
Asep suryadi, Gio pahmi dan Peri masih sangat sibuk sekali dengan kerja'annya, dan Toglo sendiri sampai ikut membantu untuk meringankan kerja'an ke tiga anak buahnya.
Ketika mereka sedang serius dengan kerja'annya muncul Hasan dan Doni menghampiri mereka.
''Widih sibuk sekali rupanya.'' Ucap Hasan.
''Bantuin dong, kita ke teter nih.'' Saut Toglo.
''iya gua kesini juga mau ikut bantuin, karena kerja'an gua lagi sepi nih.'' Ujar Hasan.
Setelah itu Hasan dan Doni langsung ikut mengkaper kerja'an di bengkel, karena para pelanggan bengkel yang semakin banyak yang datang, jadi Untuk mempercepat waktu dalam menyelesaikan pekerja'annya Toglo beserta anak buahnya, Hasan dan Doni langsung cepat tanggap.
....................
Sementara Nandi yang lagi berada di ruang kerjanya, tiba-tiba langsung menutup laptopnya, dan seketika itu ia langsung memanggil pegawai sekertarisnya untuk masuk keruangannya, dengan sebuah telepon kantor.
📞.Nandi ''Halo pit, kamu sekarang ke ruangan saya.''
📞.Sapitri ''Iya baik pak.''
Setelah itu Sapitri langsung beranjak dari meja kerjanya, menuju ke ruangannya Nandi, setelah Sapitri berada di depan pintu yang mau me masuki ke ruangannya Nandi.
Tok tok tok.
''Assalam mualaikum.'' Sapa sapitri.
''Wa alaikum salam, iya masuk.'' Ujar Nandi.
Sapitri pun langsung mendorong pintu dengan perlahan, kemudian kakinya melangkah masuk ke ruangannya Nandi.
''Silahkan duduk.'' Perintah Nandi.
Sapitri pun langsung duduk di kursi berhadapan dengan Nandi.
''Begini pit, saya kan ada keperluan dulu keluar, tolong kamu selesaikan dulu kerja'an saya, soalnya besok harus segera di serahkan, dan coba di pelajari dulu.'' Ucap Nandi sambil memberikan sebuah map yang berisi selebara-selebaran tentang perusaha'an.
Dan sapitri langsung membukanya, untuk di kaji dulu, setelah sapitri mengerti baru ia berkata.
''Baik pak, sekarang juga saya akan kerjakan.'' Ujar Sapitri.
''Ya sudah, terima kasih ya pit.'' Ucap Nandi.
''Iya pak sama-sama, ma'ap saya balik dulu ke ruang kerja saya.'' Ujar Sapitri.
''Oke.'' Saut Nandi.
Setelah Nandi merapikan laptopnya, ia bergegas keluar kantor, kemudian berjalan menuju bengkel yang lagi di penuhi oleh para pengnjung yang mau betulin motornya.
''Waah rupanya lagi rame?.'' Tanya Nandi.
''Iya pak bos, makanya saya sama Doni langsung ikut bantu kesini.'' Jawab Hasan.
__ADS_1
''Ya syukur deh, emang kalian semua orang-orang pilihan, selalu membantu dalam hal apapun.'' Ujar Nandi.
''Lho pak bos mau kemana nih, kaya mau keluar, apa ada urusan bisnis di luar, atau ada sesuatu yang lebih penting dari pada itu?.'' Tanya Hasan.
''Dua-duanya sih.'' Saut Nandi.
''Ooh begitu.'' Ujar Hasan.
''Ooh iya don, nanti jam dua, kamu ada pengiriman barang ke daerah bekasi, surat jalan sama ongkos jalannya nanti sapitri yang atur, saya ada urusan dulu sebentar, di tinggal dulu ya semuanya.'' Ujar Nandi.
''Iya pak bos, hati-hati pak bos di jalannya.'' Ucap Hasan, Doni dan Toglo serempak.
''Oke, makasaih.'' Saut Nandi sambil melangkah pergi meninggalakan bengkelnya, lalu Nandi menuju ke rumahnya, untuk pamit dulu pada istri dan anaknya beserta kedua orang tuanya.
Setiba di depan rumah, lalu Nandi membuka pintu rumahnya perlahan, dan dilangkahkan kakinya memasuki ruangan Tamu, terus berjalan ke ruang keluarga sambil memanggil istri dan anaknya.
''Sayang, dek gita, sayang, dek gita.'' Panggil Nandi.
Tapi yang di panggil tidak menjawab sama sekali, kemudian Nandi menuju pintu kamarnya dan di bukanya pintu tersebut perlahan dan di lihat-lihat orang yang di carinya itu tidak ada juga di kamar, lalu Nandi berjalan ke ruang dapur, tapi Sindi dan Anggita tidak ada juga.
''Pada kemana ini, ko rumah kosong gak di kunci lagi, apa mungkin di tempat ibuk.'' Gerutu Nandi.
Kemudian Nandi berjalan ke rumah orang tuanya barang kali Sindi dan Anggita main disana, tapi baru saja Nandi mau menutup pintu gerbang, dari belakang ada suara yang memanggilnya.
''Ayaaaahh.''
Kemudian Nandi menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu.
''Ma'ap sayang, tadi Anggita ngajak ku jalan ke taman bermain di sekolah TK itu.'' Saut Sindi.
''Kalau mau keluar, jangan lupa pintu di kunci, karena di rumah banyak surat-surat penting, dan kenapa kamu tidak bilang dulu, kan saya bisa suruh Toglo untuk melindungi kalian dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.'' Ujar Nandi agak sedikit kesal.
''Iya ma'ap sayang, kan Anggita ngajaknya buru-buru, jadi ku juga gak sempat bawa handpon.'' Ucap Sindi.
Kemudian Anggita menghampiri Nandi sambil memegang tangan ayahnya.
''Ayah jangan marahin mamah dong, ini semua salah gita, mmh gak salah ko.'' Ucap Anggita
Nandi pun tersenyum dengan sikap baiknya Anggita.
''Ayah gak marah sayang, cuma ayah memberi nasehat supaya hal seperti itu jangan di ulang lagi, karena di luar sana kita tidak tau dengan karakter manusia, apa lagi di jaman sekarang banyak sekali modus kejahatan, karena ayah sangat sayang sama mamah dan dek gita.'' Ucap Nandi sambil mengelus rambut Anggita.
''Iya ayah terima kasih.'' Saut Anggita.
''Ya sudah ayo kita masuk, ada yang mau ayah obrolkan.'' Ajak Nandi.
Setelah itu, Nandi, Sindi dan Anggita langsung me masuki ke dalam rumah, karena ada yang akan Nandi bicarakan.
Setibanya di dalam rumah, Nandi dan Dindi serta Anggita duduk di kursi, kemudian Nandi berkata.
''Begini sayang, ku ada kerja'an di luar, sekalian ada hal penting yang tidak bisa ku menolaknya.'' Ujar Nandi.
__ADS_1
''Kalau boleh tau hal penting apakah itu sayang?.'' Tanya Sindi.
''Itu relasi bisnis, yang biasa ku kirim barangnya, meminta tolong padaku, katanya di wilayah tokonya dia bahkan semuanya, suka di datangi para preman mungkin biasa minta jatah.'' Ujar Nandi.
''Kalau bisa jangan sayang, terlalu berbahaya dan beresiko buat keselamatanmu sayang.'' Ucap Sindi penuh rasa khawatir.
''Tapi itu sudah ke terlaluan sayang, katanya meminta jatah semaunya sendiri kadang dua hari sekali, kadang seminggu sekali, kalau begitu para pedagang akan cepat gulung tikar, apalagi pedagang kaki lima yang untungnya tidak seberapa, mereka kan lagi berjuang demi anak istrinya, kasihan kalau di diamkan terus menerus.'' Ucap Nandi.
Kemudian Sindi merenung sejenak menimbang-nimbang perkata'an dari suaminya itu.
''Ya sudah, kalau bisa jangan sendiri sayang.'' Usul Sindi.
''Iya tadinya aku mau ngajak Toglo tapi dia lagi sibuk, paling ku mau ngajak Gito aja.'' Ucap Nandi.
''Mungkin Gito juga sama kali, sibuk dengan kerja'annya.'' Ujar Sindi.
''Sebelumnya ku dah ngchat Gito, katanya gak terlalu sibuk, soalnya anak buah gito sudah sangat pintar dalam masalah mesin.'' Ujar Nandi.
''Ooh gitu, ya sudah, hati-hati sayang, mau bawa mobil apa motor?.'' Tanya Sindi.
''Biar di perjalanannya cepet dan mudah, ku bawa motor aja.'' Saut Nandi.
Setelah itu Nandi pergi ke rumah orang tuanya untuk meminta restu, buk Sari dan pak Dirman pun mengijinkan walau di hatinya agak sedikit khawatir,
Ke khawatiran orang tua sama anaknya itu sesuatu yang wajar, biarpun anaknya sangat pintar bela diri, karena di dunia itu tidak ada yang hebat, seperti kata pepatah di atas langit masih ada langit.
''Ya sudah bapa sama ibuk selalu mendoakanmu yang terbaik, sadarkanlah orang-orang yang salah langkah dan ajaklah untuk kembali ke jalan yang benar.'' Seru pak Dirman.
Setelah Nandi pamit sama kedua orang tuanya, Nandi kemudian mencium kening sindi, lalu Nandi menurunkan tubuhnya dengan posisi jongkok, lalu diciumnya ke dua pipi Anggita eka putri.
''Gita sayang, ayah pergi dulu ya, kamu jangan nakal, kalau Gita pingin jajan, jangan pergi sendirian, bilang sama mamah atau om Toglo dan om Kamal, biar gita di anter sama mereka, oke sayang.'' Ujar Nandi.
''Oke ayah.'' Saut Anggita.
''Ya sudah ayah pergi dulu ya.'' Ucap Nandi sambil berdiri, lalu Nandi mendorong motornya keluar rumah, kemudian di nyalakannya.
Kemudian Sindi memberikan jaket Levis kesayangannya Nandi serta helmnya, lalu Nandi memakaikan jakenya tersebut, dan helm buat penutup kepala sebagai perlengkapan dalam mengendara kendara'an roda dua.
''Hati-hati sayang.''
''Ayah hati-hati.'' Ujar Sindi dan Anggita eka putri sambil melambaikan tangannya, ketika Nandi sudah menaiki motornya, sebelum Nandi melajukan motornya Nandi pun membalas lambaian tangan dari anak dan istrinya.
Dan setelah itu Nandi mulai menarik gasnya perlahan, dan motorpun kini mulai melaju meninggalkan Sindi dan Anggita eka putri, yang lagi berdiri di depan gerbang sambil memandangi kepergiannya itu.
*****************
Betsambung.
Terima kasih pada semua yang sudah memberi dukungannya, jangan lupa sertakan pula, like, comentar, jadikan favotit bila suka, dan berikanlah vote serta hadiahnya.
Salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
''Assalam mualaikum''