SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 104


__ADS_3

Setelah itu waktu sudah menunjukan pukul 08:30 menit nina pun bersama astuti dan sindi sudah memasuki kantor, di ruangan aula untuk memberi kan soal-soal bagi yang sudah memasuki lamarannya guna diangkat jadi karyawan diperusaha'annya nandi suryaman.


Nandi hanya lulusan sekolah menengah kejuruan, tapi karena ke uletan dan kerja keras nandi, akhirnya nandi sudah meraih kesuksesannya, di bidang bisnis perniaga'an.


Banyak kesulitan kesulitan yang nandi alami selama menjalankan usahanya, dari mulai buka bengkel otomotip dan bengkel elektronik kecil-kecilan banyak sekali kendala yang nandi hadapi, karena kesabaran dan tekad nandi yang membaca, maka ujian itu semua bisa nandi lewati.


Dan sekarang nandi lagi menikmati hasil dari jerih payahnya.


Sementara nina, astuti dan sindi sudah memanggil para calon karyawan karyawati untuk memasuki aula buat melakukan tes pertama.


Singkat cerita.


Semua calon karyawan karyawati sudah berkumpul dan duduk dikursi yang telah disediakan, terus astuti menyambut dengan beberapa perkata'an.


''Assalam mualaikum.'' Sapa astuti.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya serempak.


''Selamat pagi semuanya.'' Ujar astuti.


''Selamat pagi juga buk.'' Jawabnya.


''Tentunya kalian tau untuk apa kalian datang kesini, sampai di bela-bela'in menunggu hingga satu jam, sebelumnya saya akan menyampaikan beberapa pesan pada kalian semua, bila nanti diantara kalian yang lulus dan diterima menjadi karyawan dan karyawati di Pt anggita surya mandiri ini, dan saya harap kalian benar-benar mau bekerja dengan sungguh-sungguh secara propesional.


Disini kalian tidak dipungut biaya sedikitpun, hanya itulah yang bisa saya sampaikan, selanjutnya kalian harus bisa mengisi soal-soal yang kami berikan dengan baik dan benar, cukup sekian dan terima kasih, assalam mualaikum.'' Begitu beberpa kata sambutan dari astuti.


Selanjutnya nina yunita, menyiapkan lembaran-lembaran kertas soal yang telah dipersiapkan sebelumnya, untuk dibagikan kepada para calon karyawan dan karyawati.


''Oke kalian tentunya sudah paham, dan mengerti cara pengisiannya, sebelum kalian mengisi soal-soal ini, saya harap bacalah terlebih dahulu petunjuk-petunjuknya yang tertera di atas soal-soal ini, supaya dalam pengerja'annya bisa lebih baik dan benar, dan sebelum saya membagikan soal-soal ini, marilah kita berdoa dulu menurut kepercaya'an kalian masing-masing.'' Begitu tutur kata dari nina yuni paranata.


Setelah mereka berdoa, nina pun langsung membagikan soal-soal itu yang dibantu oleh sindi.


Satu jam sudah berlalu, dan para calon karyawan dan karyawati pun sudah mengumpulkan soal-soalnya ke meja tempat nina, astuti dan sindi berada.


''Sekarang tes pertama sudah bisa kalian kerjakan, dan saya harap ketidak lupa'annya kalian menyertakan nomor handpon kalian dhalaman yang sudah tertera, supaya kami nanti bisa dengan mudah menghubungi kalian, untuk masuk ke tes berikutnya.'' Ucap nina yunita.


Selepas nina berkata, dari barisan kursi paling belakang mengacungkan tangannya dan berkata.


''Ooh iya buk ma'ap, saya belum menyertakan nomor handpon saya.'' Ucap salah seorang lelaki yang berada kursi dibarisan belakang.


''Makanya saya tadi sudah berpesan, sebelum anda mengisi soal-soal dibaca dulu secara teliti, anda sudah teledor, bagaimana nanti bila itu terjadi dalam kerjaan anda, oke saya bisa maklum, karena anda manusia yang tak luput dari salah dan lupa, tapi lain kali hal seperti itu jangan di ulang lagi ya, dengan nama siapa?.'' Tanya nina yunita.


''Heri hidayat buk.'' Jawab lelaki yang bernama heri hidayat.


Terus ninapun mencari yang namanya heri hidayat, setelah nina menemukannya, nina langsung memanggilnya, dan heri hidayatpun langsung mengambil selebaran kertas atas nama dirinya untuk menyertakan nomor handponya itu.


Tiga puluh menit kemudian.


Para calon karyawan dan karyawati itu langsung bubar, dan pulang kerumahnya masing-masing sambil menunggu kabar untuk memasuki tes berikutnya.


Terus nina, astuti dan sindi pun keluar dari ruangan aula kantor pt anggita surya mandiri, menuju ke ruangan tempat bersantai.


Setelah itu munculah nandi dengan menggendong anggita eka putri.


''Bagaiman nin, sudah beres semua?.'' Tanya nandi.

__ADS_1


''Alhamdulilah sudah selesai, tinggal kita periksa hasilnya.'' Jawab nina.


''Ooh iya aa, untuk memasuki tes berikutnya, bila mana jawaban mereka semua benar, apakah akan di adakan penyaringan lagi atau semua di ikut sertakan.'' Pungkas astuti.


''Ya propesional aja, nanti bila di psi cotes baru kita bisa menilai orang yang benar-benar ulet dan rajin bekerja.'' Ucap nandi.


''Is oke, bagus juga, ya kita juga harus menghargai niatnya mereka.'' Pungkas nina


''Waduuh sudah jam sepuluh nih, untung saja pandi sudah gue kasih duplikat kuncinya.'' Ucap astuti.


''Dek lo' nanti aja berangkat kerjanya siang, sekarang nina ajak makan dulu kasihan.'' Ucap nandi.


Setelah itu astuti mengajak nina ke ruang makan, guna sarapan karena nina sudah biasa sarapannya suka agak siangan.


Nina dan astuti makan bareng, sambil ngobrol ngaler ngidul, dan nina pun makannya nambah, karena masakannya enak luar biasa begitu kata nina, dan astuti pun menjelaskan bahwa itu semua sindilah yang memasak.


''Oowwh, masakan teh sindi sampai selejat ini, kalau teh sindi buka usaha kuliner pasti akan laris, gue yakin.'' Ucap nina.


''Iya gue juga gak nyangka, ternyata dibalik keluguan wajahnya teh sindi menyimpan skill memasak yang amat luar biasa.'' Ucap astuti.


Sedangkan yang lagi dibicarakannya lagi asik bercanda ria, saling ketawa-ketawa dengan anggita eka putri, bayi yang sangat lucu dan cantik.


Sindi dan nandi duduk bersantai dengan anggita eka putri berada dalam gendongannya nandi.


''Aa itu anggita sepertinya tertidur, ya sudah ditidurkan aja dulu kasihan tuh kepalanya sampai ketekut kain gendongan.'' Ujar sindi.


Terus sindi mengambil anggita dari pangkuannya nandi untuk di tidurkan, tapi begitu anggita terlepas dari badan nandi, sang putri pun terbangun dan menangis seperti enggan menjauh dari pangkuannya nandi.


''Tuh kan bangun sayang.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi dan sindi masuk kerumah menuju ke kamar untuk menidurkan anggita dikasur tempat tidurnya, terus anngita di masukan ke sebuah tempat tidur ranjang besi yang ditutupi oleh kain kasa seperti kulambu, dan anggita pun kini sudah terlelap dalam tidurnya.


Dan nandi pun segera keluar dari dari ruangan kamar menuju ke halaman depan teras dan duduk dibangku dibawah pohon jamblang.


Terus sindi mengikutinya, baru saja sindi mau duduk, nandi sudah meminta sesuatu pada sindi, dan sindipun tidak menolaknya, ia bergegas pergi menuju keruangan dapur, pas diruangan makan nampak astuti dan nina yunita yang baru selesai makannya, memberi pujian pada sindi.!!


''Teh sindi, masakannya enak banget, gak nyangka gue, nanti kapan-kapan bila keluarga gue ada acara, kiranya bersedia gak kalu di undang untuk masak.'' Ucap nina yunita.


''Insa allah bersedia, kalau gue ada waktu.'' Saut sindi.


''Tanks ya, sebelumnya.'' Ujar nina.


''Wah waaah masak nya juga belum, ko sudah bilang terima kasih.'' Ucap sindi.


''Ya tidak apa-apa kan kalau gue bilang makasih duluan, ya itu bentuk pengharga'an gue pada niat baikmu itu teh sindi.'' Ucap nina


''Iya sama-sama, gue juga makasih lo' sudah me makan pasakan gue.'' Saut sindi.


''Siapa sih orangnya, yang tidak mau makan pasakan lo', hanya orang benci dan orang iri saja yang tidak mau makan masakan yang begitu enak lejat dan nikmat itu.'' Ucap nina.


Setelah itu sindi pun pergi kedapur mau bikinin kopi untuk suaminya.


Lima menit kemudian kopi pun sudah dibawakannya keluar buat sang suami tercinta.


''Ini kopinya suamiku, Ooh iya nanti sore kita ke mamah ya, ku kangen sama mamah.'' Ucap sindi.

__ADS_1


''Oke sayang, apa sih tang nggak buat istriku tercinta.'' Ujar nandi.


''Terima kasih ya suamiku, ku semakin sayang deh sama aa nandi suryaman.'' Ujar sindi sambil merangkul nandi.


''Masih siang atuh sayang, tuh malu dilihatin dek tuti sama nina.'' Ujar nandi.


''Iiih aa, pikirannya jorok, ku cuma pingin meluk doang, emang gak boleh gitu.'' Ucap sindi.


''Ya boleh atuh, lebih dari pada itu juga boleh banget.'' Ucap nandi sambil tersenyum.


''Iiih aa bikin aku tambah gemes aja sih.'' Ujar sindi sambil mencubit pinggangnya nandi.


''Iih sakit sayang.'' Saut nandi.


Terus nandi membalas mau mencubit, tapi mengelak dengan menggeserkan badannya.


''Aeett gak kena.'' Ujar sindi.


''Ooh rupanya nantangin ya awas.'' Ucap nandi sambil mengejar sindi.


Sindipun terus berlari memutari halaman depan rumah, dan nandi terus mengejarny, sindi teriak-teriak sembari tertawa karena bahagia.


Akhirnya dindipun kelelahan langsung memburu pada bangku, dengan napas yang turun naik dan detak jantungpun berdenyut kencang sekali.


''Hah hah hah, aduuh cape aa, tapi gue seneng bisa keluar keringat.'' Ucap sindi.


Apa yang dilakukan sindi dan nandi ternyata sempat jadi tontonan nina yunita dan astuti, mereka pun langsung keluar sembari menepukan kedua telapak tangannya.


Prok prok prok...


''Wah gue seneng melihat kebahagia'an kalian.'' Celoteh nina.


''Wah rupanya kalian ngintip gua ya.'' Ujar nandi.


''Gak ko kita gak ngintip, iya kan tut.'' Jawab nina.


''Iya, secara kebetulan saja, kita mau keluar aa nandi lagi bercanda ria sama teh sindi.'' Pungkas astuti.


Setelah itu astuti dan nina masuk ke kantor untuk mengecek soal-soal dari para calon yang melamar untuk jadi karyawan dan karyawati di perusaha'an distributor nandi.


Sedangkan nandi dan sindi masuk kekamarnya karena mendengar tangisan anggita yang begitu kencang.


''Uluuuh sicantik sudah bangun, lapar ya.'' Ucap nandi.


Setelah itu sindi lalu mengambil anggita dari tempat tidurnya, untuk dikasih asi.


Begitu mulut anggita mengulum ****** ibunya ia pun langsung terlelap lagi tidur, sembari mulutnya terus menyedot air susu ibunya.


Satu jam kemudian, nandi dan sindi sudah siap-siap untuk berangkat ketempat buk suminar mertuanya nandi.


Karena nandi punya acara untuk berkunjung atau sila turahmi pada gurunya abah haji mansur di pondok pesantren haur koneng.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2