SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 78


__ADS_3

Bisingnya suasana kota, dari mesin-mesin industri dan arus jalan yang banyak dipadati oleh berbagai kendara'an yang hilir mudik kesana kemari.


Sehingga menjadikan suasana kota semakin panas.


Disudut kota dijalan yang menghubungkan dari kota ke kota lain, ada sebuah mobil toyota fortuner gr sport, lagi dikejar-kejar oleh tiga pengendara kendara'an bermotor roda dua, Entah apa yang akan dilakukan oleh ketiga pengendara motor roda dua itu.


Mobilpun terus melaju dengan kencangnya, dan si pengendali mobil fortuner, nampak terlihat seperti lagi menghubungi seseorang, entah itu polisi, ataupun teman-temanny.


Ketika mobil melaju kejalan yang sepi dan penuh dengan poho-pohon dipinggir kiri kanan jalan, tiba-tiba dengan kecepatan yang maximal ketiga? pengendara motor itu langsung menyalip memotong lajunya mobil tersebut.


Terus mereka turun dari motornya dan salah satu dari mereka langsung mencabut pisau belatinya sambil berteriak mengetuk‐ngetuk pintu kaca mobil tersebut.


''Wai buka gak, atau mobil ini gua pecahin kacanya.'' Ujarnya.


Terus pengendara mobil itupun langsung nenurunkan kaca mobilnya separo sambil berkata.


''Kalian mau apa dari saya, ingat ya kalian jangan macam-macam sama saya.'' Ucap seorang lelaki gagah bersih dengan mengenakan pakaian jas.


''Oow mau gertak kita rupanya, cepat serahkan semua hartamu, jangan sampai kita menyakiti tuan.'' Jawabnya.


''Jadi kalian mau merampok saya.'' Ucap lelaki itu.


''Banyak omong lo', cepetan sebelum pisau gua menggorok lehermu.'' Bentaknya.


''Oke-oke, tenang dulu saya mau keluar dulu..'' Ucap lelaki itu.


Perlahan lahan lelaki itu membuka kunci pintu mobilnya, dan langsung didorongnya dengan cepat, dan salah satu dari krtiga perampok itu terjungkal karen terdorong oleh pintu yang didorong dari dalam dengan cepat dengan kekuatan tenaga sepenuhnya.


Blaaakk.


Orang itu terjungkal, melihat begitu kedua temannya tidak tinggal diam mereka lalu menyerang lelaki itu, dengan mencabut pisaunya masing-masing.


Sebruuuttt.


Kedua orang itu mengayunkan tangannya hendak menusuk lelaki berpakaian jas itu.


Lelaki itu memejamkan matanya, ia sudah yakin bahwa dirinya akan mati di habisin oleh para perampok.


Tapi apa yang terdengar kedua perampok itu seperti terjungkal, terus lelaki itu membuka matanya perlahan-lahan.


Nampak terlihat ada dua orang pemuda jangkung dan kekar telah berdiri didekat lelaki itu.


''Bapak tidak apa-apa?.'' Tanya pemuda itu.


Kini wajah lelaki gagah itu seperti berdarah lagi, yang tadinya sudah pucat pasi, karena takut dirambah tidak bisa membela dirinya.


''Nak nandi, pandi, terima kasih ya allah kau telah mengirimkan dewa penolong pada hamba.'' Ucap lelaki itu.


Sementara para perampok itupun langsung terbangun dan berkata.


''Wooii siapa lo' berani-beraninya lo' berdua menghalangi niat kami.'' Balasnya sambil pasang muka garang.


Nandi dan pandi hanya tersenyum sambil saling pandang.


''Kalau ada kejahatan melintas didepan gua, gua tidak akan biarkan itu terjadi.'' Jawab nandi.


''Setan kurap, kubunuh kalian berdua.'' Ucapnya.


''Haii bang tidak usah dibunuh juga, nanti toh akan mati dengan sendirinya iya gak pan, hahaha.'' Saut nandi sambil tertawa mengejek.


''Yoo'ii.'' Jawab pandi.


Kini ketiga perampok itu semakin bernapsu, mendengar ejekan dari nandi dan pandi.


Tidak banyak komentar lagi kini ketiga perampok itu menyerang nandi dan pandi dari tiga sudut.

__ADS_1


Nandi dan pandi bersiap siaga saling membelakangi.


Sebruuuutttt...


Ketiga perampok itu mengayunkan tinjunya menggempur nandi dan pandi.


Nandi dan pandi hanya mengkaper semua serangan demi serangan dari ketiga perampok itu.


Hiuk sebuah pisau ingin merobek wajahnya nandi, dengan cepatnya nandi menangkap pergelangan tangan perampok itu, lalu dengan cepatnya nandi menekuknya.


Derekdek..


Seperti sebuah urat-urat yang terkelir.


Adaaaawww...


Teriak kesakitan dari para perampok itu.


Hiuuukk.


Buukk deeeaasss..


Elbo nandi bersarang didagu perampok yang pegang pisau itu.


Jeregjeg perampok itu sempoyongan, disa'at itu pula nandi mengirimkan pukulan mautnya sambil berteriak.


''Orang sepertimu tak pantas diakasih ampun.''


Deeeaaassss..


Pukulan sikidal menggenjrot wajahnperampok itu.


Aaaauuuuuwwwww.


Teriakan histeris terdengar dari kepala perampok itu, bersama'an dengan jatuhnya tubuh perampok itu.


Kini tubuh itu tersungkur dan tak berdaya dipinggiran jalan dibawah pohon mahuni.


Sementara kedua temanya saling pandang seperti mau melarikan diri, tapi belum saja niatnya tercapai sebuah pukulan guntaw dari pandi menghantam tulang rahangnya.


Buuukk deeeaaasss...


Aaaauuuuwww.


Perampiok itupun langsung sempoyongan tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya, dan akhir terjatuh laksana sebuah pohon yang tumbang menimpa bumi.


Blaaaaakkk.


Tiubuhnya terkapar dipinggiran jalan dengan muka lebam, karena jerasnya sebuah guntaw dari pandi.


Kini tinggalah satu yang masih tersisa dengan muka agak pucat karena ketakutan.


''Hahaha mau kemana lo', kenapa sekarang malah ciut begitu, bukankah tadi lo mau bunuh gua.'' Ujar pandi.


''Ammpun bang gua nyerah.'' Jawabnya.


''Dasar bajingan cemen lo', bisanya cuma nakut-nqkutin orang lemah, gua hajar lo'.'' Teriak nandi menakut-nakuti sambil melompat.


Perampok itu ketakutan dan gemetaran, sehingga tidak terasa olehnya air bercucuran dari dalam celananya.


Nandi dan pandi sampai tertawa terbahak-bahak.


''Gak gk gk gk gk gk, buset dah, tampang aja yang serem tapi nyalimu tak lebih dari se'ekor tikus got.'' Ujar nandi.


Setelah itu nandipun menghubungibsebuah kantor polisi.

__ADS_1


Singkat cerita polisipun datang dengan lima orang prsonil, terus membawa ketiga pelaku tindak kejahatan itu, untuk diadili menurut hukum yang berlaku, dan dua buah senjata tajam segera diamankan untuk dijadikan barang bukti.


Setelah ketiga begal itu tertangkap, lelaki yang mengendarai mobil fortuner itu langsung memburu nandi dan pandi.


''Terima kasih nak nandi nak pandi, kalian sudah menolong saya.'' Ucap lelaki itu yang tak lain adalah pak ardi juna pranata.


''Iya pak sama-sama, dan ini sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong.'' Jawab nandi.


''Ini gimana ceritanya, sampai bapak dikejar-kejar oleh ketiga begal itu?.'' Tanya pandi.


Pak ardi juna pranata lalu menjelaskan kronologinya dari mulai keluar dari bank, sampai ia memasuki mobilnya lagi.


''Begini nak nandi, nak pandi, bapak kan habis dari bank, mengambil giro, dan bapak mengantongi uang kes sebesar lima puluh juta, semula bpak enjoy aja tanpa ada curiga, tapi lama-lama terlihat dari sepion ketiga motor terus membuntuti bapk, dari situlah timbul kecuriga'an pada mereka.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Sekarang kita harus lebih waspada, dalam mengambil uang dalam jumlah besar, karena mereka jaringannya ada dimana mana, bisa jadi dari pertama bapak masuk bang mereka sudah mengawasinya.'' Ucap nandi.


''Iya bisa jadi.'' Kata pak ardi juna pranata.


''Ngomong-ngomong ko kalian bisa tau bapak ada disini, apa secara kebetulan lagi lewat sini apa gimana?.'' Tanya pak ardi juna pranata.


''Kita ini, mendapat pesan melalui whatssap dari nina.'' Saut pandi.


''Iya bener pak.'' Jawab nandi.


''Oowh, rupanya putri bapak yang meminta pertolongan pada kalian, terima kasih banyak nak nandi, nak pandi, ma'ap ya bpk dan anak bapk jadi merepotkan kalian berdua.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Iya pak sama-sama, kita selaku manusia harus saling tolong menolong.'' Ucap nandi.


''Sekarang bpk mau pulang kerumah apa mau ke kantor?.'' Tanya nandi.


''Bapak pulang kerumah aja.'' Jawab pak ardi juna paranata.


''Ya sudah kita kawal bapak dari belakang, kita akan antarkan bapak sampai gerbang citra loka indah.'' Ujar nandi.


''Waduuuh jadi ngerepotin nih, terus kerja'an kalian berdua gimana.'' Ucap pak ardi.


''Tenang saja, bapak tidak usah memikirkan pekerja'an kita, yang penting sekarang bapak pulang dalam keada'an selamat.'' Ucap nandi.


''Baiklah kalau begitu.'' Jawab pqk ardi.


Setelah itu, nandi dan pandi menuju pada motornya, sedangkan pak ardi juna pranata, sudah mulai lagi melajukan mobilnya.


Kini nandi dan pandi mengawal mobilnya pak ardi juna pranata sampai kegerbang citra loka indah, mobil dan kedua motor rx king cobra melaju dijalan raya dengan kecepatan rata-rata.


Singkat cerita mobil toyota fortuner gr sport kini sudah tiba didepan gerbang citra loka indah, terus mobil itupun berhenti.


Perlahan kaca depan pintu mobil dibukanya.


''Terima kasih, nak nandi, nak pandi, gak mampir dulu kerumah, kita minum-minum dulu.'' Ujar pak ardi juna pranata.


''Oh sama-sama, terima kasih pak, ma'ap bukannya kita menolak tawaran baik bapak, karena kita masih banyak kerja'an.'' Jawab nandi.


''Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati ya.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Iya pak terima kasih.'' Jawab nandi.


Setelah itu, mobilpun sudah melaju memasuki gerbang utama citra loka indah.


Sementara nandi dan pandi bergegas pergi dari kawasan citra loka indah, menuju gang si'iran.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Nantikan kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


__ADS_2