobi depan, supaya Astuti tidak curiga bahwa 'Nina telah membelikan baju sebagai ucapn terima kasih, pada Astuti.


Setelah Nina membayarnya, Nina langsung bergegas keluar dari sebuah toko pakaian itu, nampak Astuti lagi berdiri menunggu Nina keluar dari toko tersebut.


''Ayo tut kita cabut, takut keburu malam.'' Ucap Nina.

__ADS_1


Nina dan Astuti langsung masuk kedalam mobil, dan mulai menyetirnya, dan tukang parkirpun langsung meniup periwitnya.


Priiiit priiiitttt


Pas didepan pintu mau keluar, Nina berhenti dan membuka kaca mobilnya.


''Ini pak parkirannya.'' Ucap Nina sambil memberikan uang lima ribu rupiah pada tukang parkir.


''Terima kasih non, hati-hati non dijalannya.'' Jawab tukang parkir.


Setelah itu mobil Nina pun langsung melaju dijalan raya dikota bandung, dengan tujuan untuk mengantarkan Astuti pulang kerumahnya, dengan kecepatan enam puluh dan delapan puluh nina terus menyetir mobilnya.


''Tut ternyata abang lo itu baik ya, dan orangnya juga humoris dan menyenangkan.'' Ucap Nina.


''Terus apa lagi''? tanya Astuti.


''Yaa.. gue jujur aja sih, bang Nandi ganteng manis lagi.'' Jawab Nina.


''Uluuuh uluuuh, tapi tidak bilang lo suka kan pada Aa Nandi.'' Jawab Astuti.


''Iiih apa'an sih lo, ya gue sukanya bang Nandi baik orangnya, itu aja ko tidak lebih.'' Jawab Nina.


''Oooh begitu.'' Ucap Astuti.


Tidak lama kemudian mobil yang disetir Nina sudah tiba dipertigaan arah yang memasuki gang si'iran yaitu tempat dimana Astuti tinggal, Ninapun langsung memutarakan setirnya ke arah kiri.


Setibanya didepan rumah nampak Nandi lagi duduk sambil minum kopi, Astuti pun keluar dari mobilnya, yang disusul oleh Nina.


''Assalammualaikum.'' Ucap Astuti.


''Wa alaikum salam wrb.'' Jawabnya Nandi.


''Maap bang agak lama dikit, karena milih-milih sesuatu yang cocok itu susah rupanya.'' Ucap Nina pada Nandi.


''Iiih tidak apa-apa, maksud aku tuh, jangan sampai malam-malam banget, aku minta maap kalau kalian tertekan dengan kata-kataku tadi sore.'' Ucap Nandi.


''Ya sudah atuh, ku pulang dulu, Bang Nandi minggu depan hadir ya dipesta ulang tahunku.'' Ucap Nina.


''Insa Allah.'' Ucap Nandi.


''Tut nih buat lo.'' Ucap Nina sambil memberikan sebuah bungkusan.


''Apaa ini?.'' Astuti Bertanya.


''Udaaaah jangan banyak omong, terima aja, tanks ya tut sudah mau nemenin gue.'' Ucap Nina.


''Ooh, ya sudah, sama-sama Nin, Lo sudah baik pada gue.'' Ucap Astuti.


''Bang Nandi saya pulang dulu ya, salam pada ibu dan bapak.'' Ucap Nina.


''Iya hati-hati dijalannya, okee terima kasih, baayyy.'' Jawab Nandi.


Nina pun langsung masuk kedalam mobil, dan mulai menyetir kembali.


''Tidak usah parkir Nin, tinggal lurus aja, nanti pas perapatan lo belok kekiri terus kanan nyampe deh dijalan raya.'' Ucap Nandi.


''Oooh gitu, gue baru tuh, oke makasih ya bang.'' Jawab Nina.


Nina pun langsung menginjak gasnya, kini mobil melaju dan menjauh dari hadapannya Nandi.


Sementara tuti sudah berada dikamar, lalu membuka sebuah bungkusan yang dikasih oleh Nina.


''Waaww, rupanya Nina beli'in aku baju, jadi tidak enak hati aku, pantesan nina nanya-nanya warna kesukaan aku, baguss banget lagi bajunya, kainnya tebel, lembut dan jaitannya juga rapi.'' Ucap Astuti berkata sendiri.


Astuti sangat senang dengan baju yang dibelikan oleh Nina, biarpun hati Astuti tidak enak, karena Nina sudah membelikan baju yang lumayan mahal bagi sekelas Astuti.


Sementara Nandi masih lagi duduk bersantai sambil meminum kopi, tiba-tiba handpn nya Nandi menyala.


''Wah ada chat niah, dari siapa ya.'' Kata Nandi.


''Halooo Aa Nandi bagaimana kabrnya sehat.'' Begitu bunyi dari ketikan sebuat chat di Whatsapp tersebut.


''Ooh rupanya Sindi, ya sudah gua balas dulu.'' Nandi berkata sendiri.


''Alhamdulilah, Sin baik, terus bagaimana kabar lo, bekas jatuh itu sudah membaik. maap ya gua belum sempet nengok lagi.''Jawabnya Nandi di Whatsapp.


''Alhamdulilah, bekas jatuh itu sekarang sudah enakan, dan tidak sakit lagi, Aa lagi ngapain.'' Kata Sindi.


''Ya syukur deh, biasa gua lagi ngopi.'' Balas Nandi.


''Aa, kenapa PP nya pake poto bengkel sih, maksudku kenapa tidak poto Aa aja gitu.'' Chat Sindi.


''Oooh itu, ya itu kan Jalan usaha gua, makanya gua sengaja masukin di poto propilnya whatsapp deh, emang kenap gitu sin?.'' Balas Nandi dan bertanya.


''Ya tidak apa-apa sih, cuma nanya doang.'' Kata Sindi di whatsapp.


''Gua tau deh, lo kan kangen kan sama gua, dan pingin lihat poto gua, hahahaa, maap Sinn gua bercanda ko.'' Balas Nandi.


''Iih tidak apa-apa sih Aa, emang benar ko.'' Kata Sindi.


''Iiih maap ku bercanda sin.'' Ucap Nandi.


''Idiiih minta ma'ap melulu sih Aa, biasa aja kali Aa.'' Ucap sindi.


''Astuti kemana Aa?.'' Sindi bertanya.


''Ada baru pulang.'' Jawab Nandi.


''Oooh, emang Astuti sekarang sudah kerja.'' Ucap Sindi.


''Belum, sin.'' Kata Nandi.


''Ya terus baru pulang dari mana emang.'' Kata Sindi.


''Abis nganter temennya ke butik.'' Jawab Nandi.


Astuti kini keluar dari kamarnya terus melihat kakanya yaitu Nandi, masih asik diluar sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


''Ehhmmm, uluuuhh lagi chatingan sama siapa tuh, ko senyum-senyum sendiri.'' Astuti bertanya.


Nandi langsung kaget dan membalikan handpn nya menjadi posisi tengkurap.


''Ko hp nya dibalikin sih Aa.'' Ucap Astuti.


''Tidak apa-apa ko.'' Jawab Nandi.


Disaat Nandi dan astuti beradu argumen, terdengar nada ringtoon dari handpnnya Nandi.


''Aa tuh ada yang ngebel, angkat atuh Aa.'' Kata Astuti


Nandipun lalu membalikan hpnya lagi dan terlihat kontak sindi lagi memanggil.


''Ayo Aa, angkat, itu kaya teh sindi, memanggil vidio coll lagi.'' Ucap Astuti.


Nandipun dengan sangat malu dan terpaksa mengangkat panggilan dari sindi, kini Nandi sudah meng klik gagang telpon warna hijau.


''Haloooo teh Sindi.'' Ucap Astuti ikut nimrung.


''Haii tut, katanya lo abis jalan ya.'' Ucap Sindi.


''Lo ko tau, teh Sindi?.'' Tanya Astuti.


''Ya kata Aa Nandi, tadi bilang.'' Jawab sindi.


Setelah mereka melakukan obrolannya ditelpon melalui panggilan vidio coll, karena malam sudah bergeser di jam 21:00, akhirnya Nandi dan astutipun mematikan panggilannya, dan Astutipun langsung memasuki kamarnya, sementara Nandi masih duduk di teras depan rumahnya.


Disaat Nadi lagi duduk sambil bersandar ditemani dengan segelas kopi dan sebatang roko, terdengar suara motor berhenti didepannya rumahnya Nandi.


Sipengendara motor itu, turun dari motornya dan membuka helm penutup kepalanya.


''Assalamualaikum.'' Ucap orang tersebut.


''Waalaikum salam.'' Nandi menjawab salam dari orang tersebut.


''Maap kang, numpang tanya.'' Kata orang itu.


''Iya mas, mau tanya apa ya.'' Jawab Nandi.


''Apa benar ini tempat bengkelnya Bang Nandi.'' Kata orang itu.


''Iya, dengan saya sendiri.'' Ucap Nandi.


''Ooh kebetulan kenalkan, saya Bram atau panjangnya Bram wijaya.'' Ucap orang itu sambil salaman.


''Kenalkan pula Saya, Nandi suryaman, biasa dipanggil Nandi aja.'' Kata Nandi.


''Oooh ya, ada apa ya?.'' Nandi Bertanya.


''Begini bang Nandi, saya mau memodipikasi motor saya, katanya disini bisa.'' Ucap Bram


''Modipikasi rangka bodi, atau cuma korek mesin doang.'' Tanya Nandi.


''Pinginnya sih semua, sama mesin'nya cuma kaau masalah cc nya ya saya standar bawaan saja.'' Ucap Bram.


''Kalau saya boleh tau motornya apa ya mas Bram.'' Kata Nandi.


''Motornya, motor sudah jadul, Honda Gl pro 125, jadi pingin diubah terutama di bagian setangnya, dan tankinya sudah rembes, jadi bensin itu suka abis kalau tidak lagi dipake juga.'' Ucap Bram.


''Kalau masalah ubah rangka bodi saya belum punya gambar yang bagus, tapi kalau mas bram ada gambarnya boleh dikirimkan lewat whatsapp saya.'' Ucap Nandi


''Ooh boleh-boleh, coba no Wa nya bang Nandi saya save.'' Ucap Bram.


Nandipum lalu memberikan no Whatsapp nya pada Bram.


''Kira-kira abis berapa duit tuh.'' Tanya Bram.


''Kalu masalah biayanya saya belum bisa memastikan, sebelum ada gambarnya mana yang mau di ubahnya, kalau gambarnya sudah ada baru saya bisa memastikan berapa biayanya, belum lagi buat mengurus surat modipikasinya.'' Ucap Nandi.


''Oke kalau begitu, Kira-kira bang Nandi, kapan bisanya.'' Ucap Bram.


'''Kapan aja saya selalu siap mas.'' Ucap Nandi.


''Terus kalau ada pelanggan yang biasa bagaimana, sedangkan saya pingin cepat selasai, soalnya mau dipake, nanti buat turing.'' Ucap Bram.


''Ooh jadi mas bram, punya comunitas motor gitu, kalau masalah itu nanti saya atur sekejunya.'' Kata Nandi.


''Iya,semacam itu, komunitas pecinta motor Honda GL pro.'' Jawab Bram


''Iya tidak apa-apa, yang penting positip-positip aja.'' Ucap Nandi.


''Insa Allah bang, kita juga turing itu sambil melakukan bansos ke anak-anak yatim.'' Ucap Bram.


''Baguus itu.'' Ucap Nandi.


''Ya sudah bang, berhubung sudah malam, saya pamit dulu, Nanti ku kabarin lagi, okee.'' Jawab Bram.


Sesudah itu, Bram undur diri dari hadapan Nandi, berhubung malam semakin larut, dan Nandipun sudah mulai memasuki rumahnya.


Malam pun terus bergeser seiring dengan jarum jam berputar.


Ke esokan harinya, disa'at matahari sudah mulai bersinar menyinari bumi, dengan berbagai macam aktipitas, para mahluk hidup khususnya manusia didunia, mulai lagi disibukan dengan kerja'annya masing-masing.


******************


Lanjut ke Eps 8


Selamat membaca karya yang ku buat semoga bisa terhibur.


Jangn lupa tinggalkan jejaknya dengan.


. 👍 like


. Comentar


. ❤ Favorit

__ADS_1


. 💓 Vote


Sebelumnya terima kasih bagi sudah mau mendukung karya yang ku buat.


__ADS_2