
Selepas makan bersama, pak Tirta bersama dua asistennya pun berpamitan pada Nandi dan segenap stapnya,, karena masih banyak urusan yang masih terbengkalai begitu ucapnya.
Kemudian pak Tirta beserta dua asistennya sudah memasuki ke dalam mobil, dan mobil pun kini sudah keluar dari halaman kantor bersama'an dengan bunyinya suara klakson.
Selepas itu Nandi bersama karyawan setapnya melangkah masuk ke dalam.kantor.
''Ooh iya, de' dan buk Nina nanti di pelajari lagi yang hasil miting tadi apabila ini menguntungkan bagi perusaha'an kita ya kita lanjut kerja sama ini ke dalam jangka panjang.'' Ucap Nandi.
''Kalau di lihat dari sekejunya, ini menguntungkan pak, soalnya kita kan bukan membantu menjual, tapi perusaha'an kita punya andil juga di pt tirta jaya sakti, selain itu suplai kita akan bertambah, dan relasi-relasi dari luar kota juga sudah banyak mengcaper barang-barang dari pt Anggita surya mandiri, cuman masalahnya pengiriman kita telat pak, karena mobil bok cuma ada dua setidak nya harus ada tiga dijalan ketupat dan tiga buat disini, jadi semua relasi bisa terkirim lebih cepat dan ke isi semua.'' Ujar Nina menjelaskan.
''Oke kalau begitu secepatnya saya akan memikirkan itu, demi majunya perusaha'an kita.'' Ucap Nandi.
''Amiin.'' Jawab semuanya.
Setelah itu Nandi masuk ke ruangan kerjanya, sedangkan Nina, Pandi dan Astuti, bersiap-siap untuk kembali ke jalan ketupat.
''Aa kamal ku balik lagi kesana ya.'' Ucap Astuti.
''Iya sayaang, kamu hati-hati ya dijalan, mau bareng sama Nina atau mau jalan sendiri?.'' Tanya Kamal.
''Aa Kamal ini gimana sih, kan tadi ku bareng sama buk Nina dan pak Pandi juga.'' Ujar Astuti.
''Ooh iya, ku lupa, ya sudah, hati-hati ya.'' Ucap Kamal.
Pandi dan Nina tersenyum sambil saling pandang dan terus berkata.
''Sun dulu atuuuhh.'' Celoteh Pandi.
''Apa'an si lo' aah, belum halal tau.'' Ujar Kamal.
''Kapan tuh akan di halalinnya, mau tunggu apalagi sih, kalian kan sudah mapan.'' Pungkas Nina yunita.
''Nanti tunggu aja tanggal mainnya.'' Ucap Kamal.
''Stop, sekarang masih jam kerja, kurang etis rasanya bila membicarakan hal itu.'' Ucap Astuti memotong pembicara'an.
Setelah itu Nina, Pandi dan Astuti beranjak keluar dari kantornya pt Anggita surya mandiri menuju pada mobil honda jaz warna hitam yang terparkir di depan halaman kantor tersebut.
Kemudian Pandi membukakan pintu samping belakang, mempersilahkan Astuti dan Nina untuk masuk kedalam, sebenarnya Nina pingin duduk di depan bersama Pandi, tapi Nina menghargai Astuti yang duduk sendirian di belakang.
Setelah itu Pandi mun masuk dan duduk di depan sebagai sopir, kemudian mobil pun di nyalakannya, lalu Pandi mengendalikan setir dan gas di injaknya perlahan mobilpun berjalan mundur pelan-pelan ke kiri, kemudian Pandi membelokan setir kekanan, dan setelah itu mobil melaju meninggalkan pt Anggita surya mandiri di gang si'iran.
Gang si'iran yang tadinya berukuran kecil cuma masuk satu mobil saja, kini menjadi lebar, karena Nandi sudah memperlebarnya satu meteran ke kiri dan ke kanan, dengan membayar lahan penduduk dengan harga yang setandar.
Masyarakat gang si'iran pun sangat senang karena pasilitas jalan di gang si'iran yang mengarah ke jalan delima menjadi lebar, terkecuali gang-gang yang masuk kedalam masih tetap seperti dulu.
.............
Setelah kepergiannya Nina, Astuti dan Pandi, Kamal yang lagi berdiri di depan teras kantor, di kagetkan oleh suara nada ring toon di handponnya, kemudian kamal merogoh handponnya di balik saku celana bagian depan.
''Waduh, Nandi ada apa ngebel, kan dia lagi di ruangan kerjanya.'' Gerutu Kamal sambil mengangkat panggilan tersebut.
📞.Kamal ''Iya halo bos ada apa?.''
📞.Nandi ''Kamu lagi di mana?.''
📞.Kamal ''Di teras kantor bos.''
📞.Nandi ''Bisa keruangan kerja saya sebentar, ada yang mau ku bicarakan.''
📞.Kamal ''Oke siap, saya segera kesana.''
Setelah itu panggilan pun di tutupnya, dan handponnya dimasukin lagi ke posisi semula, di saku celana bagian depan, lalu Kamal berjalan memasuki kantor menuju ruang kerjanya Nandi, setelah Kamal berada di depan pintu yang mau masuk ke ruang kerja Nandi.
Tok tok tok.
__ADS_1
''Assalam mualaikum.''
''Wa alaikum salam, masuk.'' Jawab Nandi.
Kemudian Kamal mendorong pintunya, setibanya di dalam.
''Duduk mal.'' Perintah Nandi.
''Iya bos, terima kasih.'' Saut Kamal sambil duduk di kursi berhadapan dengan Nandi, menunggu perintah.
''Begini mal, istri saya kan sibuk mengurus Anggita, jadi tidak mungkin kan bekerja sambil bawa anak, jadi intinya saya mau mencari karyawan untuk bagian administrasi dan sekretaris, kira-kira kamu punya saudara apa teman yang pas di bagian itu gak?.'' Tanya Nandi.
Sejenak Kamal termenung seperti lagi berpikir, mungkin lagi mengingat-ngingat.
''Waduh gimana ya, ku juga bingung, tapi bagaimana kalau pasang iklan di medsos tentang penerima'an karyawan untuk di tempatkan di bagian tersebut.'' Saut Kamal.
''Kelama'an dan butuh proses, pasti yang datang bukan satu orang dua orang.'' Ujar Nandi.
''Iya juga ya.''
Kamal terus berpikir, kemudian terlintas dalam ingatannya Kamal, ia pun tersenyum gembira.
''Ooh iya saya baru ingat bos, sapitri anaknya mang engkus kan dia telah lulus kuliahnya, kebetulan dia ambil jurusan akuntansi dan managamen.'' Ujar Kamal.
''Tau dari mana kamu?.'' Tanya Nandi.
''Saya sempat ngobrol, dan bertanya soal kuliahnya di mana dan jurusannya apa, dan saya denger dari sapitri langsung bos.'' Ucap Kamal.
''Baik kalau begitu, nanti kamu coba datangi, ajak ngobrol terus beri tawaran mau gak kerja di sini.'' Ucap Nandi.
''Oke pak bos, sekarang apa nanti sepulang kerja?.'' Tanya Kamal.
''Nanti aja, sepulang kerja kamu mampir ke rumahnya mang engkus.'' Ujar Nandi.
''Oke bos.'' Ujar Kamal.
Setelah mendapat perintah dari Nandi, Kamal pun keluar dari ruang kerjanya Nandi, untuk kembali mengawasi para karyawan.
Pukul 12:00
Alarm pun sudah berbunyi, pertanda jam istirahat telah tiba, dan semua karyawan pt Anggita surya mandiri telah keluar dari ruangan kerjanya masing-masing.
Seperti biasa bila jam istrihata tiba Toglo sangat sibuk melayani para karyawan yang mau jajan atau ngopi.
Sedangkan kamal, Hasan dan Doni duduk bertiga sambil ngopi, ketika itu ketiga anak buahnya Toglo merupakan karyawan di bagian bengkel datang menghampiri pada Kamal, Hasan dan Doni.
''Ma'af pak, bolehkah kami ikut gabung?.'' Tanya salah satunya.
''Ooh tentu saja boleh, ayo duduk sini.'' Ujar Kamal.
''Iya pak terima kasih.'' Sautnya.
''Bagaimana dengan kerjanya kalian disini, betah gak?.'' Tanya Kamal.
''Kami sangat senang kerja disini pak, suasananya enak, dan orang-orang disini pada bersahabat, selain itu kami pun merasa terlindungi disini, ada bang Toglo, pak Kamal, pak Hasan dan pak Doni, semuanya pada jago berantem.'' Ujarnya.
''Wah kalian ini, di dunia itu tidak ada yang abadi dan tidak ada yang jago, di atas langit masih ada langit.'' Ucap Hasan.
''Iya sih pak, tapi ilmu bela diri bapak-bapak ini semua pada hebat.'' Pungkas dari salah satu mereka.
''Kita tidak ada apa-apanya bila di bandingkan sama bos kalian.'' Celoteh Hasan.
''Pak Nandi maksud pak Hasan?.''
''Ya iya, siapa lagi kalau bukan pak Nandi, emang bos kamu ada berapa?.'' Tanya Hasan.
__ADS_1
''Atuh banyak pak, bapak-bapak ini dan bang Toglo juga masih bos kami, iya gak.'' Jawabnya sambil menoleh pada kedua temannya.
''Iya betul itu.'' Pungkasnya.
Selepas itu mereka pun bertukar argumentasi, Kamal dan Hasan serta Doni selalu memberikan opini-opini yang pisitip pada ketiga anak buahnya Toglo untuk selalu bekerja dengan sungguh-singguh, Kamal pun menceritakan masa lalunya bersama Nandi, Hasan, Pandi dan Gito yang pahit yang sempat di kucilkan dari masyarakat, karena salah dalam melangkah, hampir seluruh hidupnya berada di jalanan begitu Kamal bercerita.
''Wah pantesan Pak Kamal, pak Hasan, pak Doni, pak Pandi dan pak Gito semuanya pada jago berantem.'' Ujarnya.
''Ya namanya hidup di jalanan kita mesti pandai menjaga diri, karena musuh selalu ada bermunculan.'' Celoteh Hasan.
''Iya pak, apalagi di jaman sekarang ini, banyak sekali modus kejahatan bermunculan.'' Ujar pemuda yang bernama peri heryawan.
Kemudian setelah sekian lamanya mereka ngobrol, tidak terasa waktupun sudah menunjukan pukul 12:50 menit, alarm untuk memulai lagi aktipitas sudah berbunyi, Peri heryawan, Gio pahmi dan Asep suryadi pun pamit pada Kamal, Hasan dan Doni untuk kembali pada kerja'annya.
Kamal, Hasan dan Doni pun beranjak dari tempat duduknya untuk kembali bekerja di bagiannya masing-masing.
...........................
Sementara di tempat lain, di jalan ketupat tepatnya di cabang pt Anggita surya mandiri, yang dikelola oleh Astuti, lagi ramai di datangi para pengunjung, khususnya di bengkel yang di pimpin oleh kepala bagiannya Gito santoso, ikut sibuk membantu anak buahnya yang ke teter.
Dan di distributor juga nampak seperti lagi banyak sekali projek untuk pengiriman barang ke luar kota dan dalam kota.
Nina yuni pranata nampak sibuk mengatur dan men cek ulang barang-barang yang akan di kirimkan, yang di dampingi oleh Pandi adi supraja, setelah barang selesai di cek, para karyawan bagian gudang pun langsung mengangkutnya ke mobil bok dan di susun serapi mungkin.
''Mas di tata yang rapi ya.'' Perintah Pandi.
''Baik pak.'' Ujarnya.
Kemudian Pandi berjalan ketempat Nina yunita, untuk memberikan laporannya.
''Ini buk catatan barang yang sudah di angkut dan di kemas siap untuk di kirimkan hari ini.'' Ucap Pandi.
Kemudian Nina melihat catatan barang yang di berikan oleh Pandi dan di samakan dengan catatan perminta'an dari toko.
''Oke semua sudah cocok pak Pandi.'' Ujar Nina yunita.
Kemudian setelah itu, sopir yang ditugaskan untuk mengirikan barang ke luar kota hari itu datang.
''Bagaimana buk, barang siap di kirim hari ini?.'' Tanya sopir.
''Iya mas Budi, hari ini kamu mengirim barang ke luar kota, tapi relasi baru loh, kamu sudah tau tempatnya?.'' Tanya Nina sambil memberikan surat jalan pada Budi.
Kemudian Budi pun melihat alamat toko yang akan ia datanginya di surat jalan tersebut.
''Kalau nama kota dan jalannya saya sudah tau buk, cuma nama tokonya saya belum tau.'' Jawab Budi.
''Ya kalau masalh itu, nanti kamu bisa tanyakan pada orang-orang di sekitar situ.'' Ujar Nina yunita.
''Oke buk.'' Ujar Budi.
''Dan ini ongkos jalannya.'' Ucap Nina sambil memberikan uang sejumlah sekian-sekian pada Budi.
Dan setelah itu, Budi pun langsung pergi menuju pada mobil batangannya yang sudah siap untuk meluncur.
Kemudian Nina beranjak dari tempat itu menuju ke ruang kerjanya Astuti untuk menyerahkan catatan barang yang sudah di kirimkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Sebelumnya saya mohon ma'ap bila jarang update, karena banyak hal yang perlu saya kerjakan di dunia nyata.
Terima kasih banyak atas dukungan dari para author dan para reader yang sudah setia mendukung karya ini.
Salam sehat dan sukses selalu
__ADS_1
''Assalam mualaikum''